Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Pedoman Penerapan

PENGAWASAN
Bab IV Pasal 5 MENAKER
DIREKTUR

PEG. PENGA WAS

AHLI K3

PANITIA BANDING

DOKTER PRSH

P2K3

‡ DEP/DINAS

‡ LUAR DEPNAKER

‡ POLI . PRSH ‡JASA KESEH

‡ PRSH

‡ PEMERINTAH

‡ SWASTA

- INDUSTRI - JASA ----PJIT

PARADIGMA PENGAWASAN K3
1996 1995 1992 1988 1987 1970
SMK3 PerMen. 05/1996 jo. Ps. 87 UU No.13/2003 Fihak III PJK3 PerMen.04/1995 AHLI K3 PerMen. 02/1992 PJIT Uap KepMen. 1261/1988 P2K3 PerMen. 04/1987

Era VR 1910 Direct Inspection

Proses transformasi dari rawing ke steering Privatisasi inspeksi K3

KEWAJIBAN PENGURUS
‡ Pasal 8 - Pemeriksaan Kesehatan Badan ‡ Pasal 9 - Menjelaskan dan menunjukan kondisi dan bahaya di tempat kerja - Semua pengaman dan alat perlindungan yang diharuskan - APD - Cara dan sikap bekerja yang aman - Mempekerjakan setelah yakin - Pembinaan - Wajib memenuhi dan mentaati syarat K3

Membentuk P2K3 ‡ Pasal 11 .‡ Pasal 10 .Laporan kecelakaan ‡ Pasal 14 .Menempatkan secara tertulis .Memasang poster .Menyediakan APD secara cuma-cuma .

.

10 Bab 12 Pasal 4 Lampiran Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Bab VIII Bab IX Bab X .Kewenangan Direktur .Tujuan Dan Sasaran SMK3 .Mekanisme Pelaksanaan Audit .Pembinaan Dan Penngawasan .Audit SMK3 .Ketentuan Penutup Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV : Pedoman Penerapan SMK3 : Pedoman Teknis Audit SMK3 : Formulir Laporan Audit : Ketentuan Hasil Penilaian Hasil Audit SMK3 .Pembiayaan .Sertifikat K3 .Ketentuan Umum .Penerapan SMK3 .

penerapan. pencapaian. efisien dan produktif . Sistem Manajemen K3 DEFINISI SISTEM MANAJEMEN K3 Bagian dari sistem manajamen perusahaan secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi : pengembangan.BEBERAPA PENGERTIAN DALAM KETENTUAN UMUM 1. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman.

dalam tanah.2. dalam air. permukaan air. Tempat kerja tempat kerja di darat. di udara dengan unsur : ‡ dilakukan usaha ‡ ada tenaga kerja yang bekerja ‡ ada sumber bahaya .

dan dilaksanakan sevara efektif dancocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan . untuk menentukan sustu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang diremcanakan. Audit pemeriksaan secara sistematik dan independen.3.

Direktur Pejabata sebagaimana dimaksud dalam UU No.1 tahun 1970 6. Perusahaan Setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Pegawai tehnis berkeahlian khusus dari departemen Tenaga kerja yang ditunjuk oleh Menteri .4. baik milik swasta maupun milik negara 5.

Pengusaha a. Orang atau badan hukum yg di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruh a dan b. jika kalau yg diwakili berkedudukan di luar Indonesia 8. Pengurus Orang yg mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yg berdiri sendiri .7. Orang atau badan hukum yg menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja b. Orang atau badan hukum yg secara berdiri sendiri manjalankan sesustu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan temoat kerja c.

Sertifikat Adalahn bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan per.9. Menteri .per-uu-an SMK3 12. Tenaga Kerja Setiap orang yg mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 10. Laporan Audit Hasil audit yg dilakukan oleh Badan Audit yg berisi fakta yg ditemukan pd saat pelaksanaan audit di tempat kerja sbg dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja SMK3 11.

DASAR HUKUM Pasal 5.1 Tahun 1970 Peraturan Pelaksanaan Peraturan Khusus PP.14 Tahun 1969 UU No. SE. .Men . 20 dan 27 ayat (2) UUD 1945 Pasal 3. Per. 9 dan 10 UU No.

13 / 2003 Ttg Ketenagakerjaan UU No.1 Tahun 1970 Peraturan Pelaksanaan Peraturan Khusus PP. SE. . Per.Men .DASAR HUKUM Pasal 5. 87 Paragraf 5 UU No. 20 dan 27 ayat (2) UUD 1945 Pasal 86.

DASAR HUKUM ‡ Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan ‡ UU No.14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai ketenagakerjaan Pasal 3 Tiap tenaga kerja berhak atas pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan .

pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama Pasal 10 Pemerintah membina norma perlindunggan tenaga kerja yang meliputi : (1) norma keselamatan kerja (2) norma kesehatan kerja (3) norma kerja (4) pemberian ganti kerugian.DASAR HUKUM Pasal 9 Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. 14/1969 . kesusilaan. kesehatan. perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja UU No.

b. dan c.13/2003 (1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : a. moral dan kesusilaan.Pragraf 5 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 86 UU No. keselamatan dan kesehatan kerja. (2) Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja (3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku . perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.

13/2003 (1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan (2) Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah .Pasal 87 UU No.

13/2003 (1) Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai sanksi administratif atas pelanggaran ketentuan-ketentuan ketentuansebagaimana diatur dalam Pasal 5. dan Pasal 160 ayat (1) 87. 106. Pasal 6. 25. dan ayat (2) Undang-undang ini serta peraturan Undangpelaksanaannya. Pasal 126 ayat (3). 48. pasal 47 ayat (1). Pasal 25.BAB XVI Bagiaan Kedua Sangsi Administratif Pasal 190 UU No. Pasal 106. Pasal 45 ayat (1). Pasal 15. Pasal 87. 15. . pelaksanaannya. Pasal 38 ayat (2). Pasal 48.

usaha. ijin. tertulis. teguran. g. pendaftaran. h. pembatalan pendaftaran. d. pembekuan kegiatan usaha. usaha. peringatan tertulis. f. teguran. c. pencabutan ijin. penghentian sementara ssebagian atau seluruh alat produksi.(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: berupa: a. pembatasan kegiatan usaha. persetujuan. e. (3) Ketentuan mengenai sanksi administratif sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut oleh Menteri . pembatalan persetujuan. b. produksi.

