You are on page 1of 72

KONTRASEPSI

Pembimbing :
Dr. Adi Widodo,SpOG

Disusun Oleh:
Alvarez O. J. Ticoalu

DEFINISI KELUARGA
BERENCANA (KB)

Suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran
sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kerugian
akibat langsung dari kelahiran bayi bagi ibu, bayi,
keluarga dan masyarakat.

MANFAAT KELUARGA
BERENCANA (KB)

KB dapat mencegah munculnya bahaya-bahaya akibat:

 Kehamilan terlalu dini

 Kehamilan terlalu telat

 Kehamilan yang terlalu berdesakan jaraknya

 Terlalu sering hamil dan melahirkan

PENDAHULUAN  Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. dapat juga bersifat permanen.  Usaha –usaha itu dapat bersifat sementara. .  Sampai sekarang cara kontrasepsi yang ideal belum ada.

S YA R AT KO N T R A S E P S I I D E A L 1) dapat dipercaya. 4) tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus 5) tidak memerlukan motivasi terus-menerus 6) mudah pelaksanaannya 7) murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat 8) dapat diterima penggunaanya oleh pasangan yang bersangkutan. . 2) tidak menimbukan efek yang mengganggu kesehatan. 3) daya kerjanya diatur menurut kebutuhan.

artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan 2. kecuali untuk kontrasepsi mantap. . Berdaya guna. Terjangkau harganya oleh masyarakat 5. Dapat diterima. Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya. S YA R AT M E T O D E KO N T R A S E P S I IDEAL 1. bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya di masyarakat 4. kesuburan akan segera pulih. Aman. dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat mencegah kehamilan 3.

3) tidak mempengaruhi koitus 4) mudah penggunaannya 5) harga obat/alat kontrasepsi terjangkau. . 2) tidak ada efek sampingan atau hanya ada efek sampingan ringan. antara lain: 1) dapat dipercaya. AKSEPTABILITAS  Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor.

METODE  Metode-metode dengan efektivitas bervariasi yang saat ini digunakan adalah : 1. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-alat/obat-obatan 2. Kontrasepsi dengan AKDR 6. suntik. Kontrasepsi Mantap (tubektomi dan vasektomi) . Kontrasepsi dengan obat-obat spermatisida 4. implant) 5. Kontrasepsi secara mekanis 3. Kontrasepsi Hormonal (oral.

Pembilasan pasca senggama (Post Coital Douche) 3. Senggama terputus (Coitus Interuptus) 2. Perpanjangan masa menyusui anak (Prolonged Lactation) . KO N T R A S E P S I TA N PA O BAT & A L AT 1.

COITUS INTERUPTUS  Diketahui sebagai cara tertua dan terlama. (-) untuk mensukseskan cara ini dibutuhkan pengendalian diri yang besar dari pihak pria dan bisa mengurangi kenikmatan /kepuasan dalam berhubungan seksual.  Senggama terputus ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. . (+) cara ini tidak membutuhkan biaya. alat-alat maupun persiapan.

Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina. 2. . Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejeculatory fluid) yang dapat mengandung sperma. Kegagalan dengan cara ini dapat disebabkan oleh: 1. apalagi pada koitus yang berulang (repeated coitus).

spermatozoa dalam jumlah besar telah memasuki servik uteri.  Penambahan cuka ialah untuk memperoleh efek spermasida serta menjaga asiditas vagina.  Untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina.  Cara ini hanya mengurangi kemampuan terjadinya konsepsi karena sebelum pembilasan dapat dilakukan. . POST COITAL DOUCHE  Pembilasan vagina dengan air biasa dengan atau tanpa tambahan larutan cuka atau obat lain.

dan atau dalam 6 bulan pasca persalinan. selama ibu belum mendapat haid. PROLONGED LACTATION  Menyusui secara eksklusif merupakan suatu metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif. dan waktunya kurang dari 6 bulan pascapersalinan.  Efektivitasnya dapat mencapai 98 %. ibu belum mendapat haid. .  Hal ini dapat efektif bila ibu menyusui lebih dari 8 kali sehari.

