You are on page 1of 28

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN

Dasar Hukum

Perlakuan Akuntansi atas Transaksi Tahun Anggaran 2017
diatur dalam Lampiran III Surat Dirjen Perbendaharaan
Nomor S-11819/PB/2017 tanggal 29 Desember 2017 hal
Jadwal Rekonsiliasi, Penyusunan dan Penyampaian Laporan
Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) Tahun 2017
Unaudited serta Perlakuan Akuntansi atas Transaksi Akhir
Tahun Anggaran 2017

2

Rekapitulasi saldo akun Hibah Langsung Yang Belum Disahkan. Pengaturan Penyajian Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran. Hibah langsung bentuk barang/jasa yang sampai dengan akhir tahun anggaran 2017 belum dilakukan pengesahan. Koreksi akun aset belum diregister dikarenakan ketidaktepatan penggunaan akun belanja. Pertanggungjawaban UP/TUP tahun 2017 yang diajukan pada tahun 2018. Hibah langsung bentuk uang yang sampai dengan akhir tahun anggaran 2017 belum dilakukan pengesahan. 3 . Penyajian selisih kurs Kas di Bendahara Pengeluaran dalam mata uang asing. Pencatatan kontrak wanprestasi atau pencairan klaim jaminan kontrak di akhir Ruang tahun anggaran 2017 (jaminan penyelesaian pekerjaan dan jaminan Lingkup pemeliharaan).

2. b) Dilakukan setelah tanggal 31 Desember 2017. Perlakuan Akuntansi atas Jaminan Penyelesaian Pekerjaan: 1.1a) Jaminan Penyelesaian Pekerjaan (bag1) Jaminan penyelesaian pekerjaan diatur dalam Pasal 14 dan 15 Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-12/PB/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Akhir tahun Anggaran 2017. Variasi pencatatan pencairan jaminan/garansi bank dan penyetoran ke Kas Negara: a) Dilakukan sampai dengan 31 Desember 2017. 4 . Satker tidak menyajikan jaminan/garansi bank di dalam Neraca tetapi cukup mengungkapkan di dalam CaLK.

Jika menghasilkan KDP/ATB Dalam Pengerjaan. 2. Diperlakukan sebagai pengembalian belanja satker ybs.Pengembalian belanja  Koreksi dilakukan melalui Menu Koreksi di Aplikasi SIMAK BMN. 5 . Disetor menggunakan akun 5xxxxx  Input Bukti Penerimaan Negara (BPN) pada Menu Pengembalian Belanja di Aplikasi SAIBA.1a) Jaminan Penyelesaian Pekerjaan (bag2) Pencairan jaminan/garansi bank dan penyetoran ke Kas Negara dilakukan sampai dengan 31 Desember 2017 1. dilanjutkan dengan jurnal pada Aplikasi SAIBA. 2. maka nilai KDP/ATB Dalam Pengerjaan disajikan sebesar: Nilai realisasi pembayaran kontrak .

dengan jurnal pada Aplikasi SAIBA sebagai berikut: D 115211 Piutang PNBP xxxx K 117911 Persediaan/AT/AL yang Belum xxxx Diregister/Beban xxx 2. 1a) Jaminan Penyelesaian Pekerjaan (bag3) Pencairan jaminan/garansi bank dan penyetoran ke Kas Negara dilakukan setelah 31 Desember 2017 1. 2. Penyetoran ke Kas Negara diperlakukan sebagai Penerimaan Kembali Belanja tahun anggaran yang lalu (42591x) satker ybs. 6 . Jika menghasilkan KDP/ATB Dalam Pengerjaan. Pada Neraca per 31 Desember 2017 disajikan sebagai Piutang PNBP sekaligus mengoreksi pencatatan beban atau persediaan//aset tetap/aset lainnya yang belum diregister. maka nilai KDP/ATB Dalam Pengerjaan disajikan sebesar: Nilai realisasi pembayaran kontrak . sebesar persentase pekerjaan yang tidak diselesaikan. dilanjutkan jurnal di Aplikasi SAIBA.Pengembalian belanja  Koreksi dilakukan melalui Menu Koreksi pada Aplikasi SIMAK BMN.

