You are on page 1of 42

“AKUNTANSI ASET TETAP”

OLEH :

Jessyca phita 155020301111086

VANC SYLVIA S. PANJAITAN


155020301111098
Dasar Hukum

 Lampiran I PP No. 71 Tahun 2010 tentang


Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP):
 PSAP 07 tentang Akuntansi Aset Tetap,

 PSAP 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam


Pengerjaan
 Buletin Teknis SAP No. 15 tentang Akuntansi
Aset Tetap
Definisi Aset Tetap
 Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai
masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan
untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau
dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

 PSAP 07 tidak diterapkan untuk:

 Hutan dan sumber daya alam yang dapat


diperbaharui (regenerative natural resources)
 Kuasa pertambangan, eksplorasi dan penggalian
mineral, minyak, gas alam dan sumber daya
alam serupa yang tidak dapat diperbaharuhi
(non-regenerative natural resources)
Klasifikasi Aset Tetap
4

• Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap


Tanah ialah tanah yang diperoleh dengan maksud untuk
dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah
dan dalam kondisi siap dipakai
Peralatan dan • Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan
kendaraan bermotor, alat elektonik, inventaris
Mesin kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya
signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12
Gedung dan • (dua
Gedungbelas)
danbulan dan dalam
bangunan kondisi
mencakup siap pakai
seluruh
gedung dan bangunan yang diperoleh dengan
Bangunan maksud untuk dipakai dalam kegiatan
operasional pemerintah dan dalam kondisi siap
dipakai
Jalan, Irigasi, dan • Jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan,
irigasi, dan jaringan yang dibangun oleh
Jaringan pemerintah serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh
pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai
• Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang
Aset Tetap Lainnya tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok
aset tetap di atas, yang diperoleh dan
dimanfaatkan untuk kegiatan operasional
pemerintahdalam
dan dalam kondisimencakup
siap dipakai
Konstruksi dalam • Konstruksi pengerjaan
tetap yang sedang dalam proses pembangunan
aset
Pengerjaan namun pada tanggal laporan keuangan belum
selesai seluruhnya
Aset tetap yang tidak digunakan untuk keperluan operasional pemerintah tidak
memenuhi definisi aset tetap dan harus disajikan di pos aset lainnya sesuai dengan
nilai tercatatnya
5
Pengakuan Aset Tetap

 Aset Tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat
diperoleh dan nilainya dapat diukur dengan handal;
 Kriteria suatu aset diakui sebagai aset tetap:
a) Berwujud;

b) Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;


c) Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;

d) Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;


dan
e) Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.
 Pengakuan aset tetap akan andal bila aset tetap telah diterima
atau diserahkan hak kepemilikannya dan atau pada saat
penguasaannya berpindah.
6

KSAP Pengukuran Aset Tetap

 Aset tetap dinilai dengan biaya


perolehan
 Aset tetap yang tidak diketahui
harga perolehannya disajikan
dengan nilai wajar pada saat
perolehan
Pengukuran Aset Tetap
Aset tetap Harga beli + seluruh
Biaya diperoleh = biaya yang dikeluarkan
perolehan dengan sampai dengan aset
pembelian siap digunakan/dipakai
• Biaya Langsung =
Aset tetap tenaga kerja + bahan
diperoleh baku
dengan = • Biaya tidak langsung
membangun = Biaya perencanaan
sendiri dan pengawasan,
perlengkapan, sewa
peralatan, dll
Aset tetap
diperoleh
Nilai wajar = Nilai tukar aset secara
dengan cara
wajar
lain, misalnya
hibah
7
8
Penilaian Awal Aset Tetap
 Penilaian awal aset tetap harus diukur
berdasarkan biaya perolehan
 Bila aset tetap diperoleh dengan tanpa nilai,
biaya aset tersebut adalah sebesar nilai wajar
pada saat aset tersebut diperoleh
 Untuk penyusunan neraca awal suatu entitas,
biaya perolehan aset tetap adalah nilai wajar
pada saat neraca awal tersebut disusun.
9
Komponen Biaya
• Tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan
• Biaya perolehan mencakup:
TANAH • Harga pembelian atau biaya pembebasan tanah, Biaya yang dikeluarkan
dalam rangka memperoleh hak, Biaya pematangan, penimbunan, dan biaya
lainnya yang dikeluarkan maupun yang masih harus dikeluarkan sampai
tanah tersebut siap pakai
• Nilai tanah juga meliputi nilai bangunan tua yang terletak pada tanah yang
dibeli tersebut jika bangunan tua tersebut dimaksudkan untuk dimusnahkan
• Biaya perolehan PM menggambarkan jumlah pengeluaran yang telah dan yang
PERALATAN masih harus dilakukan untuk memperoleh peralatan dan mesin tersebut
sampai siap pakai
DAN MESIN • Biaya perolehan meliputi:
• Harga pembelian, Biaya pengangkutan, Biaya instalasi, Serta biaya langsung
lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin
tersebut siap untuk digunakan
• Biaya perolehan gedung dan bangunan menggambarkan seluruh biaya yang
GEDUNG DAN dikeluarkan dan yang mas masih harus dikeluarkan untuk memperoleh gedung
BANGUNAN dan bangunan sampai siap pakai
• Biaya perolehan meliputi:
• Harga pembelian atau biaya konstruksi, Biaya pengurusan IMB, notaris dan
pajak

