You are on page 1of 26

REFERAT

PNEUMOTORAKS

Oleh:
Adinda Hana Satrio (UPN)
Eka Sulistyowati (UPN)
Tiara Windasari (YARSI)

Pembimbing :
dr. Vininta F, Sp.Rad

KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI


RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT
GATOT SOEBROTO JAKARTA
2018
PEMBAHASAN
• ANATOMI PLEURA

Gambar 1. Anatomi Pleura


FISIOLOGI
• Fungsi mekanis pleura adalah meneruskan tekanan
negatif thoraks ke dalam paru yang elastis dapat
mengembang.

• Inspirasi :
– Gerak otot pernapasan yaitu m.intercostalis dan diafragma
 rongga dada membesar  udara akan terhisap masuk
melalui trakea dan bronkus.

• Adanya lubang di dinding dada atau di pleura viseralis,


menyebabkan udara masuk ke rongga pleura 
pleura viseralis terlepas dari pleura parietalis dan paru
tidak lagi ikut dengan gerak napas dinding thoraks dan
diafragma. Hal ini terjadi pada pneumotoraks.
Definisi Pneumotoraks

Gambar 2. Pneumotoraks

Pneumotoraks ialah
adanya udara dalam
rongga pleura.
Etiologi Pneumotoraks
Menurut penyebabnya, dikelompokkan
menjadi dua :

1. Spontan
Berdasarkan jenis fistulanya,
Terjadi secara tiba-tiba. pneumotoraks
Pneumotoraks tipe ini dapat diklasifikasikan
lagi ke dalam dua jenis, yaitu : diklasifikasikan ke dalam tiga
– Primer
– Sekunder
jenis, yaitu :
2. Pneumotoraks Traumatik
1. Pneumotoraks Tertutup
(Simple Pneumothorax)
akibat adanya suatu trauma, baik trauma
penetrasi maupun bukan  robeknya pleura, 2. Pneumotoraks Terbuka
dinding dada maupun paru.
Pneumotoraks tipe ini juga diklasifikasikan (Open Pneumothorax)
lagi ke dalam dua jenis, yaitu :
– Pneumotoraks
iatrogenik
traumatik non- 3. Pneumotoraks Ventil
– Pneumotoraks traumatik iatrogenik (Tension Pneumothorax)
Patofisiologi Pneumotoraks
Kerusakan pleura parietal dan atau viseral
 Masuknya udara dari struktur yg
berdekatan atau berada dalam cavum
thorax ke dalam cavum pleura  Udara
terperangkap  meningkatkan tekanan
positif di rongga pleura  menekan
mediastinum dan mendorong jantung serta
paru ke arah kontralateral  turunnya curah
jantung dan timbulnya hipoksia 
menggangu kestabilan hemodinamik
Gejala Klinis
– Nyeri dada dan sesak
– Spektrum bervariasi dari yang sangat berat dengan
sianosi dan takipnea sampai yang relative
asimtomatis
– Tanda dan gejala tidak selalu harus berkolerasi
dengan derajat kolaps paru. Tanda-tanda tension
pneumothoraks :;
• Takikardia
• Distensi v.jugularis
• Tidak terdengar suara pernafasan
• Hiperresonan pada perkusi
• Pergeseran trakea dan jantung menjauhi sisi yang terkena
• Kondisi pasien dapat sangat buruk dengan tanda-tanda
gangguan jantung paru.
Gambaran Radiologi
• Foto Thoraks
– Bayangan udara dalam rongga pleura
memberikan bayangan radiolusen yang tanpa
struktur jaringan paru (avascular pattern)
– dengan batas paru berupa garis radioopak
tipis berasal dari pleura viseral.
– Jika pneumothoraks luas, akan menekan
jaringan paru menjadi kuncup/kolaps di
daerah hilus dan mendorong mediastinum ke
arah kontralateral. Selain itu sela iga menjadi
lebih lebar.
Gambar Thoraks Normal True Pneumothorax Line
Garis Pleura Viceral
Pada Pneumothorax
Gambar 7. Erect Projection

Adanya sudut deep


costophrenic pada
posisi telentang
mungkin satu-satunya
tanda pneumotoraks

Gambar 8. Supine Projection


Gambar. Deep Sulcus Sign
Dalam posisi terlentang, udara dalam pneumotoraks yang relatif besar
dapat mengumpul di anterior dan inferior dada dan menggusur sulkus
kostofrenikus inferior, sementara pada saat yang sama menghasilkan
peningkatan lucency sulkus (panah hitam). Ini disebut tanda sulcus
mendalam dan merupakan tanda dari pneumotoraks pada radiografi
terlentang. Perhatikan bagaimana jauh lebih rendah sulkus kostofrenikus
kiri muncul dari sulcus kanan (panah putih).
Beberapa kemungkinan yang mengarah
pada kesalahan diagnosa pneumothoraks :
1. Pada beberapa penyakit
seperti :
• Bullous desease of the lung
• Kista yang besar di paru
• Emboli paru yang dapat
menyebabkan kurangnya
perfusi menyebabkan
menurunnya pembuluh darah
yang terlihat di bagian tertentu
pada paru

