You are on page 1of 27

Program S2 Keperawatan

Fakultas Keperawatan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan
1

1. Perilaku
 Tindakan Individu

2. Perilaku Organisasi
 Tindakan-tindakan individu di tempat kerja

5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 2

Perilaku Individu  Sikap  Kepribadian  Persepsi  Pembelajaran  Motivasi 2.1. Perilaku Kelompok  Norma  Peran  Pembentukan Tim  Kepemimpinan  Konflik 5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 3 .

Pandangan 3. Aspek-Aspek yg Terlihat: 1. Strategi 2. Kepemimpinan dalam Keperawatan 4 . Rantai Komando Aspek-Aspek yg tdk Terlihat: 1. Sikap 2. Tujuan 3. Tehnologi 6. Pertentangan pribadi & antar kelompok 5/7/2018 MA. Norma Kelompok 4. Kewenangan formal 7. Hubungan informal 5. Struktur 5. Kebijakan & Prosedur 4.

Kepemimpinan dalam Keperawatan 5 . Menjelaskan Keterampilan OB Memprediksi Manajerial Mempengaruhi Mengelola Perilaku Karyawan 5/7/2018 MA.

Produktivitas Karyawan  Penilaian Kinerja atas keefektifan dan efisiensi 2. Tingkat Absensi ▪ Tingkat Ketidahadiran 3.1. Perilaku Kewarganegaraan Organisasional ▪ Kebijakan tentang pengaturan tenaga kerja berkaitan dengan keberfungsian organisasi 5. Kepuasan Kerja ▪ Sikap Umum Individu terhadap organisasi berkaitan dengan pekerjaannya 5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 6 . Pergantian Karyawan ▪ Keluar-Masuk karyawan secara tetap baik secara sukarela maupun terpasa dari organisasi 4.

pendapat. Afeksi (Perasaan) Emosi atau perasaan 3. Kepemimpinan dalam Keperawatan 7 . Perilaku Keinginan untuk bertindak dengan cara tertentu terhadap sesuatu 5/7/2018 MA. Komponen Sikap 1. pengetahuan. Pemikiran (Kognisi) Keyakinan.Pernyataan evaluasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan mengenai sesuatu. atau informasi yang dimiliki 2.

Kepemimpinan dalam Keperawatan 8 . Kepuasan Konsumen 5/7/2018 MA.Efek Kepuasan Kerja pada Perilaku Karyawan 1. Produktivitas Individu : Produktivitas  Kepuasan Organisasi: karyawan yg > puas  > Efektif 2. Pergantian karyawan 4. Tingkat Absensi Puas: belum tentu tdk absen Tidak Puas: Pasti absen 3.

Keterlibatan Kerja  Tingkat pengidentifikasian karyawan dengan pekerjaannya. Komitmen Organisasi  Tingkat dimana karyawan merasa terikat dgn organisasi tertentu & tujuannya dan berharap untuk memelihara keanggotaannya dlm organisasi Pandangan dukungan Organisasi  Keyakinan pada umumnya karyawan bahwa organisasi mereka menghargai kontribusi mereka & memperhatikan keberadaan mereka Sikap dan Konsistensi Disonasi Kognitif  Setiap ketidaksamaan atau ketidakkonsistenan antara sikap dengan perilaku 5/7/2018 MA. dan rasa kepentingan terhada pekerjaan demi kebaikan dirinya sendiri. partisipasi aktif. Kepemimpinan dalam Keperawatan 9 .

dan manajer/organisasi mampu memfasilitasi 5/7/2018 MA. Temuan ttg ketidakpuasan-produktivitas memiliki implikasi penting 3. Pada umumnya karyawan akan berusaha utk mengurangi. Manajer harus peduli dengan sikap karyawan karena akan menggambarkan sinyal terhadap potensi/kemungkinan karena akan mempengaruhu perilaku kerja 2.1. Kepemimpinan dalam Keperawatan 10 .

 Suatu kombinasi unik dari karakteristik psikologis yg mempengaruhi bagaimana seseorang bereaksi & berinteraksi dgn org lain 5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 11 .

 Pemikir versus Perasa Individu yang termasuk dalam karakteristik pemikir menggunakan alasan dan logika untuk menangani berbagai masalah. individu dengan karakteristik intuitif mengandalkan proses-proses tidak sadar dan melihat gambaran umum. Kepemimpinan dalam Keperawatan 12 .  Sensitif versus intuitif Individu dengan karakteristik sensitive digambarkan sebagai individu yang praktis dan lebih menyukai rutinitas dan urutan. Sedangkan individu dengan karakteristik introvert digambarkan sebagai digambarkan sebagai individu yang pendiam dan pemalu. sedangkan individu dengan karakteristik perasa mengandalkan nilai-nilai dan emosi pribadi mereka. Mereka berfokus pada detail. suka bergaul. Ekstravert versus introvert Individu dengan karakteristik ekstraver digambarkan sebagai individu yang ramah. Sebaiknnya. sedangkan individu dengan karakteristik menilai cenderung lebih fleksibel dan spontan. dan tegas. 5/7/2018 MA.  Memahami versus Menilai Individu yang cenderung memiliki karakteristik memahami menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan terstruktur.