 Tetapi ovulasi pada suatu saat akan terjadi dan dapat mendahului haid pertama sehingga apabila hanya mengandalkan pemberian ASI saja dapat memberikan resiko kehamilan untuk itu dapat dipertimbangkan pemakaian kontrasepsi lain. . Laktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemia dan prolaktin menekan adanya ovulasi.

KO N T R A S E P S I S E C A R A MEKANIS Pria : Kondom Wanita : • Pessarium : Diafragma Vaginal dan Cervical Cap .

05 mm.  Prinsip kerja kondom ialah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus.  Bentuk kondom adalah silindris dengan ujung yang buntu berfungsi sebagai penampung sperma. kondom ini tebalnya kira-kira 0. . KONDOM  Kini paling umum dipakai ialah kondom dari karet. dan mencegah tumpahnya sperma dalam vagina.

 Diameternya biasanya kira-kira 31-36. .5 mm dan panjang lebih kurang 19 mm.  Kondom dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid.

 ( . (+) selain untuk tujuan kontrasepsi juga dapat memberi perlindungan terhadap penyakit kelamin.) ada kalanya pasangan yang mempergunakannya merasakan selaput karet tersebut sebagai penghalang dalam kenikmatan sewaktu melakukan koitus. .  Sebab-sebab kegagalan memakai kondom ialah bocor atau koyaknya alat itu atau tumpahnya sperma.

3. Mengenai pemakaian kondom perlu diperhatikan hal-hal berikut : 1. Jangan melakukan koitus sebelum kondom terpasang dengan baik. Pasanglah kondom sepanjang penis yang sedang dalam ereksi. 2. Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom untuk menampung sperma. .

4. Pergunakanlah bahan pelicin secukupnya pada permukaan kondom untuk mencegah terjadinya robekan. . Keluarkanlah penis dari vagina sewaktu masih dalam keadaan ereksi dan tahanlah kondom pada tempatnya ketika penis dikeluarkan dari vagina. supaya sperma tidak tumpah. 5.

dan (2) cervical cap.  Secara umum pessarium dapat dibagi atas dua golongan. PESSARIUM  Pesarium adalah alat yang diletakkan dalam vagina dengan berbagai bentuk dan ukuran.  Bermacam-macam pessarium telah dibuat untuk tujuan kontrasepsi. . yakni (1) diafragma vaginal .

 Diafragma dimasukkan ke dalam vagina sebelum koitus untuk menjaga jangan sampai sperma masuk ke dalam uterus. DIAFRAGMA VAGINAL  Diafragma vaginal terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya. obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirnya.  Untuk memperkuat khasiat diafragma. .

 Diafragma vaginal sering dianjurkan pemakaiannya dalam hal-hal
seperti :
1. keadaan dimana tidak tersedia cara yang lebih baik.
2. jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, sehingga tidak
dibutuhkan perlindungan yang terus-menerus.
3. jika pemakaian pil, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk
sementara waktu oleh karena sesuatu sebab.

(+)
1)hampir tidak ada efek sampingan;
2) dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul, hasilnya
cukup memuaskan;
3) dapat dipakai sebagai pengganti pil atau AKDR pada wanita-wanita
yang tidak boleh mempergunakan pil atau AKDR oleh karena suatu
sebab.

(-)

1) diperlukan motivasi yang cukup kuat;

2) umumnya hanya cocok untuk wanita yang terpelajar dan tidak
untuk dipergunakan secara massal;

3) pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan;

4) tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau AKDR.

