You are on page 1of 34

FISIOGRAFIS MALUKU

SELATAN

 Maluku Selatan atau Busur Banda memiliki Basin Banda tengah yang
dibatasi oleh dua busur parallel yaitu busur dalam yang dimahkotai oleh
vulkan-vulkan aktif, sedangkan busur luarnya tidak ada aktivitas vulkanisme
muda. Proses pembentukan Busur Banda terjadi sekitar lima juta tahun
yang lalu, ketika Australia bergerak kearah utara, Papua berotasi ke arah
kiri yang mengakibatkan terjadinya pelengkungan ke arah barat laut pada
Busur Banda yang semula mengarah ke barat-timur.

 Daerah Banda merupakan suatu orogenesa yang merupakan bagian dari
sistem pegunungan dalam status nascendi (Sirkum Mediterania). Basin
Banda Utara terletak diantara Sulawesi dan Buru, sedangkan basin Banda
Selatan terletak diantara Batu Tara di bagian barat dan Manuk di bagian
timur. Basin Banda Selatan pada kelokannya dipisahkan oleh GunungApi
menjadi dua bagian yaitu bagian barat dan timur. Pada bagian timur
dikelilingi oleh basin Banda Tengah.

.

. Punggungan Manuk dipisahkan dari Dome Banda oleh sebuah parit yang dalamnya lebih dari 4000 m. Nila (781 m). Teo (655 m). Punggungan ini tenggelam ke arah utara yang dipisahkan oleh Punggungan Manuk (285 m) dari arah utara ke selatan. dan utaranya dibatasi oleh busur dalam Banda. sebelah tenggara dari kelompok Banda menurun masuk ke dalam Palung Weber.  Punggungan Damar dalam busur Banda membentang dari arah barat daya ke timur laut yang diatasnya terdapat beberapa puncak vulkan seperti Damar (868 m). Busur dalam Banda (Inner Arc) terdiri dari sejumlah punggungan. Banda bagian tengah pada sisi selatan. dan sebelah barat laut melengkung kearah barat berakhir di sebelah Ulleasers dan Ambon. dan Serua (641 m). Wilayah tersebut mencakup zona antiklinal dari Nusa Tenggara dimulai dari Pulau Wetar menurun melalui Roma sampai ke sub-marine antar Pulau Damar dan Moa berakhir pada Palung Weber. timur. Bagian barat daya dari busur dalam secara tidak langsung berhubungan dengan busur dalam wilayah Nusa Tenggara.

PALUNG WEBER .

4440 m dan lebar 150 km. Palung Weber terpisah dari Basin Wetar oleh Ambang yang dalamnya 1. Antara busur dalam dan luar Banda terdapat sebuah Palung yang berbentuk sabit cembuh ke arah timur yang disebut sebagai Palung Weber dengan kedalaman 7.480 m . Selain itu juga semakin dangkal ke arah barat daya bersambung dengan Punggung bawah laut diantara Damar dan Moa. Palung Weber semakin dangkal dibagian barat laut sampai ke Punggung Weasser’s dan Ambon.

pada struktur ini juga tidak ditemukan aktivitas vulkanisme yang aktif seperti pada komposisi vulkanik muda di zona busur dalam Banda. Rata-rata ketinggian Pulau Seram diatas Palung Depan (Fore Deep) yaitu 5000 m dan diatas Palung Inner Deep 6500 m. meskipun kenyataannya menunjukkan bahwa rangkaian pegunungan di Seram mencapai ketinggian 3000 m. Pada bagian timur Pulau Kai terdapat perbedaan tinggi rata-rata 4500 m dan 7500 m. . sedangkan kompleks kepulauan Kai hanya mencapai 800 m diatas permukaan laut. hal ini menunjukkan adanya kesesuaian elevasi. Busur luar Banda (Banda Outer Arc) adalah bentuk pengangkatan berupa geantiklinal yang memiliki lebar 100-200 km yang deposit geosinklinalnya telah terangkat menjadi rangkaian pegunungan dengan struktur lapisan rebah. Selain itu.

Fisiografi Pulau Seram dan Ambon .

