You are on page 1of 118

Definisi Helmintologi

Bahasa yunani ; “helminth” berarti
cacing
Kelompok Metazoa
Helmintologi : ilmu yg mempelajari
cacing yg hidup sbg parasit pada manusia

5/7/2018 1

3 Klasifikasi cacing (MC)
1. Phylum Annelida
“Lintah”  ektoparasit
hidup di air dan darat
ukurannya bermacam2

5/7/2018 2

2. Phylum nemathelminthes
 Kelas nematoda
 Kel cacing dng bentuk bulat memanjang seperti
benang (Nema benang)
kulit luar tidak bersegmen, kutikulanya licin,
kadang2 bergaris, memiliki rongga badan serta
jenis kelamin terpisah
bersifat parasit bagi hewan maupun manusia

5/7/2018 3

3 Plylum Platyhelminthes
Kel cacing pipih, dpt berbentuk pipih spt
daun atau pipih panjang seperti pita.
• pipih spt daun  trematoda, kelas trematoda
biasanya tdk memiliki rongga badan, bersifat
hermafrodit,
alat pencernaan buntu
• pipih panjang spt pita cestoda
umumnya tdk memiliki rongga badan, tdk
memiliki alat pencernaan dan bersifat hemafrodit

5/7/2018 4

5 Kel medium penularan
WHO (1964)
• Penularan melalui tinja (faeces)
telur dan larva menjadi infektif jika melalui
atau berada di anus .
penularan langsung dr orang ke orang

5/7/2018 5

5 Kel medium penularan
• Penularan melalui tanah (soil transmitted atau
Geohelmiths)
Telur/larva menjadi infektif sesudah menjalani
proses pematangan di dalam tanah

5/7/2018 6

5/7/2018 7 . 5 Kel medium penularan • Penularan melalui Arthropoda Arthropoda  vektor stadium infektif berkembang di dalam tubuh arthropoda.

5 Kel medium penularan • Penularan Melalui siput stadium infektif tubuh siput • Penularan terjadi melalui daging hewan stadium infektif tubuh hewan 5/7/2018 8 .

epidemiologinya • Adanya sumber infeksi • Lingkungan yg menguntungkan • Siklus hidup cacing • Keadaan sosial ekonomi • Kepercayaan/kebiasaan • Sistem perairan • Perpindahan penduduk • Transport yg mudah dan cepat 5/7/2018 9 .

Patologi dan klinik • Tdk bersifat akut • Gejala  setelah serangan berulang setelah ada kerusakan jaringan. berat ringannya tergantung : – Jumlah parasit – Kerentanan/kekebalan hospes 5/7/2018 10 .

dll 5/7/2018 11 . Diagnosis • Gejala umumnya tdk spesifik • Penegakan diagnosis dng pemeriksaan laboratorium : – Tinja – Konsentrasi/biakan – Usapan anus – Biopsi – Darah – Urin – Sputum.

Pencegahan • Mengurangi sumber penularan (mengobati penderita) • Pendidikan kesehatan • Pemberantasan hospes perantara dan vektor • Mempertinggi imunitas. • Pengawasan higiene sanitasi 5/7/2018 12 .

Ada juga yg hidup di lumpur dan tanah perkebunan 5/7/2018 13 . laut . Nematoda (scr Umum) • Parasit yg jumlah spesiesnya paling banyak • Kebanyakan hidup bebas di air tawar.

1976) • Geohelmintths / cacing tular tanah (Agoes. 1999) 5/7/2018 14 . Soil Transmitted Helminths (STH) • Nematoda Usus yg perkembangan embrionya pada tanah (Craig dan Faust.

Epidemiologi di indonesia • Iklim tropis yg lembab • Higiene & sanitasi yg kurang baik • Tingkat pendidikan . ekonomi & sosial yg rendah. • Kepadatan penduduk • Kebiasaan hidup yang kurang baik 5/7/2018 15 .