Men.1/1970 UU No. 87 PP .SMK3 Perusahaan . 10 UU No.1/1970 Tempat Kerja a.14/1969 P. : Tempat Kerja Per. 3.K3 UU No.13 /2003 p. 86 UU No.l. 05/1996 SMK3 p. 9.

1/1970 Per.19/Men/1997 Pasal 87 PP Penerapan SMK3 Sangsi pelanggaran . Menaker No.Dasar Hukum SMK3 Pasal 27 (2) UUD1945 Undang-undang Ketenagkerjaan Pasal 86 UU No. 05/Men/1996 Kep.Menaker No. Kep.

ILO The most efficient way to build a sustained safety culture Establishment of OSH MS .

Regulation Based OSH Program Risk Based OSH Program OSH MS .

Habits ‡ Individual Recognition Interdependent ‡ Help Others Conform ‡ Others· Keeper ‡ Networking Contributor ‡ Care for Others ‡ Organizational Pride Engineering Control OSH - S Behavioral Safety .SMK3 MEMBANGUN BUDAYA K3 Reactive ‡Safety by Natural Instinct ‡Compliance is the Goal ‡Delegated to Safety Manager ‡Lack of Management Involvement Dependent ‡ Management Commitment ‡ Condition of Employment ‡ Fear/Discipline ‡ Rules/Procedures ‡ Supervisor Control. and Goals ‡ Value All People ‡ Training Independent ‡ Personal Knowledge. and Standards ‡ Internalization ‡ Personal Value ‡ Care for Self ‡ Practice. Emphasis. Commitment.

melalui pendekatan sistem ‡ Perlunya upaya pencegahan terhadap problem sosial dan ekonomi yang tekait dengan penerapan K3 .TUJUAN PENERAPAN SMK3 ‡ Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia (pasal 27 ayat 2 UUD 1945) ‡ Meningkatkan komitment pimpinan perusahaan dalam melindungi tenaga kerja ‡ Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi kompetisi perdagangan global ‡ Proteksi terhadap industri dalam negeri ‡ Meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional ‡ Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor nasional ‡ Meningkatkan pelaksanaan pencegahan kec.

Menaker No. kebakaran.tenaga kerja 100 org atau lebih dan atau .05/Men/1996 .potensi bahaya peledakan.KRITERIA PERUSAHAAN ‡ Perusahaan dengan : . pencemaran dan penyakit akibat kerja Pasal 3 Per.

Dalam penerapan SMK3 perusahaan wajib melaksanakan ketentuan : Peningkatan Berkelanjutan Peninjauan Ulang Peninjauan & Peningkatan Ulang& Ulang& SMK3 oleh Peningkatan Manajemen oleh manajemen Penetapan Kebijakan K3 dan menjamin Komitmen Perencanaan K3 Pengukuran dan Evaluasi Penerapan K3 .

5 prinsip dasar .Wajib dilaksanakan oleh perusahaan disemua sektor dan terintegrasi dgn sistem Manajemen Perusahaan Harus Memenuhi Persyaratan Minimum : .12 unsur/elemen Untuk perusahaan-2 di sektor kegiatan usaha tertentu dapat merubah atau menambah unsur-unsur sesuai jenis dan tingkat resiko bahaya yg ada atas persetujuan Menteri Pasal 5 ayat (3) .

prsh dpt melakukan audit melalui badan audit yg ditunjuk Menteri ‡ Audit SMK3 dilakukan meliputi 12 unsur ‡ Perubahan atau penambahan unsur sesuai perkembangan diatur Menteri ‡ Direktur berwenang menetapkan perusahaan yg dinilai wajib untuk diaudit berdasarkan pertimbangan tingkat resiko bahaya ‡ Audit SMK3 dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 tahun sekali ‡ Audit SMK3 dilakukan badan audit ‡ Badan audit membuat RTA ‡ Menyampaikan RTA kpd Menteri/Pejabat yg ditunjuk. pengrurs tempat kerja.MEKANISME PELAKSANAAN AUDIT ‡ Untuk pembuktian penerapan SMK3. kantor tenaga kerja setempat ‡ Mengadakan koordinasi dgn kantor tenaga kerja setempat ‡ Prsh wajib menyediakan dokumen yg diperlukan untuk pelaksanaan audit .

‡ Badan audit wajib menyampaikan lapotran audit lengkap kpd Direktur dgn tembusan kpd pengurus prsh ‡ Laporan tsb menggunakan formulir yg telag ditetapkan ‡ Setelah menerima laporan audit. atau 2. Direktur : 1.per-uu-an ‡ Sertifikat ditanda tangani Menteri dan berlaku untuk waktu 3 tahun ‡ Pembinaan dan pengawasan thd penerapan SMK3 dilakukan oleh Menteri atau Pejabat yg ditunjuk ‡ Biaya pelaksanaan audit dibebankan kpd prsh ybs . Direktur melakukan evaluasi dan penilaian ‡ Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian. Menginstruksikan kpd pegawai pengawas untuk mengambil tindakan berdasarkan hasil temuan audit atas pelanggaran per. Memberikan sertifikat dan bendera penghargaan sesuai tingkat pencapaian.