• Biaya perolehan jalan, irigasi, dan jaringan menggambarkan seluruh biaya


JALAN, IRIGASI yang dikeluarkan dan masih harus dikeluarkan untuk memperoleh gedung dan
DAN JARINGAN • bangunan sampai siap pakai.
Biaya perolehan meliputi:
• Biaya perolehan atau biaya konstruksi, dan Biaya-biaya lain yang dikeluarkan
sampai jalan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai

• Biaya perolehan aset tetap lainnya menggambarkan seluruh biaya yang


ASET TETAP dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut
LAINNYA sampai siap pakai
10
Perolehan Secara Gabungan

Biaya perolehan dari masing-masing


aset tetap yang diperoleh secara
gabungan ditentukan dengan
mengalokasikan harga gabungan
tersebut berdasarkan perbandingan
nilai wajar masing-masing aset yang
bersangkutan.
11
Pertukaran Aset
 Biaya suatu aset tetap yang diperoleh melalui pertukaran yang
tidak serupa atau aset lainnya diukur berdasarkan nilai wajar
aset yang diperoleh yaitu nilai ekuivalen atas nilai tercatat aset
yang dilepas setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau
setara kas dan kewajiban lain yang ditransfer/diserahkan.
 Suatu aset tetap dapat diperoleh melalui pertukaran atas suatu
aset yang serupa yang memiliki manfaat yang serupa dan
memiliki nilai wajar yang serupa. Suatu aset tetap juga dapat
dilepas dalam pertukaran dengan kepemilikan aset yang
serupa. Dalam keadaan tersebut tidak ada keuntungan dan
kerugian yang diakui dalam transaksi ini. Biaya aset yang baru
diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat (carrying amount) atas
aset yang dilepas.
Pengeluaran Setelah Perolehan

 Pengeluaran setelah perolehan awal suatu


aset tetap yang memperpanjang masa
manfaat atau yang kemungkinan besar
memberi manfaat ekonomi di masa yang
akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu
produksi, atau peningkatan standar
kinerja, harus ditambahkan pada nilai
tercatat aset yang bersangkutan.
13
Pengeluaran Setelah Perolehan

Pengeluaran tersebut dapat dikategorikan sebagai


Belanja Modal jika memenuhi persyaratan:

Pengeluaran tersebut mengakibatkan bertambahnya


masa manfaat, kapasitas, kualitas dan volume aset yang
telah dimiliki

DAN

Pengeluaran tersebut memenuhi batasan minimal nilai


kapitalisasi aset tetap/aset lainnya
14
Penilaian Kembali (Revaluation)
 Penilaian kembali atau revaluasi aset tetap
pada umumnya tidak diperkenankan karena
SAP menganut penilaian aset berdasarkan
biaya perolehan atau harga pertukaran.
Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin
dilakukan berdasarkan ketentuan
pemerintah yang berlaku secara nasional.
 Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai
tercatat dibukukan dalam akun ekuitas.
15
Aset Donasi

