You are on page 1of 15

Kelompok 6

 Okta Fiyanti (S16173)
 Puput Estu W (S16174)
 Putri Tiara E (S16175)
 Retno Wulandari (S16176)
 Rizka Ardania S (S16178)
 Salma Deviyana (S16179)
 Selvita Berlian D (S16180)
 Septyan Bagus M (S16191)

gelombang P tidak ada dan kompleks QRS lebar seta tidak teratur. VF terjadi bila ventrikel mengalami depolarisasi secara kacau dan cepat .paling sering mendahului kematian mendadak pada orang dewasa. tekanan darah tidak terukur dan cardiac arrest. Definisi Ventrikel fibrilasi merupakan aritmia ventrikel yang sangat ekstrim. Mekanisme yang terjadi pada VF adalah jantung tidak dapat menghasilkan curah jantung .Memiliki irama tidak teratur dengan frekuensi yang tidak dapat dihitung. VENTRIKEL FIBRILASI A. . sehingga ventrikel tidak berkontraksi sebagai satu unit tetapi bergetar secara inefektif.

 Kardiomiopati Gangguan jantung nonstruktural  Luka atau sengatan listrik  Heart block  Channelopathies  Long QT syndrome  Short QT syndrome  Brugada syndrome Noncardiac respiratory  Bronchospasm  Aspirasi  Hipertensi pulmonal primer  Emboli pulmonal Gangguan elektrolit dan asidosis  Obat-obatan  Keracunan  Sepsis Neurologik  Kejang  Perdarahan intrakranial atau strok iskemik  Tenggelam .B. Etiologi Fibrilasi ventrikel dapat disebabkan antara lain: Gangguan jantung struktural  Iskemik atau infark miokard akibat penyakit jantung koroner.

Adanya kombinasi ini menghasilkan irama sendiri. Aritmia ini dipertahankan oleh adanya jalur masuk yang berulang-ulang karena bagian dari otot jantung mengalami depolarisasi secara konstan. dari gelombang sinus di ventrikel menyebabkan terjadinya fibrilasi ventrikel yang mungkin sulit dibedakan dengan asistol. . Patofisiologi Aktivitas listrik pada fibrilasi ventrikel ditandai oleh depolarisasi sel yang tidak beraturan melalui otot jantung ventrikel.Pada pemeriksaan EKG tidak ditemukan kompleks QRS walaupun jarak amplitudo yang melebar pada aktivitas listrik ditemukan.C. Fibrilasi ventrikel dimulai ketika daerah pada miokard memiliki bagian refraksi dan bagian konduksi pada jalur masuk. Berkurangnya depolarisasi yang terkoordinasi mencegah terjadinya kontraksi yang efektif dari otot jantung dan pengeluaran darah dari jantung.

Manifestasi Klinis Kondisi di mana ruang bawah jantung berdetak terlalu cepat dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel.D. Tanda-tanda dan gejala awalnya. meliputi:  Nyeri dada  Denyut jantung cepat (takikardia)  Pusing  Mual  Sesak napas  Hilangnya kesadaran .

CT atau MRI . Cek nadi Pemeriksaan Tim Kesehatan 1. Ekokardiogram 5.E. Kateterisasi koroner 6. Prosedur Diagnostik Pada kondisi kita akan mengetahui jika pasien mengalami fibrilasi ventrikel berdasarkan pemeriksaan dari: 1. Tes darah 3. Elektrokardiogram 2. Monitor jantung 2. X-ray dada 4.

Terapi dengan listrik. Amiodaron b. Lidokain c. Magnesium sulfat 2. Penatalaksanaan Medis 1. meliputi: 1) Defibrilasi 2) Automatic External defibrillator ( AED ) 3) AICD (automatic implantable cardioverter defibrillators) . Obat-obatan anti aritmia a.

pekerjaan 2. Pola Kognitif atau Perseptual j. Riwayat penyakit dahulu c. Pola Aktivitas atau Latihan h. Pola Seksualitas atau Reproduksi m. Asuhan Keperawatan A. umur. Pola Nilai dan Kepercayaan . Pola Eleminasi g. Pola Nutrisi dan Cairan f. Pola Tidur atau Istirahat i. Riwayat kesehatan keluarga d. Pola Persepsi Kesehatan e. Pola Persepsi Diri k. Pola Peran dan Hubungan l. Riwayat kesehatan a. Pola Koping atau Toleransi Stres n. PENGKAJIAN 1. jenis kelamin. Identitas pasien : Nama. Riwayat penyakit sekarang b.

3. S4. Abdomen : Acites. bising usus f. whezing. edema. Ekstremitas : Temperatur. Paru : Bentuk dada Pergerakan dada Asimetris dada Pernapasan : • frekuensi. irama. Pemeriksaan fisik a. sklera b. Gallop Bising jantung : trill e. Leher : JVP. cianosis . isi Suara jantung Apeks jantung Suara tambahan : S3. Jantung : Tekanan darah Nadi : Frekuensi. krepitasi d. bising arteri karotis c. kelembaban. Mata : konjungtiva. irama. jenis • suara nafas • suara tambahan : ronkhi.

Laboratorium • Hematologi : Hb. Foto Rontgen Toraks • Edeme alveolar • Efusi pleura • Pembesaran jantung . SGPT • Gulla darah • Kolesterol. Elektrokardiogram (EKG) • Penyakit jantung koroner : iskhemi. triglisserid b. BUN. cretinin. infark • Pembesaran jantung : LVH • Aritmia • Perikarditis c. Cl. MG • Gangguan fungsi ginjal dan hati • Ureum.4. Leukosit • Elektrolit : K. urin lengkap • SGOT. Pemeriksaan penunjang a. Na. Ht.

Diagnosa Keperawatan 1. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen .B. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan denyut/curah jantung 2. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan cemas 3.

status pernafasan. Intervensi Keperawatan Dx I  Kaji dan dokumentasikan tekanan darah.c. adanya sianosis. dan status mental  Pantau pacemaker jika dibutuhkan  Pantau denyut perifer. dan suhu serta warna ekstremitas . waktu pengisian kapiler.

gunakan teknik head chin lift atau jaw thrust bila perlu  Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi  Lakukan fisioterapi dada jika perlu  Keluarkan sekret dengan batuk atau suction  Auskultasi suara nafas. Pengelolaan jalan napas  Buka jalan nafas. hidung dan secret trakea  Pertahankan jalan nafas yang paten  Atur peralatan oksigenasi  Monitor aliran oksigen  Pertahankan posisi pasien  Observasi adanya tanda-tanda hipoventilasi  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi . catat adanya suara tambahan  Berikan bronkodilator bila perlu  Monitor respirasi dan status oksigen  Terapi oksigen  Bersihkan mulut.DX II a.

Pemantauan pernapasan  Pantau kecepatan. dan tersengal-sengal.b. ansietas. kedalaman. . dan usaha respirasi  Perhatikan pergerakan dada  Pantau respirasi yang berbunyi  Pantau peningkatan kegelisahan. irama.

DX III a. Terapi aktivitas b. Pengelolaan energi  Tentukan penyebab keletihan  Pantau respon kardiorespiratori terhadap aktivitas  Pantau respon oksigen pasien  Pantau asupan nutrisi untuk memastikan keadekuatan sumber-sumber energi  Pantau/dokumentasikan pola istirahat pasien dan lamanya waktu tidur .