namun cukup diungkapkan secara memadai di dalam CaLK. Apabila dalam masa pemeliharaan pihak ketiga wanprestasi. Jaminan pemeliharaaan/garansi bank tidak perlu disajikan di dalam Neraca. Setoran pencairan jaminan pemeliharaan tersebut tidak mengurangi nilai aset tetap/aset lainnya yang bersangkutan. 7 . Perlakuan Akuntansi atas Jaminan Pemeliharaan: 1.1b) Jaminan Pemeliharaan Jaminan pemeliharaan diatur dalam Pasal 13 Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-12/PB/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Akhir tahun Anggaran 2017. 2. 3. jaminan pemeliharaan dicairkan dan disetor ke Kas Negara oleh Satker sebagai pendapatan anggaran lain-lain (423999).

belum disetor misalnya pendapatan jasa giro. misalnya potongan belum disetor pajak atas belanja yang dilakukan melalui mekanisme UP/TUP.2) Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran (bag 1) Pendapatan PNBP • Digunakan untuk mencatat pendapatan yang s. 31 yang belum Desember 2017.d. 8 .d. 31 Desember 2017 belum disetor ke Kas Negara. 31 Desember 2017. • Digunakan untuk mencatat uang pihak Uang pihak ketiga ketiga/pegawai yang masih belum dibayar s.d. • Digunakan untuk mencatat potongan pajak oleh Potongan pajak Bendahara Pengeluaran yang belum disetor ke Kas Negara s. misalnya honorarium atau uang perjalanan dinas yang dicairkan melalui rekening diserahkan Bendahara Pengeluaran.

Pendapatan PNBP belum disetor: D 111821 Kas Lainnya di Bendahara xxxx Pengeluaran K 42xxxx Pendapatan PNBP xxx xxxx 2. Potongan Pajak Belum Disetor D 111821 Kas Lainnya di Bendahara xxxx Pengeluaran K 219961 Utang Pajak Bendahara xxxx Pengeluaran Yang Belum Disetor 3.2) Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran (bag 2) 1. Uang pihak ketiga yang belum diserahkan D 111825 Kas Lainnya di Bendahara xxxx Pengeluaran K 212191 Utang Kepada Pihak Ketiga Lainnya xxxx 9 .

dengan mengakui Pendapatan dan Beban Selisih Kurs Belum Terealisasi. Satker memastikan saldo Kas di BP telah sama dengan nilai nominal dalam mata valas dengan KPPN mitra kerjanya.d. Satker melakukan jurnal pada Aplikasi SAIBA terhadap akun Kas di BP dan Uang Muka dari KPPN.3) Selisih Kurs pada Kas di Bendahara Pengeluaran (bag 1) Saldo Kas di BP dalam bentuk valas yang belum disetor ke kas Negara s. 31 Desember 2017 dijabarkan dan dinyatakan dalam Rp menggunakan kurs tengah BI pada tanggal pelaporan. Satker agar berkoordinasi dengan KPPN mitra kerja terkait kurs tengah BI pada tanggal pelaporan yang digunakan. 10 .

3) Selisih Kurs pada Kas di Bendahara Pengeluaran (bag 2) Dalam hal saldo Kas di BP dalam Rp berdasarkan hasil penjabaran kurs tengah BI > saldo Buku Besar Kas di BP dalam Rp pada tanggal pelaporan • Penyesuaian akun Kas di BP dengan mengakui pendapatan (jurnal penyesuaian kategori 12) D 11161x Kas di Bendahara Pengeluaran xxxx K 491111 Pendapatan Selisih Kurs Yang xxxx Belum Terealisasi • Penyesuaian akun Uang Muka dari KPPN dengan mengakui beban (jurnal umum) D 596211 Kas di Bendahara Pengeluaran xxxx K 219511 Uang Muka dari KPPN xxxx 11 .

3) Selisih kurs pada Kas di Bendahara Pengeluaran (bag 3) Dalam hal saldo Kas di BP dalam Rp berdasarkan hasil penjabaran kurs tengah BI < saldo Buku Besar Kas di BP dalam Rp pada tanggal pelaporan. • Penyesuaian akun Kas di BP dengan mengakui beban (jurnal penyesuaian kategori 12) D 596211 Beban Kerugian Selisih Kurs xxxx Belum Terealisasi K 11161x Kas di Bendahara Pengeluaran xxxx • Penyesuaian akun Uang Muka dari KPPN dengan mengakui pendapatan (jurnal umum) D 219511 Uang Muka dari KPPN xxxx K 491111 Pendapatan Selisih Kurs Yang xxxx Belum Terealisasi 12 .