10. 2. Tinjauan ulang dan peningkatan pihak mgt 1.3 Kebijakan K3 2.Pengukuran dan evaluasi 4.3 Ident SB. penilaian dan pengendalian resiko 4. 9. 5. Penerapan K3 4.Prinsip Dasar 1.1 Jaminan kemampuan 3. Komitmen dan kebijakan 1. dan Evaluasi Kinerja K3 5. 7.1 Inspeksi dan pengujian 4. 8. Pengukuran. Pemantauan. 3. penilaian resiko dan pengend resiko 2. per uu dan persyart lainnya 2.2 Kegiatan pendukung 3.5 Perenc awal dan perencanaan kegiatan yg berlangsung 3. 4.1 Perenc ident bhy. 11. Perencanaan 2.1 Kepemimpinan dan komitmen 1.3 Tujuan dan sasaran 2.2 Per. Elemen Audit Pembangunan dan Pemeliharaan Komitmen Pendokumentasian Strategi Peninjauan Ulang Desain dan Kontrak Pengendalian Dokumen Pembelian Keamanan Bekerja Berdasarkan SMK3 Standar Pemantauan Pelaporan dan Perbaikan Pengelolaan material dan perpindahannya Pengumpulan dan penggunaan data Audit SMK3 Pengembangan Ketrampilan dan Kemampuan . 12. 6.4 Indikator kinerja 2. Peninjauan secara teratur untuk meningkatkan kinerja K3 secara berkesinambung an Pedoman Penerapan 1. Penetapan Kebijakan K3 2. Penerapan 3.3 Tindakan perbaikan dan pencegahan 5. Perencanaan Penerapan K3 3.2 Initial Review 1.2 Audit SMK3 4.

1.2. KOMITMEN DAN KEBIJAKAN 1.1 KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN * organisasi K3 * menyediakan anggaran. TINJAUAN AWAL K3 * identifikasi kondisi dan sumber bahaya * pengetahuan dan peraturan perundangan K3 * membandingkan penerapan * meninjau sebab dan akibat * efisiensi dan efektifitas . SDM dan sarana * penetapan tanggung jawab. wewenang dan kewajiban * perencanaan K3 * melakukan penilaian 1.

PERENCANAAN 2. PERENCANAAN AWAL DAN PERNCANAAN KEGIATAN YANG SEDANG BERLANGSUNG . INDIKATOR KINERJA 2.3. PERATURAN PERUNDANGAN 2.2.1. TUJUAN DAN SASARAN * dapat diukur * satuan/indikator pengukuran * sasaran pencapaian * jangka waktu pencapaian 2. MANAJEMEN RESIKO 2.5.2.4.

motivasi dan kesadaran * pelatihan dan kompetensi kerja 3.3.1 JAMINAN KEMAMPUAN * SDM. sarana dan dana * integrasi * tanggung jawab dan tanggung gugat * konsultansi.2 KEGIATAN PENDUKUNG ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Komunikasi Pelaporan Pendokmentasian Pengendalian dokumen Pemcatatan dan manajemen informasi . PENERAPAN 3.

3.3 IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN, DAN PENGENDALIAN RESIK o

‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡

Manajemen resiko Perencanaan (design) dan rekayasa Pengendalian administratif Tinjauan kontrak Pembelian Prosedur menghadapi keadaan darurat atau rencana Prosedur menghadapi insiden Prosedur rencana pemulihan keadaan darurat

4. PENGUKURAN DAN EVALUASI
4.1 INSPEKSI DAN PENGUJIAN

‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡

Personel berpengalaman dan berkeahlian Catatan terpelihara dan tersedia Peralatan dan metode yang memadai Tindakan perbaikan dan ketidak sesuaian Penyelidikan atas insiden Temuan dianalisa dan ditinjau ulang

4.2 AUDIT SiMK3

‡ Dilakuan secara berkala ‡ Personel berkompeten ‡ Tinjauan ulang dari hasil audit

4.3 TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN hasil temuan pemantauan, audit dan tinjauan ulang SiMK3 digunakan untuk perbaikan dan pencegahan

5. PENINJAUAN ULANG DAN PENINGKATAN OLEH PIHAK MANAJEMEN
1. 2. 3. 4. Evaluasi penerapan kebijakan K3 Tujuan,sasaran dan kinerja K3 Hasil temuan audit SMK3 Evaluasi efektifitas penerapan SMK3 dan kebutuhan untuk mengubahnya

Mekanisme dan Teknik Audit Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja .

Menaker No.AUDIT SMK3 Per. 05/MEN/1996 .

UNSUR-UNSUR DALAM PENGERTAIAN AUDIT SMK3 ‡ ‡ ‡ ‡ Alat untuk mengukur besarnya keberhasilan pelaksanaan dan penerapan SMK3 di tempat kerja Pemeriksaan secara sistimatik Audit dilakukan secara independen Audit SMK3 dilakukan oleh Badan Audit independen .

Mempekerjakan Pekerja/buruh lebih dari 100 org . Pem.Prop.< 100 org dgn tingkat resiko bahaya tinggi .Kab/Kot Dibuktikan dgn Audit Ekternal (3 th sekali) Badan Audit (Auditor) Internal Pengusaha/ Pengurus Wajib Bagi perusahaan : .MEKANISME AUDIT SMK3 Pengawasan oleh Instansi Ketenagakerjaan pd Pem.

5. 5. 3. 2. 4.kerja Penilaian kriteria berdasarkan temuan Penilaian Kriteria Pertemuan Akhir Tahap Persiapan Pertemuan Awal Pemeriksaan Tingkat Penilaian 1. 4. Tidak berlaku Terpenuhi Tdk terpenuhi minor Tdk terpenuhi mayor Observasi . Pemeriksaan dokumen Wawancara utk klarifikasi Pengamatan aktivitas Prsh Pengamatan kondisi dan ling.Tahapan Audit Eksternal 1. 2. 3.

4. 5. 3. 2.Badan Audit SMK3 Badan Audit : 1. Status Perusahaan BUMN atau Swasta Nasional Memiliki Kacab di Tk Propinsi Memiliki bukti Wajib Lapor Ke-TK-an Memiliki minimal 10 Auditor eksternal senior dan 20 Auditor junior Pengalaman dalam audit sistem Permohonan Tertulis SKP SKP (berlaku 3 th) Menteri Direktur Evaluasi (1 kali dlm 1 th) .

