You are on page 1of 12

JURNAL READING

Virni Tiana Aprielia


2013730186
LATAR BELAKANG

Debu kayu adalah penyebab umum dari asma. Ada potensi untuk eksposur yang tinggi
terhadap debu kayu selama proses furnitur dan pengolahan kayu.

TUJUAN
UNTUK MENGEVALUASI BUKTI UNTUK PENYAKIT PERNAPASAN NON –
NEOPLASTIK YANG TERKAIT DENGAN PEKERJAAN DI BIDANG FURNITURE DAN
SEKTOR MANUFAKTUR KAYU.
PENDAHULUAN

Di Inggris, diperkirakan 380.000 orang


pekerjaannya terekspos kayu antara tahun Sejumlah penyakit telah dilaporkan
2000 dan 2003. Sejumlah penyakit berhubungan dengan woodworkers, ex:
pernapasan telah dikaitkan dengan paparan Penyakit paru obstruktif kronis
debu kayu .

Mekanisme serbuk kayu menyebabkan asma masih kurang


dipahami. Kemungkinan agen penyebabnya: termasuk Sejumlah besar pekerja UK pekerjaannya
asam plicatic, monoterpen dan eksposur endotoksin. Asam
terekspos kayu bekerja di bidang furniture
Plicatic adalah agen dg berat molekul rendah yg terbukti
secara langsung beracun untuk epitel paru dan dan kayu manufaktur.
menyebabkan pelepasan histamin dari basofil pekerja.
METODE
Peninjauan sistematis dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA. Istilah pencarian
yang disepakati oleh tiga anggota tim, in partnership with a Health and Safety
Executive (HSE) librarian.
• Pekerja dewasa dari pengolahan kayu atau industri manufaktur furnitur.
• Meta - analisis, uji coba terkontrol, studi longitudinal atau cross sectional
analisis
• Gejala pernapasan atau hidung, asma, fisiologi paru-paru atau sensitisasi
KRITERIA
diidentifikasi sebagai hasil studi dan
• Makalah bahasa Inggris .
INKLUSI

• Yang telah di laporankan,


• Berisi data hanya dari industri kayu,

KRITERIA • Berisi data kebersihan sendiri atau


• Meneliti semata-mata dermatitis, kanker atau mekanisme imunologi.
EKSKLUSI
HASIL
60% ( 33 ) dari dokumen melaporkan data
prevalensi atau kejadian dari gejala
pernapasan atau hidung. 58% ( 32 ) diukur
fisiologi paru, termasuk Peak Expiratory
Pengukuran paparan dibuat di 64% (
Flow Rate (PEFR), Forces Expired Volume
35 ) dari populasi studi. Tujuh belas
in One Second (FEV1), Forced Volume
studi diukur konsentrasi debu
Capacity (FVC), rasio FEV1 ke FVC
inhalable; lima tingkat inhalabel ini
(FEV1 / FVC), Floe Expiratory Flow Rate
mencatat rata-rata serbuk kayu < 1
(FEF), Mid Expiratory Flow Rate (MEF),
mg/m3.
Bronchodilator Induced – Reversibility
(BDIR), Bronchial Hyperresponsiveness
(BHR), Transfer Factor (TLCO) dan
Spesific Inhalation Challenge (SIC).
• Gejala yang paling
sering dilaporkan
adalah batuk,
mempengaruhi antara ASMA
6 dan 80 % dari
pekerja yang terpapar
(OR berkisar antara
1,2 dan 5,5). • Asma didefinisikan • Semua kecuali dua studi
• Mengi dan sesak dalam berbagai cara yang dilaporkan
dada juga sering di seluruh studi.
terlihat pada pekerja Misalnya, lima beberapa langkah-
yang terpapar, makalah langkah fungsi paru-
dengan frekuensi mengidentifikasi
antara 9 dan 40 % kasus asma paru di woodworkers;
(OR antara 1,3 dan menggunakan termasuk FEV1, FVC,
5,9). tanggapan pekerja
• Produksi sputum dan kuesioner, dan satu FEV1/FVC, FEF dan
bronkitis studi menggunakan MEF.
• Nasal symptoms kode ICD - 10 untuk
• Work-related mengidentifikasi
respiratory symptoms kejadian asma LUNG
(WRRS) berbasis populasi. FUNCTION

GEJALA
Tujuh makalah melaporkan data sensitisasi,
menggunakan: Skin Prick Test ( SPT );
Total serum IgE; dan serum IgE untuk jenis
Sensitization
kayu tertentu.

Atopi (seperti yang didefinisikan sebagai


SPT positif untuk aeroallergen umum)
umumnya dalam populasi yang terpapar
(berkisar antara prevalensi 9 dan 80 %)
DISKUSI & KESIMPULAN

Sejumlah penelitian observasional yang berkualitas tinggi telah teridentifikasi, dan termasuk dalam
pembahasan ini, meskipun sebagian bukti papers yang lebih rendah. Hanya lima studi yang dinilai
SIGN 2 ++ atau di lebih ( Tabel 2 ), meskipun studi MERGE diidentifikasi dinilai lebih tinggi.

Paparan debu kayu di industri furnitur dan pengolahan kayu dikaitkan dengan
peningkatan risiko berbagai gejala pernapasan, khususnya batuk. Hal ini didasarkan
pada bukti-bukti dari kedua studi cross- sectional dan longitudinal.

Ada bukti yang bertentangan untuk mendukung hubungan dosis-respons untuk gejala
pernapasan pada woodworkers.
Woodworkers di industri ini juga berisiko yang lebih besar terkena asma, meskipun ukuran
paparan kadar debu lebih rendah mungkin diharapkan di negara-negara Eropa tertentu.

Satu-satunya meta-analisis yang termasuk dalam kajian melaporkan RR meningkat untuk


asma pada woodworkers 1,5 dibandingkan dengan populasi umum.

Dua penelitian melaporkan penurunan tahunan dalam fungsi paru-paru, tapi dengan
kesimpulan campuran. Jacobsen et al, menemukan wanita perokok yang terkena debu kayu
secara signifikan mempercepat penurunan fungsi paru-paru. Sebaliknya Glindmeyer et al,
tidak menemukan hubungan antara penurunan fungsi paru-paru dan pekerjaan di furniture.
Review ini adalah satu-satunya review sistematis dari asma pada pekerja yang
bekerja di industri furniture atau manufaktur kayu.

Kelemahan tertentu perlu dipertimbangkan. Populasi yang terpapar diambil dari


berbagai sumber termasuk tempat kerja, wabah atau dari kohort rumah sakit.
Ukuran populasi, negara, tingkat eksposur dan desain juga bervariasi antara
dokumen.

Review ini menemukan peningkatan risiko gejala pernafasan dan asma


pada orang yang bekerja di industri pengolahan kayu dan manufaktur
furnitur.

Studi lebih lanjut diperlukan untuk mempertimbangkan cara lain untuk menilai
peradangan saluran napas di tempat kerja, untuk mengeksplorasi mekanisme
serbuk kayu yang menyebabkan penyakit pernapasan dan asma dan yang
paling penting bagaimana mendefinisikan intervensi untuk mengurangi
woodrelated pada penyakit pernapasan.