You are on page 1of 19

MODEL PENGEMBANGAN

MEDIA PEMBELAJARAN
INTERAKTIF
“LEE & OWEN”
KELOMPOK 4 OFFERING C 2016
MODEL PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN INTERAKTIF
“ LEE & OWEN “
Model pengembangan Lee & Owen merupakan model
yang dikhususkan untuk mengembangkan multimedia
(Lee & Owens, 2004). Model pengembangan ini
dikatakan sebagai model prosedural karena urutan
langkah dalam prosesnya tersusun secara sistematis
dan setiap langkah pengembangan memiliki urutan
langkah pengembangan yang tersusun jelas.
LANGKAH – LANGKAH
PENGEMBANGAN MODEL LEE & OWEN
Prosedur pengembangan dalam model Lee & Owen terdiri dari
lima tahapan, yaitu:
1. Penilaian / analisis  analisis kebutuhan dan analisis
awal akhir.
2. Desain
3. Pengembangan
4. Implementasi
5. Evaluasi
PENILAIAN/
ANALISIS

ANALISIS ANALISIS
KEBUTUHAN AWAL AKHIR

ALUR TAHAPAN
PENGEMBANGAN MEDIA
EVALUASI DESAIN
PEMBELAJARAN
“LEE & OWEN”

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN
TAHAP PERTAMA

Tahap pertama adalah tahap penilaian dan analisis
(assessment/analysis) yang dibagi menjadi dua
bagian yaitu penilaian kebutuhan (need assessment)
dan analisis awal akhir (front-end analysis) (Lee &
Owens, 2004
a. PENILAIAN KEBUTUHAN
(Need Assesment)
Analisis kebutuhan dilakukan dengan metode wawancara langsung dan
observasi. Seorang peneliti yang menggunakan model pengembangan Lee &
Owen akan melakukan hal, sebagai berikut:
1. Observasi terhadap proses pembelajaran yang ada di kelas,
2. Wawancara dengan guru mata pelajaran, dan
3. Menyebarkan angket respon kepada siswa.
Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi
nyata dan kondisi yang diinginkan
Instrumen  Pedoman Wawancara
Pedoman Observasi
Tujuan Instrumen  Pertanyaan dan observasi focus terhadap hal yang ingin
diketahui tidak melebar .
a. ANALISIS AWAL DAN AKHIR
(Front-end Analysis)
Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lengkap
mengenai apa yang akan dikembangkan. Hal-hal yang dilakukan pada
analisis awal dan akhir, sebagai berikut:

1. Analisis Siswa, 6. AnalisisTujuan,
2. Analisis Teknologi, 7. Analisis Masalah,
3. Analisis Situasi, 8. Analisis Media,
4. Analisis Tugas, 9. Analisis Data yang sudah ada,
5. Analisis Kejadian Penting, 10.Analisis Biaya.
■ Analisis Siswa
Bertujuan untuk mengidentifikasi
karakteristik siswa. Hasil dari analisis
ini akan disesuaikan dengan
■ Analisis Teknologi
pengembangan media pembelajaran.
Analisis siswa meliputi: Mengidentifikasi kemampuan teknologi
1. Jumlah siswa dalam kelas yang yang dimiliki oleh sekolah objek
menjadi objek penelitian penelitian. Apakah sekolah tersebut
memiliki fasilitas yang dapat menunjnag
2. Karakteristik siswa dalam proses
pembelajaran proses pembelajaran menggunakan
multimedia pembelajaran interaktif atau
3. Respon siswa terhadap tidak. Fasilitas seperti labortorium
pembelajaran oleh guru computer, proyektor, serta laptop yang
Informasi dari analisis siswa dapat dimiliki guru
digunakan oleh guru membuat dan
menerapkan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi karakteristik
siswa.
■ Analisis Tugas
■ Analisis Situasi Analisis yang mencangkup prosedur
untuk tugas – tugas yang perlu dikuasai
Analisis yang mencangkup situasi oleh siswa terhadap materi
lingkungan belajar peserta didik, pembelajaran. Materi diambil pada
berkaitan dengan letak geografis pembelajaran yang dianggap sulit
sekolah objek penelitian. Hasil dari dipahami oleh siswa. Pada tahap analisis
analisis ini berpengaruh dlam proses ini peneliti mengkaji tentang indikator
perancangan media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang telah
yang akan diterapkan dalam proses ditentukan dalam proses pembelajaran.
pembelajaran Hasil dari analisis ini digunakan sebagai
penentuan materi pembelajaran yang
akan digunakan dalam media.
■ Analisis Tujuan
■ Analisis Kejadian Penting Analisis tujuan dilakukan dalam rangka
Analisis ini penting dilakukan untuk menentukan apa yang akan menjadi isi
menentukan mana yang harus (materi pengetahuan), bagaimana agar
diajarkan dan mana yang tidak harus efektif diukur keberhasilannya, memilih
diajarkan. Hal itu dilakukan guna media yang digunakan. Perumusan tujuan
secara efektif dapat menetapkan juga disesuaikan dengan kompetensi yang
kinerja yang dilakukan. Selain itu juga telah ditentukan. Terdapat lima domain
agar dapat mengetahui apa yang belajar yang perlu diperhatikan dalam
diharapkan termasuk solusi masalah rangka membuat tujuan yaitu, kognitif,
yang dihadapi. afektif, gerak, psikomotor dan
metakognitif.
■ Analisis Masalah ■ Analisis Media
Mengidentifikasi pokok persoalan Strategi penyampaian media yang sesuai
untuk menentukan media apa yang berdasarkan hasil observasi dan
dibutuhkan siswa. Kegiatan ini wawancara. Analisis media ini digunakan
diperlukan karena untuk lebih fokus untuk menentukan bentuk dan isi dari
terhadap produk yang dikembangkan.
Identifikasi pokok persoalan ini lebih media tersebut. Terdapat berbagai jenis
mengacu pada tingkat pemahaman media pembelajaran yang dapat
dan gaya belajar siswa. Hasil dari digunakan, media tersebut disesuaikan
analisis ini digunakan sebagai dengan kebutuhan dan kondisi lapang.
penentuan materi pembelajaran dan Media pembelajaran ini harus
media yang sesuai dengan disesuaikan dan berkaitan dengan hasil
permasalahan dan kebutuhan. analisis sebelumnya yang telah dilakukan.
■ Analisis Data yang Sudah Ada
Analisis data dilakukan dalam rangka
memecahkan masalah yang ditemui. Untuk ■ Analisis Media
melaksanakan analisis data ada beberapa Analisis biaya merupakan analisis
kegiatan yang harus dilakukan yaitu: analisis akhir penleitian. Analisis ini
a) Mengidentifikasi sumber informasi diperlukan untuk mengukur
tingginya biaya yang diperlukan
b) Mengumpulkan informasi dan bahan- dalam pembuatan media
bahan pembelajaran pembelajaran. Pada tahap analisis
c) Mengevaluasi informasi berdasarkan biaya ini mencakup kegiatan
tujuan, pembelajar dan kebutuhan penentuan biaya, penggunaan biaya
dan mencatat hasil akhir biaya.
d) Putuskan apakah akan membeli atau Banyaknya biaya yang diperlukan
membuat dalam pembuatan media dijelaskan
e) Mengevaluasi apa yang sudah diputuskan secara rinci.
f) Dokumentasikan hasil-hasilnya
TAHAP KEDUA
Tahap kedua adalah tahap desain, yang mencangkup
serangkaian kegiatan, sebagai berikut:
1. Membuat jadwal dalam pengembangan multimedia,
2. Merancang spesifikasi media yang akan dikembangkan,
3. Merancang struktur materi yang akan dikembangkan
berdasarkan hasil analisis,
4. Menyiapkan perangkat yang diperlukan dalam proses
validasi ahli dan uji coba audiens.
TAHAP KETIGA

Tahap Ketiga adalah pengembangan produk
 menerjemahkan spesifikasi produk dalam
wujud fisik  Software multimedia interaktif.
Tahap pengembangan meliputi serangkaian kegiatan, sebagai
berikut:
1. Pembuatan Storyboard  berfungsi sebagai pedoman bagi
pengembang dalam input materi,
2. Mengembangkan desain interface yang akan digunakan dalam
produk multimedia interaktif,
3. Mengembangkan penyajian konten yang disajikan dalam
multimedia interktif,
4. Melakukan review atau perbaikan yang diperlukan sehingga
produk dinilai layak untuk diimplementasikan dalam proses
pembelajaran,
5. Pengemasan produk dalam bentuk CD (compact disk).
TAHAP KEEMPAT

Tahap keempat adalah implementasi. Pada tahap ini,
dilakukan validasi ahli media dan validasi ahli materi.
Instrumennya lembar validasi atau instrument validasi.
Setelah produk dinyatakan layak oleh ahli, selanjutnya
diujicobakan kepada siswa. Tahap implementasi ini
mencakup serangkaian kegiatan uji coba audiens yang
terdiri dari uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok
besar.
Sebelum uji coba guru membuat RPP. Kegiatan uji coba
kelompok kecil dan uji coba kelompok besar melibatkan
siswa sebagai subjek uji coba. Uji coba kelompok kecil
melibatkan beberapa sampel siswa yang diambil
berdasarkan tingkat pemahaman materi atau hasil
belajar yang dicapai melalui data nilai dari guru kelas.
Uji coba kelompok besar melibatkan siswa satu kelas,
namun siswa yang telah mengikuti uji coba kelompok
kecil tidak di ikut sertakan pada uji coba kelompok
besar.
TAHAP KELIMA
Tahap kelima adalah tahap evaluasi, pengembang melakukan
evaluasi terhadap produk multimedia interaktif. Evaluasi yang
dilakukan berorientasi pada kevalidan multimedia yang
dikembangkan melalui validasi ahli media, ahli materi serta
hasil uji coba produk. Tahap evaluasi ini berkaitan dengan
tahap sebelumnya, yaitu tahap implementasi. Tahap evaluasi
dilakukan setelah masing-masing serangkaian kegiatan
Implementasi (validasi ahli dan uji coba produk) dilakukan.
Tahap evaluasi dilakukan berdasarkan hasil validasi ahli dan
uji coba produk.
TERIMA KASIH