4) Koreksi Akuntansi atas Aset Yang Belum Diregister yang Disebabkan oleh Ketidaksesuaian Akun Belanja (bag1) 1. 4. 6. 13 . 5. Kesalahan penggunaan akun belanja modal yang digunakan untuk perolehan barang persediaan. tetapi seharusnya untuk beban yang lain. Akun belanja barang persediaan yang digunakan bukan untuk pengadaan barang persediaan. Akun belanja persediaan yang digunakan untuk perolehan aset tetap/aset lainnya. Kesalahan pemilihan akun belanja modal. tetapi digunakan untuk mencatat perolehan/pengembangan persediaan/aset tetap/aset lainnya. 2. Akun belanja yang seharusnya tidak menghasilkan persediaan/aset tetap/aset lainnya. 3. tetapi seharusnya menimbulkan beban atau menghasilkan BMN ekstrakomptabel. Akun belanja modal yang digunakan bukan untuk perolehan atau pengembangan aset tetap/aset lainnya. misalnya belanja modal gedung dan bangunan menghasilkan peralatan dan mesin atau aset tak berwujud.

Akun belanja yang seharusnya tidak menghasilkan persediaan/aset tetap/aset lainnya. Akun belanja persediaan yang digunakan untuk perolehan aset tetap/aset lainnya. misalnya belanja modal gedung dan bangunan menghasilkan peralatan dan mesin atau aset tak berwujud. Kesalahan penggunaan akun belanja modal yang digunakan untuk perolehan barang persediaan. tetapi seharusnya untuk beban yang lain.4) Koreksi Akuntansi atas Aset Yang Belum Diregister yang Disebabkan oleh Ketidaksesuaian Akun Belanja (bag1) Akun belanja barang persediaan yang digunakan bukan untuk pengadaan barang persediaan. 14 . tetapi seharusnya menimbulkan beban atau menghasilkan BMN ekstrakomptabel. tetapi digunakan untuk mencatat perolehan/pengembangan persediaan/aset tetap/aset lainnya. Akun belanja modal yang digunakan bukan untuk perolehan atau pengembangan aset tetap/aset lainnya. Kesalahan pemilihan akun belanja modal.

seharusnya dilakukan revisi anggaran/ralat dokumen realisasi belanja.05/2016 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Pusat pada bagian koreksi beban aset.  Tata cara koreksi mengacu pada PMK Nomor 225/PMK. dikarenakan pertimbangan manajemen tidak dilakukan revisi anggaran/ralat dokumen realisasi belanja.4) Koreksi akuntansi atas aset yang belum diregister yang disebabkan oleh ketidaksesuaian akun belanja (bag2)  Atas ketidaksesuaian ini. agar tidak terjadi salah saji dalam laporan keuangan perlu dilakukan koreksi akuntansi untuk mengeliminasi akun aset belum diregister.  Apabila sampai dengan akhir periode pelaporan tahun 2017. serta dilengkapi dengan dokumen pendukung terkait.  Setiap jurnal manual agar dibuat berdasarkan Memo Penyesuaian yang telah ditandatangani oleh pihak yang berwenang. 15 .  Satker agar mengungkapkan secara memadai alasan/pertimbangan manajemen tidak melakukan revisi anggaran/ralat dokumen realisasi belanja di dalam CaLK.

Akhir Tahun Anggaran 2017 Belum Dilakukan Pengesahan 1. 5) Hibah Langsung Bentuk Uang yang s. Penggunaan uang yang berasal dari hibah langsung yang dilakukan pada tahun 2017: a) Jika penggunaan uang yang berasal dari hibah langsung tidak menghasilkan aset. Satker agar membuat jurnal secara manual pada aplikasi SAIBA sebagai berikut: D Pendapatan Perolehan Aset Lainnya xxxx K Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum Diregister xxxx 16 .d. Pada saat jurnal tersebut diterima di aplikasi SAIBA. Satker membuat jurnal secara manual pada aplikasi SAIBA sebagai berikut: D Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang Belum Diregister xxxx K Kas Lainnya di K/L dari Hibah yang Belum Disahkan xxxx Input di Aplikasi Persediaan/SIMAK BMN sebagai perolehan lainnya. Satker membuat jurnal secara manual pada aplikasi SAIBA sebagai berikut: D Beban xxx xxxx K Kas Lainnya di K/L dari Hibah yang Belum Disahkan xxxx b) Jika penggunaan uang yang berasal dari hibah langsung yang dilakukan pada tahun berjalan menghasilkan aset.