– Tricuris trichiura – Necator Americanus 5/7/2018 16 .• tanah  pematangan telur/larva • Non infektif  infektif • 3 spesies yg sering di jumpai di Indonesia: – Ascaris lumbricoides.

cacing mati berwarna putih 5/7/2018 17 . Ascaris Lumbricoides (Ascariasis) • Habitat  usus halus • Manusia  satu2nya hospes definitif • Merupakan nematoda usus terbesar • Berwarna putih kekuningan – merah muda.

Ascaris Lumbricoides 5/7/2018 18 .

• Cacing betina menghasilkan 200mrb butir telur sehari. berlangsung semasa hidup cacing (6-12 bln) 5/7/2018 19 . Morfologi dan siklus hidup • Badan bulat memanjang. kedua ujung lancip • Cacing jantan panjang 15-30 cm x lebar 3-5 mm • Betina 22-35 cm x lebar 3-6 mm.

cairan dlm keadaan blm lambung akan membelah mengaktifkan larva Proses pematangan 20- 24 hari.Larva masuk ke tubuh melalui Tlr keluar dr tinja mulut. siklus ke 2 di usus dan mulai menghasilkan telur 6-10 minggu 5/7/2018 20 . suhu optimal 30 oC Ususkapiler darah masuk alat pernafasan kelambungusus halus Waktu migrasi 10-15 hari.

Ascaris Lumbricoides • Diagnosis : menemukan telur dan cacing dewasa dalam tinja selama masa intestinal.  antelmintik atau keluar dengan sendirinya melalui mulut/anus .

apendiks atau ke bronkus dan menimbulkan keadaan gawat darurat sehingga kadang- kadang perlu tindakan operatif.Aspek Klinis Ascaris Lumbricoides • Gejala yangh timbul pada biasanya terjadi pada saat berada diparu-paru. • Efek yang serius terjadi bila cacing-cacing menggumpal dalam usus sehingga terjadi obstruksi usus (ileus). • Gangguan yang disebabkan cacing dewasa • Penderita mengalami gejala gangguan usus ringan seperti mual. • Pada keadaan tertentu cacing dewasa mengembara ke saluran empedu. nafsu makan berkurang. . diare atau konstipasi.

Lumbricoides • Kosmopolit . maupun perempuan mempunyai kemungkinan terinfeksi yg sama 5/7/2018 23 . Dng higiene & sanitasi • Terutama menyerang anak2 5-9 thn • Laki2. Epidemiologi A. daerah tropis dng udara lembab • Erat hub.

Ascaris Lumbricoides (Lanjutan) • Perkembangan didaerah endemik didukung oleh keadaan lingkungan – Tanah dan iklim yg sesuai liat. 25°C-30°C – Jumlah telur yg dpt bertahan hidup – Jumlah telur yg dpt hidup sampai bentuk infinitif dan masuk ke dalam hospes 5/7/2018 24 .

5/7/2018 25 . Pengobatan • Pemberian obat secara perorangan atau massal • Obat lama piperasin.efek samping • Baru: pirantelpamoat. tiabendazol. heksilresorkinol &hetrazan. albedazol. efek samping rendah. levamisol • Syarat peng massal: mudah di terima masy. mebendasol.

TRICHURIASIS .

Trichuriasis adalah penyakit infeksi usus besar sekum. apendiks dan rektum yang disebabkan oleh parasit Trichuris trichiura (cacing cambuk) .

Penyebab Trichuris trichiura merupakan nematoda yang hidup dalam cecum dan colon ascending pada tubuh manusia. Cacing cambuk tinggal di usus besar dan telurnya ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi. . atau biasa disebut dengan cacing cambuk.