 Aset tetap yang diperoleh dari


sumbangan (donasi) harus dicatat
sebesar nilai wajar pada saat perolehan.
 Perolehan suatu aset tetap yang
memenuhi kriteria perolehan aset
donasi, maka perolehan tersebut diakui
sebagai pendapatan operasional
16
Aset Bersejarah (Heritage Assets)
 Aset bersejarah merupakan aset tetap yang dimiliki
atau dikuasai oleh pemerintah yang karena umur dan
kondisinya aset tetap tersebut harus dilindungi oleh
peraturan yang berlaku dari segala macam tindakan
yang dapat merusak aset tetap tersebut
 Diungkapkan dalam CaLK tanpa nilai
 Beberapa aset bersejarah juga memberikan potensi
manfaat lainnya kepada pemerintah selain nilai
sejarahnya, misalnya untuk ruang perkantoran. Untuk
kasus tersebut, aset ini akan diterapkan prinsip-prinsip
yang sama seperti aset tetap lainnya.
17
Aset Infrastruktur
 Karakteristik aset infrastruktur:
 Merupakan bagian dari satu sistem atau jaringan
 Sifatnya khusus dan tidak ada alternatof lain
penggunaannya
 Tidak dapat dipindah-pindahkan, dan
 Terdapat batasan-batasan untuk pelepasannya
 Aset infrastruktur memenuhi definisi aset tetap
dan harus diperlakukan sesuai dengan prinsip-
prinsip yang ada pada PSAP No. 07
 Contoh dari aset infrastruktur adalah jaringan,
jalan dan jembatan, sistem pembuangan, dan
jaringan komunikasi
18
Aset Militer

Peralatan militer, baik yang umum


maupun khusus, memenuhi definisi
aset tetap dan harus diperlakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip yang
ada pada PSAP 07.
Kasus-kasus Kepemilikan Tanah dan
Penyajiannya Dalam Laporan Keuangan
1
Dikuasai dan/atau digunakan  Tanah tersebut tetap harus dicatat dan
oleh pemerintah namun disajikan sebagai aset tetap tanah pada
belum ada bukti kepemilikan neraca pemerintah.
yang sah  Diungkapkan secara memadai dalam
2 CaLK
Tanah dimiliki oleh  Tanah tersebut tetap harus dicatat dan
pemerintah, namun dikuasai disajikan sebagai aset tetap tanah pada
dan/atau digunakan oleh neraca pemerintah
pihak lain  Diungkapkan secara memadai dalam
CaLK bahwa tanah tersebut dikuasai
3 pihak lain
Tanah dimiliki oleh suatu  Dicatat dan disajikan pada neraca
entitas pemerintah, namun entitas pemerintah yang mempunyai
dikuasai dan/atau digunakan bukti kepemilikan, serta diungkapkan di
oleh entitas pemerintah yang CaLK.
lain  Entitas pemerintah yang menguasai
dan/atau menggunakan tanah cukup
4 mengungkapkan tanah tersebut secara
Perlakuan tanah yang masih memadai
19 dalam CaLK
1 2
dalam sengketa atau proses = dan
pengadilan
Variasi Pencatatan Penyelesaian KDP
Berita Acara
Pembangunan Pemanfaatan
No. Penyelesaian Penyajian
Aset Aset
Pekerjaan (BAPP)
1. Selesai Sudah diperoleh Sudah Aset Tetap
dimanfaatkan
2. Selesai Sudah diperoleh Belum Aset Tetap
dimanfaatkan
3. Selesai Belum diperoleh Sudah KDP
dimanfaatkan
4. Selesai sebagian Belum diperoleh Sebagian sudah KDP
dimanfaatkan
5. Selesai sebagian, karena sebab tertentu (misalnya terkena KDP dapat
bencana alam/force majeur) aset tersebut hilang, maka dihapuskan
penanggung jawab aset tersebut membuat pernyataan hilang
6. Belum selesai BAST sudah ada - KDP

20
Renovasi Aset Tetap

• Merupakan perbaikan aset tetap dilingkungan satuan kerja pada K/L


Renovasi yang memenuhi syarat kapitalisasi.
aset tetap • Dicatat sebagai penambah nilai perolehan aset tetap terkait.
milik • Apabila sampai dengan tanggal pelaporan renovasi tersebut belum
sendiri selesai dikerjakan, atau sudah selesai pengerjaannya namun belum
diserahterimakan, maka akan dicatat sebagai KDP

