FILSAFAT DAN SEJARAH

SAINS
THOMAS KUHN

Anggota • Mukhasin (K2312045) • Murawan (K2312046) • Mustofa Nafis (K2312047) • Mutmainah R (K2312048) www.com .themegallery.

Ohio. pada tahun 1922.• Thomas Samuel Kuhn dalam bukunya Structure Scientific Revolutions pada tahun 1962 mengawali sebuah zaman baru dalam memahami ilmu. Ia melanjutkan studi pasca sarjana dalam bidang fisika teoritis. namun kemudian memutuskan berpindah ke bidang sejarah ilmu hanya sesaat sebelum menyelesaikan disertasinya. Kuhn belajar fisika di Harvard University. . Lahir di Cincinnati.

KRISIS DAN MUNCULNYA TEORI ILMIAH THOMAS KUHN .

 Konsep sentral Kuhn adalah apa yang dinamakan dengan paradigma.  Konsep paradigma oleh kuhn diartikan sebagai kegiatan destruktif dan konstruktif. Khun. .  Paradigma merupakan suatu citra yang fundamental pada pokok permasalahan dari suatu ilmu. Istilah ini erat kaitannya dengan sains normal. 2008). pernyataan-pernyataan apa yang seharusnya dikemukakan dan kaidah-kaidah apa yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperolehnya (Thomas S. yang oleh Kuhn dimaksudkan untuk mengemukakan bahwa beberapa contoh praktik ilmiah nyata yang diterima menyajikan model-model yang melahirkan tradisi-tradisi padu tertentu dari riset ilmiah. Paradigma menggariskan apa yang seharusnya dipelajari.

dan masalah yang mereka anggap penting. serta jalur-jalur teori dan eksperimen baru yang secara radikal tidak bisa dibandingkan lagi dengan yang lama. Kuhn menyatakan bahwa paradigma sangat menentukan jenis-jenis eksperimen yang dilakukan para ilmuuwan. pengumpulan fakta tahap awal jauh lebih berupa kegiatan acak jika dibandingkan dengan kegiatan yang telah diakrabi dalam perkembangan ilmu yang lebih lanjut. teknik-teknik riset baru. jenis-jenis pertanyaan yang mereka ajukan.  Pergeseran paradigma mengubah konsep-konsep dasar yang melandasi riset dan mengilhami standar-standar pembuktian baru. . Akibatnya.

 Keberhasilan sebuah paradigma semisal analisis Aristoteles mengenai gerak. Pada mula-nya sebagian besar adalah janji akan keberhasilan yang dapat ditemukan contoh-contoh pilihan dan yang belum lengkap. atau yang lainnya. Paradigma mem-peroleh statusnya karena lebih berhasil daripada saingannya dalam memecahkan masalah yang mulai diakui oleh kelompok praktisi bahwa masalah-masalah itu rawan. . Dan ini sifatnya masih terbatas serta kete-patannya masih dipertanyakan. baik dalam cakupan maupun ketepatannya. pada waktu itu paradigma mereka diakui ilmuan lain karena dianggap paling mampu menjelaskan masalah yang berangkutan. atau perhitungan Ptolemeus tentang kedudukan planet. Namun. Paradigma pada saat pertama kali muncul itu sifatnya masih sangat terbatas.

Kasus perubahan paradigma yang sangat terkenal 1. Munculnya astronomi copernicus 2. munculnya teori oksigen Lavoisier tentang pembakaran .

Bagi planet. sistem itu secara mengagumkan berhasil memprakirakan perubahan-perubahan posisi bintang maupun planet-planet.  Pada sekitar abad ke 16 semakin banyak astronom Eropa yang mengakui bahwa paradigma astronomi itu tidak berhasil diterapkan pada masalah-masalah tradisonalnya sendiri. dan berhasil memprakirakan perubahan-perubahan posisi bintang maupun planet-planet. Pengakuan itu menjadi dasar alasan Copernicus menolak paradigma Ptolemaeus dan memulai mencari paradigma yang baru. untuk berhasil secara mengagumkan tidak pernah harus berhasil secara sempurna. Akan tetapi. bagi teori sains. prakiraan Ptolemaeus sama baiknya dengan prakiraan Copernicus. . Munculnya astronomi copernicus  Teori Ptolemaeus mula-mula dikembangkan dua abad sebelum dan sesudah masehi.