Klasifikasi Phylum : Nemathelminthes Kelas : Nematoda Sub kelas : Adenophorea Ordo : Epoplida Super famili : Trichinellidae Famili : Trichuridae Genus : Trichuris Spesies : Trichuris trichiura linaeus .

dan di antara anak-anak. Epidemiologi dan Faktor Resiko Distribusi geografis • Di seluruh dunia.Response Juga Terjadi di Amerika Serikat bagian selatan. infeksi Terjadi lebih sering di daerah dengan cuaca tropis dan praktik sanitasi yang buruk. Infeksi cacing cambuk ini sering terjadi akibat seringnya membuang kotoran (feses) di tanah. Trichuriasis. sangat panas dan sangat dingin . Cacing ini menyebar dari orang ke orang melalui transmisi fecal oral atau melalui makanan yang terkontaminasi • Biasa ditemukan di daerah hangat dan lembab • Sulit hidup di daerah asam. Pada tahun 2002 Perkiraan jumlah orang yang terinfeksi dengan cacing cambuk adalah 1 miliar.

Infeksi yang paling umum di antara anak-anak. infeksi terjadi sering pada imigran dari daerah tropis atau sub-tropis. .• Prevalensi infeksi Trichuriasis adalah 50 -80 % di beberapa daerah di Asia (mencatat terutama di Cina dan Korea) dan juga terjadi di daerah pedesaan Amerika Serikat tenggara. • Diperkirakan bahwa 6-800 orang terinfeksi di seluruh dunia dengan 3. dan di Amerika Utara.2 milyar orang beresiko.

Morfologi Trichuris trichiura Dewasa • cacing dewasa berbentuk seperti cambuk • 3/5 bagian anterior. lebih gemuk Cacing jantan : • 3 .4 cm • Bagian posterior melingkar ke ventral > 360° • mempunyai 1 spikulum Cacing betina : • 4 .5 cm • Bagian posterior • membulat tumpul • melengkung < 360° . halus seperti benang • 2/5 bagian posterior.

• ± 50 x 32 m • seperti tempayan. pada kedua kutub • terdapat tonjolan jernih – dinding : .luar : kuning tengguli .Telur : • Setiap hari cacing betina menghasilkan 3000-10000 butir telur.dalam : jernih – Isi : sel telur .

Image taken at 100x maginification. trichiura stained with hematoxylin and eosin (H&E). Image courtesy of the Oregon State Public Health Laboratory . Cross-section of an adult female T. showing numerous eggs.

Close-up of an egg in Figure G taken at 1000x magnification .

Habitat • Habitat : Usus Besar Manusia • Hospes : Manusia .

• Namun. . ada juga kasus yang dilaporkan tetapi masih jarang yaitu penularan Trichuris trichiura melalui hubungan seksual. • Beberapa wabah penting telah dilacak pada sayuran yang terkontaminasi. Cara Menginfeksi • Manusia dapat terinfeksi dengan parasit karena menelan telur infektif melalui kontak mulut dengan tangan atau makanan yang terkontaminasi dengan tanah telur-bawa.

Siklus Hidup .

telur cacing akan bermigrasi ke usus halus dan menetas menjadi cacing dewasa yang menanamkan diri dalam lapisan usus besar dan usus halus. Siklus Hidup • Infeksi terjadi bila manusia menelan makanan yang mengandung telur parasit yang telah mengeram di dalam tanah selama 2-3 minggu. • Di tanah. . • Telur menjadi infektif dalam waktu 15-30 hari. Begitu di dalam tubuh. telur bekembang menjadi 2-sel stage yaitu tahap pembelahan lanjut. dan kemudian menjadi embrio.

siklus awal lagi. • Telur akan dikeluarkan dari tubuh melalui tinja manusia. jika ada sanitasi yang tidak memadai. mereka akan kembali ditranmisikan ke dalam tanah.• Cacing dewasa dapat hidup dalam tubuh sampai 1 tahun. .

terutaman pada anak anak atau wanita dalam masa persalinan . Gejala • Infeksi cacing cambuk biasanya tanpa gejala (asimtom). dapat menujukkan gejala sebagai berikut : • Diare berdarah • Sakit perut • Mual dan muntah • Berat badan turun • Peradangan di usus • Gangguan Gizi dan dehidrasi (pada kasus berat) • Anemia • Kadang rektum menonjol melewati anus (prolapsus rektum). jika infeksi parah.

