You are on page 1of 24

KELOMPOK 1

RISKA NIA WULANDARI 1620121056


HENDRA GUSTI SYAM 1620121057
MUHAMMAD REINALDI MALIK 1620121083
ISMAIL AZIS 1620121059
LAURENTIO KURNIAWAN P 1620121072
A. Bangunan Sederhana
Klasifikasi bangunan sederhana adalah bangunan
dengan spesifikasi teknis sederhana, memiliki
kompleksitas dan teknologi sederhana, dengan ciri
utama tidak bertingkat atau memiliki jumlah lantai paling
tinggi 2 (dua) lantai yang luas lantai keseluruhannya
kurang dari 500 m2 (lima ratus meter persegi) dan masa
penjaminan kegagalan bangunannya adalah selama 10
(sepuluh) tahun.

Klasifikasi bangunan sederhana ini memiliki


standar luas bangunan yang tidak dapat diutilisasi sesuai
fungsi utama bangunan, seperti luas ruang
untuk lift, tangga, Air Handling Unit (AHU),
koridor, pantry/dapur dan Dead Space akibat konstruksi
serta akibat bentuk arsitektur bangunan, sebesar 20%
(dua puluh persen) dari luas bangunan bruto.
Gereja yang dibawah oleh seseorang yang sangat
dicintai dan tidak akan dibawah oleh orang-orang
yang berpikiran jauh ya, apa boleh buatdan tidak
akanan dibinasakan oleh cangkir yang zebrwa
membawa yang tidak berlaku oleh oarang yang
berkeinginands engan
yanglainnya……….Beberapa kali dia yang
2. Bangunan Tidak Sederhana Bertingkat Tinggi
Ciri utama bangunan tidak sederhana bertingkat
tinggi adalah memiliki jumlah lantai lebih dari 4 (empat)
lantai dan memiliki sarana dan prasarana bangunan yang
lengkap.

C. Bangunan LainnyaYang Bersifat


Khusus
Klasifikasi bangunan lainnya yang bersifat khusus
adalah bangunan yang memiliki konstruksi dan
persyaratan khusus, perencanaan dan pelaksanaan
pembangunannya memerlukan penyelesaian/teknologi
khusus dan masa penjaminan kegagalan bangunannya
paling singkat selama 10 (sepuluh) tahun.
Contoh bangunan yang bersifat khusus :
1. gedung instalasi pertahanan dan keamanan dengan
penggunaan dan persyaratan khusus;
2. gedung instalasi nuklir;
3. gedung laboratorium;
4. gedung fasilitas olahraga/stadion olahraga;
5. lembaga pemasyarakatan/rumah tahanan;
6. gudang penyimpanan benda berbahaya;
7. gedung bersifat monumental.
Berdasarkan Pengunaan
A. Bangunan Gedung Perkantoran
Klasifikasi bangunan gedung
perkantoran adalah bangunan gedung yang seluruh
atau sebagian besar ruangnya difungsikan
sebagai ruang perkantoran dan ruang fasilitas
pendukung pelaksanaan fungsi perkantoran,
seperti ruang rapat dan ruang penyimpanan arsip.

B. Bangunan Rumah Negara


Bangunan Rumah Negara merupakan
bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal, yang
dikelompokkan berdasarkan tingkat jabatan dan
tingkat kepangkatan penghuninya.
GAMBAR GEDUNG
PERKANTORAN RUMAH NEGARA
C. Bangunan Lainnya Yang Bersifat Khusus
Klasifikasi bangunan lainnya yang bersifat
khusus adalah bangunan yang memerlukan persyaratan khusus,
yang dalam perencanaan dan penggunaannya memerlukan
fasilitas khusus.
Contoh:
1. Istana Negara;
2. Rumah jabatan Presiden dan Wakil Presiden;
3. Wisma Negara;
4. Gedung Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Peralatan Dalam Konstruksi Gedung