2. Pengalaman sbg Auditor Eksternal SMK3 minimal 1 th Tlh melaksanakan Audit kesesuaian dari Audit Eksternal SMK3 minimal 10 kali Tlh menjadi ketua tim audit dari Audit Eksternal SMK3 minimal 3 kali Tlh melakukan verifikasi laporan Audit Eksternal minimal 3 kali Permohonan Tertulis SKP SKP (berlaku 3 th) Menteri Direktur Evaluasi (1 kali dlm 1 th) . 3.Auditor Persyaratan Auditor Eksternal Senior 1. 4.

RENCANA TAHUNAN AUDIT Mekanisme DIREKTUR Dinas Ketenagakerjaan pd Pem Prop Permohonan Utk di Audit (sukarela) Laporan Audit Tetapkan RTA Dinas Ketenagakerjaan pd Pem kab/kota PERUSA AAN Badan Audit Audit Eksternal .

TEKNIK AUDIT SMK3 .

3 Ident SB. Pengukuran.1 Jaminan kemampuan 3.1 Perenc ident bhy.Pengukuran dan evaluasi 4.4 Indikator kinerja 2. Penerapan K3 4. dan Evaluasi Kinerja K3 5. per uu dan persyart lainnya 2. 5. Elemen Audit Pembangunan dan Pemeliharaan Komitmen Pendokumentasian Strategi Peninjauan Ulang Desain dan Kontrak Pengendalian Dokumen Pembelian Keamanan Bekerja Berdasarkan SMK3 Standar Pemantauan Pelaporan dan Perbaikan Pengelolaan material dan perpindahannya Pengumpulan dan penggunaan data Audit SMK3 Pengembangan Ketrampilan dan Kemampuan . Perencanaan 2. 2. penilaian resiko dan pengend resiko 2. 11.3 Tujuan dan sasaran 2.5 Perenc awal dan perencanaan kegiatan yg berlangsung 3. 8.Prinsip Dasar 1.2 Kegiatan pendukung 3. 3. penilaian dan pengendalian resiko 4. Peninjauan secara teratur untuk meningkatkan kinerja K3 secara berkesinambungan Pedoman Penerapan 1. 6.3 Kebijakan K3 2.2 Per. 12. Komitmen dan kebijakan 1. 4.3 Tindakan perbaikan dan pencegahan 5. Pemantauan. Penetapan Kebijakan K3 2.1 Kepemimpinan dan komitmen 1. Penerapan 3. 9.2 Initial Review 1.1 Inspeksi dan pengujian 4. 7. Tinjauan ulang dan peningkatan pihak mgt 1. Perencanaan Penerapan K3 3. 10.2 Audit SMK3 4.

2. PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAANKOMITMEN 1.1 KEBIJAKAN K3 * tertulis dan bertanggal * ditanda tangani pengusaha/pengurus * disusun dng proses konsultasi * mengkomunikasikan kebijakan * dibuat kebijakan khusus bila diperlukan * peninjauan ulang kebijakan 1.1. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG BERTINDAK * disebar luaskan dan didokumentasikan * penunjukan penanggung jawab sesuai peraturan UU * tanggung jawab pimpinan unit * saran ahli K3 * pelatihan keadaan darurat petugas penanggung jawab * laporan kinerja K3 * tanggung jawab thd kontraktor dan org lain di tempat kerja * memelihara dan mendistribusikan info K3 yang baru * tanggung jawab pengurus untuk menjamin SMK3 dilaksanaka .

kerja .4 KERTELIBATAN DAN KONSULTASI DNG TK * pendokumentasian konsultasi dan keterlibatan TK dan wakil prsh * prosedur konsultasi * membentuk P2K3 * jabatan Ketua P2K3 sesuai peraturan * jabatan sekretaris P2K3 ² ahli K3 * fungsi P2K3 dlm pengendalian resiko * pertemuan rutin P2K3 dan hasilnya diumumkan * tugas P2K3 untuk membuat laporan ruitin * pembentukan kel.kerja yang diperlukan dan pelatihannya * pengumuman ttg struktur kel.1.3 TINJAUAN ULANG DAN EVALUASI * dicatat dan didokumentasikan * diuapayakan masuk dalam perencanaan tindakan manajemen * meninjau ulang pelaksanaan SMK3 1.

2 MANUAL SMK3 * manual meliputi kebijakan. tujuan. proses. proyek atau tempat kerja tertentu * perencanaan berdasarkan potensi bahaya. insiden. proses atau tempat kerja tertentu * manual SMK3 mudah didapat semua personil prh 2.5 PENYEBARAN INFORMASI K3 * informasi kegiatan dan maslah K3 disebarkan secara sistematis * catatan informasi K3 dipelihara dan bersifat terbuka . catatan K3 * perencanaan tujuan K3 yg dpt diukur. prosedur K3 untuk semua tingkatan dlm prsh * bila diperlukan dibuat manual khusus yg berkaitan dgn produk. menentapkan prioritas dan penyediaan sumber daya 2.1 PERENCANAAN RENSTRA K3 * identifikasi potensi bahaya oleh petugas kompeten * penetapan RENSTRA K3 dan penerapan * pembuatan RENSUS berkaitan dng produk. rencana.2. STATEGI P[ENDOKUMENTASIAN 2.