Indonesia Bagian Timur. Pulau Seram dan Ambon merupakan bagian dari busur Banda yang pada data stratigrafi menunjukkan bahwa perkembangan kedua pulau tersebut dari zaman Paleozoik sampai Miosen yang erat kaitannya dengan perkembangan tektonik tepi Benua Australia. Pasifik-Filipina. Unit Litologi dari Pulau Seram dan Ambon dapat dibedakan menjadi Seri Australia dan Seri Seram.Tektonik Regional  Pulau Seram terletak di busur Banda. Pulau Seram berada pada zona tektonik kompleks disebabkan oleh pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu Australia. dan Pasifik pada Miosen Akhir yang diikuti oleh rotasi kepala burung Papua yang berlawanan arah jarum jam pada Mio-Pliosen menyebabkan perkembangan tektonik kawasan tersebut berbeda. Indo-Australia. . dan Eurasia. Interaksi konvergen antara lempeng Eurasia.

.

STRATIGRAFI REGIONAL  Seri Australia (Pre-Rift Sequence)  Intra-Cratonic Rifting Sequence  Continental Break Up Sequence  Passive Margin Sequence  Seri Seram .

Berikut adalah gambar struktur permukaan Pulau Seram.STRUKTUR REGIONAL  Peta struktur permukaan dan bawah permukaan Pulau Seram memperlihatkan semua elemen khas dari sesar naik dan adanya perlipatan. Kenampakan singkapan yang memperlihatkan sesar naik didominasi dibagian tengah dan timur Pulau Seram. . sesar naik dan sumbu antiklin yang berarah baratlaut-tenggara mengindikasikan bahwa deformasi pada daerah ini dipengaruhi oleh kompresi yang berarah timurlaut – baratdaya. Pada umumnya.

.

Wolu. Kaba.HIDROLOGI REGIONAL  Sungai-sungai di Pulau Seram mengalir dari bagian tengah kearah selatan diantaranya yaitu Sungai Kawa. Sariputih. Walalia. Sumber airnya dari mata air bawah tanah dan membentuk aliran seperti sungai. Isal. Fuwa. . terdapat juga Sungai Mual. Salame. Nua. dan Sungai Taluarang. Samal.  Pulau Seram juga memiliki danau yang berada di Gunung Binaiya yaitu Danau Ninivala. Nusulahu. Jage. Selain itu. dan Sungai Kobi yang mengalir dari bagian tengah kearah utara.

dan hutan hujan pegunungan di Maluku.KONSERVASI  Pulau Seram memiliki satu Taman Nasional yaitu Taman Nasional Manusela yang memiliki sekitar 117 spesies burung. . Kasturi Tengkuk-ungu. dan sebagainya. dan 14 diantaranya merupakan endemic seperi Nuri Bayan. Kakaktua Maluku. Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai. hutan rawa. hutan hujan dataran rendah.

FISIOGRAFI PULAU BURU .

Blok bagian tengah meninggi hingga 1000 m terletak diantara lembah struktural. Struktur fisiografis Pulau Buru kurang jelas dibandingkan Pulau Seram. Pegunungan massif Kapalatmada disebelah barat bagian timur dibatasi oleh Sungai Nibe. Tiga pegunungan blok dapat dikenali yang dipisahkan oleh lembah struktural.599 km2. Puncak tertinggi di Pulau Buru yaitu Gunung Kapalatmada dengan ketinggian 2700 mdpl. dengan arah utara timulaut- selatan tenggara. Pulau Buru memiliki luas 9. . dan Sungai Wala. panjang 140 km.barat baratdaya yang terbentuk oleh pegunungan Walau dengan arah timurlaut-baratdaya dengan Gunung Batakbual. dan depresi timur-timurlaut. Danau Rama. dan lebar 90 km.

Peranan struktur sesar di Pulau Buru yaitu sebagai kontrol pemunculan panas bumi. Geomorfologi Pulau Buru di dominasi oleh satuan morfologi pegunungan. . batuan sedimen berupa batugamping. dan konglomerat. dan batuan vulkanik tuf sisipan lava basaltik atau andesitik. Batuan tertua yang yang tersingkap adalah sekis. batu pasir. Secara umum batuan di daerah ini di dominasi oleh batuan malihan.

.

.

Ciri umum dari hujan tahunan rata-rata dibagi dalam empat kelas untuk tiga wilayah. Selain itu.Klimatologi  Iklim yang berlaku di Pulau Buru yaitu low tropis yang dipengaruhi oleh angin musim serta berhubungan erat dengan lautan yang mengelilinginya. antara lain:  Buru Bagian Utara: 1400-1800 mm/tahun  Buru Bagian Tengah: 1800-2000 mm/tahun  Buru Bagian Selatan: 2000-2500 mm/tahun . luas daratan yang berbeda-eda memungkinkan berlakunya iklim musim.

