You are on page 1of 58

02

Modul ke:

MEKANIKA TANAH II
PENDAHULUAN
Fakultas
Teknik Siti Asyiah, MT.

Program Studi
Teknik Sipil

PENDAHULUAN

Penyelidikan Tanah

Penurunan dan Kompresibilitas Tanah

Jenis-jenis pemampatan

Analogi pegas untuk konsolidasi tanah

Uji Lab penurunan konsolidasi

PENYELIDIKAN TANAH

Penyelidikan Tanah
(soil investigation)
• Soil Investigation atau penyelidikan tanah
adalah merupakan suatu penyelidikan tahap
awal sebelum desain struktur bawah
ditetapkan
• Penyelidikan tanah di lapangan dibutuhkan
untuk data perancangan pondasi bangunan,
seperti bangunan gedung, dinding penahan
tanah, bendungan, jalan dan jembatan

Penyelidikan Tanah
(soil investigation)
• Dari hasil penyelidikan tanah ini akan dipilih
alternatif /jenis , kedalaman serta dimensi
pondasi yang paling ekonomis tetapi masih
aman. Jadi penyelidikan tanah sangat penting
dan mutlak dilakukan sebelum struktur itu
mulai dikerjakan.

penyelidikan tanah berguna untuk menentukan letak-letak saluran. pennetuan lokasi dan maca bahan timbunan .Tujuan Penyelidikan Tanah menentukan kapasitas dukung tanah menurut tipe fondasi yang dipilih menentukan tipe dan kedalaman fondasi mengetahui posisi muka air tanah mengetahui besarnya penurunan menentukan besarnya tekanan tanah terhadap dinding penahan tanah atau pangkal jembatan ( abutment ) menyelidiki keamanan suatu struktur bila penyelidikan dilakukan pada bangunan yang telah ada sebelumnya pada proyek jalan raya dan irigasi. gorong-gorong.

Tahap Penyelidikan Tanah 1 Inspeksi Lapangan 2 Penyelidikan Awal (sondir) 3 Penyelidikan Lanjut (detail) 4 Penyelidikan Tambahan .

jumlah penyelidikan tanah dapat ditambah .Penyelidikan Tanah di Lapangan JUMLAH PENYELIDIKAN TANAH • Penyelidikan awal : Tanah normal : setiap 100 s/d 200 m Tanah lunak : setiap 50 s/d 100 m • Penyelidikan detil : Konstruksi persegi : setiap 15 s/d 25 m Konstruksi memanjang : setiap 25 s/d 50 m • Pada posisi kontruksi yang berat dan penting.

Pengeboran Penyelidikan Pengeboran Manual (Auger Boring) Pengeboran Bilas (Wash Boring) Pengeboran Inti (Core Drilling) Tes PIT .

Cara Penyelidikan Tanah 1. hingga mencapai kedalaman tertentu selama kohesi tanah yang digali masih memungkinkan Cara ini berguna untuk mengetahui kondisi lapisan tanah dengan teliti. Lubang Uji (Test PIT) Sumur – sumur uji adalah lubang – lubang hasil pengalian dengan diameter 1 – 1.5 meter. Bila perlu dapat mengambil contoh tanah tak terganggu (undisturbed sample) pada lapisan-lapisan yang dikehendaki .

serta tebal lapisan tanah tersebut . d. Bersihkan tempat / titik yang akan digunakan sebagai pembuatan sumur uji dari berbagai material yang dapat menghambat dalam melakukan pengujian. c. e. Amati kondisi tanah pada lubang galian yaitu jenis tanah. Tanah hasil galian diangkut ke suatu tempat untuk dijadikan sebagai sampel pada pengujian laboratorium.Cara Tes PIT a. f. b. warna. Si apkan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan sumur uji. Lakukan penggalian pada titik yang telah di tentukan dengan ukuran kedalaman ± 1 meter. Pembentukan lokasi tempat pembuatan sumur uji.

Tes PIT .

Tes PIT .