2 PENINJAUAN ULANG KONTRAK ‡ adanya prosedur yg mampu mengidentifikasi dan menilai potansi bahaya K3. didokumentasikan.3.1 PENGENDALIAN PERANCANGAN * adanya prosedur yg terdokumentasi dlm tahap perancangan atau perancangan ulang * prosedur dan instruksi kerja disusun selama tahap perancangan * verifikasi perancangan dilakukan oleh petugas yg kompeten * semua perubahan dan modifikasi perancangan yg berimplikasi thd K3 diidentifikasi. ditinjau ulang dan disetujui oleh petugas yg berwenang 3. PENINJAUAN ULANG PERANGCANGAN (Design) DAN KONTRAK 3. lingkungan dan masyarakat pada saat memasok barang dan jasa dlm suatu kontrak ‡ Identifikasi bahaya dan penilaian resiko dilakukan pada tahap tinjauan ulang kontrak o.eh personil yg kompeten ‡ kontrak ditinjau ulang untuk menjamin pemasok dpt memenuhi persyaratan K3 ‡ Catatan tunjauan ulang kontrak dipelihara dan didokumentasikan .

1 PERSETUJUAN DAN PENGELUARAN DOKUMEN ‡ Adanya identifikasi status. wewenang.4.2 PERUBAHAN DAN MODIFIKASI DOMUKEN ‡ Adanya sistem untuk membuat dan menyetujui perubahan dokumen K3 ‡ Adanya catatan alasan perubahan dalam dokumen atau lampirannya ‡ Adanya prosedur pengendalian dokumen atau daftar seluruh dokumen yg mencantumkan status setiap dokumen untuk mencegah penggunaan dokumen usang . PENGENDALIAN DOKUMEN 4. tanggal pengeluaran dan tanggal modifikasi ‡ Tercantum penerima distribusi dokumen ‡ Dokumen edisi terbaru disimpan secara sistematis pd tempat yg ditentukan ‡ Dokumen usang disingkirkan. sedang dokumen usang yg disimpan untuk keperluan tertentu diberi tanda khusus 4.

3 KONTROL BARANG DAN JASA YANG DIPASOK PELANGGAN ‡ Dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko thd barang danjasa yg dipasok pelanggan sebelum digunakan. 5.5. PEMBELIAN 5.1 SPESIFIKASI PEMBELIAN BARANG DAN JASA ‡ Adanya prosedur terdokumentasi untuk menjamin spek dan informasi relevan dgn K3 telah diperiksa sebelum keputusan membeli ‡ Spek pembelian harus sesuia dgn peryaratan peraturan perundangan dan standar yg berlaku ‡ Dilakukan konsultasi dgn TK yg potensial berpengaruh pd saat keputusan pembelian dilakukan ‡ Pertimbangan thd kebutuhan pelatihan. pasokan APD dan perubahan prosedur kerja. sebelum dilakukan pembelian. Catatannya dipelihara ‡ Produk yg disediakan dapat diidentifikasi dengan jelas .2 SISTEM VERIFIKASI UNTUK BARANG DAN JASA YANG DIBELI ‡ Barang dan jasa yg dibeli diperiksa kesesuaiannya dgn spesifikasi pembelian 5.

6. Saat mengembangkan atau melakukan modifikasi prosedur atau petunjuk kerja ‡ Prosedur kerja dan instruksi kerja dibuat oleh petugas kompeten dan disahkan pejabat yang ditunjuk ‡ Penyediaan APD dan digunakan secara benar.1 SISTEM KERJA ‡ Petugas kompeten telah melakukan identifikasi bahaya potensial dan resiko dari suatu proese kerja ‡ Penetapan tingkat upaya pengendalian resiko ‡ Adanya prosedur kerja terdokumentasi untuk tugas berisiko tinggi.. ketentuann pel. KEAMANAN BEKERJA BERDASARKAN SMK3 6. selalu dlm kondisi layak ‡ APD dipastikan dan dinyatakan laik pakai sesuai dgn ketentuan ‡ Upaya pengendalian resiko ditunjau ulang bila terjadi perubahan proses kerja .standar. Bila perlu dengan sistem Ijin Kerja ‡ Prosedur kerja atau petunjuk untuk mengelola resiko terdokumentasi ‡ Memperhatikan per.

6. termasuk persyaratan kesehatan diidentifikasi dan dipakai untuk menyeleksi dan menempatkan TK ‡ Penugasanharus berdasarkan kemampuan dan tingkat ketrampilan TK .2 PENGAWASAN ‡ Dilakukan pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur dan petunjuk kerja ‡ Pengawasan dilakukan sesuai tingkat kemampuan dan tingkat resiko tugas ‡ Pengawas berperan dlm identifikasi bahaya dan pembuatan upaya pengendalian ‡ Pengawas diikutkan dlm pelaporan dan penyelidikan kecelakaan dan PAK ‡ Pengawas ikut serta dlm proses konsultasi 6.3 SELEKSI DAN PENEMPATAN PERSONIL ‡ Persyaratan tugas`tertentu.

6.4 LINGKUNGAN KERJA ‡Dilakukan penilaian lingkungan kerja untuk mengetahui daerah yg memerlukan pembatasan masuk ‡Adanya pengendalian atas tempat-tempat dgn pembatasan ijin masuk ‡Fasilitas dan layanan yg tersedia di tempatn kerja sesuai dgn standar dan pedoman teknis ‡Rambu keselamatan dan pintu darurat harus dipasang sesuai standar dan pedoman teknis .

perbaikan dan setiap perubahan harus dilakukan personel yg kompeten ‡ Perubahan sarana produksi harus sesuai persyaratan peraturan ‡ Terdapat prosedur untuk permintaan pemeliharaan perlatan yg kondisi K3 nya kurang baik dan perlu perbaikan ‡ Terdapat sistem penandaan bagi alat yang tidak aman atau yg sudah tidak digunakan ‡ Bila diperlukan dilakukan penerapan sistem penguncian pengoperasian (lock out system) ‡ Terdapat prosedur persetujuan untuk menjamin peralatan produksi dlm kondisi aman untuk diopersaikan .5 PEMELIHARAAN. standar dan ketentuan ‡ Catatan yg memuat data kegiatan pemeriksaan. PERBAIKAN DAN PERUBAHAN SARANA PRODUKSI ‡ Dilakukan penjadwalan pemeriksaan dan pemeliharaan sarana produksi serta peralatan yg mencakup verifikasi peralatan pengaaman sesuai peraturan.6. perbaikan dan perubahan yang dilakukan disimpan dan dipelihara ‡ Sarana produksi yg harus terdaftar memliki sertifikat yg masih berlaku ‡ Perawatan. pemeliharaan.