Pada saat jurnal tersebut diterima di aplikasi SAIBA. maka Satker membuat jurnal secara manual pada aplikasi SAIBA sebagai berikut: D Koreksi Lainnya xxxx K Kas dari Hibah Langsung yang Belum Disahkan xxxx b) Jika penggunaan uang yang berasal dari hibah langsung pada tahun yang lalu menghasilkan aset. 5) Hibah Langsung Uang yang Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2017 Belum Dilakukan Pengesahan 2. Penggunaan uang yang berasal dari hibah langsung yang dilakukan pada tahun 2016 dan tahun sebelumnya: a) Jika penggunaan uang yang berasal dari hibah langsung yang dilakukan tidak menghasilkan aset. maka Satker membuat jurnal secara manual pada Aplikasi SAIBA sebagai berikut: D Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum Diregister xxxx K Kas dari Hibah Langsung yang Belum Disahkan xxxx Input di Aplikasi Persediaan/SIMAK BMN sebagai Saldo Awal. Satker agar membuat jurnal secara manual pada Aplikasi SAIBA sebagai berikut: D Koreksi Nilai Persediaan/Koreksi Aset Tetap Non Revaluasi xxxx K Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum Diregister xxxx 17 .

Atas hibah langsung berupa barang/jasa tersebut sudah diterima dengan BAST tertanggal tahun 2017 dan satker belum mencatat Aset/Beban. Satker tetap menyajikan Hibah Langsung yang Belum Disahkan di dalam Neraca per 31 Desember 2017 dan mengungkapkan secara memadai di dalam CaLK. termasuk penjelasan atas belum dilakukannya pengesahan sampai dengan akhir tahun anggaran 2017. SAIBA D Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum Diregister xxxx K Hibah Langsung yang belum Disahkan xxxx SIMAK BMN-input menu hibah masuk D Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya xxxx K Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum Diregister xxxx 18 . 2. 6) Hibah Langsung Barang/Jasa yang Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2017 Belum Dilakukan Pengesahan 1. Atas hibah langsung berupa barang dan jasa tersebut sudah diterima dengan BAST dan satker telah mencatat Beban/Aset serta Hibah Langsung yang Belum Disahkan sesuai PMK Nomor 225/PMK.05/2016 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Pusat Atas kondisi ini.

a) Hibah langsung berupa barang. dan belum melakukan pencatatan aset: • SAIBA D Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya yang belum Diregister xxxx K Hibah Langsung yang belum Disahkan xxxx • SIMAK-BMN melalui menu hibah masuk D Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya xxxx K Persediaan/Aset Tetap/Aset Lainnya Yang Belum Diregister xxxx 19 .6) Hibah Langsung Barang/Jasa yang Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2017 Belum Dilakukan Pengesahan 3. Atas hibah langsung berupa barang/jasa tersebut sudah diterima dengan BAST tertanggal tahun 2016 atau tahun sebelumnya dan satker belum mencatat Aset/Beban.

Atas hibah langsung berupa barang/jasa tersebut sudah diterima dengan BAST tertanggal tahun 2016 atau tahun sebelumnya dan satker belum mencatat Aset/Beban. 6) Hibah Langsung Barang/Jasa yang Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2017 Belum Dilakukan Pengesahan 3. 20 . termasuk penjelasan atas belum dilakukannya pengesahan sampai dengan akhir tahun 2017. satker tetap menyajikan akun Hibah Langsung yang Belum Disahkan dan mengungkapkan secara memadai di dalam CaLK. dan belum melakukan pencatatan: • SAIBA D Koreksi Lainnya xxxx K Hibah Langsung yang belum Disahkan xxxx Apabila sampai dengan 31 Desember 2017 belum dilakukan pengesahan. b) Hibah langsung berupa jasa.

dengan rincian sebagai berikut: Jumlah saldo akun/pos Hibah Langsung yang Belum Disahkan yang berasal dari tahun sebelumnya (saldo awal) Jumlah saldo akun/pos Hibah Langsung yang Belum Disahkan yang terbentuk dari jurnal tahun berjalan atas hibah langsung tahun yang lalu Jumlah saldo akun/pos Hibah Langsung yang Belum Disahkan yang terbentuk dari jurnal tahun berjalan atas hibah langsung tahun berjalan 21 .7) Rekapitulasi Saldo Akun Hibah Langsung yang Belum Disahkan dalam CaLK (bag1) Dalam rangka penyusunan LKPP. Kementerian Negara /Lembaga mengungkapkan rekapitulasi keseluruhan saldo akun/pos Hibah Langsung yang Belum Disahkan per 31 Desember 2017 baik yang terbentuk dari hibah lansung uang maupun hibah langsung barang/jasa di dalam CaLK.