• Tanah harus tidak mengandung batu atau lapisan tanah keras lainnya. sehingga lubang bor dapat tetap stabil di sepanjang lubangnya. . Pengeboran Manual (Auger Boring) • Dapat digunakan bila tanah mempunyai kohesi yang cukup. • Alat ini tidak dapat digunakan pada pasir yang terendam air. Penetrasi mata bor terbatas pada kekuatan tangan yang memutarnya.2.

dimana kedalaman lubang yang dibutuhkan pada jalan raya hanya berkisar pada kedalaman 4m.2. • untuk pembuatan lubang yang lebih dalam pada tanah kohesif. kereta api. tapi umumnya kedalaman bor maksimum 6 sampai 8 meter. • Alat ini sering digunakan dalam penyelidikan tanah untuk proyek-proyek jalan raya . bor ulir dapat digunakan . Pengeboran Manual (Auger Boring) • Bor tangan dapat menembus sampai 10m. dan lapangan terbang.

2. mudah dioperasikan dan gangguan terhadap tanah minimal . Pengeboran Manual (Auger Boring) • Dilakukan dengan cara menekan dan memutar auger masuk ke dalam tanah dasar • Kemampuan terbatas hanya cocok untuk pondasi dangkal • Tidak sesuai untuk digunakan untuk pengeboran di bawah muka air tanah • Sederhana.

Auger Boring .

Pengambilan contoh tanah dilakukan secara kering dengan cara mengganti ujung mata bor denga tabung contoh .3. Pengeboran Bilas (Wash Boring) • Pengeboran tanah dilakukan dilakukan dengan cara penyemprotan air sambil memutar-mutar pipa selubung (casing) untuk memudahkan penetrasi ujung mata bor • Tanah yang diambil merupakan contoh terganggu (disturbed) yang terangkut keluar bersama aliran air. • Tanah yang keluar dari lubang bor diidentifikasi secara kasar.

. • Metode bor bilas tidak dapat digunakan jika tanah mengandung batu-batu besar. oleh karena itu contoh tanah yang diambil memungkinkan dalam kondisi tak terganggu (udisterbed sample). • Cara ini tidak mengganggu tanah dibawah mata bor . Pengeboran Bilas (Wash Boring) • Pengambilan contoh tanah dilakukan secara kering dengan cara mengganti ujung mata bor denga tabung contoh.3.

3. Pengeboran Bilas (Wash Boring) • Menggunakan mesin bor rotari • Tanah dikorek dan dibilas dari dasar lubang bor dengan sirkulasi air • Tidak dapat untuk mengidentifikasi tanah • Kurang sesuai untuk pemboran batuan • Dapat digunakan di semua jenis tanah • Sangat cocok untuk tanah lunak • Gangguan terhadap struktur tanah sangat minimal .

3. Pengeboran Bilas (Wash Boring) .

batu.4. .tanah lempung dan bahkan tanah pasir. Pengeboran Inti (Core Drilling) • Penyelidikan tanah dengan menggunakan bor putar atau bor mesin dapat dilakukan pada semua jenis tanah. • alat ini dapat digunakan pada lapisan tanah keras. • Alat bor putar yang digerakan dengan mesin dapat menembus lapisan tanah keras atau bat sampai kedalaman lebih dari 40m.

4. Pengeboran Inti (Core Drilling) • Menggunakan mesin bor rotari • Tabung tunggal tanpa sirkulasi air • Tabung ganda atau triple dengan sirkulasi air • Dapat digunakan pada batuan • Dapat mengidentifikasi tanah secara langsung • Tidak sesuai untuk pengeboran pada tanah lunak • Dapat mengganggu struktur tanah .

4. Pengeboran Inti (Core Drilling) .

Disebutkan kondisi contoh terganggu atau tak terganggu. tanggal.Boring Log • Semua hasil-hasil pengeboran dicatat dalam laporan hasil pengeboran (atau disebut boring log). antara lain:  Kedalaman lapisan tanah. dan nama penanggung jawab pekerjaan pengeboran.  Deskripsi tanah.  Nama proyek.  Posisi dan kedalaman pengambilan contoh. lokasi. .  Elevasi permukaan tiik bor. lapisan tanah dan muka air tanah.  Simbol jenis tanah secara grafis.

