You are on page 1of 27

EFFECT OF ORAL MAGNESIUM SUPPLEMENTATION

ON PHYSICAL PERFORMANCE IN HEALTHY ELDERLY


WOMEN INVOLVED IN A WEEKLY EXERCISE
PROGRAM: A RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL

Kenny Gozal (406162024) Nico (406162100)


Jeinie Pricylya Yusuf (406162044) Florencia Santoso (406162110)
Rini Wulandari (406162049) Dhea Anindya Puteri (406162125)
Maisarah Anggraini G. (406161025) Windy Aswari Putri (406162133)
Suni Christina Widjaya (406162099) Emenda Suci A. Br. Sitepu (406171007)
PENDAHULUAN
• Magnesium  peran penting dalam fungsi otot & esensial untuk metabolisme energi, transport
transmembran serta relaksasi & kontraksi otot.
• Defisiensi magnesium  gg. performa fisik, peningkatan inflamasi & stress oksidatif, dan gg
hemostasis calcium intraseluler  berefek (-) pada massa otot dan fungsinya  memicu
sarkopenia.
• Orang-orang lanjut usia  cenderung mengalami defisiensi magnesium o/ asupan yang
kurang adekuat, berkurangnya absorpsi magnesium dan banyak terbuang di urin dan feses.
• Wanita lanjut usia > laki-laki  wanita lanjut usia > mengalami osteoporosis  terbatasnya
pertukaran magnesium dalam tulang dan darah.
• Diet pada wanita lanjut usia memiliki kadar magnesium yang lebih rendah: di Eropa 77%
diatas 65 tahun memiliki asupan <RDA, dan 23% mengkonsumsi magnesium <2/3 RDA.
• Hipotesis peneliti  suplementasi magnesium oral dapat memperbaiki performa fisik dan
kekuatan otot wanita lansia.
• Tujuan dari penelitian  untuk melihat apakah dalam 12 minggu pemberian suplementasi
magnesium oral setiap hari (300mg Mg) dapat meningkatkan performa fisik dan kekuatan otot
wanita lansia sehat.
TELAAH KRITIS
1. GAMBARAN UMUM PENELITIAN

•Artikel yang ditelaah  tinjauan sistematis terhadap randomized controlled


trial (RCT)

• Dilakukan untuk mencari efek suplementasi magnesium oral terhadap


aktivitas fisik pada wanita lansia sehat yang mengikuti program latihan
mingguan.
• Data diambil dari Department Geriatry di Universitas Padova antara Januari
2012 hingga Maret 2013.
TELAAH KRITIS
2. PENILAIAN KESAHIHAN / VALIDITAS

• Tinjauan sistematis  mengetahui efek pemberian suplementasi magnesium


oral harian selama 12 minggu (300mg) yang dapat meningkatkan kekuatan
otot dan performa fisik pada grup wanita lansia sehat.
• Pengambilan data  RCT dari 139 wanita sehat (mean  SD usia: 71,55,2
tahun) mengikuti program fitness ringan yang dibagi secara acak grup terapi
(300Mg/d; n = 62) dan grup kontrol (tanpa plasebo atau intervensiu; n = 77)
dengan menggunakan pengurutan acak berdasarkan komputer, dan peneliti
tidak mengetahui pengelompokkannya.
• Setelah 12 minggu  dinilai hasil primer pada Short Physical Perfomance
Battery (SPPB); dinilai hasil sekunder pada puncak gaya putar isometrik dan
kekuatan isokinetik pada tungkai bawah serta kekuatan menggenggam.
TELAAH KRITIS
2. PENILAIAN KESAHIHAN / VALIDITAS
• Kriteria inklusi:

• Wanita usia lebih dari 65 tahun yang mengikuti program fitness ringan 2 kali
seminggu di public gym di Padova, Italy.
TELAAH KRITIS
2. PENILAIAN KESAHIHAN / VALIDITAS

