You are on page 1of 46

Atelektasis

Oleh :
Angghiya Difadyaputra (161022127)
Marselia Wulansari Utami (1610221107)
Pembimbing :
dr. Vininta Fazharyanti, SpRad

Kepaniteraan Ilmu Radiologi


UPN Veteran Jakarta
RSGS Periode 5 Februari-10 Maret 2018
Definisi

• Atelektasis berasal dari kata ateles yang berarti “ tidak sempurna”


dan ektasis yang berarti “ekspansi “.
• Atelektasis adalah suatu keadaan paru atau sebagian paru yang
mengalami hambatan berkembang secara sempurna sehingga aerasi
paru berkurang atau sama sekali tidak berisi udara.
• Atelektasis berkenaan dengan kolaps dari bagian paru.Kolaps ini
dapat meliputi sub segmen paru atau seluruhparu. Atelektasis dapat
terjadi pada wanita atau pria dandapat terjadi pada semua ras
Anatomi Paru

• Paru-paru terletak pada


rongga dada, berbentuk
kerucut yang ujungnya
berada di atas tulang iga
pertama dan dasarnya
berada pada diafragma.
• Paru terbagi menjadi dua
yaitu, paru kanan dan paru
kiri. Paru-paru kanan
mempunyai tiga lobus
sedangkan paru-paru kiri
mempunyai dua lobus.
Kelima lobus tersebut dapat
terlihat dengan jelas.
• Setiap paru-paru terbagi lagi
menjadi beberapa
subbagian menjadi sekitar
sepuluh unit terkecil yang
disebut bronchopulmonary
segments.
• Paru-paru kanan dan kiri
dipisahkan oleh ruang yang
disebut mediastinum
• Paru-paru dibungkus oleh
selaput tipis yaitu pleura.
Pleura terbagi menjadi
pleura viseralis dan pleura
pariental.
• Pleura viseralis yaitu selaput
yang langsung membungkus
paru, sedangkan pleura
parietal yaitu selaput yang
menempel pada rongga
dada.
• Diantara kedua pleura
terdapat rongga yang
disebut kavum pleura
Fisiologi Paru

• Fungsi utama paru adalah sebagai alat pernapasan


yaitu melakukan pertukaran udara (ventilasi), yang
bertujuan menghirup masuknya udara dari
atmosfer kedalam paru-paru (inspirasi) dan
mengeluarkan udara dari alveolar ke luar tubuh
(ekspirasi).
Mekanisme Pernapasan

• Inspirasi terjadi ketika volume


paru >> selama inspirasi ->
tekanan intrapulmonal<< , ->
gradient tekanan yang
menyebabkan udara mengalir ke
dalam alveolus dari atmosfer ->
inspirasi
Mekanisme Pernapasan

• Ekspirasi : pada saat paru


menciut ke ukran pra inspirasi
karena otot melemas, >>
tekanan intra alveolus ->
gradient tekanan yang
menyebebakan udara mengalir
ke luar alveolus menuju
atmosfer -> ekspirasi
Etiologi

1. Bronkus tersumbat,penyumbatan bisa berasal didalam bronkus


(tumor bronkus,benda asing,cairan sekresi yang massif) dan
penyumbatan bronkus akibat penekanan dari luar bronkus ( tumor
sekitar bronkus,kelenjar membesar)
2. Tekanan ekstrapulmoner akibat pneumotoraks,cairan pleura
peninggian diafragma,herniasi alat perut ke dalam rongga
toraks,tumor intratoraks tapi ekstrapulmoner ( tumor mediastinum)
3. Paralisis atau paresis gerak pernafasan, akan menyebabkan
perkembangan paru tidak sempurna,misal pada kasus poliolielitis dan
kelainan neurologik lainnya
4. Hambatan gerak nafas karena kelainan pleura atau trauma toraks.
Keadaan ini juga akan menghambat pengeluaran secret bronkus yang
dapat memperhebat terjadinya atelectasis.
Etiopatogenesis

• Atelektasis Resorpsi Obstruksi ( benda asing,


akumulasi mucus)
Terjadi akibat adanya udara
di dalam alveolus. Apabila
aliran masuk udara kedalam Menghambat masuknya
alveolus dihambat,udara udara ke alveolus
yang sedang berada di dalam
alveolus akhirnya berdifusi Udara di dalam alveolus di
keluar dan alveolus akan absorbs sedikit demi sedikit
kolaps. ke dalam aliran darah