.  tahun 1756. kedua contoh gas dikira berbeda hanya dalam ketakmurniannya. ketika Joseph Black memperlihatkan bahwa udara yang bercampur (CO2) secara konsisten tidak dapat dibedakan dari udara yang normal.Teori oksigen Lavoisier tentang pembakaran  Sejarah yang pertama dimulai pada abad ke 17 dengan perkembangan pompa udara dan penggunaannya dalam eksperimentasi kimiawi.

misalnya dilakukan oleh Cavendish. . sehingga teori flogiston ternyata semakin kecil kemampuannya untuk mengikuti pengalaman laboratorium. Priestly dan Scheele. penyelidikan tentang gas maju dengan pesat. Mereka bersama-sama mengembangkan sejumlah teknik baru yang mampu membedakan satu contoh gas dari yang lainnya. Mereka semua percaya kepada teori flogiston dan menggunakannya dalam rancangan dan interpretasi eksperimen mereka. Namun. teori oksigen Lavoisier tentang pembakaran  Setelah karya Black.  Scheele adalah orang pertama yang menghasilkan oksigen dengan serangkaian eksperimen yang rumit. hasil akhir eskperimen mereka itu beraneka macam gas dan sifat gas yang begitu rumit.

 Namun. kesimpulan abad 17 tampaknya tidak perlu bagi kebanyakan ahli kimia. Di samping itu. munculnya teori oksigen Lavoisier tentang pembakaran  Lavoisier berkeinginan untuk menerangkan perolehan bobot yang dialami oleh benda yang dibakar. Bobot tidak selalu digunakan untuk mengukur kuantitas materi. Dari fakta yang sama. pada abad ke 17 beberapa peneliti telah menyimpulkan bahwa logam yang dibakar mengambil suatu bahan yang bercampur dengan atmosfer. . tambahan bobot ketika dipanggang masih tetap merupakan gejala yang terisolasi.

 Dalam perkembangan selanjutnya. Krisis dan Revolusi Sains  Penemuan ilmu dapat berasal dari hasil empiris. seperti hal Ptolomues memperhatikan perpindahan kemunculan bintang di langit hingga Ptolomeus berpendapat bahwa bumi merupakan pusat dari jagad raya dan paham tersebut menjadi ilmu dan didukung oleh gereja. ketidakberhasilan teori Ptolemeus betul-betul terungkap ketika muncul paradigma baru dari Copernicus. secara dramatis. . yang berpendapat bahwa mataharilah yang menjadi pusat dari tata surya di jagar raya ini dan keberanian Copernicus membantah absolutisme gereja merupakan hal yang revolusioner dalam ilmu pengetahuan hingga moment tersebut banyak para ahli mengatakan bahwa saat itu disebut revolusi intelektual.  Namun paham tersebut dibantah oleh Nicolaus Copernicus.

.

 Sesudah mencapai status paradigma.  kegiatan ilmiah dalam masa sains normal. ilmuwan berkesempatan mengembangkan paradigma secara rinci dan mendalam. Dalam tahap ini ilmuwan tidak bersikap kritis terhadap paradigma yang membimbing aktivitas ilmiahnya. dan selama menjalankan riset ini ilmuwan bisa menjumpai berbagai fenomena yang disebut anomali. Kesadaran akan anomali memainkan peran dalam munculnya jenis-jenis gejala yang baru. karena tidak sibuk dengan hal-hal yang mendasar. . teori sains hanya di nyatakan tidak sahih jika ada calon alternatif untuk menggantikannya.

Dengan demikian sang ilmuwan sudah keluar dari sains normal. Untuk mengatasi krisis. ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang lama sambil memperluas cara-cara itu atau mengembangkan sesuatu paradigma tandingan yang bisa memecahkan masalah dan membimbing riset berikutnya. maka lahirlah revolusi ilmiah. maka bisa timbul krisis. Jika anomali ini kian menumpuk. Jika yang terakhir ini terjadi. . Dalam krisis inilah paradigm mulai dipertanyakan.

Menurut Thomas Kuhn revolusi sains muncul jika paradigma yang lama mengalami krisis sehingga akhirnya lmuan mencampakannya dan merangkul paradigma yang baru yang lebih relevan. . Thomas Kuhn dalam bukunya yang berjudul Peran Paradigma dalam Revolusi Sains mengatakan bahwa revolusi adalah proses menjebol tatanan lama ke akar-akarnya kemudian menggantinya dengan tatanan yang baru sama sekali.

suatu teori atau paradigm baru hanya muncul setelah ada kegagalan yang nyata dalam kegiatan memecahkan masalah yang normal. nilai dan teknik yang dimiliki suatu komunitas ilmiah dalam memandang sesuatu (fenomena). .  Menurut Thomas Kuhn. KESIMPULAN  Paradigma dapat diartikan sebagai keseluruhan konstelasi kepercayaan.