You are on page 1of 19

ASUHAN KEPERAWATAN

MUSKULOSKELETAL
OLEH KELOMPOK II
I. Pengkajian
a. Anamnesa
 Identitas Klien
 Riwayat Kesehatan
Biasanya keluhan yang diperoleh pada
gangguan sistem muskuloskeletal :
• Nyeri pada otot, tulang dan sendi.
• Perubahan sensori seperti kesemutan dan
kebas
• Bengkak , kemerahan dan panas pada otot dan
sendi.
• Kekakuan sendi.
• Keterbatasan gerak
• Kelemahan otot
Riwayat kesehatan dahulu
adanya riwayat pemakaian obat , pemakaian
tembakau , alkohol, . Adanya riwayat penyakit
seperti diabetes, penyakit jantung, dan infeksi
saluran pernafasan atas.Tanyakan pada klien
mengenai masalah kesehatan yang pernah
dialaminya, khususnya yang terkait dengan
ganguan muskuloskeletal.
 Riwayat kesehatan keluarga Dapatkan
informasi mengenai penyakit yang pernah
diderita oleh anggota keluarga seperti riwayat
rheumatoid arthritis, gout atau osteoporosis.
Kondisi ini cenderung terjadi pada hubungan
keluarga.
 Riwayat Sosial
 Hal- hal yang dikaji disini meliputi pekerjaan
yang berisiko terhadap terjadinya gangguan
muskuloskeletal. Termasuk juga aktivitas yang
rutin dilakukan, pola diet/ kebiasaan
mengkonsumsi makanan maupun minuman
keras, berat badan, serta penanganan yang
biasanya dilakukan jika terdapat keluhan.
b. Pemeriksaan fisik.
 Persiapan klien
 Persiapkan ruangan senyaman mungkin.
Berikan informasi yang jelas kepada klien
tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan,
bila perlu didemonstrasikan terlebih dulu
mengenai gerakan yang akan dilakukan.
Beberapa posisi mungkin mengakibatkan
ketidaknyamanan pada klien, oleh karena itu
hindarkan aktivitas yang tidak perlu dan berikan
periode istirahat pada waktu pemeriksaan jika
diperlukan. Pencahayaan yang baik pada di
ruangan pemeriksaan juga sangat penting.
 Pemeriksaan Struktural
Memperhatikan Postur tubuh
Pasien berdiri tegak, tangan disamping lurus
kebawah.
• Amati dari depan, samping dan belakang, otot-
otot yang tidak normal (cth: atrofi otot) bahu,
tulang punggung (cth: lengkung tulang
punggung yang abnormal, skoliosis),anggota
gerak dan sendi (cth: sendi bengkak, genu
valgum)
• Observasi kulit dan jaringan terhadap adanya
perubahan warna, pembengkakan, massa,
maupun deformitas. Catat ukuran dan bentuk
dari persendian.
• Perhatikan juga postur tubuh dan gaya berjalan
klien,

Inspeksi gaya berjalan klien dan bagian tubuh
anterior, posterior dan lateral postur klien pada
saat klien ke ruang (pada saat klien tidak
menyadari sifat observasi, gaya berjalan akan
lebih alami)

Nilai normal :
Klien harus berjalan dengan kedua lengan
bergerak bebas disisinya
Kepala mendahuli tubuh
Kedua ibu jari mengarah tepat kedepan.
Lakukan tes garis lurus :
Minta klien berjalan pada sebuah garis lurus, minta
klien berdiri, kemudian perhatikan cara berdiri dan
postur tubuh klien.

Nilai normal berdiri :
Posisi berdiri tegak, panggul dan bahu berada
dalam keselarasan. Harus ada kontur yang merata
di bahu, setingkat scapula dan krista iliaka,
kesejajaran kepala dengan lipatan gluteal, dan
kesimetrisan ekstremitas.

Pada saat berjalan, lakukan observasi terhadap :
Gaya berjalan
Gerakan ektrimitas
Cara berjalan abnormal :
a). Trendelenberg gait
condong ke arah lateral pada sisi dimana tubuh
bertumpu ( kelemahan otot gluteus medius).
b).Analgic gait
berjalan pincang, pasien bergerak lebih cepat
pada sisi yang sakit, dengan berkurangnya fase
stance
A. Vertebra Servikal
Inspeksi :
inspeksi dari sisi samping dan belakang.
Perhatikan tiap kurvatura yang abnormal seperti
bengkak, warna kulit spt kemerahan.
Palpasi :
Posterior
• Pengkajian Fisik
Data yang akan peroleh dari pengkajian ini yaitu
mengevaluasi integritas tulang, postur, fungsi sendi,
kekuatan otot, cara berjalan, dan kemampuan
pasien melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
1. Tulang belakang servikal dan tulang belakang
torakalis
• Inion (tonjolan eksternal occipital)
Letakkan jari tengah pada dasar tengkorak dan
bergerak sedikit dalam garis rambut dan Anda
akan merasa bulatan yang menonjol, yang
merupakan inion (gambar 4.5).
• Garis nuchal superior
Letakkan jari pada inion dan bergerak lateral dan
diagonal inferior menuju mastoid prosesus. Anda
akan merasakan Ridge dari superior yg
berhubungan dgn kuduk baris bawah jari-jari Anda
(gambar 4.6).
• Tengkuk
Letakkan tangan di bawah dasar kepala pasien
dan memungkinkan ujung jari anda untuk
beristirahat di aspek paling rendah. Daerah ini
adalah tengkuk (gambar 4.7).