Renovasi • Apabila renovasi telah selesai sebelum tanggal pelaporan akan


aset tetap dibukukan sebagai aset tetap lainnya-aset renovasi dan disajikan
bukan di neraca sebagai kelompok aset tetap.
milik- • Apabila sampai dengan tanggal pelaporan renovasi tersebut belum
dalam selesai dikerjakan, atau sudah selesai pengerjaannya namun
lingkup belum diserahterimakan, maka akan dicatat sebagai KDP.
entitas • Pada akhir tahun anggaran, aset renovasi ini seyogyanya
pelaporan diserahkan pada pemilik

Renovasi • Apabila renovasi telah selesai dilakukan sebelum tanggal


aset tetap pelaporan akan dibukukan sebagai aset tetap lainnya-aset renovasi
bukan dan disajikan di neraca sebagai kelompok aset tetap.
milik-di • Apabila sampai dengan tanggal pelaporan renovasi tersebut belum
luar selesai dikerjakan, atau sudah selesai pengerjaannya namun
lingkup belum diserahterimakan, maka21 akan dicatat sebagai KDP.
entitas • Pada akhir masa perjanjian pinjam pakai atau sewa, aset renovasi
pelaporan ini seyogyanya diserahkan pada pemilik
22
Penghentian/Pelepasan
Penghentian Penggunaan Aset Tetap:
 Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif
pemerintah tidak memenuhi definisi aset tetap dan harus
dipindahkan ke pos aset lainnya sesuai dengan nilai
tercatatnya.
 Suatu aset tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan
atau bila aset secara permanen dihentikan penggunaannya
dan tidak ada manfaat ekonomi masa yang akan datang.
 Aset tetap yang secara permanen dihentikan atau dilepas
harus dieliminasi dari Neraca dan diungkapkan dalam
CaLK.
23
Penghentian/Pelepasan
Penghentian Penggunaan Aset Tetap:
 Contoh:

Sebuah mobil yang dibeli pada tanggal 1 Maret 20X6 dengan harga
Rp200.000.000 rusak berat tertimpa runtuhan bangunan karena
bencana alam gempa bumi pada bulan Agustus tahun 20X9. Pada akhir
bulan Agustus 20X9 telah ada penetapan dari bahwa mobil yang rusak
berat tersebut dihentikan dari penggunaan aktif untuk selanjutnya
diproses penghapusannya sesuai dengan ketentuan.

Pada tanggal 10 Oktober 20X9 telah diterbitkan penetapan dari entitas


yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di
bidang pengelolaan BMN/BMD bahwa mobil yang rusak berat tersebut
dapat dikeluarkan dari neraca. Nilai buku mobil pada saat kena gempa
bumi adalah sebesar Rp80.000.000
24
Penghentian/Pelepasan

Penghentian Penggunaan Aset Tetap:


 Contoh:
Jurnal untuk mencatat reklasifikasi dari Aset Tetap menjadi Aset Lainnya pada tanggal 30
Agustus 20X9:

Tanggal Uraian Debet Kredit

30/08/20X9 Aset Lainnya 200.000.000


Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 120.000.000
Peralatan dan Mesin 200.000.000
Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya 120.000.000

Jurnal untuk mengeluarkan Aset Lainnya dari neraca pada tanggal 10 Oktober 20X9:

Tanggal Uraian Debet Kredit

30/08/20X9 Beban Non Operasional 80.000.000


Akumulasi Penyusutan Aset Aset Lainnya 120.000.000
Aset Lainnya 200.000.000
25
Penghentian/Pelepasan
Pelepasan Aset:
 Pelepasan aset tetap di lingkungan pemerintah lazim disebut sebagai pemindahtanganan.

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD,

pemerintah dapat melakukan pemindahtanganan BMN/BMD yang di dalamnya termasuk

aset tetap dengan cara: dijual, dipertukarkan, dihibahkan; atau dijadikan penyertaan modal

negara/daerah.

 Apabila suatu aset tetap dilepaskan karena dipindahtangankan, maka aset tetap yang

bersangkutan harus dikeluarkan dari neraca.

 Aset tetap yang dilepaskan melalui penjualan, dikeluarkan dari neraca pada saat diterbitkan

risalah lelang atau dokumen penjualan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

 Aset tetap yang dihibahkan, dikeluarkan dari neraca pada saat telah diterbitkan berita acara

serah terima hibah oleh entitas sebagai tindak lanjut persetujuan hibah.