1. Kepemimpinan dalam Keperawatan 13 . 4. Openness to experience (keterbukaan terhadap pengalaman) 5. Extraversion (keterbukaan terhadap lingkungan sosial dan fisik). 5/7/2018 MA. Conscientiousness (pegaturan diri) 2. Neuroticism atau emosional stability (stabilitas emosional). Agreeableness (dapat disetujui) 3.

terorganisir. Dimensi ini merujuk pada kecenderungan kemampuan individu untuk bersosialisasi. suka berteman dan berkomunikasi dengan baik. dan inteligensi. Individu dengan dimensi kepribadian Extraversion cenderung senang berbicara dan berinteraksi dengan rekan kerja dan mereka mencari pekejaan dengan interaksi sosial tinggi. bersedia menolong. ambisius. dan pencemburu. Agreeableness (dapat disetujui) Mendeskripsikan bahwa dimensi kepribadian ini ditunjukan dengan bersikap hormat. Individu dengan kepribadian ini biasanya mudah setuju dengan pendapat orang lain. 5/7/2018 MA. Secara spesifik individu dengan kepribadian ini menunjukan rasa ingin tahu.1. simpatik. 2. LePine (2009:298) yang menjelaskan bahwa individu dengan ciri kepribadian agreeableness akan memberikan kesan hangat. 3. percaya. dapat dipercaya. mudah memaafkan. kreativitas. pekerja keras. 4. dan ramah. Merefleksikan sejauhmana seorang individu memiliki minat yang luas dan bersedia mengambil resiko. dan berhati lunak. imajinasi. toleran. Sejalan dengan Colquit. Ketelitian merupakan suatu ciri yang memiliki pengaruh paling besar pada pencapaian tujuan pekerjaan. Neuroticism atau emosional stability (stabilitas emosional). 5. ketergantungan. dan tekun. dan dominan. tegas. Extraversion (keterbukaan terhadap lingkungan sosial dan fisik). bersedia bekerjasama. emosional. Openness to experience (keterbukaan terhadap pengalaman) Dimensi kepribadian ini menggolongkan seseorang berdasarkan lingkup minat dan ketertarikannya terhadap hal- hal baru. Conscientiousness (pegaturan diri) Individu yang memiliki ciri kepribadian conscientiousness memiliki ketelitian yang tinggi. tidak kuat. Individu dengan ciri kepribadian neuroticism akan menunjukan perilaku gelisah. pemikiran terbuka. Individu dengan dimensi kepribadian ini cenderung berhasil dalam pekerjaan yang terus menerus karena inovasi merupakan hal yang paling dibutukan. Kepemimpinan dalam Keperawatan 14 . aktif. berperilaku asertif. baik hati. suka murung.

Kepemimpinan dalam Keperawatan 15 . Locus of control (pusat pengendalian) Locus of control akan menentukan tingkat dimana individu yakin bahwa perilaku mereka mempengaruhi apa yang terjadi pada mereka. Individu dengan sikap kepribadian ini yakin dalam kemampuan kerja mereka. Beberapa individu yakin bahwa sepenuhnya mereka mengatur dirinya sendiri dan memiliki tanggung jawab pribadi atas apa yang terjadi pada diri mereka sendiri. yakni: besarnya. Self efficacy Sikap kepribadian self efficacy berhubungan dengan keyakinan pribadi mengenai kompetensi dan kemampuan diri. dan kemampuan ini berkaitan dengan tiga dimensi. 2.1. dan generalitasnya 5/7/2018 MA. Secara spesifik merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan baik. kekuatannya.

Organisasi dapat mendorong tujuan kinerja yang lebih baik pada staf yang memiliki tingkat self efficacy yang tinggi. Kepemimpinan dalam Keperawatan 16 . Individu yang memiliki sikap kepribadian ini akan dapat belajar lebih banyak.  Penetapan tujuan dan kinerja Tingkat hiperkompetisi organisasi saat ini sangat tinggi.  Program pelatihan Organisasi dapat mempertimbangkan self efficacy individu pada saat memilih peserta untuk program pelatihan. Organisasi seharusnya memilih individu yang memiliki self efficacy tinggi. dan pada akhirnya akan lebih mungkin untuk menggunkan pelatihan tersebut dalam meningkatkan kinerja organisasi. karena dapat dimotivasi untuk terlibat dalam perilaku yang dapat membantu mereka bekerja dengan baik.  Kreativitas Kreativitas merupakan ciri kepribadian yang melibatkan kemampuan untuk melepaskan diri dari pemikiran kaku dan berguna. Kreativitas merupakan cirri kepribadian yang dapat didorong dan dikembangkan pada organisasi dengan cara memberikan kesempatan pada kebebasan untuk berfikir dengan cara yang tidak konvensional. Keputusan seleksi Self efficacy dapat diukur selama proses seleksi staf. Kreativitas menghasilkan inovasi. Salah satu penghalang utama kreativitas adalah perasaan takut gagal. oleh karena itu organisasi harus dapat mentoleransi kemungkinan terjadinya kegagalan. 5/7/2018 MA. apalagi jika anggaranya terbatas. dan inovasi merupakan sumber kehidupan bagi organisasi.