. (Kato-Katz teknik tebal-smear) • Pemeriksaan mukosa dubur oleh proktoskopi (atau secara langsung pada kasus prolapses) kadang-kadang dapat menujukkan adanya cacing dewasa. • Identifikasi mikroskopis telur parasit cacing cambuk dalam tinja merupakan bukti adanya infeksi. Diagnosa • Diagnosis dengan ditemukannya telur dalam tinja. akan ditemukan telur parasit berbentuk seperti tang. Pada pemeriksaan contoh tinja dilihat dengan mikroskop.

trichiura. .Image showing the posterior end of an adult T. Image courtesy of Duke University Medical Center. taken during a colonoscopy.

PENGOBATAN (TERAPI) .

akibat dari glukosa berkurang maka nematoda akan kekurangan tenaga untuk bertahan dalam tubuh hospes . Mebendazol  Mekanisme kerja menghambat metabolisme glukosa oleh nematoda secara irreversible.Anak di bawah 2 thn . selanjutnya cacing akan mengalami kematian  Kontra indikasi .wanita hamil .

Indikasi •Mebendazol digunakan untuk pengobatan penyakit kecacingan seperti : .Trichuriasis .Necatoriasis .Enterobiasis .Ascaris .Ancylostamiasis .Infeksi cacing campuran .

2 kali sehari selama 3 hari •Enterobiasis : 100 mg dalam dosis tunggal •Ancylostomiasis / Necatoriasis : 100 mg. 2 kali sehari selama 3 hari atau 500 mg dalam dosis tunggal untuk semua jenis infeksi. 2 kali sehari selama 3 hari •Infeksi campuran : 100 mg. . 2 kali sehari selama 3 hari •Trichuriasis : 100 mg.Dosis •Ascariasis : 100 mg.

. Albendazol • Mekanisme kerja Menghambat metabolisme glukosa oleh cacing sehingga menyebabkan cacing kekurangan energy yang di butuhkan dan akhirnya cacing lumpuh dan akhirnya mati.

Albendazol sangat efektif dalam pengobatan cacing gelang . dan Strongyloides stercoralis. cacing tambang . cacing pita . .• Indikasi Albendazol memiliki kemampuan membasmi cacing baik dalam usus yang hidup sebagai parasit tunggal maupun majemuk. cacing kremi. cacing cambuk .

Pecegahan • Saat ini tidak ada vaksin yang dapat mencegah trichuriasis • Tingkatkan kebersihan individu • Hindari sayuran yang belum dicuci bersih. • Mencuci tangan sebelum menangani makanan .

• Teliti mencuci makanan yang mungkin telah
terkontaminasi dengan tanah yang
mengandung telur cacing
• Beri Penyuluhan kesehatan kepada semua
anggota keluarga, terutama anak-anak
mengenai manfaat penggunaan jamban.
• Sediakan fasilitas jamban yang baik untuk
pembuangan kotoran.

Cacing Tambang

Cacing Tambang (N.Americanus &
A.Duadenale
• N. Americanus  necatoriasis
• Ancylostoma duadenale  ancylostomiasis
• Habitat : usus halusjejunum
• Hospes definitif : manusia
• Cacing dewasa hidup berwarna putih keabu-
abuan sampai kemerahan

5/7/2018 53

penggunaan kotoran manusia sebagai pupuk. kebiasaan tidak memakai alas kaki dan kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan merupakan faktor-faktor yang menguntungkan untuk perkembangan dan penyebarang cacing tambang 5/7/2018 54 . Cacing ini mempunyai prevalensi yang tinggi di daerah perkebunan dan persawahan. Epidemiologi Cacing Tambang Cacing tambang tersebar luas di daerah tropis dan subtropis. Kebiasaan buang air besar sembarangan.