6. penempatan dan kemudahan untuk mendapatkan alat keadaan darurat telah dinilai petugas yg kompeten .7 KESIAPAN UNTUK MENANGANI KEADAAN DARURAT ‡ Potensi keadaan darurat (di luar/di dlm tempat kerja) telah diidentifikasi dan prosedur keadaan darurat didokumentasikan ‡ Prosedur diuji dan ditinjau ulang secara rutin oleh petugas yg kompeten ‡ TK mendapat instruksi dan pelatihan yg sesuai tingkat resiko ‡ Petugas diberikan pelatihan khusus ‡ Instruksi dan hubungan keadaan darurat diperlihatkan secara jelas/mencolok dan diketahui seluruh TK ‡ Alat dan sistem diperiksa.6 PELAYANAN ‡ Adanya prosedur untuk menjamin bahwa pelayanan memenuhi persyaratan. diuji dan dipelihara secara berkala ‡ Kesesuaian. bila prh dikontrak untuk menyediakan pelayanan yg tunduk pd standar dan UU KK ‡ Adanya prosedur untuk menjamin bahwa pelayanan memenuhi persyaratan. bila prh diberi pelayanan melalui kontrak 6.

per-uuan yg berlaku .6.8 PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ‡ Evaluasi alat P3K dan menjamin sistem P3K yg ada memenuhi standar dan pedoman teknis ‡ Petugas P3K telah dilatih dan ditunjuk sesuai per.

PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ‡ Adanya sistem terdokumentasi thd identifikasi. kimia. pemeliharaan dan penyimpanan alat pemeriksaan.7.3 PERALATAN INSPEKSI. kalibrasi. radiasi dan psikologis 7. ukur dan uji K3 ‡ Alat dipelihara dan dikalibrasi petugas yg kompeten .2 PEMANTAUAN LINGKUNGAN KERJA ‡ Dilaksankan secara teratur dan hasilnya dicatat dan dipelihara ‡ Meliputi faktor fisik. biologis. STANDAR PEMANTAUAN 7.1 PEMERIKSAAN BAHAYA ‡ Pelaksanaan inspeksi secara teratur ‡ Dilaksanakan bersama oleh wakil pengurus dan TK yg telah dialatih ‡ Mencari masukan dr petugas di tempat yg diperiksa ‡ Menggunakan cheklist ‡ Laporan inspeksi kpd Pengurus dan P2K3 ‡ Memantau tindakan kolektif untuk menentukan efektifitasnya 7.

yg berlaku ‡ Catatan pemantauan kesehatan dibuat sesuai dgn per.7.peruu-an yg berlaku .4 PEMANTAUAN KESEHATAN ‡ Pemantauan kesehatan TK sesuai per.per-uu-an ‡ Dilakukan identifikasi keadaan dimana pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan ‡ Dilakukan oleh Dokter pemeriksa yg ditunjuk ‡ Adanya pelayanan kesehatan kerja sesuai per.

PELAPORAN DAN PERBAIKAN KEKURANGAN 8.3 PENYELIDIKAN KECELAKAAN ‡ Adanya prosedur penyelidikan kec.8.per-uu-an 8.2 PELAPORAN INSIDEN ‡ Adanya prosaedur terdokumentasi yg menjamin semua kecelakaan dan PAK serta insiden dilaporkan ‡ Pelaporan kec. dan PAK ‡ Dilakukan oleh petugas atau ahli K3 yg telah dilatih ‡ Laporan penyelidikan berisi saran dan jadwal pelaksanaan perbaikan ‡ Tindakan perbaikan diberikan kpd petugas yg ditunjuk ‡ Tindakan perbaikan didiskusikan dgn TK di tempat terjadinya kec.1 PELAPORAN KEADAAN DARURAT ‡ Adanya prosedur proses pelaporan sumber bahaya da diberitahukan setiap personil 8. dan PAK sesuai per. ‡ Pemantauan efektivitas tindakan perbaikan .

4 PENANGAN MASALAH ‡ Adanya prosedur untuk mnanganai masalah K3 sesuai per.per-uu-an yg berlaku ‡ TK diberitahu prosedur penanganan masalah K3 dan menerima informasi kemajuan penyeleseiannya .8.

.9. PENYIMPANAN DAN PEMBUANGAN ‡ Adanya prosedur yg menjamin bahan disimpan dan dipindahkan dgn cara yg aman sesuai per.2 SISTEM PENGANKUTAN DAN.1 PENANGANAN SECARA MANUAL DAN MEKANIS ‡ Adanya prosedur mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai resioko yg berhubungan dgn penanganan secara manual dan mekanis ‡ Dilakukan oleh petugas yg kompeten ‡ Prsh menerapkan dan meninjau ulang cara pengendalian resiko ‡ Metode penananan bahan meliputi metode mencegahan thd kerusakan. ‡ Adnya prosedur yg menjelaskan persyaratan pengendalian bahan yg dapat rusak atau kedaluwarsa ‡ Terdapat prosedur yg menjamin bahan dibuang dgn cara aman sesuai per. PENGELOLAAN MATAERIAL DAN PERPINDAHANNYA 9. tumpahan dan 9.

penanganan dan pemindahan bahan berbahaya sesuai per. ‡ MSDS yg komprehensif hrus dibuat ‡ Terdapat sistem intuk mengidentifikasi dan pelebelan bahan berbahaya ‡ Rambu peringatan bahaya dipampang sesuai persyaratan per.9. dan standar ‡ Terdapat prosedur terdokumentasi penanganan secara aman bahan berbahaya ‡ Pelatihan thd petugas yang menangani .3 BAHAN-BAHAN BERBAHAYA ‡ Prsh telah mendokumentasikan prosedur penyimpanan.