Contoh Simbol Jenis Tanah .

Metode Pengambilan Sample Tanah CONTOH TANAH TAK TERGANGGU (UNDISTURBED SOIL SAMPLING) • Teknik Pengambilan  Tanah liat (lempung dan lanau) yang sangat lunak – lunak dan sensitif tabung tipis + piston  Tanah liat lunak sampai sedang tabung tipis (shelby thin wall tube sampler)  Tanah liat keras – sangat keras tabung tebal (thick wall tube sampler) atau tabung ganda (Denison or Pitcher samplers) .

.

.

Metode Pengambilan Sample Tanah CONTOH TANAH TAK TERGANGGU (UNDISTURBED SOIL SAMPLING) • Persyaratan Pengambilan  Tabung bulat dan tidak penyok. tajam dan sedikit menguncup  Tidak boleh mengalami hambatan di sepanjang lubang bor sebelum pengambilan sample  Tanah lunak – sedang. ujung tabung kondisi baik. dilakukan dengan pemukulan tabung dan penetrasi tabung ≤ 6x diameter tabung . penekanan dengan kecepatan konstan dan dalam satu kali dorongan  Tanah sedang dan lengket.

Metode Pengambilan Sample Tanah CONTOH TANAH TAK TERGANGGU (UNDISTURBED SOIL SAMPLING) • Teknik Penyimpanan/Perlakuan benda uji  Tabung harus ditutup dengan lilin parafin  Disimpan di tempat yang teduh  Diberi label untuk memudahkan identifikasi  Selama pengangkutan. tabung dibungkus busa  Penyimpanan harus tegak dan dalam ruangan sejuk  Pengujian laboratorium harus dilakukan segera .

Metode Pengambilan Sample Tanah CONTOH TANAH TERGANGGU (DISTURBED SOIL SAMPLING) • Teknik Pengambilan dan Perlakuan Benda Uji  Dapat diperoleh dari core drilling atau tabung SPT  Harus dibungkus plastik dan disimpan di tempat yang sejuk  Diberi label untuk memudahkan identifikasi  Biasanya digunakan untuk keperluan material timbunan .

Uji Lapangan (Insitu Test) • UJI LAPANGAN SEDERHANA DAN UMUM  Uji Penetrasi Standar (Standard Penetration Test/SPT)  Uji Sondir (Cone Penetration Test/CPT) • UJI LAPANGAN YANG LANGSUNG MEMBERIKAN SIFAT MEKANIS TANAH  Uji Baling-baling (field vane shear test) sifat kekuatan tanah  Uji Tekan Lateral Silinder (PressuremeterTest/Lateral Load Test (LLT)) sifat deformasi tanah  Uji Tekan Lateral Pipih (Flat Dilatometer Test) sifat deformasi tanah  Uji Tekan Pelat (Plate Bearing Test) sifat deformasi tanah .

KONSOLIDASI TANAH .

• Konsolidasi adalah proses terperasnya air tanah akibat bekerjanya beban. Proses ini berlangsung terus sampai kelebihan tekanan air pori yang disebabkan oleh kenaikan tegangan total telah benar-benar hilang. yang terjadi sebagai fungsi waktu karena kecilnya permeabilitas tanah. .Definisi • Konsolidasi adalah suatu proses pengecilan volume secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah akibat pengaliran scbagian air pori.

Contoh Keretakan Akibat Penurunan Konsolidasi .

Contoh Settlement .

Contoh Settlement .

• Pembebanan tanah jenuh berpermeabilitas rendah akan menaikkan tekanan air pori • Air akan mengalir ke lapisan tanah dengan tekanan pori yang lebih rendah .

• Pembebanan tanah jenuh berpermeabilitas rendah akan menaikkan tekanan air pori • Air akan mengalir ke lapisan tanah dengan tekanan pori yang lebih rendah .

