You are on page 1of 15

Badan Penelitian dan

Pengembangan
Provinsi Riau
2016

TINDAK LANJUT
KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI
PROVINSI RIAU PEKANBARU, 12-08-2016
Latar Belakang
Eksistensi Galangan Kapal Kayu di
Bagansiapi-api
200

150

100
Jumlah Galangan
Kapal Kayu
50

0
1980s 1990 2015 2016
Jumlah Galangan Kapal Tradisional
1980s 160
1990 70
2015 24
2016 12

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Latar Belakang

Akibat sulitnya mendapatkan kayu sebagai bahan baku


pembuatan kapal, banyak galangan kapal di Bagan Siapi Api
tutup dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
terhadap pekerjanya. Di perkirakan dalam satu galangan
kapal mempekerjakan 15 sampai dengan 20 orang tenaga
kerja.

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Latar Belakang

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Maksud Kegiatan

• Maksud kegiatan ini adalah menindaklanjuti kajian


mencari solusi upaya keberlanjutan eksistensi kapal
nelayan tradisional yang ada di wilayah Riau pesisir
khususnya untuk kapal dengan tonase di bawah 15
GT.

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Metodologi

• Metode Penelitian: Metode Survey


• Teknik Sampling : Convenience Sampling
• Jumlah Populasi : 12 (Sample Kecil)
• Jumlah Sample : 3

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Metodologi
– Survey lapangan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang dimiliki kapal kayu
tradisikonal yang mewakili eksisting kapal tradisional wilayah Riau pesisir, meliputi aspek
disain, material, dan konstruksi.
– Pembuatan prototype kapal ikan tradisional (kondisi eksisting) beserta spesifikasi teknis
yang dimilikinya meliputi aspek desain, material, dan konstruksinya.
– Pengujian laboratorium terhadap sampel uji karakteristik fisik dan mekanik kayu lokal
sebagai bahan subtitusi (pengganti) bahan kapal kayu.
– Pengujian laboratorium juga dilakukan terhadap sampel bahan alternatif dari bahan
komposit.
– Menganalisis aspek disain, material, dan konstruksi untuk menetapkan alternatif
eksistensi dan pengembangan teknologi perkapalan tradisional di masa mendatang.
Hasil kajian akan dituangkan dalam bentuk tulisan model disain beserta data teknis dan
spesifikasi kapal.
– Berdasarkan pada hasil pengambangan kajian disain model kapal pengambangan
tersebut pada poin 4, maka dibuat prototype jenis kapal alternatif (pengembangan),
yang mengacu pada hasil kajian kapal tradisional yang ditinjau berbagai aspek teknologi
sebagai hasil kajian tindak lanjut pengembangan teknologi perkapalan tradisional yang
sesuai untuk wilayah Riau pesisir.

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Anggaran Biaya

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Jadwal Kegiatan

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
Referensi
• BKI KAPAL KAYU 1996
• Nasoha, M (2014) Data Prasarana Penangkapan Ikan Kabupaten Bengkalis
Tahun 2014. Dinas Kelautan dan Perikanan: Pemerintah Kabupaten
Bengkalis.
• Fernata, Feri 2012. Kapal Fibreglas Sebagai Altenatif Pengganti Kapal Kayu
3 Gross Tonnage, Penelitian Prioritas Nasional Masterplan Percepatan dan
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (PENPRINAS MP3EI 2012).
• Jamal, 2015 “analisa desain struktur kapal pompong berbahan plastik high
density polyethylene di perairan riau pesisir” Tesis Pasca Sarjana Teknik
Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
• Matthew, 1993 “Pemanfaatan Kain Perca sebagai Campuran Beton”, Thesis
Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
• Mikell, 1996, “Analisis Sifat Mekanis Polyester dengan Penambahan Serat
Gelas”, Jurusan Teknik Mesinfakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
Malang.

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015
• "Industri galangan kapal di Rohil sudah menjadi
khas daerah, karena banyak tenaga kerja yang
direkrut disitu. Kalau seandainya ditutup nantinya
kemana mereka bekerja, nanti timbul pula
masalah Kambtibmas. Meski demikian, Staff Ahli
dari Kemenhut LH berjanji akan mencarikan
solusi. Paling tidak memanggil PT Diamond Raya
Timber karena memang masih ada hutan yang
menurut Undang-undang sebanyak 5 persen bisa
dikelola oleh masyarakat lokal," kata Bupati.
(adv0
• Maksud kegiatan ini adalah menindaklanjuti
kajian mencari solusi upaya keberlanjutan
eksistensi kapal nelayan tradisional yang ada
di wilayah Riau pesisir khusunya untuk kapal
dengan tonase di bawah 15 GT.
Tujuan

• Mengidentifikasi desain, material, dan konstruksi


kapal perikanan eksisting dengan tonase di bawah 15
GT di Pesisir Riau.
• Menetapkan alternatif keberlanjutan desain,
material, dan konstruksi kapal perikanan dengan
tonase di bawah 15 GT.

TINDAK LANJUT KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERKAPALAN DI PROVINSI RIAU, PEKANBARU 12 AGUSTUS 2015