000 tlr /har • AD 10.000 tlt/hari • Suhu 23-33 oC dlm 24-48 jam akan menetas • Dpt bertahan hidup di tanah 2minggu • Larva dpt menembus kulit • Cacing dewasa dpt hidup ± 10 thn. Morfologi • Morfologi kedua cacing mirip • Perbedaan khas terutama pada betina. A duadenale menyerupai huruf C • NA 9000-10. Americanus menyerupai huruf S.000-20. 5/7/2018 55 . N.

Ciri-ciri telur hook worm : berbentuk oval ukuran : panjang ± 60 μm dan lebar ± 40 μm dinding 1 lapis tipis dan transparan isi telur tergantung umur : Tipe A → berisi pembelahan sel (1 – 4 sel) Tipe B → berisi pembelahan sel (> 4 sel) Tipe C → berisi larva 5/7/2018 56 .

5/7/2018 57 .

5/7/2018 58 .

esophagus 1/4 dari panjang tubuhnya .esophagus 1/3 dari panjang tubuhnya .cavum bucalis tertutup .panjang ± 250 μm dan lebar ± 17 μm .Ciri-ciri larva rhabditiform ukuran : .tidak mempunyai bulbus esophagus ujung posterior runcing 5/7/2018 59 .cavum bucalis panjang dan terbuka .mempunyai 2 bulbus esophagus ujung posterior runcing Ciri-ciri larva filariform ukuran : .panjang ± 500 μm .

Daur Hidup 5/7/2018 60 .

Larva ini mengembara dalam kulit manusia tetapi tidak pernah mencapai stadium dewasa 5/7/2018 61 . . dan gatal. dan Ancylostoma caninum) juga bisa menginfeksi manusia dan menimbulkan creeping eruption (cutaneus larva migrans). . Ancylostoma ceylanicum.Dalam kulit manusia larva bisa hidup beberapa hari sampai beberapa bulan. edema.Ground itch / Dew itch adalah rasa gatal yang timbul saat larva hook worm masuk menembus kulit. semakin banyak larva yang menembus kulit semakin hebat gejala yang timbul. vesikel.Infeksi pertama memberikan gejala yang lebih berat daripada infeksi ulangan. GEJALA KLINIS Larva . Masuknya larva hook worm yang menembus kulit juga bisa menyebabkan dermatitis dengan eritemia. Larva dari cacing tambang hewan (Ancylostoma brazilliense.

selain itu tempat perlekatan cacing juga terjadi perdarahan. .Terjadi gejala anemia. dan diare akibat iritasi gigitan cacing. / 5/7/2018 62 . karena adanya anemia. digesti akibat atrofi vili usus akibat luka gigitan. karena cacing dewasa menghisap darah manusia.Pada infeksi lanjut dapat menyebabkan defisiensi gizi. Anemia yang terjadi akibat infeksi cacing tambang adalah anemia mikrositik hipokromik.Cacing tambang dewasa . gangguan absorbsi.

Pemeriksaan darah samar (occult) dalam tinja biasanya positif. 5/7/2018 63 . Peningkatan jumlah eosinofil pada infeksi hook worm bisa sampai 15% – 30%. . bahkan kadang darah bisa dilihat dengan mata telanjang..Pada pemeriksaan darah biasanya didapatkan eosinofilia yaitu meningkatnya jumlah sel eosinofil.

DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur pada pemeriksaan tinja. Karena telur sulit ditemukan pada infeksi ringan disarankan menggunakan prosedur konsentrasi 5/7/2018 64 .

Pencegahan • MCK yg sehat dan teratur • Penyuluhan • Higiene dan sani tasi lingkungan • Selalu menggunakan alas kaki saat keluar rumah • Hindari kontak kaki secara langsung dengan tanah • Tidak buang air besar sembarangan 5/7/2018 65 .

