You are on page 1of 35

Deteksi Dini Kelainan

Kala I

K
e
l
1. Amalia 2. Indah Maulina
o
m
p
o 3. Rossiana

k Devani

5

Postmatur

. Deteksi Dini Pada Ibu Dalam Kasus Pernyataan ibu bahwa ibu seharusnya sudah melahirkan 2 minggu yang lalu. Ibu tidak merasakan tanda-tanda persalinan.A.

. kondisi janin dalam rahim yang sudah tidak terasa gerakannya oleh ibu dan tidak terdengar DJJ. tetapi tidak terjadi kontraksi.. Pada kasus diatas.Lanjutan. Bagian bawah janin sudah masuk ke dalam pintu atas panggul..

2000). Definisi Persalinan Postterm Kehamilan yang umur kehamilannya lebih dari 42 minggu (Saiuffudin.B. .

Tanda Dan Gejala Persalinan Postterm Kehamilan dapat dinyatakan postterm.C. bila: Telah lewat 36 minggu sejak tes kehamilan positif Telah lewat 32 minggu sejak DJJ pertama terdengar dengan Doppler Telah lewat 24 minggu sejak dirasakan gerak janin pertama Telah lewat 22 minggu sejak DJJ pertama terdengar dengan Laennec .

dan tali pusat . Tanda Dan Gejala Persalinan Postterm Berdasarkan derajat insufisiensi plasenta yang terjadi.D. tanda postterm adalah sebagai berikut: Stadium I Stadium II Stadium III  Kulit kering  Kulit kering  Kulit kering  Rapuh  Rapuh  Rapuh  Mudah mengelupas  Mudah  Mudah  Pewarnaan mekonium mengelupas mengelupas pada kulit  Pewarnaan  Pewarnaan mekonium kekuningan pada pada kulit kuku. kulit.

E. Pelepasan oksitosin dari neurohipofisis ibu hamil yang Teori kurang pada usia kehamilan Oksitosin lanjut diduga sebagai salah satu faktor penyebab kehamilan postterm. Penyebab Terjadinya Persalinan Postterm Diduga terjadinya kehamilan Pengaruh posterm adalah karena masih Progesteron berlangsungnya pengaruh progesteron. .

Lanjutan. diduga sebagai Uterus penyebab terjadinya kehamilan postterm. ... Pada keadaan di mana tidak adanya tekanan pada ganglion servikalis dari pleksus Saraf Frankenhauser. Tidak adanya kelenjar hipofisis pada janin akan menyebabkan Teori kortisol janin tidak diproduksi ACTH dengan baik sehingga kehamilan dapat berlangsung lewat bulan.

oksitosin. dan saraf uterus . Faktor Predisposisi Persalinan Postterm Sebagian kecil ibu yang mengingat hari pertama haid terakhir dengan baik Adanya gangguan pada timbulnya persalinan seperti pengaruh estrogen.F.

Komplikasi Pada Persalinan Postterm Distosia Bahu Janin besar Kelainan Fraktur pertumbuhan Klavikula janin Pertumbuhan Cacat janin Kongenital terhambat .G.

H. Komplikasi Pada Persalinan Postterm Janin Besar Gawat Janin Insufisiensi & Kematian Plasenta Perinatal Cacat Kongenital .

Hari pertama haid terakhir 2.I. Siklus haid 3. Riwayat kesehatan ibu dan keluarga 5. Gerakan janin pertama kali 6. Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu 4. Obat yang diminum selama kehamilan . Data Subjektif 1.

• USG pada trimester pertama atau awal trimester kedua. Data Objektif • Tanda-tanda Vital • Penilaian usia kehamilan yang akurat • Kesesuaian ukuran rahim dan usia kehamilan melalu kesesuaian TFU dengan umur kehamilan. • Keadaan serviks (Skor Bishop) .J.

.Lanjutan. Data yang didapat : • Konjungtiva : Pucat • Tanda-tanda vital  Tekanan darah : 120/70  Nadi : 80x/menit  Respirasi : 20x/menit  Suhu : 38oC • Lepold 1  TFU : 30 cm  Presentasi : teraba bokong ..

. • Lepold 2 Presentasi: teraba punggung di kanan maternal ibu • Leopold 3 Presentasi: kepala sudah masuk PAP • Leopold 4 Presentasi: kepala divergen.. penurunan dengan perlimaan 2/5 • DJJ : tidak terdengar .Lanjutan.

.  Gerakan janin tidak dirasakan sejak 1 minggu lewat taksiran persalin.J. Analisa Kasus Postmatur • G2P1A0 dengan diagnosis anemia • Masalah :  Belum terjadi tanda-tanda persalinan setelah lewat 2 minggu dari taksiran persalinan.