mengumpulkan. memelihara dan menyimpan catatan K3 ‡ Undang-undang. . standar dan pedoman teknis yg relevan dipelihara di tempat yg mudah didapat ‡ Terdapat prosedur yg menentukan persyaratan untuk menjaga kerahasiaan catatan ‡ Catatan untuk peninjauan ulang dan pemeriksaan dipelihara ‡ Catatan kompensasi kecelakaan dan rehabilitasi kesehatan dipelihara 10. PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN DATA 10. peraturan.1 CATATAN K3 ‡ Prsh mempunyai prosedur untuk mengidentifikasikan. mengarsipkan.2 DATA DAN PELAPORAN K3 ‡ Data K3 yg terbaru dikumpulkan dan dianalisa ‡ Laporan rutin kinerja K3 dibuat dan diiformasikan dlm prsh.10.

1 AUDIT INTERNAL SMK3 ‡Audit SMK3 yg terjadwal dilaksanakan untuk memeriksa kesesuaian kegiatan perencanaan dan menentukan apakah kegiatan tsb efektif ‡Dilakukan oleh petugas yg kompeten dan independen di prsh ‡Laporan audit didistribusikan kpd manajemen dan petugas lain yg berkepentingan ‡Kekurangan yg ditemukan pd saat audit dirpioritaskan dan dipantau untuk menjamin dilakukan tindakan perbaikan .11. AUDIT SMK3 11.

12.1 STRATEGI PELATIHAN ‡ Telah dilakukan analisis kebutuhan pelatihan K3 ‡ Rencana pelatihan K3 disusun bagi semua tingkatan TK perusahaan ‡ Pelatihan harus mempertimbangkan perbedaan tingkat kemampuan dan keahlian ‡ Pelatihan dilakukan oleh orang atau Badan kompeten dan diakreditasi menurut ketentuan per. PENGEMBANGAN KETRAMPILAN DAN KEMAMPUAN 12. ‡ Adanya fasilitas dan sumber daya yg memadai untuk pelaksanaan pelatihan yg efektif ‡ Prsh mendokumentasikan dan menyimpan catatan seluruh pelatihan ‡ Evaluasi dilakukan pada setiap sesi pelatihan untuk menjamin peningkatan secara berkelanjutan ‡ Program pelatihan ditinjau ulang secara teratur untuk menjamin agar tetap relevan dan efektif .

2 PELATIHAN BAGI MANAJEMEN DAN SUPERVISOR ‡ Anggota manajemen eksekutif dan pengurus berperan dlm pelatihan yg mencakup penjelasan tentang kewajiban hukum dan prinsip dan pelaksanaan K3 ‡ Manajer dan supervisor menerima pelatihan yg sesuai dengan peran dan tanggung jawab ybs 12.12.3 PELATIHAN BAGI TENAGA KERJA ‡ Pelatihan diberikan kpd semua TK termasuk TK baru dan yg dipindahkan ‡ Pelatihan diberikan bila terjadi perubahan sarana produksi ‡ Bila diperlukan diberikan pelatihan penyegaran kpd semua TK .

4 PELATIHAN UNTUK PENGENALAN BAGI PENGUNJUNG DAN KONTRAKTOR ‡ Prsh mempunyai program pengenalan Kebijakan dan Prosedur K3 untuk semua TK ‡ Terdapat prosedur yg menetapkan untuk memberikan taklimat (briefing) K3 kpd pengunjung dan mitra kerja 12. Untuk melaksanakan tugas khusus.5 PELATIHAN KEAHLIAN KHUSUS ‡ Prsh mempunyai sistem untuk menjamin kepatuhan thd persyaratan lisensi atau kualifikasi sesuai dng per.12. melaksanakan pekerjaan atau mengoperasikan peralatan .

TINGKAT PENERAPAN DAN KEBER ASILAN Tabel I % 0 ²59 % 60 ² 84 % 85 ² 100 % Kecil 64 kriteria Tindakan hukum Bendera perak sertifikat Bendera emas sertifikat Sedang 122 kriteria Tindakan hukum Bendera perak sertifikat Bendera emas sertifikat Besar 166 kriteria Tindakan hukum Bendera perak sertifikat Bendera emas sertifikat Lampiran IV .