Gambar. Penyakit Bullosa


2. Lipatan Kulit

Sebuah lipatan kulit dapat meniru garis pleura;


biasanya, pasien asimtomatik

Gambar . A. Lipatan kulit meniru


pneumotoraks dan B. true pneumotoraks
3. Mengira bahwa perbatasan medial
scapula merupakan pneumothoraks

Gambar. Tepi Scapula Mirip Dengan


Pneumothoraks
Tipe Pneumotoraks :

Gambar. Simple Pneumothoraks dengan


Gambar 17. Tension Pneumothoraks
tidak ada pergeseran
Ada pneumothorax sisi kiri besar (panah
putih) dengan tidak ada pergeseran dari
jantung atau trakea ke kanan. Ada
emfisema subkutan terlihat di wilayah bahu
kiri (panah hitam).
Tanda Tension Pneumotoraks:
• Paru kiri benar-benar dikompresi (panah).
• Trakea terdorong ke kanan (panah)
• Jantung tergeser ke sisi kontralateral - perhatikan batas
jantung kanan terdorong ke kanan (garis merah)
• Hemidiafragma kiri tertekan (garis oranye)
Perhitungan Luas Pneumotoraks
Berguna terutama dalam penentuan jenis kolaps, apakah
bersifat parsialis ataukah totalis. Ada beberapa cara yang
bisa dipakai dalam menentukan luasnya kolaps paru,
antara lain :
• Menjumlahkan jarak terjauh antara celah pleura pada
garis vertikal, ditambah dengan jarak terjauh antara
celah pleura pada garis horizontal, ditambah dengan
jarak terdekat antara celah pleura pada garis horizontal,
kemudian dibagi tiga, dan dikalikan sepuluh.
% luas pneumotoraks

A + B + C (cm)
= __________________ x 10
3
• Rasio antara selisih luas hemitoraks dan
luas paru yang kolaps dengan luas
hemitoraks.
(L) hemitorak – (L)
kolaps paru
(AxB) - (axb)
_______________ x 100 %

AxB
Pneumotoraks parsialis, yaitu
pneumotoraks yang menekan Pneumotoraks totalis, yaitu
pada sebagian kecil paru (< pneumotoraks yang mengenai
50% volume paru). sebagian besar paru (> 50%
volume paru).
Pada pneumotoraks perlu diperhatikan
kemungkinan terjadi keadaan ini :
1. Pneumomediastinum, terdapat ruang
atau celah hitam pada tepi jantung
mulai dari basis sampai ke apeks
2. Emfisema Subkutan, dapat diketahui 1
bila ada rongga hitam di bawah kulit.
3. Hidropneumotoraks

2 3
CT-scan thorax
• CT scan dada sering digunakan dengan pada
pasien dengan pneumothorax. CT mungkin
diperlukan untuk mendiagnosa pneumotoraks
pada pasien sakit kritis di antaranya tegak
atau decubitus film yang tidak mungkin.
Penatalaksanaan

• Observasi dan Pemberian O2


• Tindakan dekompresi
• Torakoskopi
• Torakotomi
• Tindakan Bedah
Komplikasi
• Pneumothorax tension (terjadi pada 3-5% pasien
pneumothorax), dapat mengakibatkan :
– Kegagalan respirasi akut,
– Pio-pneumothorax,
– Hidro- pneumothorax/hemo-pneumothorax,
– Henti jantung paru dan kematian (sangat jarang
terjadi);
– Pneumomediastinum dan
– Emfisema subkutan (insidensinya sekitar 1%),
– Pneumothorax simultan bilateral, insidensinya sekitar
2%,
– Pneumothorax kronik, bila tetap ada selama waktu
lebih dari 3 bulan, insidensinya sekitar 5%. (1)
Prognosis

• Pasien dengan pneumotoraks spontan


hampir separuhnya akan mengalami
kekambuhan, setelah sembuh dari observasi
maupun setelah pemasangan tube
thoracostomy.
• Kekambuhan jarang terjadi pada pasien-
pasien pneumotoraks yang dilakukan
torakotomi terbuka. Pasien-pasien yang
penatalaksanaannya cukup baik, umumnya
tidak dijumpai komplikasi.
TERIMA KASIH 