You are on page 1of 15

Crystallizer

Operasi Teknik Kimia
I
Teknik Kimia S1 – C
2018

2 Elisa Pebrianti Juniati Safitri Nervi Rita Anggota Kelompok Revan Trio Yudha Putra .

cairan induk (mother liquor) akan dikristalisasi menghasilkan kristal menggunakan crystallizer. • Campuran antara kristal hasil kristalisasi dan larutan yang belum mengkristal disebut magma . 3 • Kristalisasi merupakan proses pemisahan padat – cair dimana terjadi perpindahan massa dari solut (zat terlarut) menuju padatan dari fasa yang homogen. • Pada Industri.

Pelarut diuapkan agar terjadi keadaan lewat jenuh (supersaturation) 02 Kristalisasi Pendinginan Dilakukan apabila zat yang akan dikristalisasi tidak tahan terhadap panas. 04 Penambahan Zat Lain Penambahan zat lain menyebabkan zat yang akan dikristalisasi terdesak dan membentuk kristal (Cth : Penambahan garam untuk pemisahan bahan organik) . Zat didinginkan sehinggan kristal terbentuk melalui pembekuan 03 Kristalisasi Pemanasan dan Pendinginan Larutan panas yang jenuh dialirkan kedalam sebuah ruangan yang divakumkan. sebagian pelarut menguap. panas penguapan diambil dari larutan itu sendiri. sehingga larutan menjadi dingin dan lewat jenuh. 4 01 Kristalisasi Penguapan Dilakukan apabila zat yang akan dikristalisasi tahan terhadap panas.

crystallizer terbagi 2 : . Crystallizer tanpa Circulating Magma Crystallizer dengan Circulating Magma Berdasarkan ada tidaknya sirkulasi magma.

larutan dipaksa kembali ke heat exchanger menggunakan pompa • Digunakan pada produksi garam dan zat kimia (cth : sodium sulfate) . 6 • Crystallizer menggabungkan proses pendinginan dan penguapan (evaporasi). agar larutan menjadi larutan lewat jenuh (supersaturated) • Terdapat heat exchanger untuk memanaskan mother liquid • Setelah dikristalisasi.

com . 7 The Power of PowerPoint .thepopp.

8 Kelebihan Kekurangan • Salah satu tipe crystallizer yang paling • Ukuran kristal sulit diatur “murah” • Tersedia dalam berbagai ukuran. tergantung kebutuhan • Karena dialirkan secara paksa. laju aliran pada crystallizer menjadi tinggi. sehingga mengurangi kristal yang mengendap di dalam tangki .

dan juga dapat digunakan untuk memproduksi garam. juga terdapat baffle untuk memisahkan kristal berukuran kecil (fine crystal) • Digunakan untuk memproduksi amonium sulfat. 9 • Draft Tube menyediakan sirkulasi untuk mekanisme sirkulasi. . Draft Tube juga dapat memisahkan cairan induk dengan kristal yang terbentuk • Terdapat pengaduk (agitator) yang berguna untuk mempercepat proses nukleasi • Pada badan crystallizer. memurnikan senyawa organik.

10 .

karena kristal yang • Tidak efektif juga digunakan untuk berukuran kecil dapat didaur ulang mengkristalisasi larutan berdensitas tinggi. • Energi yang digunakan lebih sedikit dibandingkan Forced – Circulation Crystallizer . 11 Kelebihan Kekurangan • Ukuran kristal lebih mudah untuk dikontrol • Kristal yang mengendap di dinding ukurannya Crystallizer sulit dilepas • Lebih ekonomis.

sehingga suhu larutan meningkat. sodium carbonate. Umpan didinginkan terlebih dahulu menggunakan heat exchanger • Setelah dikristalisasi. • Digunakan untuk produksi sodium cloride. dan sodium chlorate . larutan dipaksa kembali ke heat exchanger menggunakan pompa • Pada badan crystallizer terjadi benturan antara larutan induk dan kristal yang telah terbentuk sebelumnya. 12 • Kristalisasi yang terjadi merupakan kristalisasi pendinginan.

13 .

. 14 • Crystallizer dirancang berdasarkan adanya perbedaan suspensi yang terbentuk pada chamber of suspension • Didalam chamber of suspension terdapat fludized bed yang akan memisahkan kristal dari cairan induk • Larutan yang belum mengkristal dipompa kembali ke heat exchanger/cooler.

15 .