• Kriteria eksklusi :
• Adanya bukti dari gagal ginjal
• Adanya infeksi akut atau kronis
• Punya riwayat atau bukti adanya keganasan dalam 5 tahun terakhir (kecuali non-melanoma
skin neoplasia)
• Adanya penyakit paru atau kardiovaskular
• Adanya penyakit metabolik yang tidak terkontrol (diabetes, anemia, penyakit tiroid)
• Abnormalitas elektrolit
• Mengkonsumsi obat atau suplementasi yang memungkinkan mengganggu metabolisme
magnesium (magnesium, kalium, kalsium, digitalis atau PPI)
TELAAH KRITIS
2. PENILAIAN KESAHIHAN / VALIDITAS

• Pencarian database  dua orang, yang melakukan ekstraksi karakteristik


studi (latar belakang, partisipan, intervensi, kontrol, sumber pendanaan) &
hasil data dari RCT inklusi.
• Meta-analisis dan pembentukan plot forest  menggunakan paket perangkat
lunak statistik Stata, versi 12.0 (StataCorp, College Station, Texas, USA).
• Heterogenitas studi dinilai dengan statistik I2
TELAAH KRITIS
3. PENILAIAN KEPENTINGAN / IMPORTANCE
Hasil tinjauan sistematis :
• Pemberian magnesium oksida oral pada partisipan wanita lansia sehat
dibandingkan dengan grup kontrol  hasil yang bermakna pada hasil
primer  SPPB walking (0,340,10) dengan p-value <0,05; total nilai
SPPB (0,410,24) dengan p-value < 0,05; chair stand time (-
1,310,33) p-value <0,0001; walking speed (0,140,03) p-value
<0,0001. Hasil yang bermakna pada penelitian ini  hanya pada
partisipan yang memiliki nilai RDA yang lebih rendah.
TELAAH KRITIS
3. PENILAIAN KEPENTINGAN / IMPORTANCE

• Hasil sekunder  tidak didapatkan hasil yang bermakna.


• Hasil tersier  perbedaan yang signifikan pada nilai serum Mg dan nilai urin
Mg antara partisipan dan kontrol. Peningkatan nilai serum Mg dan urin Mg
berhubungan secara signifikan dengan perbaikan kecepatan berjalan (r =
0,20; p = 0,03) dan waktu duduk-berdiri (r = -0,18; p = 0,05). Hasil ini 
menggunakan Pearson correlation.
TELAAH KRITIS
4. PENILAIAN KEMAMPUAN TERAPAN / APPLICABILITY