 Dewasa ini alat ini jarang dipakai untuk kontrasepsi. CERVICAL CAP  Cervical cap dibuat dari karet atau plastik. jadi lebih kecil daripada diafragma vaginal.  Ukurannya ialah dari diameter 22 mm sampai 33 mm. dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. .  Cap ini dipasang pada porsio servix uteri seperti memasang topi.

yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan sperma. dan vehikulum yang nonaktif dan yang dipergunakan untuk membuat tablet atau cream/jelly. .KO N T R A S E P S I D E N G A N O BAT S P E R M AT I S IDA  Obat spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas 2 komponen.  Efek sampingan jarang terjadi dan umumnya berupa reaksi alergi.

jelly atau cream. 2. suppositorium : Lorofin suppositoria. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam. Obat ini disemprotkan ke dalam vagina. Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit. . antara lain dalam bentuk : 1. Kini di pasaran terdapat banyak obat-obat spermatisida. Jelly lebih encer daripada cream. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam. Suppositorium dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum koitus.

kemudian dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin. yang merupakan benda yang tipis. 4. dan larut dalam air. tablet terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air. dapat dilipat. Obat mulai efektif setelah 30 menit. C-film. Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio uteri dan vagina. tablet busa : Sebelum digunakan. . Lama kerjanya 30-60 menit. .3.

Kontrasepsi esterogen plus progestin (kombinasi) 2.  Implan Progestin. Kontrasepsi progestasional :  Progestin Oral.  Progestin Suntik. KONTRASEPSI HORMONAL 1.  Injeksi Medroksiprogesteron asetat/ Estradiol Sipionat .

. dan implant.  Kontrasepsi oral adalah kombinasi estrogen dan progestin atau hanya progestin – mini pil. injeksi.  Kontrasepsi injeksi atau implant hanya mengandung progestin atau kombinasi estrogen dan progestin. oral. Kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk.

suntikan IM. atau dalam bentuk koyo.  Kontrasepsi oral paling sering digunakan dan sering terdiri dari kombinasi suatu zat estrogen dan bahan prosgestasional yang diminum tiap hari selama 3 minggu dan berhenti selama 1minggu. . agar terjadi perdarahan lucut (with drawal bleeding) dari uterus. Kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron dapat diberikan per oral.

tetapi efek yang terpenting adalah mencegah terjadinya ovulasi dengan menekan gonadotropin releasing factors dari hypothalamus. bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan)  Mekanisme kerja Efek kontraseptif obat-obat yang mengandung steroid bersifat multiple. . Efektivitasnya tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi).

dan menghambat jalannya sperma. Estrogen saja dalam dosis yang memadai akan menghambat ovulasi dengan menekan gonadotropin.  Estrogen ini juga mungkin akan menghambat implantasi dengan mengubah pematangan endometrium.  Progestin menyebabkan terbentuknya mucus servik yang kental. . sedikit.  Akhirnya progestin juga dapat menghambat ovulasi dengan menekan gonadotropin. selular.

apabila diminum setiap hari selama 3 dari 4 minggu.  Kontrasepsi oral kombonasi estrogen plus progestin. dan penghambatan implantasi di endometrium apabila dua mekanisme pertama gagal. blockade penetrasi sperma oleh mucus serviks. menghasilkan proteksi terhadap kehamilan yang hampir absolute. . Efek gabungan dari estrogen dan progestin dalam kaitannya dengan kontrasepsi adalah supresi ovulasi yang sangat efektif.

Obat yang berinteraksi Efek merugikan Asetaminofen dan aspirin Mungkin mengurangi efek analgetik Obat penenang golongan benzodiazepin Mungkin menurunkan atau meningkatkan efektivitas obat penenang dan fungsi psikomotor Metildopa Menurunkan efek hipotensif Antikoagulan oral Menurunkan efek antikoagulan Hipoglikemik oral Mungkin mengurangi efek hipoglikemik Obat yang berinteraksi Efek yang merugikan Alkohol Efek mungkin meningkat Aminlfilin Efek meningkat Antidepresan Efek mungkin meningkat Benzodiazepine Efektifitas zat penenang dan fungsi psikomotor mungkin meningkat atau menurun Beta bloker Efek penghambat mungkin meningkat Kafein Efek meningkat Kortikosteroid Toksisitas mungkin meningkat Teofilin Efek meningkat .