Proses yg dilalui individu untuk mendapatkan arti (mendalam) bagi lingkungan dengan cara pengorganisasian & menafsirkan kesan indrawi mereka 5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 17 .

 Teori yang digunakan utk menjelaskan bagaimana kita menilai org secara berbeda tergantung pada makna yang kita berikan ke perilaku tertentu Dinilai berdasarkan kondisi internal maupun eksternal. Kekhususan 2. Konsensus (kesepakatan) 3. Kepemimpinan dalam Keperawatan 18 . Konsistensi (Kesetabilan) 5/7/2018 MA. yang ditentukan berdasarkan 3 Faktor: 1.

2.1. Apakah secara teratur berperilaku spt itu. 5/7/2018 MA. Konsensus (kesepakatan) Apakah individu lain yang dihadapkan pada perilaku serupa juga menunjukkan perilaku yang sama 3. Konsistensi (Kesetabilan) Konsistensi tindakan seseorang. Kepemimpinan dalam Keperawatan 19 . Kekhususan Merujuk pada apakah seseorang memperlihatkan perilaku tertentu pada banyak situasi atau khusus pada situasi itu saja.

Interprestasi Atribusi Observasi Penyebab Tinggi Eksternal Kekhususan Rendah Internal Tinggi Ekternal Perilaku Konsesnsus Individu Rendah Internal Tinggi Internal Konsistensi Rendah Eksternal 5/7/2018 20 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan .

Kepemimpinan dalam Keperawatan 21 .  Bias yang Menguntungkan Diri Sendiri Kecenderungan seseorang menghubungkan keberhasilannya dengan faktor internal dan mencari kambing hitam atas kegagalan pribadinya pada faktor eksternal 5/7/2018 MA. Kesalahan Atribusi Kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor- faktor eksternal dan melebih-lebihkan pengaruh faktor internal ketika membuat penilaian mengenai perilaku org lain.

Asumsi Keserupaan: Keyakinan bahwa orang lain mirip atau serupa dengan dirinya (Standar Normatif diri) Stereotyping Keterampilan Menilai orang berdasarkan pandangan seseorang Manajerial dari kelompok tempat orang yang dinilai itu berada Efek Halo Kesan umum terhadap seseorang yang didasarkan hanya pada satu ciri saja. Kepemimpinan dalam Keperawatan 22 . 5/7/2018 MA.

 Sadari bahwa individu akan bereaksi berdasarkan persepsi bukan realistis  Perhatikan sungguh-sungguh bagaimana karyawan mempersepsikan pekerjaan mereka dan tindakan manajemen. keduannya adalah kerugian 5/7/2018 MA. Karyawan yg berharga keluar organisasi karena persepsi yg salah maupun persepsi yg benar . Kepemimpinan dalam Keperawatan 23 .

 Setiap perubahan perilaku yang relatif permanen terjadi sebagai hasil dari pengalaman yang rumit Memahami Menjelaskan Cara Individu Memprediski Belajar Mempengaruhi Perilaku 5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 24 .

Proses Penguatan 5/7/2018 MA.  Operant Conditioning Jenis pembejaran melalui perilaku sengaja yang dikehendaki yang berakibat pada diperolehnya hadiah dan tercegahnya hukuman. Proses perhatian 2. Proses Retensi (Penyimpanan) 3. Proses Reproduksi Motorik 4.  Pengkondisian Perilaku berdasarkan akibat (dipelajari >< Refleks)  Pengutan (Reward/Funisment) akan memperkokoh atau meningkatkan kemungkinan perilaku ini berulang atau tidak berulang. Kepemimpinan dalam Keperawatan 25 .  Pembelajaran Sosial Proses pembelajaran melalui pengamatan dan pengalaman langsung  Fokus pada Pengaruh Orang lain sebagai Model Prosesnya: 1.

Kepemimpinan dalam Keperawatan 26 . Penguatan Positif 3. Cara pembentukan Perilaku: 1. Pengutan Negatif 2. Hukuman 4. Penghilangan (Extinction) Dampak bagi Manajer  Memberikan penguatan secara konsisten atau inkonsisten 5/7/2018 MA.Proses yang secara sistematis meguatkan tiap langkah berurutan yang mendekatkan seseorang pd perilaku yg diinginkan.

Terima Kasih 5/7/2018 MA. Kepemimpinan dalam Keperawatan 27 .