Kolaps alveolus
Etiopatogenesis

• Atelektasis Kompresi Efusi Pleura


Terjadi bila rongga pleura
sebagian atau seluruhnya Akumulasi cairan di
terisi dengan eksudat, rongga pleura
darah ,tumor,atau udara.
Kondisi ini ditemukan pada Penekanan pada paru
pneumotoraks, efusi
pleura, atau tumor dalam
Ekspansi paru menurun
toraks

Kolaps paru
Etiopatogenesis
Tb, abses paru,
bronkiektasis,
• Atelektasis Kontraksi pneumonia
Terjadi akibat perubahan-
Pembentukan jaringan
perubahan fibrotik jaringan
fibrosis pada parenkim
parenkim paru lokal atau paru
menyeluruh, atau pada
pleura yang menghambat
ekspansi paru secara Menghambat ekspansi
sempura paru secara sempurna

Kolaps paru
Etiopatogenesis
NRDS
• Mikroatelektasis (Neonatal Respiratory
Mikroatelektasis (atelektasis Distress Syndrome)
adhesive ) adalah berkurangnya
ekspansi paru-paru yang Defisiensi Surfaktan
disebabkan oleh rangkaian
peristiwa kompleks yang paling
penting yaitu hilangnya PeningkatanTegangan
surfaktan. Permukaan Alveolus

Kolaps paru & complains


paru menurun
Manifestasi klinis

• Sesak napas
• Batuk
• Demam
• Takikardi
• Sianosis
• Berkurangnya pergerakan pada sisi dada yang sakit
• Vokal fremitus berkurang
• Penurunan suara pernapasan pada satu sisi
Pemeriksaan thoraks

 Hasil pemeriksaan fisik pada atelektasis (obstruksi lobaris) yang


sering ditemukan adalah
1. Inspeksi → berkurangnya gerakan pada sisi yang sakit
2. Palpasi → fremitus berkurang, trakea dan jantung bergeser ke
arah sisi yang sakit
3. Perkusi → pekak
4. Auskustasi → suara pernapasan tidak terdengar .
Diagnosis

• Manifestasi Klinis yang di dapatkan


• Pemeriksaan Radiografi :
• Radiografi dada -> konfirmasi diagnosis, untuk
mengetahui lokasi dan distribusi atelectasis
• CT Scan -> lokasi obstuksi

* tanda-tanda atelectasis : penarikan mediastinum ke


arah atalektasis, sela iga menyempit, elevasi
heidiafragma, pergeseran hilus.
Tanda-tanda atelektasis pada gambaran
radiografi

Tanda Langsung :
• Perubahan letak fisura interlobaris
• Penambahan opasitas ( penurunan aerasi)

Tanda Tidak Langsung :


• Elevasi Diafragma
• Penarikan mediastinum dan trakea ke arah atelectasis
• Hiperaerasi kompensasi dari paru yang normal
• Penyempitan sela iga
Gambaran paru normal
Ekspertise Paru Normal

• Foto toraks PA posisi simetris


• Inspirasi Cukup
• Trakea di tengah
• Rongga mediastinum tidak
melebar
• Cor tidak membesar
• Sinuses dan diafragma normal
• Pulmo:
Hilus normal
Corakan bronkovaskular normal

Kesan:
Tidak tampak kardiomegali
Foto Thorax PA : atelektasis komplit pada
paru kiri
Trakea deviasi ke kiri

Opaque (putih)
hemithorax, karena paru
tidak aerasi (
berkurangnya volum
pada hemothorax kiri)

Jantung bergeser ke kiri


Ekspertise atelektasis komplit pada paru kiri
• Foto PA simetris
• Trakea deviasi ke kiri
• Cor – normal
• Sinus normal tajam
• Diaphragm elevasi
• Pulmo:
• Hilus kanan normal, kiri tertutup pers
elubungan
• Bronchovaskuler kanan normal, kiri te
rtutup perselubungan
• Perselubungan opaque homogen diff
use di seluruh lapang paru kiri
• Paru kanan hyperlusen
• Volume paru kanan bertambah
• Bronchovuskuler berkurang
• KESAN :
atelectasis komplit pada paru kiri
Klasifikasi

Atelektasis lobaris bawah:


 bila terjadi dilobus bawah
paru kiri, maka akan
tersembunyi dibelakang
bayangan jantung dan pada
foto thorak PA hanya
memperlihatkan diafragma
letak tinggi.
Left Lower Lobe Collapse