 Keamanan  Secara umum. kontrasepsi oral yang jika dipantau pemberianya dengan benar terbukti relatif aman bagi sebagian besar wanita.  Kemungkinan efek samping dari pil KB yang selama ini terlalu banyak dan terlalu lama mendapat perhatian efek merugikan pada para pemakai mungkin hanya terjadi akibat rasa cemas. .

.  Dilaporkan angka kegagalan 0. Pil kombinasi estrogen plus progestin adalah bentuk kontrasepsi reversibel paling efektif yang tersedia.32 per 100 wanita-tahun atau kurang.

Laktasi Pemakaian hormon kontrasepsi oral pada ibu menyusui akan mengurangi jumlah ASI. 2. Efek pada reproduksi 1. Hanya sedikit hormon yang diekskresikan ke dalam ASI. . Amenorea pasca pil Setelah kontrasepsi kombinasi dihentikan 3 bulan biasanya ovualasi akan segera pulih dan kembali seperti semula. Karena hampir tidak memberikan efek pada laktasi dan merupakan kontrasepsi yang baik.

 Efek lain 1. kemungkinan besar tidak bertambah besar pada pemakaian kontrasepsi oral 3. . Pertambahan berat badan. Umumnya akibat pola makan yang berubah sebab ibu merasa tenang dan tidak takut hamil lagi setelah menggunakan alat kontrasepsi . Mioma uteri. tidak semua wanita yang menggunakan ini akan mengalami peningkatan berat badan. Kloasma 2.

mulai diminum pada minggu ke 6 setelah melahirkan .  Pilihan yang baik bagi ibu yang menyusui. PROGESTIN ORAL  Disebut juga mini pil adalah pil yang hanya mengandung progestin 350 μg atau kurang yang diminum setiap hari.  Pil ini tidak terlalu populer oleh karena insiden perdarahan ireguler dan angka kehamilannya jauh lebih tinggi.

tidak berefek pada metabolisme karbohidrat dan diperkirakan lebih jarang menyebabkan depresi. dismenorea.(+) Resiko peningkatan penyakit kardiovaskular dan keganasan belum terbukti. dan gejala premenstruasi. . lebih kecil kemungkinannya menyebabkan peninggian tekanan darah atau nyeri kepala.

dan pil ini harus diminum paa waktu yang sama atau hampir sama tiap harinya. perdarahan uterus yang tidak jelas.(-) Kegagalan kontrasepsi dan meningkatnya insiden kehamilan ektopik apabila kontrasepsi gagal. kista ovarium fungsional menjadi sering. . yang jika terlambat sekalipun hanya 3 jam untuk 2 hari berikutnya harus digunakan kontrasepsi lain sebagai tambahan.

 Kontraindikasi Terutama pada wanita berumur. . riwayat kehamilan ektopik atau kista ovarium fungsional. dengan perdarahan uterus yang tidak jelas.

Kontrasepsi oral jangan digunakan pada wanita yang mengalami salah satu keadaan dibawah ini : Gangguan tromboflebitis atau tromboembolus Riwayat tromboflebitis vena dalam atau gangguan tromboembolus Penyakit sereborvaskular atau arteria koroner Diketahui atau dicurigai mempunyai karsinoma payudara Karsinoma endometrium atau diketahui atau dicurigai mempunyai neoplasma dependen estrogen Perdarahan genital abnormal yang tidak diketahui penyebabnya Ikterus kolestatik pada kehamilan atau riwayat ikterus setelah menggunakan pil Adenoma atau karsinoma hati Diketahi atau dicurigai hamil Peringatan : Merokok meningkatkan resiko efek samping kardiovaskular yang serius akibat pemakaian kontrasepsi oral. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral harus benar-benar diingatkan untuk tidak merokok. Resiko meningkat seiring usia dan merokok dalam jumlah besar (15 batang atau lebih per hari) dan sering mencolok pada wanita berusia 35 tahun atau lebih. .