• Karakteristik  kurang spesifik, yaitu subjek penelitian wanita berusia ≥ 65


tahun dengan kadar magnesium yang berbeda-beda.
• Dimana subjek diberikan suplementasi magnesium  diamati selama 12
minggu  didapatkan peningkatan serum magnesium yang bermakna hanya
pada kelompok subjek dengan kadar magnesium < RDA dimana didapatkan
peningkatan pada SPPB walking, total score, chair-stand time, dan walking
speed
• Sehingga hasil penelitian ini dapat diterapkan pada masyarakat dengan
demografi yang luas.
KETERBATASAN PENELITIAN
• Keterbatasan dalam penelitian:
1. Penelitian ini hanya dilakukan pada subjek wanita sehingga tidak diterapkan
pada pria.
2. Cara pengambilan sample tidak dilakukan secara double-blind.
KESIMPULAN
• Hasil penelitian ini penting  subjek penelitian dengan nilai serum
magnesium <RDA menunjukkan peningkatan aktivitas fisik (walking speed,
chair-stand time) meskipun subjek penelitian yang memiliki nilai RDA normal
tidak memiliki pengaruh pemberian magnesium terhadap performa fisik.
• Kesimpulan  jurnal cukup baik karena memasukkan kriteria-kriteria yang
lengkap, memasukkan grafik-grafik, dan penulis berhasil mengungkapkan
penelitiannya dengan komprehensif walaupun teknik pengambilan sample
tidak dilakukan secara double-blind.
• Jurnal ini layak diperhitungkan untuk diaplikasikan di Indonesia  dapat
dilakukan penelitian dan pemaparan yang lebih lanjut lagi sehingga dapat
bermanfaat bagi peneliti maupun pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
1. Newhouse IJ, Finstad EW. The effects of magnesium supplementation on exercise performance. Clin J Sport Med
2000;10:195–200.
2. Barbagallo M, Belvedere M, Dominguez LJ. Magnesium homeostasis and aging. Magnes Res 2009;22:235–46.
3. Wolf FI, Cittadini A. Chemistry and biochemistry of magnesium. Mol Aspects Med 2003;24:3–9.
4. Bohl CH, Volpe SL. Magnesium and exercise. Crit Rev Food Sci Nutr 2002;42:533–637.
5. Lukaski HC. Magnesium, zinc, and chromium nutriture and physical activity. Am J Clin Nutr 2000;72(suppl):585S–
93S.
6. Dominguez LJ, Barbagallo M, Lauretani F, Bandinelli S, Bos A, Corsi AM, Simonsick EM, Ferrucci L. Magnesium
and muscle performance in older persons: the InCHIANTI study. Am J Clin Nutr 2006;84:419– 26.
7. Rock E, Astier C, Lab C, Vignon X, Gueux E, Motta C, Rayssiguier Y. Dietary magnesium deficiency in rats
enhances free radical production in skeletal muscle. J Nutr 1995;125:1205–10.
8. Rude RK, Singer FR, Gruber HE. Skeletal and hormonal effects of magnesium deficiency. J Am Coll Nutr
2009;28:131–41.
9. Galan P, Preziosi P, Durlach V, Valeix P, Ribas L, Bouzid D, Favier A, Hercberg S. Dietary magnesium intake in a
French adult population. Magnes Res 1997;10:321–8.
10. Ahlborg B, Ekelund LG, Nilsson CG. Effect of potassium magnesiumaspartate on the capacity for prolonged
exercise in man. Acta Physiol Scand 1968;74:238–45.
DAFTAR PUSTAKA
11. Ripari P, Pieralisi G, Giamberardino M, Vecchiet L. Effects of magnesium picolinate on some cardiorespiratory submaximal effort
parameters. Magnes Res 1989;2:4.
12. Brilla LR, Haley TF. Effect of magnesium supplementation on strength training in humans. J Am Coll Nutr 1992;11:326–9.
13. Weller E, Bachert P, Meinck HM, Friedmann B, Bartsch P, Mairbaurl H. Lack of effect of oral Mg-supplementation on Mg in serum,
blood cells, and calf muscle. Med Sci Sports Exerc 1998;30:1584–91.
14. Terblanche S, Noakes TD, Dennis SC, Marais D, Eckert M. Failure of magnesium supplementation to influence marathon running
performance or recovery in magnesium-replete subjects. Int J Sport Nutr 1992;2:154–64.
15. Finstad EW, Newhouse IJ, Lukaski HC, McAuliffe JE, Stewart CR. The effects of magnesium supplementation on exercise
performance. Med Sci Sports Exerc 2001;33:493–8.
16. Nielsen FH, Lukaski HC. Update on the relationship between magnesium and exercise. Magnes Res 2006;19:180–9.
17. Tieland M, Brouwer-Brolsma EM, Nienaber-Rousseau C, van Loon LJ, De Groot LC. Low vitamin D status is associated with
reduced muscle mass and impaired physical performance in frail elderly people. Eur J Clin Nutr 2013;67:1050–5.
18. Schulz KF, Altman DG, Moher D. CONSORT 2010 statement: Updated guidelines for reporting parallel group randomised trials. J
Pharmacol Pharmacother 2010;1:100–7.
19. Institute of Medicine, Food and Nutrition Board. Dietary Reference Intakes: calcium, phosphorus, magnesium, vitamin D and