 Aset tetap yang dipindahtangankan melalui mekanisme penyertaan modal negara/daerah,

dikeluarkan dari neraca pada saat diterbitkan penetapan penyertaan modal negara/daerah
26
Penghentian/Pelepasan
Aset Tetap Hilang:
 Aset tetap hilang harus dikeluarkan dari neraca setelah diterbitkannya penetapan oleh
pimpinan entitas yang bersangkutan berdasarkan keterangan dari pihak yang berwenang
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Terhadap aset tetap yang hilang, sesuai
dengan peraturan perundang-undangan perlu dilakukan proses untuk mengetahui apakah
terdapat unsur kelalaian sehingga mengakibatkan adanya tuntutan ganti rugi.
 Aset tetap hilang dikeluarkan dari neraca sebesar nilai buku. Apabila terdapat perbedaan
waktu antara penetapan aset hilang dengan penetapan ada atau tidaknya tuntutan ganti
rugi, maka pada saat aset tetap dinyatakan hilang, entitas melakukan reklasifikasi aset
tetap hilang menjadi aset lainnya (aset tetap hilang yang masih dalam proses tuntutan
ganti rugi).
 Selanjutnya, apabila berdasarkan ketentuan perundang-undangan dipastikan terdapat
tuntutan ganti rugi kepada perorangan tertentu, maka aset lainnya tersebut
direklasifikasi menjadi piutang tuntutan ganti rugi. Dalam hal tidak terdapat tuntutan
ganti rugi, maka aset lainnya tersebut direklasifikasi menjadi beban.
27
Pengungkapan
Laporan Keuangan harus mengungkapkan untuk
masing-masing jenis aset tetap sbb:
(a)Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat
(carrying amount);

(b) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang
menunjukkan:
(1) Penambahan;
(2) Pelepasan;
(3) Akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada;
(4) Mutasi aset tetap lainnya.

(c)Informasi penyusutan, meliputi:


(1) Nilai penyusutan;
(2) Metode penyusutan yang digunakan;
(3) Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
(4) Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode;
28

KSAP Pengungkapan

Laporan keuangan juga harus mengungkapkan:


a. Eksistensi dan batasan hak milik atas aset
tetap;

b. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang


berkaitan dengan aset tetap;
c. Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap
dalam konstruksi; dan
d. Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.
PEMBELIAN ASET TETAP
• Aset tetap yang dibeli akan dicatat sebagai aset dan kas yang
dikeluarkan untuk membayar. Transaksi ini akan dicatat dalam
LRA sebagai belanja modal.
• Atas peralatan akan dibuat jurnal penyusutan
Pada tanggal 2 Juni 20X2 dibeli peralatan sebesar 50.000.000. Pada 31 Desember
beban depresiasi 5.000.000

Tanggal Finansial Anggaran


2 Juni Peralatan 50.000.000 Belanja Modal 50.000.000
20x2 Kas 50.000.000 Perubahan SAL 50.000.000
31 Des Beban penyusutan 5.000.000 Tidak dicatat
Akumulasi penyusutan 5.000.000
ASET TETAP - SKPD
• Tanggal 9 Juni 20X5 BUD menerbitkan SP2D LS Barang untuk pembelian kendaraan dinas senilai
Rp400.000.000
• Tanggal 15 Juni 20X5 menerima hibah peralatan dari aktivitas CSR BUMN senilai 200.000.000.
• Tanggal 29 Juni melakukan pelelangan aset tetap. Peralatan dijual seharga Rp 20.000.000, peralatan
tersebut harga perolehannya 80.000.000 dan telah disusutkan semuanya. Kendaraan dijual dengan harga
Rp 50.000.000, harga perolehan 200.000.000, akumulasi penyusutan 125.000.000
• Tanggal 30 Juni 20X5 mengakui beban depresiasi peralatan sebesar 50.000.000