Secara garis besar, peralatan yang digunakan dan
diperlukan dalam proses pelaksanaan konstruksi gedung
bertingkat tinggi dibagi berdasarkan ukuran menjadi 2 yaitu:
1.Peralatan Besar
Beberapa contoh peralatan besar yang sering
digunakan yaitu:
•Crane (Tower Crane, Mobile Crane)
•Concrete Hoist (Bucket)
•Concreter Pump (Pompa Kodok)
•Placing Boom
•Concrete Mixer
•Concrete Vibrator
•Gondola
•Passenger Hoist
•Generator
•Air Kompresor
•Water pump
•Mesin las
•Road Roller
•Stamper
•Bar Cutter
•Bar Bender
•Scaffolding (perancah)
•Theodolite
•Waterpass
•Power Trowel
•Tangki Air
Fungsi dan aplikasi dari berbagai jenis diatas
disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan proyek.
Dari setiap alat diatas memiliki beragam jenis, ukuran,
dimensi, dan harga yang berbeda.
Pemilihan peralatan akan sangat menentukan biaya,
mutu, dan waktu pelaksanaan proyek. Maka berhati-
hatilah menentukan peralatan baik dari segi fungsi,
kapasitas, urgensi, biaya, cara pembayaran, spesifikasi
alat, dan masa pemakaian/garansi.
2. Peralatan Kecil
Contoh peralatan kecil yang sering digunakan
diantaranya:
•Guntik Keramik
•Bor Listrik
•Gegep
•Gergaji
•Palu
•Linggis
•Meteran
•Lampu
•Mesin Serut
•Silinder Beton
•Gurinda
•Ember
•Sekop
•Jidar
•Tang
•Kape
•Kunci Pas
•Gerobak Dorong
•Kuas

Peralatan kecil lebih sering kita jumpai saat pelaksanaan


finishing karena berhubungan dengan pekerjaan yang bersifat
halus dan penus estetika.peralatan kecil sering digunakan
secara sembarangan yang mengakibatkan meningkatnya
kebutuhan peralatan kecil dikarenakan hilang.
Untuk meminimalisir hal tersebut, biasanya para
pekerja sudah membawa alat sendiri seperti palu, gergaji, kuas,
dll dan tidak disediakan kontraktor.
Bagi alat yang memiliki standarisasi tersendiri biasanya
akan disediakan oleh kontraktor demi menjaga kualitas yang
dihasilkan terjamin seperti meteran dengan merek tertentu,
jidar dengan panjang tertentu, dan lain sebagainya.
Bahan Dalam Konstruksi
Dalam kegiatan konstruksi baik itu pembangunan
perumahan, gedung, jembatan, bandara, pelabuhan dan
bangunan konstruksi lainnya dibutuhkan bahan-bahan atau
material bangunan sebagai dasar pembuatan banguan tersebut.
Untuk medapatkan material yang berkualitas maka perlu
dipertimbangkan kelebihan dan kekurangan atas setiap material
yang akan digunakan supaya bangunan yang akan di bangun bisa
berdiri kokoh dan terjamin kualitasnya.
Bahan-bahan konstruksi secara umum meliputi:
1. Kayu 5. Beton
2. Kapur 6. Baja
3. Semen Portland 7. Bata Merah
4. Agregat
METODA KONSTRUKSI BANGUNAN
GEDUNG
1. Metoda Bottom-up
Metoda ini sering digunakan pada bangunan gedung
berlantai banyak yaitu metoda konstruksi pekerjaan proyek
konstruksi yang dimulai dari bawah ke atas dimulai dari
pondasi, basement dan lantai berikutnya, contohnya pekerjaan
pondasi sampai keatas yaitu pekerjaan lantai sampai pekerjaan
atap.

2. Metoda Top-Down
Biasanya metoda ini digunakan pada proyek konstruksi
yang mempunyai ruang bebas yang terbatas akibat adanya
bangunan gedung yang telah ada dilokasi pembangunan dalam
hal ini rentannya galian basement terhadap bahaya longsor
apabila dilaksanakan dengan metoda Bottom-up.
Tingkat Kerusakan Dan Metode Perbaikan
Bangunan Gedung

1. Kategori Kerusakan Kerusakan Ringan Non-Struktur


•retak halus (lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm) pada
plesteran
•serpihan plesteran berjatuhan
•mencakup luas yang terbatas

Tindakan yang perlu dilakukan adalah ;


Perbaikan (repair) secara arsitektur tanpa mengosongkan
bangunan.

