You are on page 1of 18

WAHAM

Kelompok 1
Eva Nurul
Berta Jernih
Agnes Septia
M. Lutfhi
M. Ardiansyah
Yen Vita

Laporan Pendahuluan dengan Pasien Waham KASUS (MASALAH UTAMA) • Perubahan proses pikir: waham Menurut (Depkes RI. tetapi dipertahankan dan tidak dapat diubah secara logis oleh orang lain. . Keyakinan ini berasal dari pemikiran klien yang sudah kehilangan kontrol. 2000) Waham adalah suatu keyakinan klien yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Proses Terjadinya Waham 1. Faktor Predisposisi Faktor predisposisi dari perubahan proses pikir: waham kebesaran dapat dibagai menjadi 2 teori yang diuraikan sebagai berikut: Teori Biologi Teori Psikososial .

seperti : informasi dan abnormalitas gizi buruk. rasa masuk dalam otak yang bermusuhan atau mengakibatkan lingkungan yang penuh ketidakmampuan untuk kritik. secara selektif menanggapi rangsangan . sikap dan mengatur perubahan isi gangguan prilaku prilaku individu. 2. keletihan. kurang tidur. pada mekanisme pintu infeksi. Faktor Presipitasi Biologis Lingkungan Pemicu Gejala • Stressor biologis yang • Secara biologis • Pemicu yang biasanya berhubungan dengan menetapkan ambang terdapat pada respon neurobiologis yang toleransi terhadap stres neurobiologis yang maladaptif termasuk yang berinterasksi dengan maladaptif berhubungan gangguan dalam putaran sterssor lingkungan untuk dengan kesehatan umpan balik otak yang menentukan terjadinya lingkungan.

Rentan Respon Neurologi Adaptif Maladaptif • Pikiran logis • Pikiran kadang • Gangguan proses • Persepsi akurat menyimpang pikir: Waham • Emosi konsisten illusi • Halusinas dengan • Reaksi emosional • Kerusakan emosi pengalaman berlebihan dan • Perilaku tidak kurang sesuai • Perilaku tidak • Ketidakteraturan sesuai isolasi sosial • Menarik diri .

ambivalen 4. TANDA DAN GEJALA Menurut Kusumawati. manerisme. Fungsi motorik Imfulsif: gerakan tiba-tiba dan spontan. Dalam tatanan keperawatan jiwa respons neurobiologis yang sering muncul adalah gangguan isi pikir: waham dan PSP: halusinasi . sirkumtansial) 2. afek tidak sesuai. neologisme. perhatian. Fungsi emosi Afek tumpul: kurang respons emosional. afek datar. tidak dipengaruhi stimulus yang jelas. tidak bertujuan. reaksi berlebihan. Fungsi sosial kesepian Isolasi sosial. katatonia 5. dan pengorganisasian bicara (tangensial. Gangguan fungsi kognitif (perubahan daya ingat) Cara berfikir magis dan primitif. dan harga diri rendah 6. Fungsi persepsi Depersonalisasi dan halusinasi 3. menarik diri. (2010) yaitu : 1. stereotipik gerakan yang diulang-ulang. bentuk. isi pikir.

diucapkan berulang-ulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan • Perilaku klien “Saya ini pejabat Di kementrian !” “Saya punya perusahaan paling besar lho “ . KLASIFIKASI WAHAM • Jenis waham WAHAM KEBESARAN • Pengertiannya Keyakinan secara berlebihan bahawa dirinya memiliki kekuatan khusus atau kelebihan yang berbeda dengan orang lain.

berulang-ulang tetapi tidak sesuai diucapkan berulang-ulang tetapai dengan kenyataan tidak sesuai dengan kenyataan • Perilaku klien • Perilaku “ Saya adalah tuhan yang bisa “ Saya tahu mereka mau menguasai dan Mengendalikan semua menghancurkan saya. Waham Agama Waham Curiga • Pengertian • Pengertian • Keyakinan seseorang atau Keyakinan terhadap suatu agama Sekelompok orang yang mau secara berlebihan. diucapkan merugikan atau mencederai dirinya. karena iri makhluk” dengan kesuksesan saya” .

diucapkan penyakit. Waham somatik Waham Nihlistik • Pengeriannya • Pengertiannya Keyakinan seseorang bahwa tubuh Keyakinan seseorang bahwa Dirinya atau sebagian tubuhnya Terserang sudah meninggal dunia.ulang tetapi tidak sesuai tetapi tidak sesuai dengan kenyataan dengan kenyataan • Perilaku • Perilaku “ Saya menderita kanker”. diucapkan berulang-ulang berulang. pemeriksaan lab tidak ada sel kanker semua yang ada disini adalah roh-roh pada tubuhnya nya” . Padahal hasil “ ini saya berada di alam kubur ya.