Tanggal Finansial Anggaran


9 Juni Kendaraan 400.000.000 Belanja Modal 400.000.000
20X5 RK PPKD 400.000.000 Perubahan SAL 400.000.000
15 Juni Peralatan 200.000.000 - -
20X5 Pendapatan hibah 200.000.000
29 Juni 20X5 Kas 20.000.000 Perubahan SAL 20.000.000
Akumulasi Penyusutan 80.000.000 Pendapatan lain-lain 20.000.000
Surplus penjualan aset 20.000.000
Peralatan 80.000.000
29 Juni 20X5 Kas Bend Penerimaan 50.000.000 Perubahan SAL 50.000.000
Akumulasi Penyusutan 125.000.000 Pendapatan lain-lain 50.000.000
Defisit penjualan aset 25.000.000
Kendaraan 200.000.000
30 Juni Beban Penyusutan 50.000.000 - -
20X5 Akumulasi Penyusutan 50.000.000
SURPLUS/DEFISIT PENJUALAN ASET

• Penjualan aset dalam LRA akan dicatat


sebesar nilai kas yang diterima dari penjualan
tersebut.
• Dalam LO transaksi tersebut akan dicatat
debit kas, akumulasi depresiasi, kredit aset
yang dijual, selisihnya akan dicatat sebagai
kredit surplus penjualan aset (keuntungan)
atau debit defisit penjualan aset (kerugian)
• Untuk pelepasan aset, akan diakui defisit
pelepasan aset sebesar selisih nilai aset dan
PENJUALAN ASET TETAP

• Aset tetap yang dijual akan dicatat kas yang diterima, aset yang
dijual dihapuskan dari pembukuan nilai aset dan akumulasinya.
Dalam LRA akan dicatat sebagai penerimaan pendapatan lain
sebesar kas yang diterima
Pada tanggal 30 Desember 20X2 dijual peralatan sebesar 10.000.000. Pada tanggal
penjualan saldo peralatan 50.000.000, akumulasi penyusutan sebesar 30.000.000

Tgl Finansial Anggaran


2 Juni Kas 10.000.000 Perubahan SAL 10.000.000
20x2 Akumulasi penyusutan 30.000.000 Pendapatan lain-lain 10.000.000
Defisit penjualan aset 10.000.000
Peralatan 50.000.000
PENJUALAN ASET

Pada 2 Januari 20X2, entitas melakukan penjualan peralatan dengan harga


70.000.000. Berdasarkan catatan yang ada, nilai perolehan aset sebesar
400.000.000 dan akumulasi depresiasi sebesar 350.000.000

Tanggal Finansial Anggaran


2 Januari Kas 70.000.000 Perubahan SAL 70.000.000
20X2 Akumulasi Depresiasi 350.000.000 Pendapatan lain 70.000.000
Peralatan 400.000.000
Surplus penjualan aset - 20.000.000
LO
PENJUALAN ASET

Pada 2 Januari 20X2, entitas melakukan penjualan peralatan dengan harga


40.000.000. Berdasarkan catatan yang ada, nilai perolehan aset sebesar
300.000.000 dan akumulasi depresiasi sebesar 240.000.000

Tanggal Finansial Anggaran

2 Januari Kas 40.000.000 Perubahan SAL 40.000.000


20X2 Akumulasi Depresiasi 240.000.000 Pendapatan lain 40.000.000
Defisit penjualan aset peralatan 20.000.000
Peralatan 300.000.000
JURNAL PENGELUARAN & PENYELESAIAN KDP

Pada 30 Desember 20X0 SKPD ABC melakukan pengeluaran untuk KDP berbentuk
gedung sebesar 700juta. Pada 30 Desember 20X1 pengeluaran untuk pembangunan
sebesar 500juta. Pada 30 Juni pengeluaran 300 juta dan gedung diserahterimakan dan
mulai digunakan. Depresiasi 20 tahun.
Tanggal Finansial Anggaran
30/12/20X0 KDP 700.000.000 Belanja Modal 700.000.000
Kas 700.000.000 Perubahan SAL 700.000.000
30/12/20X1 KDP 500.000.000 Belanja Modal 500.000.000
Kas 500.000.000 Perubahan SAL 500.000.000
30/6/20X2 KDP 300.000.000 Belanja Modal 300.000.000
Kas 300.000.000 Perubahan SAL 300.000.000
30/6/20X2 Aset Tetap 1.500.000.000 Tidak ada jurnal
KDP 1.500.000.000
31/12/20X2 Beban dep. 75.000.000 Tidak ada jurnal
Ak. Dep 75.000.000
BIAYA PENYUSUTAN

