You are on page 1of 29

MASALAH KEPERAWATAN PADA

LANSIA

KEPERAWATAN
KOMUNITAS III

Dosen : Hariadi S.Kp M.Pd

APRILIA NURUL 1 AYU SITI O DESTIANA PRATIWI 2 DIAN INDAH P ANGGOTA 3 REKNO PUJI LESTARI KELOMPOK 4 NANDA ASZRIL VIKA AYU BUDIYANI 5 YENI JATI PALUPI 6 EKO BAGUS .

POLA AKTIVITAS A B. INTOLERANSI AKTIVITAS F. PENURUNAN CURAH JANTUNG C. GANGGUAN PERFUSI JARINGAN D. DEFISIT PENGALIHAN AKTIVITAS . HAMBATAN MOBILITAS FISIK G. KETIDAK EFEKTIFAN POLA NAFAS E.h G F E D MASALAH KEPERAWATAN C B A. DEFISIT PERAWATAN DIRI H.

A. modifikasi gaya hidup ke arah positif . menjadi dasar fisiologis untuk mengoptimalkan kemampuan fisik dan meningkatkan penuaan yang lebih sehat. Secara teoritis . saraf . pernafasan . Sistem Kardiovaskuler Sistem Pernafasan Sistem Saraf Pusat Sistem Muskuloskeletal . POLA AKTIVITAS Berbagai perubahan fisiologis terjadi pada sistem kardiovaskuler . dan muskuloskeletal selama penuaan normal. seperti melakukan aktivitas fisik ringan dan asupan nutrisi yang tepat .

penurunan serat otot. Faktor yang Kardiovas menyebabkan penurunan komplians jantung mencakup kuler sklerosis endokardium. fibrosis katup jantung . . peningkatan kekakuan miokardium . • Beberapa perubahan akibat Sistem penuaan menurunkan efisiensi sistem kardiovaskuler . dan penurunan kekuatan miokardium .

Beberapa perubahan terkait penuaan terjadi pada sistem pernafasan. yang mengakibatkan penampilan dada tong . dan n kalsifikasi kartilago kosta. peningkatan kekakuan sangkar iga. kifosis Pernafasa postural. Diameter anterior – posterior dada meningkat karena pendataran diafragma dan elevasi iga . termasuk atrofi Sistem otot pernafasan . progresif.

terutama pada serebelum dan korteks serebri (Lewis & Bottomley . Pada usia 80 tahun masa otak menurun Pusat 6% hingga 7% karena kehilangan sel. Sistem saraf pusat juga menunjukkan beberapa Sistem perubahan seiring Saraf penuaan. . 1998).

. Muskulosk 1998). Perubahan terkait penuaan pada sistem muskuloskeletal mengakibatkan intoleransi Sistem aktivitas dan hambatan mobilitas fisik ( Nesbitt. Penurunan kekuatan eletal otot disebabkan oleh atrofi serat otot dan penurunan neurologis akibat penuaan . Banyak perubahan fisiologik lain terkait penuaan menyebabkan lebih sedikit pengurangan otot.

B. dan kontaksi atrium (Braunwald. volue vena Sekuncup pulmonalis. tekanan perikardial. Faktor yang berhubungan : Perubahan Stimulasi sistem saraf simpatik menyebabkan peningkatan frekuensi jantung dan kekuatan Frekuensi kontraksi melalui pelepasan norepinefrin Jantung pada ujung saraf ke otot jantung. PENURUNAN JURAH JANTUNG Fungsi dan viabilitas seluruh jaringan tubuh bergantung pada suplai oksigen dan zat gizi lain yang disebut adekuat dari darah sirkulasi. 1997) . (Guyton. 1981) Preload adalah aliran balik Vena sistemik Perubahan Isi tekanan atau tonus vena. tekanan intratoraks.

(4) Warna kulit dan ukuran jantung normal (Iowa Out Come Project. disritmia. 2000. hlm. KRITERIA frekuensi jantung. Indikator yang ingin dicapai dalam penurunan curah jantung : (1) Tekanan darah (TD) indeks jantung.136) . toleransi aktivitas dalam batas normal HASIL (2) Nadi perifer kuat (3) Tidak ditemukan distensi vena leher. freksi ejeksi. bunyi jantung abnormal. angina.

• Intervensi psikologik mempengaruhi seluruh hlmn 29). . metabolik tubuh” (NANDA. parameter fisiologik lain curah jantung. • DIAGNOSA DAN INTERVENSI INTERVENSI DIAGNOSA Penurunan curah jantung didefinisikan • Pada gagal jantung kongestif dan syok kardiogenik. NANDA sebagai “kondisi saat darah Doughrty (1985) mengidentifikasi intervensi mandiri yang dipompa jantung tidak adekuat dan kolaborasi yang digunakan perawat saat untuk memenuhi kebutuhan mengatasi penurunan curah jantung. 1999.

Lansia khususnya rentan terhadap Gangguan Perfusi Jaringan akibat perubahan pada sistem kardiovaskular seiring penuaan Gangguan Aliran Arteri Gangguan Aliran Vena Masalah Pertukaran Hipovolemia Hipervolemia .C .GANGGUAN PERFUSI JARINGAN Sirkulasi darah penting untuk pengiriman oksigen dan zat gizi ke jaringan dan untuk pengeluaran produk sisa metabolik.

tingkat kapiler” . PENGKAJIAN DAN DIAGNOSIS DIAGNOSIS PENGKAJIAN Penilaian status kesehatan fungsional pada lansia dikategorikan sebagai Gangguan Perfusi Jaringan sebagai kesehatan fisik umum dan “penurunan oksigen yang kemampuan untuk melakukan aktivitas mengakibatkan kegagalan kehidupan sehari-hari dan aktivitas memberikan nutrisi ke jaringan pada kehidupan sehari-hari aktif.

Indikator utuk mengukur pencapaian hasil Gangguan Perfusi Jaringan Indikator utuk mengukur pencapaian hasil Gangguan Perfusi Jaringan • Frekuesi dan irama jantung dalam rentang yanng diharapkan • Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang yang diharapkan • Suhu tubuh dalam rentang yang diharapkan • Tekanan sistolik. diastolik. dan tekanan darah rata-rata dalam rentang yang diharapkan • Tekanan arteri pulmonal dalam rentang yang diharapkan • Tekanan vena sentral dalam rentang yang diharapkan .

D. Sebagai contoh. Namun. hampir semua individu mengalami berbagai tingkat penyakit paru obstruktif (pretty. 1984). 1983) . dan perbedaan gaya hidup. sehingga pada usia 90 tahun. insiden emfisema meningkat seiring penuaan. kemudian mengalami penurunan secara progresif (Levitzky. asap rokok. pengaruh penuaan sulit dipisahkan dari efek pajanan kronis terhadap polusi udara. infeksi pernafasan. KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS Fungsi paru-paru maksimum dicapai pada usia antara 20 dan 25 tahun.

stabilitas. dan peningkatan ditentukan oleh komplians. terjadi gangguan pada alveoli. The Power of PowerPoint | thepopp. sebaliknya 𝑃𝑂2 alveolar kapasitas penutupan. Perubahan Fisiologik Terkait Penuaan Ventilasi Resistensi Jalan Napas Pertukaran Gas Jumlah usaha yang Penyusutan diameter jalan Tekanan oksigen arteri dibutuhkan untuk ventilasi napas yang kecil. dan tetap konstan atau sedikit menyebabkan penutupan tegangan permukaan prematur pada ekspirasi meningkat. alveolar Regulasi Saraf Mekanisme Pertahanan Perubahan Struktur Peningkatan ventilasi Penurunan jumlah silia Duktus alveolar dan bronkiolus sebagai respons terhadap menyebabkan penurunan pernapasan membesar saat hipoksia dan hiperkapnia efisiensi elevator mukosiliar. penurunan menurun tiap dasawarsa. menurun menyebabkan penyempitan area satu setengahnya pada usia permukaan alveolan antara 25 dan 70 tahun. menjadi tumpul. resistansi jalan napas.com 17 .

Tirah baring /imobilitas kategori respon yang luas terhadap berbagai intensitas b. tetapi kecepatan d. Kelemahan umum aktivitas fisik. di banding dengan individu dengan gaya oksigen hidup kurang gerak The Power of PowerPoint | thepopp. Gaya hidup kurang gerak fungsional menurun karena penuaan. Ketidakseimbangan antara penurunan ini lebih rendah pada suplai dan kebutuhan individu yang aktif. Kapasitas aerobik c.com 18 . INTOLERAN AKTIVITAS PENGERTIAN Faktor yang Berhubungan Intoleran aktivitas adalah a. E.

1985).mobilitas merupakan aktivitas di dalam lingkungan individu c.F.Dampak Fisiologik lansia. Jatuh terutama penting bagi b. Dampak Psikologis (england. d.Dampak Sosioekonomi . HAMBATAN MOBILITAS FISIK Mobilitas fisik penting untuk FAKTOR YANG BERHUBUNGAN mempertahankan kesehatan dan kualitas hidup semua individu dan a.

ayunan tungkai. abduksi paha. penekuaan pinggul dan torso. 1982) Latihan FisikKebugaran dan Ketahanan • Tujuan latihan harus individual berdasarkan hasil pengkajian terhadap kekuatan. dan penekuaan lutut.biasanya . 37% menyatakan tidak pernah melakukan latihan fisik. dan mayoritas mengatakan hanya menjalani episode latihan fisik yang terbatas atau singkat (Perry. PENATALAKSANAAN • Dalam penelitian terhadap orang dewasa usia rata-rata Program Latihan 75 tahun yang tinggal diapartemen bertingkat tinggi. Kalistenik ayunan lengan.mengikuti alunan musik. kelemahan. Latihan feksibiltas aktif biasanya disebut kalistenik atau latihan RPS aktif. besamaan dengan pola nafas dengan inhalasi dan dan ekhalasi dalam dilakukan secara berirama. Latihan Fisik Feksibilitas • Latihan feksibilitas bertujuan meningkatkan atau mempertahankan RPS. dan kepentingan lansia. Latihan fisik aktif untuk lansia harus diawali dengan periodi pemanasaan untuk mempersiapkan sendi dan otot. rotasi leher. 20 .

dan komunitas dengan tujuan meningkatkan dan memulihkan kesehatan. mencegah penyakit. G. Definsi perawatan diri dalam kesehatan menurut WHO (1984) mencakup refensi terhadap aktivitas yang dilakukan oleh individu. keluarga. DEFISIT PERAWATAN DIRI Definisi Terdapat banyak definisi perawatan diri baik didalam maupun diluar dimensi keperwatan. dan membatasi penyakit .

Validasi Defisit Perawatan Diri : Mandi / Higien Validasi salah satu diagnosis defisit perawatan diri.com 22 .a. The Power of PowerPoint | thepopp. Konseptualisasi Lain Perawatan Diri Dengan mempertimbangkan domain perilaku perawatan diri yang dibutuhkan untuk mepertahankan dan mengembalikan status kesehatan dan fungsi tubuh. b. yaitu defisit perawatan diri : mandi / hygiene. terdapat serangkain diagnosis keperawatan dan defisit perawattan diri actual dan potensial.

Hasil keperawatan lain yang berhubungan dengan perawatan diri mencakup :  Perwatan Diri : ADL : kemampuan melakukan tugas fisik dan aktivitas perawatan personal yang paling dasar.  Perawatan Diri : IADL : kemapuan melakukan aktivitas yang dibutuhkan untuk funsi dirumah atau di komunitas.  Perawatan Diri : Mandi : kemapuan membersihkan tubuh  Perawatan Diri : Makan : keampuan menyiapkan dan mengingesti makanan.  Perawatan Diri : Medikasi Non Parenteral : kemampuan menggunakan obat oral dan topical untuk mencapai tujuan terapeutik. .

 Perawatan Diri : Hygiene Oral :kemampuan merawat mulut dan gigi  Perwatan Diri : Medikasi Parenteral : kemampuan mengguankan obat parenteral untuk mencapai tujuan terapeutik  Perawatan Diri : Eliminasi : kemampuan melakukan eliminasi  Perawatan Diri : Hygiene : kemampuan mempertahankan hygiene personal  Perawatan Diri : Kesehatan : tindakan mempertahankan dan meningkatkankesejahteraan. .

hari Perwatan Diri : membantu pasien melakukan Mandi/Hygiene hygiene personal Bantuan Perwatan Diri : membantu pasien dalam Berpakaian /Berhias berpakaian dan berhias Bantuan Perawatan Diri : membantu individu untuk Makan makan The Power of PowerPoint | thepopp.com 25 . 2000) yang dikembangkan hingga kini adalah Bantuan Perwatan Membantu orang lain melakukan Diri aktivitas kehidupan sehari. Intervensi keperawatan Intervensi perwatan diri menurut (lowe intervenstion project.

Lansia mungkin tidak dapat menjalankan . Pengalihan sebagai perubahan secara sederhana berarti Waktu untuk aktivitas diwaktu senggang aktivitas yang berbeda dari aktivitas dapat meningkat karena kewajiban dalam yang biasa dilakukan individu keluarga dan kewajiban bekerja berkurang seiring penuaan.h. DEFISIT AKTIVITAS PENGALIHAN Ide sentral aktivitas pengalihan adalah perubahan dan kenikmatan Faktor Yang Berhubungan/ Etiologi atau kesenangan.

PENGKAJIAN 1 Defisit aktivitas penglihatan berhubungan dengan defisit sensori 2 Defisit aktivitas penglihatan berhubungan dengan kehilangan jaringan sosial 3 yang Defisit aktivitas penglihatan berhubungan dengan pilihan personal berhubungan dengan pilihan personal 4 Defisit aktivitas penglihatan berhubungan dengan gangguan kognitif .

Hasil yang diharapkan untuk defisit aktivitas penglihatan meliputi : terapi aktivitas • Terapi hewan peliharaan • Terapi seni • Promosi latihan fisik • Humor • Terapi musik • Restrain fisik • Terapi nostalgia • Peningkatan sosialisasi .