Rencana Keperawatan RENPRA.docx .

Strategi pelaksanaan A. Proses Keperawatan Kondisi Klien Data Subyektif: • Interprestasi tidak akurat atas informasi (orang lain adalah mata-mata iblis) • Ketidakmampuan membedakan secara internal stimulus dari suatu kejadian /fakta (presiden adalah yang mengatur hidup dan mati) • Merasa curiga • Merasa cemburu • Merasa diancam/diguna-guna • Merasa sebagai orang hebat dan memiliki kekuatan yang luar biasa • Merasa orang lain menjauh • Merasa tidak ada yang mau mengerti • Klien mengatakan tidak sederajat dengan oang lain .

Data Obyektif: • Marah-marah tampa sebab • Banyak berkata-kata • Menyendiri • Sirkumtansial • Inkoheren • Marah-marah karena hal yang sepele • Peryataannya tidak terbantah  Diagnosa Keperawatan Gangguan proses pikir : Waham .

Tujuan khusus Tindakan keperwatan • Klien dapat membina hubungan • Bina hubungan saling percaya saling percaya • Bantu orientasi realita • Klien dapat membantu orientasi realita • Diskusikan kebutuhn yang tidak terpenuhi • Klien dapat mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi • Bantu klien dalam memenuhi kebutuhannya • Klien dapat memnuhi kebutuhannya • Anjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian .

..... Nama bapak/ibu siapa senangnya dipanggil siapa?  Evaluasi/Validasi : Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bagaimana tidurnya semalam?  Kontrak • Topik : Bapak/ibu saya ingin bebincang-bincang dengan bapak untuk saling mengenal • Waktu : Bapak/ibu kita akan berbincang-bincang jam berapa? Dan berapa lama? • Tempat : Bgaimana kalau kita berbincang-bincang disini saja? • Tujuan : Kita berbincang-bincang agar kita saling mengenal .saya praktek disini selama empat minggu dari tanggal . Proses pelaksanaan tindakan Fase Orientasi  Salam Terapeutik : selamat pagi bapak perkenalkn nama saya “A” senang di panggil “A” saya mahasiswa Esa Unggul yang akan merawat bapak/ibu...sampai.tapi saya praktek diruangn ini hanya dua minggu..

Kalau bapak tidak bisa mengerjakannya sendiri saya akan bantu. kalau tidak beri tanda T. Selama bapak disini kebutuhan apa saja yang tidak terpenuhi? Kalau disini apa yang bapak bisa lakukan sendiri harus dikerjakan sendiri. kalau di bantu suster diberi tanda B. kalau bapak mengerjakannya sendiri beri tanda M. .• Fase Kerja Bapak /ibu sudah berapa lama disini? Apa yang bapak rasakan hari ini? Waktu dibawa kesini ada kejadian apa dirumah? Wah baju yang bapak pakai bagus sesuai dengan celana yang bapak pakai.

Fase Terminasi • Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang dengan saya dan melakukan kegiatan bersama-sama? • Evaluasi Obyektif Coba bapak/ibu peragakan dan sebutkan kegiatan yang tadi kita lakukan • Rencana Tindak Lanjut Baik bapak/ibu saya rasa sudah cukup pembicaraan kita hari ini. Saya harap bapak/ibu mengingat saya dan mau melaksanakan kegiatanyang dapat bapak lakukan sendiri dalam memenuhi kebutuhan bapak/ibu dan jangan lupa masukkan dalm kegiatan harian .

bagaimana kalau ditempat ini lagi? Baiklah sampai bertemu besok lagi ya pak Selamat pagi pak/bu .Kontrak yang akan datang • Topik : Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi dan berbincang-bincang lagi tentang kemampuan yang bapak miliki • Waktu : Bagaimana kalau kita berbincang-bincang kembali besok jam 09.apakah setuju? • Tempat : Mau dimana besok kita berbincang-bincang.30 WIB selama 15 menit.