K. • Tidak terdapat Denyut Jantung Janin (DJJ) . Deteksi dini pada janin yang bisa teridentifikasi dari kasus • Hilangnya pergerakan janin • Pada kasus tersebut gerakan janin sudah tidak dirasakan seminggu setelah lewat tanggal taksiran persalinan.

IUFD .

A. gawat janin atau infeksi (WHO dan The American College of Obstetricians and Gynecologists) . Definisi IUFD Kematian janin adalah janin yang mati dalam rahim dengan berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Kematian janin merupakan hasil akhir dari gangguan pertumbuhan janin.

• Tidak terdapat denyut jantung janin. • Tinggi fundus uteri menurun.B. Tanda dan Gejala Keluhan ibu : • menghilangnya pergerakan janin. • Lingkaran perut ibu mengecil. . • Berat badan ibu menurun. • Tidak terdapat pertumbuhan janin. bahkan janin mengecil. • Pertumbuhan janin (-).

.Lanjutan. Dengan foto radiologik setelah 5 hari : • Tulang kepala janin kolaps • Tulang kepala janin saling tumpang tindih (gejala ‘spalding’) • Tulang belakang janin hiperrefleksi • Edema sekitar tulang kepala janin • Tampak gambaran gas pada jantung dan pembuluh darah janin • Pemeriksaan hcg urin menjadi negatif setelah beberapa hari kematian janin. .. • USG : merupakan sarana penunjang daignostik yang baik untuk memastikan kematian janin di mana gambarannya menunjukkan janin tanpa tanda kehidupan.

C. Faktor Maternal • Post term (>42 minggu) • Hemoglobinopati • Diabetes mellitus tidak • Umur ibu tua terkontrol • Penyakit rhesus • Sistemik lupus eritematosus • Ruptura uteri • Infeksi • Hipertensi • Antifofolipid sindrom • Preeklampsia • Hipotensi akut ibu • Eklampsia • Kematian ibu . Faktor Penyebab Dan Faktor Predisposisi 1.

) . Faktor Plasental • Gemelli • Kelainan tali pusat • IUGR • Solusio plasenta • Kelainan kongenital • Ketuban pecah dini • Kelainan genetik • Vasa previa (Penyilangan pembuluh darah pada mulut • Infeksi rahim yang berasal dari insersio vilamentosa plasenta.Lanjutan. 2.. Faktor Fetal 3..

. Sedangkan faktor risiko terjadinya kematian janin intrauterin meningkat pada: • Usia ibu > 40 tahun • Pada ibu infertil • Kemokonsentrasi pada ibu • Riwayat bayi dengan Berat Badan Lahir rendah • Infeksi ibu (ureplasma urealitikum) • Kegemukan • Ayah berusia lanjut ..Lanjutan.

D. Komplikasi yang Mungkin Terjadi • Koagulasi intravaskular diseminata • Infeksi • Trauma psikis ibu ataupun keluarga. . apalagi bila waktu antara kematian janin dan persalinan berlangsung lama.

E. Data Subjektif • Gerak janin yang dirasakan ibu • Usia ibu dan ayah • Hari pertama haid terakhir • Periode menstruasi • Riwayat bayi sebelumnya .

F. Pengkajian Data Objektif • Penilaian usia kehamilan yang akurat • Kesesuaian usia kehamilan dengan TFU • DJJ • Berat badan ibu .

Data yang didapat : • Konjungtiva pucat • Tanda-tanda Vital :  Tekanan Darah : 120/70  Nadi : 80x/menit  Pernafasan : 20x/menit  Suhu : 38°C ..Lanjutan..

Lanjutan. • Leopold 1 : • Leopold 3 :  TFU 30 cm  Bagian bawah teraba kepala sudah masuk PAP  Teraba bokong • Leopold 4 : • Leopold 2 :  Kepala Divergen  Teraba punggung kanan • Penurunan dengan perlimaan 2/5 • DJJ tidak terdengar ...

janin tunggal suspek IUFD . Analisa Kasus • Diagnosa : G2P1A0 dengan diagnosa anemia.G.

ibu harus diberitahukan. • Lakukan rujukan segera ke instansi yang lebih tinggi. . • Memberikan dukungan emosional kepada ibu berkaitan dengan kasus yang terjadi.H. Penatalaksanaan • Jika kematian janin intrauterin telah jelas ditemukan.

(2001). Cetakan 2. Jakarta : EGC . B. (2013). Ilmu Kebidanan Edisi 4. Cetakan 2.Sumber : • JHPIEGO. S. Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Edisi 1. (1994). Jakarta : JNPKKR-POGI bekerjasama dengan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo • Prawirohardjo. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo • Taber.

Terima Kasih .