Catatan :, Foto Thorax PA : atelektasis lobaris bawah triangular retrocardiac dengan


penarikan hilus kiri
Klasifikasi

Atelektasis lobaris tengah


kanan (right middle lobe).
 Sering disebabkan
peradangan atau
penekanan bronkus oleh
kelenjar getah bening
yang membesar.
Middle Lobe Collapse

 Foto thorax PA : atelektasis lobaris tengah kanan tampak hilangnya batas


jantung kanan mengindikasikan hilangnya aerasi pada lobus medial
• Atelektasis pada lobus paru bagian medial dextra. Pada foto dada
lateral tampak gambaran opak berbentuk segitiga pada bagian
hilus
Klasifikasi

Atelektasis lobaris atas (upper


lobe):
 memberikan bayangan densitas
tinggi dengan tanda penarikan
fissure interlobaris ke atas dan
trakea ke arah atelektasis.
Right Upper Lobe Collapse
• Atelektasis pada lobus paru bagian kanan atas. Tampak elevasi
dari fissura horizontal dan deviasi trakea ke arah kanan
Klasifikasi

Atelektasis segmental:
 kadang-kadang sulit dikenal
pada foto thorak PA, maka perlu
pemotretan dengan posisi lain
seperti lateral, miring (obligue),
yang memperlihatkan bagian
yang terselubung dengan
penarikan fissure interlobularis.
Gambaran radiologi

 Tampak perselubungan homogen pada seluruh hemitoraks


dextra, pada gambar diatas adalah atelektasis subsegmental
menunjukkan gambaran kolaps dari paru akibat kompresi tumor
Klasifikasi

Atelektasis lobularis (platem


like/atelektasis local).
 Bila penyumbatan terjadi pada
bronkus kecil untuk sebagian segmen
paru, maka akan terjadi bayangan
horizontal tipis, biasanya dilapangan
paru bawah yang sering sulit
dibedakan dengan proses fibrosis.
Karena hanya sebagian kecil paru
terkena, maka biasanya tidak ada
keluhan
Gambaran radiologi

• Foto Thorax PA : atelektasis lobularis tampak pengurangan volum


paru dan banyak garis opak pada daerah tengah dan bawah
bilateral paru
Diagnosa banding

 Efusi Pleura
 Pada foto thorax yang
mengalami efusi pleura dan
atelektasis mempunyai
beberapa perbedaan dan
persamaan, yaitu pada
gambaran radiologis efusi
pleura masif dapat terjadi shift
kearah yang berlawanan dari
yang sakit sedangkan pada
atelektasis tertarik ke bagian
yang sakit.
Diagnosa banding

• Tumor Paru
• Perbedaan mendasar antara
atelektasis dan tumor pada
gambaran radiologis tumor paru
menyebabkan penekanan dan
shifting kearah pembesaran
tumor
Penatalaksanaan

 Tujuan Terapi : untuk mengembangkan jaringan paru yang kolaps


Terapi simptomatik :

1. Bronkodilator
• Bronkodilator menurunkan tonus otot di
saluran udara kecil dan besar di paru-
paru, sehingga meningkatkan ventilasi.
Mereka termasuk obat subkutan, agen
beta-adrenergik, methylxanthines, dan
antikolinergik.
• Contoh : Albuterol adalah agonis beta
untuk bronkospasme yang refrakter
terhadap epinefrin. Ini melemaskan otot
polos bronkial dengan tindakan pada
reseptor beta-2, dengan sedikit efek pada
kontraktilitas otot jantung.
Pengobatan infeksi
• Pemberian antibiotic, contoh :
• Cefaclor adalah sefalosporin
generasi kedua yang
diindikasikan untuk infeksi yang
disebabkan oleh cocci gram
positif dan batang gram negatif.
Oksigenasi
Komplikasi

• Pneumonia
• Hypoxemia dan gagal nafas
• Sepsis
• Bronkiektasis
Daftar pustaka

 Rasad Sjahriar., 2016. Radiologi Diagnostik. Jakarta: balai penerbit


FKUI p. 109
 Djojodibroto, Darmanto, 2009. “Respirologi (Respiratory Medicine)”.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
 Muttaqin, Arif.2008.Buku Ajar Keperawatan Klien Dengan Gangguan
Sistem Pernafasan, Jakarta : Salemba Medika.
 Tambayong, Jan.2000. Patofisiologi untuk Keperawatan, Jakarta :
EGC.
 Soemantri, Irman.2008. Keperawatan Medical Bedah : Asuhan
Keperawatan Pasien Dengan Gangguan Sistem Pernapasan, Jakarta :
Salemba Merdeka.
 Departemen of Radiology, University of Aberdeen