You are on page 1of 31

KELURAHAN SIAGA

DINAS KESEHATAN KOTA TASIKMALAYA
BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
SEKSI KESEHATAN LINGKUNGAN KESEHATAN KERJA KESEHATAN OLAHRAGA

TUJUAN
• Umum
Terwujudnya masyarakat kelurahan yg sehat, serta peduli dan tanggap thd
permasalahan kesehatan di wilayahnya
• Khusus
• Meningkatnya pengetahuan & kesadaran masyarakat kelurahan ttg
pentingnya kesehatan
• Meningkatnya kewaspadaan & kesiapsiagaan masyarakat kelurahan thd
risiko & bahaya yg dapat menimbulkan gangguan thd kesehatan
(bencana, wabah, kegawatdaruratan dsb)
• Meningkatnya keluarga yg sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup
bersih dan sehat
• Meningkatnya kesehatan lingkungan di kelurahan
• Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat kelurahan utk
menolong diri sendiri di bidang kesehatan

SASARAN
• Semua individu & keluarga di kelurahan, yg diharapkan mampu
melaksanakan hidup sehat, serta peduli & tanggap thd permasalahan
kesehatan di wilayah kelurahannya
• Pihak2 yg mempunyai pengaruh thd perubahan perilaku individu & keluarga
atau dpt menciptakan iklim yg kondusif bg perubahan perilaku tsb, spt tokoh
masy, termasuk tokoh agama; tokoh perempuan dan pemuda; kader; serta
petugas kesehatan
• Pihak2 yg diharapkan memberikan dukungan kebijakan, peraturan,
perundang2an, dana, tenaga, sarana, dll, spt Lurah, Camat, para pejabat
terkait, swasta, para donatur dan pemangku kepentingan lainnya

pangan. 66 TAHUN 2014) • Upaya pencegahan penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik. tanah. biologi maupun sosial • Kualitas lingkungan yang sehat ditentukan melalui pencapaian atau pemenuhan Standar Baku Mutu Kesehatan dan Persyaratan Kesehatan yang ditetapkan pada media lingkungan yang meliputi: air.KESEHATAN LINGKUNGAN (PP NO. vektor pembawa penyakit . sarana dan bangunan. kimia. udara.

MEDIA LINGKUNGAN YANG DITETAPKAN STANDAR BAKU MUTU DAN PERSYARATAN KESEHATAN • Permukiman • Tempat Kerja • Tempat Rekreasi • Tempat dan Fasilitas Umum • Yang berhubungan atau berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat .

RAKSA •R = RUMAH •A = AIR BERSIH •K = KAKUS/JAMBAN •S = SAMPAH • A = AIR LIMBAH .

829/1999 FUNGSI RUMAH : a. Mencegah terjadinya kecelakaan c. KEPMENKES NO. Penurunan ketegangan jiwa dan sosial . Aman dan nyaman bagi penghuninya d. Mencegah terjadinya penyakit b.

4. meliputi al. Bahan bangunan 2. Pencahayaan/penerangan yang cukup. RUMAH SEHAT Rumah/permukiman yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan. : 1. Kualitas udara . Penataan ruang rumah 3.

Tersedia sarana penyimpanan makanan yang aman 9. Kepadatan hunian ruang tidur . Pembuangan air limbah diatur dg. Bebas binatang penular penyakit (vektor) 7. baik (bebas tercemar air limbah) 10. Ventilasi (sirkulasi udara yang baik) 6. Tersedia sarana air bersih (air bersih terpenuhi) 8.5.

Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan b. 829/1999 1. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan perkembangan mikroorganisme patogen . Bahan Bangunan : a. •KEPMENKES RI NO.

Lantai. dll.• KEPMENKES RI NO. dinding. mandi. Ruang dapur dilengkapi sarana pembuangan asap . 829/1999 2. langit2 kedap air dan mudah dibersihkan b. Komponen dan penataan ruang rumah memenuhi persyaratan fisik dan biologis : a. c. tidur. Penataan ruang : tamu.

Ventilasi : Luas penghawaan u/ ventilasi alamiah yang permanen minimal 10 % luas lantai . Pencahayaan : Pencahayaan alam dan buatan langsung tdk langsung dapat menerangi seluruh ruangan 4.Kualitas udara : Suhu nyaman tidak lembab 5.• KEPMENKES RI NO. 829/1999 3.

Tikus (bangunan harus rapat tikus) 2. Lalat (bangunan jauh dari tempat sumber pencemaran /TPS.KEPMENKES RI NO. TPA) 4. Bebas binatang penular penyakit (vektor) 1. Nyamuk (air limbah tidak tergenang.TPA) 3. drainase/saluran air buangan lancar) . Kecoa (bangunan jauh dari tempat sumber pencemaran/TPS. 829/1999 6.

) . Tersedia air bersih dgn kapasitas minimal 60 lt/hr/org. kecoa. Tersedia sarana air bersih : a. Tersedia sarana penyimpanan makanan yang aman dan higienis. Kualitas air hrs. KEPMENKES RI NO. Lemari tempat penyimpanan makanan tidak dapat dijangkau oleh vektor penyakit (lalat. kimia. dll. tikus. mikrobiologi) 8.  150 lt/hr/org b.829/1999 7. memenuhi persyaratan kesehatan (fisik.

Limbah : a.829/1999 9. Limbah padat harus dikelola 10. dalam suatu ruang tidur kecuali anak dibawah umur 5 tahun.Kepadatan Hunian Rumah : Luas ruang tidur minimal 8 m2 dan tidak dianjurkan lebih dari 2 org. Limbah cair berasal dari rumah tidak mencemari lingkungan b.• PERMENKES RI NO. .