Konsolidasi • Konsolidasi adalah proses berkurangnya volume/ pori tanah jenuh akibat pembebanan • Proses konsolidasi dipengaruhi oleh kecepatan drainase air dari pori tanah .

• Konsolidasi adalah proses terperasnya air tanah akibat bekerjanya beban. . yang terjadi sebagai fungsi waktu karena kecilnya permeabilitas tanah. Proses ini berlangsung terus sampai kelebihan tekanan air pori yang disebabkan oleh kenaikan tegangan total telah benar-benar hilang.Definisi Konsolidasi • Konsolidasi adalah suatu proses pengecilan volume secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah akibat pengaliran scbagian air pori.

Analogi Piston dan Pegas • Mekanisme proses konsolidasi satu dimensi dapat dijelaskan dengan analogi piston dan pegas • Representasi:  Pegas -> tanah  Air -> air pori  Lubang piston -> permeabilitas tanah .

Analogi Piston dan Pegas .

Analogi Piston dan Pegas • Kondisi katup terbuka Kecepatan air terdainasi bergantung pada besarnya lubang → permeabilitas → koefisien konsolidasi (Cv) Kondisi drained .

.Analogi Piston dan Pegas • Kondisi katup terbuka Air terdrainase→ Piston bergerak turun → beban ditransfer ke pegas secara berangsur-angsur.

Analogi Piston dan Pegas • Kondisi katup terbuka Pada suatu saat ∆U=0→ seluruh ∆P didukung oleh pegas dan tidak terjadi penurunan lagi Kedudukan ini menggambarkan bahwa konsolidasi telah berakhir .

Ilustrasi Konsolidasi di Lapangan • Pondasi sangat lebar →tekanan akibat pondasi sama pada seluruh kedalaman • Tegangan air pori lapisan lempung sesaat pada saat pembebanan sama pada tiap kedalaman → ∆U=∆P .

Ilustrasi Konsolidasi di Lapangan • Air pori lapisan lempung mengalir ke atas dan ke bawah (1 dimensi) • Tinggi air pada piezometer menyatakan besarnya tekanan air pori di lokasi terpasangnya. .

Ilustrasi Konsolidasi di Lapangan .

tekanan air pori pada lapisan yang paling dekat dengan lapisan pasir lebih dulu berkurang • Tekanan air pori pada lapisan bagian tengah masih tetap → butuh waktu yang lebih lama untuk drainasi .Ilustrasi Konsolidasi di Lapangan • Dalam waktu tertentu.

Jenis Konsolidasi Normally Consolidated Over Consolidated .

Over Consolidated .

Normally Consolidated • Kondisi dimana apabila tegangan efektif yang bekerja pada suatu titik di dalam tanah pada waktu sekarang merupakan tegangan maksimumnya (tanah tidak pernah mengalami tekanan yang lebih besar dari tekanan pada waktu sekarang) disebut normally consolidated (NC) atau terkonsolidasi normal .

Normally Consolidated dan Over Consolidated .

Underconsolidated • Dapat ditemui tanah lempung yang memiliki OCR<1. • Dalam kondisi ini lapisan lempung belum mengalami keseimbangan akibat beban di atasnya. Jika tekanan air pori diukur dalam kondisi underconsolidation tekanannya akan melebihi tekanan hidrostatisnya. Dalam hal ini tanah sedang mengalami konsolidasi (underconsolidation) • Kondisi Underconsolidation dapat terjadi pada tanah-tanah yang baru diendapkan baik secara geologis maupun oleh manusia. karena Pc’<Po’. .

Tugas Kelompok Buat Makalah tentang jenis-jenis pengambilan sample tanah (diprintout dan dicover sesuai dengan format default tugas UMB) Buat Power Point Presentasi dan dipresentasikan Masing-masing Kelompok terdiri dari 7-8 orang Due date 24 maret 2018 .

MT.Terima Kasih SITI ASYIAH. .