7) Rekapitulasi Saldo Akun Hibah Langsung yang Belum Disahkan dalam CaLK (bag2) FORMAT LAPORAN Kode BA Uraian BA Saldo Hibah Saldo Hibah Jurnal Saldo Hibah Langsung yang Langsung yang Balik/Jurnal Langsung yang Belum Disahkan belum Koreksi *) Belum Tahun 2016 dan Disahkan yang Disahkan per tahun Terbentuk 31 Desember Sebelumnya pada Tahun 2017 (Saldo Awal 2017 tahun 2017) *) Jurnal balik/koreksi: terdapat rekomendasi dari BPK RI untuk dilakukan penyetoran saldo hibah yang belum digunakan ke Donor atau ke Kas Negara. sehingga dilakukan jurnal sesuai PMk Nomor 225/PMK. 22 .05/2016.

8) Pertanggungjawaban UP/TUP tahun 2017 yang diajukan pada tahun 2018 (bag1) PER-12/PB/2017 Pasal 21 Pasal 21 Ayat (6): 1. Satker melakukan revisi DIPA tahun anggaran 2018 untuk menampung bukti pengeluaran UP/TUP tahun anggaran 2017 tersebut dan mencantumkan dalam halaman IV DIPA 23 . Bukti pengeluaran UP/TUP tahun anggaran 2017 dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban UP tahun anggaran 2018 melalui mekanisme tunggakan. UP/TUP tahun anggaran 2017 yang belum dipertanggungjawabkan dapat diperhitungkan dengan UP tahun 2018. 2. 3.

input perolehan BMN D 117xxx/ Persediaan/ Aset Tetap/ Aset Lainnya xxxx 13xxxx/ 16xxxx K 117911/ Persediaan/Aset Tetap/ Aset Lainnya yang xxxx 13xxxx/ Belum Diregister 16xxxx • SAIBA D 117911/ Persediaan/Aset tetap/ Aset Lainnya yang xxxx 13xxxx/ Belum Diregister 16xxxx K 212112/ Belanja Barang/Modal yang Masih Harus xxxx 212113 Dibayar 24 .8) Pertanggungjawaban UP/TUP tahun 2017 yang diajukan pada tahun 2018 (bag 2) 1. Jurnal penyesuaian atas belanja UP/TUP tahun 2017 yang menghasilkan aset • SIMAK BMN .

Jurnal penyesuaian atas belanja UP/TUP tahun 2017 yang tidak menghasilkan aset • SAIBA D 59xxx Beban xxx xxxx K 212112 Belanja Barang yang Masih xxxx Harus Dibayar 25 .8) Pertanggungjawaban UP/TUP tahun 2017 yang diajukan pada tahun 2018 (bag3) 2.

satker melakukan perekaman pada Aplikasi SAIBA sehingga akun Persediaan/Aset Tetap/ Aset Lainnya yang Belum Diregister akan tereliminasi. Ketika telah terbit SP2D sebagai pertanggungjawaban atas belanja tersebut. Jurnal balik atas penyesuaian atas belanja UP/TUP tahun 2017 yang menghasilkan aset (dilakukan pada 1 Januari 2018) • SAIBA D 212112/ Belanja Barang/Modal yang Masih xxxx 212113 Harus Dibayar K 117911/ Persediaan/Aset Tetap/ Aset Lainnya xxxx 13xxxx/ yang Belum Diregister 16xxxx Atas jurnal di atas akan muncul saldo Persediaan/Aset Tetap/ Aset Lainnya yang Belum Diregister di sisi kredit. 26 .8) Pertanggungjawaban UP/TUP tahun 2017 yang diajukan pada tahun 2018 (bag4) 3.

Ketika telah terbit SP2D sebagai pertanggungjawaban atas belanja tersebut. sehingga akun beban tersebut tereliminasi. Jurnal balik atas penyesuaian atas belanja UP/TUP tahun 2017 yang tidak menghasilkan aset (dilakukan pada 1 Januari 2018) SAIBA212112 D Belanja Barang yang Masih xxxx Harus Dibayar K 59xxx Beban xxx xxxx Atas jurnal di atas akan muncul saldo beban di sisi kredit.8) Pertanggungjawaban UP/TUP tahun 2017 yang diajukan pada tahun 2018 (bag4) 4. 27 . satker melakukan perekaman pada Aplikasi SAIBA.

Diklat Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan Laporan Keuangan .