2. Kerusakan Ringan Struktur


•retak kecil (lebar celah antara 0,075 hingga 0,6 cm) pada
dinding.
•plester berjatuhan.
mencakup luas yang besar.
•kerusakan bagian-bagian nonstruktur seperti cerobong,
lisplang, dsb.
•kemampuan struktur untuk memikul beban tidak banyak
berkurang.
•Layak huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah


Perbaikan (repair) yang bersifat arsitektur agar daya tahan
bangunan tetap terpelihara. Perbaikan dengan kerusakan ringan
pada struktur dapat dilakukan tanpa mengosongkan bangunan.

3. Kerusakan Struktur Tingkat Sedang


•retak besar (lebar celah lebih besar dari 0,6 cm) pada dinding
•retak menyebar luas di banyak tempat, seperti pada dinding
pemikul beban, kolom; cerobong miring; dan runtuh.
•kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang
sebagian.
•Layak huni.

Tindakan yang perlu dilakukan adalah :


•Restorasi bagian struktur dan perkuatan (strenghtening)
untuk menahan beban gempa.
•Perbaikan (repair) secara arsitektur.
•Bangunan dikosongkan dan dapat dihuni kembali setelah
proses restorasi selesai.

4. Kerusakan Struktur Tingkat Berat


•Dinding pemikul beban terbelah dan runtuh.
•Bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat.
•Kira-kira 50% elemen utama mengalami kerusakan.
•Tidak layak huni.
Tindakan yang perlu dilakukan adalah
Merubuhkan bangunan. Atau dilakukan restorasi dan
perkuatan secara menyeluruh sebelum bangunan dihuni
kembali. Dalam kondisi kerusakan seperti ini, bangunan
menjadi sangat berbahaya sehingga harus dikosongkan.

5. Kerusakan Total Suatu Bangunan


Dikatakan sebagai rusak total / roboh apabila terjadi hal-hal
sebagai berikut :
•Bangunan roboh seluruhnya ( > 65%)
•Sebagian besar komponen utama struktur rusak
•Tidak Layak huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah


Merubuhkan bangunan, membersihkan lokasi, dan mendirikan
bangunan baru.
Gambar-Gambar Konstruksi
1. Gambar Perencanaan
Gambar Perencana adalah gambar yang dihasilkan dari
pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer
struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan
merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan
sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga
pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan
yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan
kebutuhannya.
2. Gambar Tender
Gambar tender adalah gambar yang digunakan sebagai acuan
dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan
kontraktor. Gambar ini sudah lebih detil dari gambar
perencanaan. Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan
jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan
untuk pembangunan juga sudah diberikan.
3. Gambar Konstruksi
Tahap selanjutnya setelah pemilihan kontraktor adalah
memulai pembangunan (konstruksi). Untuk itu gambar ini
diluncurkan, yang isinya adalah penyempurnaan dari gambar
tender. Penyempurnaan ini terjadi karena pada masa tender
adakalanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan
gambar terdapat perbedaan.
4. Gambar Kerja (Shop Drawing)
Agar hasil pembangunan nantinya tidak berbeda dari yang
sudah direncanakan maka pihak kontraktor membuat gambar
ini yang isinya sudah jauh lebih detil dari jenis gambar
sebelumnya (gambar konstruksi). Ukuran-ukuran sudah
diberikan hingga detil, memperjelas hasil yang diinginkan. Detil
material yang akan digunakan sudah dicantumkan (sesuai
dengan spesifikasi teknis yang ditentukan).
5. Gambar Jadi (As Built Drawing)
Adalah gambar final dari bangunan gedung yang sudah selesai
dilaksanakan. Gambar ini dibuat oleh kontraktor sebagai
pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dilakukan dan
akan digunakan oleh pemilik bangunan sebagai acuan dalam
melakukan perawatan nantinya. Gambar ini memuat informasi
dalam gambar kerja ditambah catatan-catatan perubahan di
lapangan.
Bagian-Bagian Konstruksi Bangunan, Dari
Pondasi Sampai Atap
1. Bangunan Bawah:
•Pondasi
•Balok Beton
2. Bangunan Atas:
•Dinding
•Kolom
•Ventilasi
•Balok Latei
•Balok Ring
•Kuda-kuda
•Atap
TERIMA KASIH