fluoride. Washington, DC: National Academy Press, 1997.
20. Guralnik JM, Simonsick EM, Ferrucci L, Glynn RJ, Berkman LF, Blazer DG, Scherr PA, Wallace RB. A short physical performance
battery assessing lower extremity function: association with self-reported disability and prediction of mortality and nursing home
admission. J Gerontol 1994;49:M85–94.
DAFTAR PUSTAKA
21. Shepherd JA, Fan B, Lu Y, Wu XP, Wacker WK, Ergun DL, Levine MA. A multinational study to develop universal standardization of
whole-body bone density and composition using GE Healthcare Lunar and Hologic DXA systems. J Bone Miner Res 2012;27:2208–
16.
22. Heymsfield SB, Smith R, Aulet M, Bensen B, Lichtman S, Wang J, Pierson RN Jr. Appendicular skeletal muscle mass:
measurement by dual-photon absorptiometry. Am J Clin Nutr 1990;52:214–8.
23. Cruz-Jentoft AJ, Baeyens JP, Bauer JM, Boirie Y, Cederholm T, Landi F, Martin FC, Michel JP, Rolland Y, Schneider SM, et al.
Sarcopenia: European consensus on definition and diagnosis: Report of the European Working Group on Sarcopenia in Older
People. Age Ageing 2010;39:412–23.
24. Washburn RA, McAuley E, Katula J, Mihalko SL, Boileau RA. The physical activity scale for the elderly (PASE): evidence for
validity. J Clin Epidemiol 1999;52:643–51.
25. Washburn RA, Smith KW, Jette AM, Janney CA. The Physical Activity Scale for the Elderly (PASE): development and evaluation. J
Clin Epidemiol 1993;46:153–62.
26. Cameron ME, van Staveren WA. Manual of methodology for food consumption studies. Oxford, United Kingdom: Oxford University
Press, 1988.
27. Nes M, van Staveren WA, Zajkas G, Inelmen EM, Moreiras O, Euronut SENECA Investigators. Validity of the dietary history method
in elderly subjects. Eur J Clin Nutr 1991;45:S97–104.
28. Carnovale E, Miuccio FC. Tabelle di composizione degli alimenti. [Tables of food composition.] Rome, Italy: Ministry of Agriculture
and National Institute of Nutrition, 1989 (in Italian).
29. Kwon S, Perera S, Pahor M, Katula JA, King AC, Groessl EJ, Studenski SA. What is a meaningful change in physical performance?
30. Findings from a clinical trial in older adults (the LIFE-P study). J Nutr Health Aging 2009;13:538–44.
DAFTAR PUSTAKA
31. Moslehi N, Vafa M, Sarrafzadeh J, Rahimi-Foroushani A. Does magnesium supplementation improve body composition and muscle
strength in middle-aged overweight women? A double-blind, placebocontrolled, randomized clinical trial. Biol Trace Elem Res
2013;153: 111–8.
32. Perera S, Mody SH, Woodman RC, Studenski SA. Meaningful change and responsiveness in common physical performance
measures in older adults. J Am Geriatr Soc 2006;54:743–9.
33. McCarthy EK, Horvat MA, Holtsberg PA, Wisenbaker JM. Repeated chair stands as a measure of lower limb strength in
sexagenarian women. J Gerontol A Biol Sci Med Sci 2004;59:1207–12.
34. Hatzistavri LS, Sarafidis PA, Georgianos PI, Tziolas IM, Aroditis CP, Zebekakis PE, Pikilidou MI, Lasaridis AN. Oral magnesium
supplementation reduces ambulatory blood pressure in patients with mild hypertension. Am J Hypertens 2009;22:1070–5.
35. Gontijo-Amaral C, Guimaraes EV, Camargos P. Oral magnesium supplementation in children with cystic fibrosis improves clinical
and functional variables: a double-blind, randomized, placebo-controlled crossover trial. Am J Clin Nutr 2012;96:50–6.
36. Lukaski HC, Nielsen FH. Dietary magnesium depletion affects metabolic responses during submaximal exercise in postmenopausal
women. J Nutr 2002;132:930–5.
37. Dimai HP, Porta S, Wirnsberger G, Lindschinger M, Pamperl I, Dobnig H, Wilders-Truschnig M, Lau KH. Daily oral magnesium
supplementation suppresses bone turnover in young adult males. J Clin Endocrinol Metab 1998;83:2742–8.
38. Rodrı´guez-Moran M, Guerrero-Romero F. Oral magnesium supplementation improves insulin sensitivity and metabolic control in
type 2 diabetic subjects: a randomized double-blind controlled trial. Diabetes Care 2003;26:1147–52.
39. Song Y, He K, Levitan EB, Manson JE, Liu S. Effects of oral magnesium supplementation on glycaemic control in Type 2 diabetes:
a meta-analysis of randomized double-blind controlled trials. Diabet Med 2006;23:1050–6.
40. Elin RJ. Assessment of magnesium status for diagnosis and therapy. Magnes Res 2010;23:S194–8.
PENILAIAN STUDI
LAMPIRAN