Jernih b. Kualitas a.Tidak berbau .Tidak mengandung kuman patogen/coli c. A IR BERSIH • Penyediaan Air Bersih. Mikrobiologi : .Tidak berasa . Fisik : . Kimia : .Tidak mengandung bahan kimia berbahaya/ melebihi NAB . persyaratan : A.Tidak berwarna .

B. embun . Kebutuhan air perkotaan : 150 – 300 lt/org/hr b. air rawa. 2. sungai. Air angkasa : hujan. Air permukaan : air laut. Air tanah dangkal dan air tanah dalam 3. dll. Kuantitas a. salju. Kebutuhan air pedesaan : 100 – 150 lt/org/hr • Sumber-sumber air : 1.

Sebagai sumber pencemaran lingkungan (sumber air bersih)  jarak minimal 10 meter dengan SAB c. Sebagai sarang vektor b. Menimbulkan bau busuk . Kondisi lingkungan kurang baik/kurang sehat d. KAKUS /JAMBAN Pengelolaan Tinja yang tidak saniter berdampak negatif : a.

Kakus/Jamban Harus dimiliki karena kakus/jamban tempat penampung kotoran manusia yang sengaja dibuat untuk mengamankannya dgn. Mencegah vektor pembawa penyakit untuk menyebarkan penyakit pada pengguna dan lingkungan sekitarnya . Mencegah terjadinya penyebaran langsung bahan/sumber yg. berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia b. tujuan a.

kakus/jamban bentuk leher angsa dgn septik tank .kakus/jamban cemplung dgn septik tank .kakus/jamban plengsengan dgn septik tank Jenis kakus/jamban yang paling baik adalah kakus/jamban bentuk leher angsa dgn septik tank karena ada lekukkan untuk menampung air yang berfungsi untuk menahan udara bau dari septic tank dan kotoran tidak dapat dijangkau oleh vektor penyakit .• Jenis kakus/jamban .

kecoa. b. nyamuk. . dsb. karet ban. dsb. dll. kayu. Sampah basah : bekas sisa makanan. a. sisa sayuran. lalat. • Pengelolaan sampah yang tidak saniter berdampak negatif . karton. SAMPAH • Sampah menurut sifatnya : a. daun. Sampah kering : kertas. Sarang vektor : tikus.

dll.kusta . Situasi estetika lingkungan kurang baik d. Sebagai sumber pencemaran lingkungan (sumber air minum) c.demam berdarah .diare .kolera. Sebagai sumber penyebaran penyakit . tiphus. Menimbulkan bau e. .b.

Tdk. Tdk.Air Limbah AIR LIMBAH Sumber : Cairan buangan/bekas pakai dari rumah tangga . menimbulkan bau d. Tdk. Tdk. menimbulkan genangan air c. industri atau tempat umum yang mengandung bahan/zat berbahaya bagi manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan. Syarat Sarana Pembuangan Air Limbah : a. timbul tempat berkembang biak vektor . mencemari sumber air bersih  ± 10 m b.

Penyakit non infeksi : anemia. saluaran pencernaan . tubercullosis b. cholera. Penyakit infeksi : poliomyelitis. kerusakan fungsi ginjal.• Penyakit yang ditimbulkan o/ air limbah a. kanker pada kulit.

secara mandiri KELURAHAN SIAGA=STBM=MANDIRI .PENGERTIAN Kelurahan siaga adalah Kelurahan yg penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan. bencana dan kegawatdaruratan kesehatan.

dan sumber daya yg dpt dimanfaatkan utk mengatasi masalah 2.Menetapkan alternatif pemecahan masalah yg layak. merencanakan dan melaksanakannya 4. penyebab masalah. 1. untuk menjalasi proses pembelajaran melalui siklus pemecahan masalah yg terorganisir yaitu .Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif2 pemecahan masalah 3. mengevaluasi dan membina kelestarian upaya2 yg telah dilakukan .Memantau.PENDEKATAN PENGEMBANGAN KELURAHAN SIAGA Dilaksanakan dg membantu/memfasilitasi masy.Mengidentifikas masalah.

PENGERTIAN STBM (SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT) adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan .

4 PENDEKATAN KELUARGA SEHAT 12 INDIKATOR KELUARGA SEHAT Indikator Keberhasilan dalam kerangka berpikir STBM .

000 45.000 30.000 40. INDIKATOR KESEHATAN LINGKUNGAN RENSTRA KEMENKES NO INDIKATOR 2015 2016 2017 2018 2019 Persentase Kab/kota yang memenuhi kualitas kesehatan 1 20 25 30 35 40 lingkungan 2 Jumlah Desa/Kelurahan Yang Melaksanakan STBM 25.000 3 % Sarana Air Minum yg dilakukan pengawasan 30 35 40 45 50 4 % Tempat-Tempat Umum (TTU) Yang Memenuhi Syarat Kesehatan 50 52 54 56 58 5 % RS Yang Melakukan Pengelolaan Limbah Medis Sesuai Standar 10 15 21 28 36 % Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Yang Memenuhi Syarat 6 Kesehatan 8 14 20 26 32 Jumlah Kabupaten/Kota Yang Menyelenggarakan Tatanan 7 Kawasan Sehat 346 356 366 37629 386 .000 35.

KELURAHAN SIAGA = KELURAHAN ODF =KELURAHAN SEHAT •APAKAH KELURAHAN BAPAK/IBU SUDAH STOP BABS/ODF……………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!! •KELURAHAN SEHAT ADALAH PILAR UNTUK KOTA SEHAT .

TERIMA KASIH .