Pengobatan Obat Anthelminthic (obat yangmembersihkan tubuh dari cacing parasit).Pirantel pamoat 10-11 mg/kgbb 5/7/2018 66 .Mebendazole 2 x 100 mg 3 hari .Albendazole 400 mg dosis tunggal . seperti .

Cacing Pita .

Taenia saginata 2. kerbau dll. • Penyakit : taeniasis saginata • Penyebaran Geografis : kosmopolit. Taenia saginata (cacing pita sapi) • Hospes definitif : Manusia • Hospes Perantara : hewan Bovidae mis. . Taenia solium 1. sapi.Cacing pita yang penting di Indonesia # 1.

2 mm. spt yeyenum. – Setiap hari proglotid lepas ± 9 buah proglotid – Satu buah proglotid gravid berisi 100. Morfologi dan Siklus Hidup • Habitat : usus halus • Cacing dewasa : – Panjang 4 – 12 m. Σ proglotid 1000 .000 telur – Cara infeksi : makan daging sapi yg mengandung Cystisercus bovis yg tdk dimasak sempurna. .2000 bh – Skoleks : 1 . 4 batil isap tanpa kait – Proglotid : imatur. matur dan gravid – Proglotid gravid : cabang uterus 15 -30 buah – Proglotid gravid : keluar sendiri satu per satu secara aktif atau bersama tinja. – Skoleks akan keluar dgn cara evaginasi & melekat pd mukosa usus halus manusia.

Stadium Telur • 30 – 40 x 20 . .30 µm • Dibungkus embriofor yang bergaris-garis radial – Isi onkosfer dengan 3 pasang kait-kait (embrio heksakan) • Dimakan hospes perantara >>> sapi Larva yang keluar membentuk Cysticercus bovis dalam otot sapi: otot maseter. paha belakang & punggung.

.

8 M PG : MONOLATERAL BERGANTIAN PROGLOTID : 1000 . PROGLOTID Taenia saginata PANJANG : 4 .30 .2000 LEBAR < PANJ PG CAB LAT UTERUS: 15 .

uterus:median tube (magnifier) (magnifier) . nearly square. Taenia saginata Taenia saginata Taenia saginata mature segment: gravid segment Egg of Taenia sp. branched uterus double wall scattered testis. longer than broad circular.P). filled with eggs (H.radiating bilobed ovary.

TELUR & LARVA Taenia saginata TELUR : • 35 x 25  • EMBRIOFOR • HEKSAKAN EMBRIO • GRS RADIER LARVA: SISTISER- KUS BOVIS .

.

.

.

Taenia saginata (Cacing pita sapi) .

mencret. mual. • Gejala klinis yang berat bisa menyebabkan proglotid menyasar masuk appendiks. Patologi dan Gejala Klinis • Gejala klinis yang ringan.muntah. spt: sakit ulu hati. pusing/gugup. . perut merasa tdk enak. atau illeus (obstruksi oleh strobila cacing) • Gejala berkaitan dengan ditemukan cacing yang bergerak-gerak dalam tinja atau cacing keluar dari anus.

Diagnosis • Ditemukan proglotid yang aktif bergerak dalam tinja atau keluar spontan. • Tes ELISA >>>>>>>>> tes mendeteksi antigen T. solium) . • Proglotid dpt diidentifikasi dgn merendam dalam cairan laktofenol sampai jernih. • Menemukan telur dalam tinja atau dengan anal swab pd daerah perianal. saginata dlm sampel tinja (copro antigen) • Tes DNA dot blot >>> membedakan telur berdasarkan spesies (T. saginata/T.

Pengobatan • Obat tradisional : biji labu merah. biji pinang • Obat lama : kuinakrin. amodiakuin. niklosamid • Obat baru : prazikuantel .

Epidemiologi • Sering di negara yang penduduknya makan daging sapi/kerbau yg tdk dimasak dgn sempurna (setengah matang). • Ternak yang dilepas di hutan atau padang rumput lebih mudah diinggapi cacing dari pada ternak yang diikat dengan tali atau di kandang. • Kebiasaan makan daging sapi yang dimasak kurang matang .

Pencegahan • Membuang kotoran dengan benar • Memasak daging sapi dengan sempurna • Pemeriksaan daging sapi yg terkontaminasi • Vaksinasi sapi • Tes ELISA >>> deteksi antibodi spesifik utk Cystisercus .

kecuali di negara-negara Islam. .kucing . babi hutan. unta.Taenia solium (Cacing pita babi) • Hospes definitif : Manusia • Hospes Perantara : babi. • Penyakit : – Stadium dewasa  taeniasis solium – Stadium larva  sistiserkosis • Penyebaran geografis : kosmopolit. domba. monyet. anjing. tikus dan manusia.

rostelum dgn 2 baris kait-kait – Proglotid gravid : cabang uterus 7 – 12 buah. •Berisi 30.000 telur . •Panjang = lebar •Lbg kelamin terletak pada sisi kiri/kanan. Morfologi dan Daur hidup • Cacing dewasa – Putih tembus cahaya – Panjang 2 – 4 m. tdd 800 – 1000 ruas proglotid – Skoleks : ± 1 mm. teratur.50. kk 8 m.000 . dgn 4 batil isap.

saginata • Larva : pada otot babi (hospes perantara) disebut Cysticercus cellulose • Biasanya ditemukan di otot lidah babi.• Telur : mirip telur T. punggung dan pundak babi. • Cara infeksi : makan daging babi mentah /kurang matang yang mengandung Cysticercus cellulose • Tertelan telur secara kebetulan (jarang terjadi) .

4 m SKOLEKS : • GLOBULAR • SUCKER. 4 • ROSTELUM DNG KAIT .SKOLEKS Taenia solium PJNG : 2.

SCOLEKS Taenia solium ROSTELUM DENGAN KAIT-KAIT .

MONO LAT • BERGANTIAN PG PROG IMMATURE . CAB LATERAL 7 .12 • PG.1000 MATURE • LEBAR < PJNG • UTERUS. PROGLOTID Taenia solium PROGLOTID : • 800 .

.

.

.

Taenia solium (cacing pita babi) .

hati. mencret. otot. paru dan rongga perut. obstipasi & sakit kepala). mata. otot jantung. mual. . jaringan otak. Patologi dan Gejala Klinis • Cacing dewasa – hanya satu ekor tidak menimbulkan gejala yang berarti (bila ada hanya berupa nyeri hulu hati. – Gejala klinik berat dapat timbul bila skoleks dengan kait-kaitnya menembus dinding usus  peritonitis • Larva :  sistiserkosis – Tertelan telur atau regurgitasi isi usus sehingga telur tertelan masuk usus. – Dapat menghinggapi jaringan subkutis.

Cysticercus cellulose pd hati babi yg terinfeksi berat .

Cysticercus cellulose yg diambil dari otot babi .

– Pada otak atau medulla spinalis sistiserkus jarang mengalami kalsifikasi  reaksi jaringan  epilepsi. Dapat terjadi hidrosefalus internus. meningo-ensefalitis. gejala tekanan intrakranial meninggi dan kadang-kadang kelainan jiwa. – Sistiserkus tunggal pada ventrikel IV  † .

• Diagnosis • Menemukan telur dan proglotid dalam tinja • Diagnosis sistioserkosis kulit : – Biopsi – Radiologis – CT scan otak .

Pengobatan • Taeniasis : Prazikuantel dan Mebendazol • Sistiserkosis : Prazikuantel dan pembedahan • Prognosis • Taeniasis baik • Sistiserkosis tergantung berat ringannya infeksi dan organ yang dihinggapi .

.• Epidemiologi • Penyebaran infeksi dipengaruhi oleh : – Kebudayaan – Agama – Cara mengkonsumsi daging babi.

solium Penyakit Taeniasis Taeniasis dan sistiserkosis Panjang cacing dws 4-12 m 2-4 m & 8 m ∑ proglotid 1000-2000 800-1000 Skolek Tanpa rostelum/kait-kait Punya rostelum + kait-kait Proglotid Keluar sendiri scr aktif Keluar bersama tinja 2-3 progl.000 Larva Cystisercus bovis Cystisercus cellulose Hospes perantara Sapi Babi dan manusia Cara infeksi Makan daging sapi yg Makan daging babi yg mengandung mengandung cystisercus cystisercus bovis cellulose dan tertelan telur .000-50. satu-satu Matang Ovarium 2 lobus Ovarium trilobus Gravid 15-30 cabang lateral 7-12 cabang lateral ∑ telur/proglotid 100.000 30. PERBEDAAN KARAKTERISTIK T. saginata T.

.

.

Tetanus .

Pengertian : Merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh eksotoksin yang diproduksi bakteri clostridium tetani .

karies gigi. • Otitis media. • Luka operasi.• Luka tusuk. komplikasi kecelakaan. bubuk ramuan. dan daun-daunan . luka yang tidak dibersihkan (debridement) dengan baik. gigitan binatang. luka kronik. pembubuhan puntung tali pusat dengan kotoran binatang. bubuk kopi. patah tulang. • Pemotongan tali pusat yang tidak steril. luka bakar yang luas.

. Masa inkubasi sekitar 7-21 hari. hipersalivasi dan spasme otot punggung. Ada tiga bentuk tetanus yang dikenal secara klinis : • Generalized tetanus (Tetanus umum) Tanda pertama berupa trismus diikuti dengan kekakuan pada leher. kesulitan menelan. gelisah.

.

• Localized tetanus (Tetanus lokal) Tetanus lokal terjadi pada ektremitas dengan luka yang terkontaminasi serta memiliki derajat yang bervariasi. .

.

Tetanus neonatorum • Penyebab yang sering adalah penggunaan alat-alat yang terkontaminasi untuk memotong tali pusat . Neonatus biasanya gelisah. Masa inkubasi sekitar 3-10 hari. rewel. . mulut mencucu dan spasme berat.pada ibu yang belum diimunisasi. sulit minum ASI.

risus sardonikus: dahi mengkerut. mulut tertarik ke samping.Manifestasi klinik: tiba-tiba panas Bayi tidak dapat menetek karena trismus Mulut mencucu seperti mulut ikan(karpermond) Mudah dan sering terjadi kejang yang disertai sianosis. opistotonus: kekakuan otot. suhu tinggi.kaku kuduk dan epistotonus (karena ketegangan otot) Tiga manifestasi yang khas: trismus :kekakuan rahang. mata agak tetutup .

.

.

.

Penatalaksanaan: • Cairan • Oksigen • Sedativ: diazepam. fenobarbital • ATS • Antibiotik .

PENCEGAHAN Pencegahan utama terjadinya tetanus adalah dengan memberikan imunisasi DPT pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil .

5 ml / dosis pada intra maskuler atau Subkutan dalam Pada pelayanan statis vaksin yang telah dibuka dapat digunakan paling lama 4 minggu. Sterilitas terjaga. Penyimpanan pada suhu + 2 s/d + 8 OC. Bentuk Cairan. Simpan suhu 2-8 C. VVM kondisi A /B Vaksin dapat rusak pada suhu dibawah 0 OC 5/7/2018 118 . Dosis  0. T T. Label tidak hilang. Kemasan 1 box isi 10 vial.dengan ketentuan : Vks belum kadaluarsa. Kadaluarsa 24 bulan Indikasi  kekebalan aktip tetanus . @ 10 dosis (5 ml) Setiap vial ditempelkan VVM. Tidak terendam air.