. dan gangguan laktasi yang minimal. PROGESTIN SUNTIK  Keunggulan suntikan progestin adalah efektivitas kontrasepsi yang setara dengan atau lebih baik daripada kontrasepsi oral kombinasi. efek bertahan lama dengan hanya 4 – 6 kali penyuntikan setahun.

. mekanisme kerja kedua obat tampaknya multipel. peningkatan kekentalan mukus serviks. dan pembentukan endometrium yang kurang ramah bagi implantasi ovum. termasuk inhibisi ovulasi. Depo medroksiprogesteron asetat (Depo provera) dan Noretindron etantat (Norgest) telah banyak dipakai secara luas diseluruh dunia.

 Kelebihan dan kekurangannya serupa dengan progestin oral. namun akan pulih setelah terapi dihentikan. .  Pada pemakaian Depo medroksiprogesteron jangka panjang terdapat kemungkinan penurunan kepadatan mineral tulang.

 Noetindron etantat disuntikan dengan cara yang sama dalam dosis 200mg. Dosis lazim adalah 150 mg setiap 90 hari . tetapi penyuntikan obat ini harus diulang setiap 60 hari. . Depo medroksiprogesteron disuntikan dalam-dalam di kuadran luar atas bokong tanpa dipijat untuk memastikan agar obat dilepaskan secara perlahan-lahan.

. IMPLAN PROGESTIN  Sistem norplant menyalurkan levonorgestrel dalam wadah silastik yang diimplantasikan dijaringan subdermal.  Setiap wadah mengandung 36 mg levonorgestrel.

bahwa setelah penghentian pemakaian fertilitas akan segera pulih dengan segera. Dan yang paling utama.  Karena memerlukan tindakan bedah ringan. terdapat juga masalah yang berkaitan dengan infeksi lokal.  Keunggulan dan kekurangan hampir identik dengan progestin oral. Ini merupakan salah satu metode yang paling efektif yang tersedia. .

 Mekanisme kerja obat ini dengan menghambat ovulasi dan menekan proliferasi endometrium. . I N J E K S I M E D RO K S I P RO G E S T E RO N A S E TAT / E S T R A D I O L S I P I O N AT  Obat kontrasepsi yang disuntikan setiap bulan.  Obat ini mengandung 25mg Medroksiprogesteron asetat plus 5 mg estradiol sipionat yang dipasarkan dengan nama Lunelle atau Cyclo- Provera.

 Pulihnya kesuburan setelah penghentian berlangsung cepat. . dengan hampir 83% wanita menjadi hamil dalam 12 bulan setelah penghentian.

tulang ikan (MLCu350 dan 375).  Bentuk yang beredar dipasaran adalah spiral (Lippes loop). huruf T (Tcu380A. dan NovaT). dan batang (Gynefix).  Unsur tambahan adalah tembaga (cuprum). Tcu200C. atau hormon (Levonorgestrel). M E T O D E KO N T R A S E P S I DA L A M R A H I M  Sampai sekarang telah banyak ditemukan jenis-jenis AKDR. tapi yang paling banyak digunakan dalam program KB di Indonesia ialah AKDR jenis copper T dan spiral (Lippes loop). .

Umumnya hanya memerlukan satu kali pemasangan 2. Efektivitas cukup tinggi 5. Tidak ada pengaruh terhadap ASI . AKDR mempunyai keunggulan terhadap cara kontrasepsi yang lain karena : 1. Tidak menimbulkan efek sistemik 3. Alat itu ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal 4. Reversibel 6.

Gangguan pada suami 5. Ekspulsi (pengeluaran sendiri) . Efek samping AKDR 1. terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian 3. Perdarahan 2. Rasa nyeri dan kejang di perut 4. Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak.

Perforasi 3. Kehamilan . Komplikasi AKDR 1. Infeksi 2.

Adanya infeksi yang aktif pada traktus genitalis (Penyakit Menular Seksual) 3. Pasangan yang tidak lestari/harmonis . Adanya metrorhagia yang belum disembuhkan 5. Kehamilan 2. Kontraindikasi AKDR 1. Adanya tumor ganas pada traktus genitalis 4.

 Pemasangan AKDR  AKDR dapat dipasang dalam keadaan berikut : 1. rasa nyeri tidak seberapa keras. perdarahan yang timbul akibat pemasangan tidak seberapa dirasakan. Sewaktu haid sedang berlangsung  Pemasangan dapat dilakukan pada hari pertama atau pada hari terakhir haid. (+) pemasangan lebih mudah karena serviks saat itu sedang terbuka dan lembek. .

dipasang pada wanita yang melahirkan sebelum dipulangkan dari rumah sakit. • Secara langsung (direct insertion). dipasang sesudah masa tiga bulan setelah partus atau abortus. dipasang dalam masa tiga bulan setelah partus atau abortus. Sewaktu postpartum • Secara dini(immediate insertion).2. • Secara tidak langsung (indirect insertion). atau pada saat tidak ada hubungan sama sekali dengan partus atau abortus. .

Beberapa hari setelah haid terakhir . 4.3. Sewaktu postabortum Sebaiknya AKDR dipasang segera setelah abortus oleh karena dari segi fisiologi dan psikologi waktu itu adalah paling ideal.

Vasektomi . Tubektomi 2. M E T O D E KO N T R A S E P S I M A N TA P 1.

 Waktu yang terbaik untuk melakukan tubektomi pascapersalinan ialah tidak lebih dari 48 jam sesudah melahirkan karena posisi tuba mudah dicapai dari subumbilikus dan rendahnya resiko infeksi. TUBEKTOMI  Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi/ pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk mencegah proses fertilisasi. .

Tidak mempengaruhi libido seksualis 4.(+) 1.Efektivitas hampir 100% 3. tidak diperlukan motivasi yang berulang-ulang 2.Motivasi hanya satu kali saja.Kegagalan dari pihak pasien tidak ada .

(-) Tindakan ini dapat dianggap tidak reversibel. walaupun ada kemungkinan untuk membuka tuba kembali pada mereka yang masih menginginkan anak lagi dengan operasi Rekanalisasi. .

Syarat medik . Kontrasepsi permanen  Syarat-syarat tubektomi : 1. Penghentian fertilitas atas indikasi medik 2. Syarat bahagia 3. Indikasi dilakukannya tubektomi : 1. Syarat sukarela 2.

. kecuali bila ada kelainan lokal yang dapat mengganggu sembuhnya luka operasi. VASEKTOMI  Vasektomi ialah tindakan yang dilakukan pada kedua vas deferens pria.yang mengakibatkan yang bersangkutan tidak dapat menyebabkan kehamilan lagi.  Indikasi vasektomi ialah bahwa pasangan suami isteri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya.  Kontraindikasi. sebenarnya tidak ada.

15 menit . Tidak menimbulkan kelainan fisik maupun mental 2. Tidak mengganggu libido seksualitas 3. Keuntungan vasektomi : 1. Operasinya hanya berlangsung sebentar sekitar 10 .

 Dalam hal ini setiap calon peserta KB (akseptor KB) bebas dalam menentukan dan memilih jenis alat dan obat kontrasepsi yang paling cocok untuk dirinya. KESIMPULAN  Kontrasepsi ialah suatu usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. . Dan usaha –usaha pencegahan itu dapat bersifat sementara. dapat juga bersifat permanent.

efek samping. . maka masyarakat harus dapat memperoleh informasi yang benar. dan terbuka mengenai kelebihan. dan kontrasindikasi dari masing-masing alat atau obat tersebut dari para penyelenggara KB tersebut. efektivitas dan efisiensi. kekurangan. jujur. Untuk dapat memilih mana alat atau obat kontrasepsi yang kiranya cocok untuk mereka baik dalam hal rasionalitas.

. sejahtera dan harmonis pada khususnya. yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan Sumber Daya Manusia pada umumnya dan untuk menciptakan keluarga yang sehat. Ada pun maksud dan tujuan dari program KB tersebut ialah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

TERIMA KASIH .