• Penyusutan adalah alokasi biaya atas penggunaan


aset tetap  penyesuaian nilai akibat
pemanfaatan dari suatu aset.
• Metode penyusutan yang dapat digunakan:

– Metode garis lurus

– Metode saldo menurun ganda

– Metode unit produksi

• Akumulasi Penyusutan disajikan sebagai


pengurang aset di neraca.
• Beban penyusutan  identik dengan beban
pemakaian aset tetap
REKONSILIASI DATA PENYUSUTAN

• Kenaikan akumulasi penyusutan = beban


penyusutan jika dalam periode tersebut tidak
terdapat penjualan / pelepasa aset.
• Rekonsiliasi data :

• akumulasi penyusutan awal periode

• +/+ beban penyusutan

• -/- akumulasi penyusutan aset yang dijual /


dilepaskan
• = akumulasi penyusutan akhir periode

• Beban depresiasi = akumulasi penyusutan akhir


periode – akumulai penyusutan awal periode +
REKONSILIASI DATA ASET TETAP

• Dalam Akrual aset tetap akan dicatat dalam LRA sebagai belanja modal dan
akan dicatat dalam siklus akuntansi sebagai penambah aset tetap.
• Dalam akhir periode harus dilakukan rekonsiliasi :
• Aset tetap akhir periode = Aset tetap awal + penambahan
• Penambahan = pembelian (belanja modal) + hibah aset dari pihak lain
• Pengurangan = penjualan aset tetap + aset yang dihibahkan kepada
pihak lain + aset yang dihapuskan.
• Jika terjadi penjualan aset harus dihitung keuntungan atau kerugian
penjualan aset = harga jual aset – (harga perolehan aset yang dijual –
akumulasi depresiasi yang telah diakui).
• Jika aset dihapuskan juga haru dihitung keuntungan / kerugiannya. Jika
nilai aset yang dihapuskan tidak nol maka akan muncul kerugian.
BIAYA PENYISIHAN PIUTANG

• Penyisihan piutang adalah penyisihan atas jumlah piutang


yang kemungkinan tidak tertagih di masa depan.
• Aset merupakan manfaat masa depan yang akan mengalir ke
entitas, sehingga jika piutang kemungkinan tidak dapat
ditagih akan dilakukan penyisihan.
• Besarnya piutang ditetapkan dalam kebijakan akuntansi yang
mengacu regulasi yang ada.
• Penyisihan piutang hanya membuat nilai aset agar
menceriminkan nilai yang dapat direalisasi, namun entitas
tetap berupaya untuk melakukan penagihan atas piutang yang
telah disisihkan.
ILUSTRASI - PENYESUAIAN
 Entitas membeli peralatan awal 2013 sebesar 1000 juta, masa manfaat 5 tahun.
• 1 Jan 2015  akumulasi penyusutan = 400  koreksi
• Koreksi kesalahan//kebijakan 400
• Akumulasi penyusutan 400
• Beban penyusutan 200
• Akumulasi penyusutan 200
• Beban penyusutan 200  LO
• Koreksi kesalahan 400  LPE
• Akumulasi penyusutan 600  Neraca

 Entitas membeli peralatan awal 2009 sebesar 100 juta, masa manfaat 5 tahun.
• 1 Jan 2015  akumulasi penyusutan = 100  koreksi
• Koreksi kesalahan//kebijakan 100
• Akumulasi penyusutan 100

• Koreksi kesalahan 100  LPE


• Akumulasi penyusutan 100  Neraca
ILUSTRASI
 Entitas memiliki peralatan dan tahun perolehan berikut ini:
Aset Nilai Masa Tahun Terlewat Beban Akumulasi
manfaat Depresiasi Depresiasi
1/1/2015
A 40.000 40 2005 10 1.000 10.000
B 10.000 20 2008 7 500 3.500
C 2.000 10 2012 3 200 600
D 1.500 5 2010 5 300 1.500
E 1.600 4 2013 2 400 800
TOT 2.400 16.400

 Entitas memiliki peralatan dan tahun perolehan berikut ini:


Beban Penyusutan 2.400
Koreksi kesalahan/kebijakan 16.400
Akumulasi penyusutan 18.800
42