. Jati. Kayu Putih. dan Damar.Vegetasi  kondisi iklim yang tropis dan cukup hangat sepanjang tahun berpengaruh alamiah terhadap pertumbuhan jenis vegetasi tanaman kayu (tanaman khas) Pulau Buru adalah jenis Meranti. Rotan.

Berdasarkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS).Hidrologi  Pulau Buru tertutup oleh pola aliran sungai baik yang bersifat permanen maupun intermittent. . maka kondisi pola aliran sungai dapat dibagi kedalam empat arah aliran sungai yaitu:  DAS Air Buaya yang mengalir ke arah utara dengan tingkat kecepatan sedang.  DAS Namlea yang mengalir ke arah timur dengan tingkat kecepatan tinggi – sampai sangat tinggi.  DAS Leksula yang mengalir ke arah selatan dengan tingkat kecepatan sedang - tinggi  DAS Labuan Leko yang mengalir ke arah Barat dengan tingkat kecepatan rendah – sedang.

Terdapat karang koral pada perairan di sekeliling pulau dan tidak dijumpai daratan. . Hal ini menunjukkan kenaikan pulau akibat penurunan muka air laut selama pleistosen.FISIOGRAFI PULAU-PULAU KECIL MALUKU SELATAN Pulau-pulau kecil di wilayah Maluku Selatan terdiri dari Kepulauan Aru. dan Kai. Umumnya memiliki pesisir tebing atau cliff dan hanya sedikiti pesisir yang datar. Tanimbar.

kambisol. III Kep. litosol. . gleisol. granit. batu pasir kuarsa dan rensina. Aru Batuan Aluvium. napal. kuarsit. gleisol. Batuan Metamorf Filit. brunizem. dan podsolik. dan podsolik. kambisol. skist dan kuarsit. Regosol. bersusun andesit dan basalt. II Kep. kapur. tufa rensina. Batuan Aluvium. Kesui Sedimen konglomerat. grandiorit dan riolit. Regosol. gleisol. dan podsolik. batu konglomerat. GP. Sedimen konglomerat. alluvial. Batuan Filit. I Buru. kapur. brunizem. alluvial. Gorom. koral. Geser. kambisol. Lease. skist. litosol. alluvial. Seram. Sedimen batu pasir. batu pasir kuarsa dan batu rensina. brunizem. Ambon Batuan Aluvium. batu gamping terumbu. batu gamping terumbu. gamping terumbu. Metamorf GP. litosol. Regosol.STRUKTUR GEOLOGI Gugus Cakupan Bagian Variasi Geologi Jenis Tanah Dominan Pulau Geologi GP. Kei dan Kep.

Batuan Metamorf Batuan ultra basa andesit dan dan Beku diorit GP. VI Pulau Damar. litosol. koral. Regosol. alluvial. Selu. batu pasir kuarsa. brunizem. rensina. batu kapur. dan Molu konglomerat. V Kep. dan riolit. brunizem. kambisol. Regosol. Kisar dan Wetar konglomerat. gleisol. leti. batu pasir kuarsa. Selaru. dan podsolik. Batuan Sedimen Aluvium. IV Kep. dan podsolik. granit. batu gamping terumbu. brunizem. koral. dan riolit. litosol. lakor. rensina. Batuan Sedimen Aluvium. alluvial. Batuan Metamorf Batuan Metamorf dan Beku dan Beku . Moa. Batuan Metamorf Batuan Metamorf dan Beku dan Beku GP. Tanibar. rensina. kambisol. Regosol. granit. batu gamping terumbu. Romang. Waliaru. grandiorit. Larat. batu kapur. kambisol. koral. grandiorit. gleisol. batu pasir kuarsa. granit. gleisol. Sera. litosol. grandiorit.GP. konglomerat. alluvial. batu kapur. dan podsolik. batu gamping terumbu. Babar dan Sermata Batuan Sedimen Aluvium. dan riolit.

EKOREGION WILAYAH MALUKU SELATAN .

Dataran Struktural Kompleks Kepulauan Sula-Buru-Seram .