6.5.4. 6.1.2.2.1.5. 8.1.1 2.8. 2. 10.1.5.4.3.1.2.6. 12.5. 12. 7.2.3.2.9. 9.1.1. 12. 1.2 5.4.3.2.2.Tabel II : PEMBAGIAN KRITERIA TIAP TINGKAT PENCAPAIAN PENERAPAN No 1 ELEMEN Pembangunan dan pemeliharaan komitmen TINGKAT AWAL 1.2.2.3. 11. 10.4.1. 6.4.1. 12 Pengembangan ketrampilan dan kemampuan 12.1.1.1. 5.6. 6.2.3. 6.3.1. 5.3.1. 2.2.1.7. 5.1. 11. 6.4.2.5.3. 12.1.2.6.4.1.3.2 11.5.4.2.1.1.9.1.4 5.6.7.1.10 TINGKAT LANJUTAN 1.2.4.2. 6. 1.1.8.2.1.5 8.2.7. 6.2.9.1. 3.2. 12. 8.2. 6.1 6.7. 6. 2.3.3. 1.3.3.1.4.1. 7. 10.2. 1. 9.1.5.1.4.5.8.4.2. 3.1.1.8.1.4.1. 6. 6. 8.4.2. 6. 12. 2. 6.3.8.2.3.5.2. 9.2. 6.5 9. 6.2.1.3.5.1.2.3.1.5.2.3.1. 9.4.2. 1.1. 1.4. 7 Standar pemantauan 71.1. 12. 8. 1. 9. 8. 9. 1. 9.4 4.1.2.1. 3.1.1. 9. 6. 7.3 6. 6.2.1.6. 2.4.3.1 TINGKAT TRANSISI 1.1. 6. 7.7.2.2.3.4.2.3.3. 12.2. 3.2. 7.2.1.1.7.1.1 7. 3.13. 7.7.2 4.6.1.6. 6.5.1 3.5. 3.1.7.4.1.4.1. 8.4.2.1 12.3.1. 1.3. 4.2.1.5.1.1. 1. 6.4.1. 10.1.3.4. 6.3.1.1.5. 1.4. 7.1.4.8. 6.3.2.3. 6.1.3.1.3.1.1. 12.2.1.1.2. 6.4. 4.2.7.3. 6. 6.2.3. 12. 1. 4.5. 3. 6.1.9.1.2. 8.1. 12.1. 9. 12.3.3.4.4.2. 2. 10. 1.1. 9. 1. 6. 7.2.2.2.2.2.4.3.2 8.3.2. 9.6.4.1. 10.3.5. 1. 4.3. 6. 9.2.1.1.6. 8 9 10 11 Pelaporan dan perbaikan Pengelolaan material dan perpindahannya Pengumpulan dan penggunaan data Audit SMK3 8. 1.1.2. 6.1.2.1. 2 3 4 5 6 Strategi pendokumentasian Peninjauan ulang desain dan kontrak Pengendalian dokumen Pembelian Keamanan bekerja berdasarkan SMK3 2.2 6. 11.1.1.2.3. 6.2. 1.3.1.7.7.4.1. 1.2.3.3.5. 1.4.4. 12.2.6.3.7.5.3.2.3. 6.4. 5.2.4.2 7.5.1.1.3.3. 1.4. 7. 6.1. 1.8.1. 7. 7.2. 1.1.6.3. 7.1.1.1.2.1. 1.4.3. 2.4. 6. 6.2.4.1.4.1. .2.1.5. 8. 12.4.2.7. 1. 1. 10.3. 4. 6. 6. 2. 5.5.4.

Sertifikasi SMK3 Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja .

SERTIFIKASI SMK3 .

SERTIFIKASI SMK3 ‡ Sertifikat SMK3 adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan SMK3 Proses sertifikasi SMK3 suatu perusahaan dilakukan oleh Badan Audit Independen melalui proses audit SMK3 Sertifikat SMK3 diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ‡ ‡ .

MEKANISME SERTIFIKASI SMK3 Disnaker RTA Badan Audit Konfirmasi Jadwal Depnakertrans Ev An Perusahaan Audit Kesesuaian Sertifikat Laporan Audit .

79 72 70 65 59 33 28 23 .

30% PETROKIMIA (INDUSTRI KIMIA) 24.30% 5.50% 3.10% 6.20% GENERAL MFG ELEKTRONIK PERKEBUNAN &KEHUTANAN 38.10% 10.40% 5.60% OIL&GAS/MINING/PEMBANGKITAN MAKANAN&MINUMAN DLL .45% 2.PROSENTASE KEPESERTAAN SEKTOR INDUSTRI DALAM PELAKSANAAN AUDIT EKSTERNAL DARI TAHUN 1997-2003 FARMASI KONTRUKSI 4.

Ketanagakerjaan : Small ( 25 workers) 99 workers) 141.Perusahaan berdasarkan jumlah tenaga kerja 2001 menurut UU No.524 Jumlah tenaga kerja : 91.08%) 45 % TK dari sektor Pertanian .83 %) (7.65 jt Tenaga kerja wanita : 33.713 Medium (26 Large ( (8.894 (83.7/1981 tentang Wajib Lapor No.660 Total 2002 : 176.70 %) 14.970 12.47 %) 100 workers) 169.06 jt (36.

HASIL AUDIT SMK3 TAHUN 2001-2003 2001- .

34 91.7 2002 74.10 60.63 8.7 2.53 69.99 3.80 38.99 97.55 1294 2002 14.50 1158 2003 12.70 2.58 46.02 4.7 28.7 85.4 21.34 9.3 97.72 3.37 32.22 1.30 9.99 4.74 8.78 35.02 57.93 20.58 66.60 8.4 54.31 2.4 34.97 3.84 3.42 33.51 6.3 14.55 6.19 2003 73.6 45.51 42.37 9.01 2.53 22.71 44.7 64.20 61.04 4.04 81.22 28.90 39.63 67.7 35.6 78.89 6.9 30 45.88 6.2003 % Perusahaan % Kriteria Yg Tdk Dipatuhi No Elemen Memenuhi (conformance) 2001 20 38.4 21.44 15.76 2001 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pembangunan & pemeliharaan komitmen Strategi pendokumentasian Peninjauan ulang perancangan (desain) dan kontrak Pengendalian dokumen Pembelian Keamanan bekerja berdasarkan SM K3 Standar pemantauan Pelaporan dan perbaikan kekurangan Pengelolaan material & perpindahan Pengumpulan dan penggunaan data Audit SMK3 Pengembangan ketrampilan & kemampuan Jumlah kriteria yg tdk terpenuhi Jumlah perusahaan yg diedit 14.30 26.95 1.24 Tdk memenuhi (unconformance) 2001 80 61.47 30.39 9.1 70 54.3 71.07 79.92 1.TINGKAT KEPATU AN BERDASARKAN ASIL AUDIT SMK3 TA UN 2001 .63 28.37 71.84 69.42 53.97 48.65 1460 70 72 79 70 72 79 .81 37.81 2003 26.77 3.29 55.30 26.73 3.62 43.03 51.68 7.47 77.56 84.98 42.39 62.76 7.22 64.16 30.58 13.49 57.3 2002 25.37 5.6 51.38 56.4 65.96 18.66 8.72 6.10 37.19 62.

Terima kasih «« atas perhatiannya ««. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful