You are on page 1of 17

BISNIS MEBEL

KEWIRAUSAHAAN KELOMPOK 3
BY :
AJI DHARMA BAHARI
A N N I S A A P R I L I A S YA H R U L
SONIA NURI APRILIA
AULIA ILECSI
LATAR BELAKANG
• Rumah tidak lepas dari kayu antara lain jendela, pintu dan kusen yang terbuat dari kayu serta isi
dari rumah tersebut banyak yang terbuat dari kayu. Didalam penulisan proposal usaha ini
penulis memilih usaha mebel (perkayuan) karena :
• Usaha ini menjanjikan sukses, sebab banyak orang yang membutuhkan mebel untuk yang baru
membangun rumah maupun untuk mengisi ruangan-ruangan seperti meja,kursi,almari,dan lain-
lain.
• Usaha ini mudah berkembang karena di daerah tersebut jarang yang berwirausaha mebel.
• Saat ini rata-rata banyak orang yang mendirikan rumah didaerah tersebut.
RUANG LINGKUP
1. Manajemen/organisasi Usaha
• Manajemen/organisasi usaha adalah suatu unit sosial yang dikoordinasi secara sengaja,terdiri 2 orang
atau lebih yang berorientasi relative jangka panjang untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan
sebelumnya.Dalam organisasi,setiap orang yang tergabung atau mengelola usaha tersebut harus
mengetahui tugas pekerjaan dalam organisasi sesuai dengan bidangnya masing-masing.
2. Keuangan
Dalam hal keuangan biasanya sama halnya dengan modal. Dalam mendirikan suatu jenis usaha
harus mempunyai modal yang pasti. Karena modal salah satu unsur produksi dalam perusahaan. Modal
terbagi menjadi 2, yakni modal aktif dan modal pasif.
Modal aktif dibagi menjadi 2,yakni :
• Modal lancer atau Aktiva lancer
• Modal tetap atau Aktiva tetap
Modal pasif juga digolongkan menjadi2,yaitu :
• Modal sendiri
• Modal asing
3. Produksi
Produksi merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat (faedah).
Manfaat terdiri atas beberapa macam, misal manfaat bentuk, manfaat tempat dan sebagainya.
Dalam produksi harus mengetahui perencanaan proses produksi, karena menyangkut tentang apa
dan berapa jumlah masing-masing yang segera diproduksi pada periode yang akan datang.

4. Pemasaran
Pemasaran merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang
ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan suatu
barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli atau calon pembeli. Dalam
pemasaran terdapat 2 macam pemasaran,yaitu :
Pemasaran strategis
• Berkaitan dengan usaha dan kearah mana perusahaan akan dikembangkan
Perencanaan Strategis Perusahaan
• Perencanaan jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis di bidang pemasaran.
ALASAN PEMBUATAN USAHA
Proposal usaha merupakan dokumen yang disiapkan oleh wirausahawan yang
menggambarkan semua unsure yang relevan atau nyata baik internal maupun eksternal mengenai
usaha. Dalam pembuatan proposal ada 2 aspek penting yang menjadi alasan pembuatan
proposal,yaitu :
Alasan edukasi
• Guna memenuhi tugas matakuliah kewirausahaan.
• Agar mahasiswa mengetahui bagaimana cara membuat atau mendirikan suatu usaha
Alasan Bisnis
• Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi persaingan bisnis
• Untuk memperoleh keuntungan dari bisnis yang telah dijalankan.
DESKRIPSI USAHA
• Nama usaha yang kita gunakan adalah “Qessa Menel”
• Pemilihan bentuk badan usaha dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Besarnya modal yang diperlukan
2. Kelangsungan hidup (kontinuitas) badan usaha.
3. Tanggung jawab terhadap hutang piutang badan usaha.
4. Siapakah yang akan meminpin badan usaha
Bentuk badan usaha ini adalah Group
• Bidang Usaha yang akan kita kelola ini bergerak di bidang perdagangan.
• Tempat Kedudukan Usaha
Yang dimaksud disini ialah tempat atau letak perusahaan melakukan aktifitas
produksi.Usaha ini termasuk tempat kedudukan perusahaan yang ekonomis.Berarti tempat
perusahaan yang pemilihannya dengan perhitungan bahwa tempat yang dipilih adalah tempat yang
strategis dan menguntungkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ekonomis.
BIAYA PRODUKSI
• Modal Kerja
Perlengkapan kerja Rp. 4.000.000
Uang tunai Rp. 6.000.000
Jumlah Rp. 10.000.000
• Modal investasi
Tanah 7 x 7 m Rp. –
Peralatan Rp. 3.000.000
Bangunan Rp. –
Jumlah Rp. 3.000.000
MENENTUKAN HARGA JUAL
Penjualan mebel Harga Jumlah

Almari (1 buah/ minggu) Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000

Kursi (3 buah/ minggu) Rp. 500.000 Rp. 1.500.000

Jendela (4 buah/ minggu) Rp. 250.000 Rp. 1.000.000

Pintu (2 buah/ minggu) Rp. 1.000.000 Rp. 2.000.000

Kusen (3 buah/ minggu) Rp. 1.000.000 Rp. 3.000.000


MENENTUKAN LABA RUGI
PENDAPATAN PER (BULAN)
Almari Rp. 4.000.000

Kursi Rp. 6.000.000

Jendela Rp. 4.000.000

Pintu Rp. 8.000.000

Kusen Rp. 12.000.000

Jumlah Rp. 34.000.000


PENGELUARAN (PERBULAN)

Listrik + telepon Rp. 1.000.000

Transportasi Rp. 5.000.000

Bahan baku + bahan penolong Rp. 8.000.000

Gaji pekerja I Rp. 2.000.000

Gaji pekerja II Rp. 5.000.000

Total Rp. 12.500.000

Laba: Rp. 34.000.000 - 12.500.000 - 10.000.000 – 3.000.000 = Rp. 8.500.000


PRODUKSI
1. Jenis Produksi
• Jenis produksi yang akan di jalankan adalah produksi sekunder berarti produksi yang mengacu
pada pemanfaatan bahan baku diproses menjadi lahan atau barang jadi yang langsung bisa
digunakan. Dalam usaha ini yang menjadi hasil utamanya adalah mebel.
• Adapun jenis produksi yang dibuat adalah:
– Pembuatan kusen
– Pembuatan pintu
– Pembuatan meja kursi
– Pembuatan almari
– Pembuatan perabotan rumah tangga lainnya.
2. Bahan baku dan bahan penolong
A. Bahan baku
• Yaitu bahan utama dalam pembuatan suatu produk. Disini bahan baku yang digunakan dalam
pembuatan semua jenis-jenis mebel yaitu:
• Kayu balok
B. Bahan penolong
• Yaitu bahan tambahan dalam pembuatan suatu produk sehingga produk tersebut bisa menjadi
sempurna. Dalam pembuatan mebel ini, bahan penolong yang digunakan yaitu:
• Paku
• Plitur
• Pengunci
• Silat
• Dan alat penunjang lainnya
ANALISA SWOT
1. Proses Produksi
a. Membeli bahan baku kayu dari pihak perhutani atau pengepul kayu setempat atau dari daerah lain,
b. Setelah bahan baku kayu kita dapatkan, selanjutnya masuk proses sawmill/penggergajian, dijadikan papan-papan
yang siap dijadikan komponen.
c. Setelah menjadi papan-papan, selanjutnya masuk dalam proses pengeringan papan dengan dimasukan ke dalam
oven, atau dijemur secara alami sesuai dengan kondisi cuaca yang ada. Dengan tingkat kekeringan papan yang harus
dicapai yaitu kadar air 12-16 MC
d. Kemudian masuk dalam proses treatment anti hama kayu,
. Setelah melewati proses treatment anti hama, kemudia papan bahan baku masuk dalam proses komponen, yaitu
dibuat mall sesuai dengan komponen desain yang sudah disiapkan sebelumnya.
e. Kemudian komponen yang sudah jadi dirakit menjadi barang setengah jadi
f. Setelah menjadi barang setengah jadi, kemudian masuk dalam proses finishing, dalam proses finishing melalui
beberapa tahapan, dari mulai proses amplas/memperhalus, sampai finishing akhir
g. Khusus untuk sofa atau furniture yang ada ada joknya, setelah proses finishing selesai masuk dalam proses jok
h. Setelah barang jadi atau finish, masuk dalam proses packing
i. Dikirimkan ke konsumen
2. Keunggulan Produk
• Dari segi bahan baku produk kami sangat memperhatikan pemilihan dan penggunaan bahan
baku, yaitu menggunakan bahan baku katu perhutani, baik hana baku kayu jati, mahony ataupun
kayu yang lainnya. Setelah dari pemilihan bahan baku, selanjutnya ke dalam treatment bahan
baku, yaitu treatment pengeringan bahan baku, treatment pemberian anti hama yang
menggunakan bahan bio (ramah lingkungan). Selanjutnya untuk proses finishing, kami juga
menggunakan bahan finishing yang ramah lingkungan juga dan bahan air non toxin. Untuk segi
desain, produk yang kami hasilkan sesuai perkembangan trend masa kini, dan juga by custom
desain serta sangat menitik beratkan pada untuk ergonomis.
PEMASARAN
1. Distribusi
• Distribusi produk berarti mengantarkan produk yang sudah jadi ke tangan pemesan. Untuk ini saya
dan karyawan saya untuk mengantar barang tersebut. Selain itu barang yang dibuat atau yang
diproduksi selain pesanan akan saya pajang didepan usaha saya tersebut. Agar orang yang lewat dapat
melihat dan tertarik untuk membeli atau memesan barang tersebut.
2. Saingan Usaha sejenis
• Saat ini memang banyak yang mendirikan usaha mebel, tapi didaerah tersebut masih jarang usaha
mebel tersebut. Oleh karena itu saya memberanikan diri untuk melayani maysarakat dalam hal
mebel, selain itu supaya masyarakat tidak bosan maka model/bentuk mebel dibuat bervariasi.
3. Daerah pemasaran
• Sasaran daerah produksi mebel ini adalah :
– Daerah Colomadu
– Daerah Sukaharjo
– Daerah Boyolali
– Daerah Kartasura
4. Cara pemasaran
• Agar produk laku keras dipasaran, maka dilakukan pemasaran produk. Namun bila tidak mengerti
cara memasarkannya berarti bisa menghambat produk. Dan masyarakat tidak mengenal apa yang
telah diproduksi. Untuk itu disini akan dijelaskan cara pemasaran mebel ini antara lain :
• Membuat iklan mengenai mebel
• Memberikan penjelasan tentang produk yang dibuat agar masyarakat memahaminya.
• Memberi potongan harga untuk awal produksi
• Mengadakan promosi mengenai mebel didaerah-daerah tertentu.

5. Rencana penjualan
• Untuk melengkapi pengeluaran, saya akan merencanakan penjualan mebel sebagai berikut :
• Pembuatan kusen = Min. 8 buah/bulan
• Pembuatan pintu = Min. 10 buah /bulan
• Pembuatan meja kursi = Min. 15 buah/bulan
• Pembuatan almari = Min. 6 buah/bulan
KESIMPULAN
1. Jika target saya rencanakan itu berhasil saya akan mendapat keuntungan sebesar Rp. 8.500.000
2. Jika target tersebut selalu berhasil maka saya akan membuat inovasi-inovasi baru tentang mebel
serta saya akan mengembangkan usaha saya agar lebih berkenang di masyarakat.