You are on page 1of 38

PAPER OBSTETRI

KEHAMILAN DENGAN DIABETES MELLITUS

OLEH:
FEBY IFFIYANTI YASSEFF
11001097

PEMBIMBING:
dr. AHMAD KHUWAILID , Sp. OG

SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
2016
DIABETES MELLITUS
Diabetes Mellitus adalah suatu kelompok penyakit
metabolik dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi
karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-
duanya.
KEHAMILAN DENGAN DIABETES MELLITUS

KLASIFIKASI DM
SELAMA KEHAMILAN

DM PREGESTASIONAL DM GESTASIONAL

DM TIPE I DM TIPE 2

DM TIPE LAIN
DIABETES MELLITUS PREGESTASIONAL
(DMPG)

 Diabetes pregestasional atau diabetes overt yaitu DM


yang mendahului kehamilan.

 Diabetes pregestasional atau diabetes overt memiliki


dampak signifikan pada hasil akhir kehamilan. Mudigah,
janin, dan ibunya sering mengalami berbagai penyulit
serius yang disebabkan secara langsung oleh
diabetesnya.
EFEK TERHADAP
JANIN

PERSALINAN
KEGUGURAN
KURANG BULAN

KEMATIAN JANIN
MALFORMASI
TANPA SEBAB JELAS

PERUBAHAN
PERTUMBUHAN HIDRAMNION
JANIN
MORTALITAS DAN
MORBIDITAS

SINDROM DISTRES HIPERBILIRUBINEMIA


PERNAPASAN POLISITEMIA

HIPOGLIKEMIA KARDIOMIOPATI

PEWARISAN
HIPOKALSEMIA
DIABETES
EFEK TERHADAP IBU

NEFROPATI DIABETIK INFEKSI

RETINOPATI KETOASIDOSIS
DIABETIK DIABETIK

NEUROPATI DIABETIK PREEKLAMSIA


DIABETES MELLITUS PREGESTASIONAL

-DIAGNOSIS-

1. Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dL


(11,1 mmol/L), atau
2. Gejala klasik DM + Kadar glukosa plasma puasa ≥126
mg/dL (7.0 mmol/L), atau
3. Kadar glukosa plasma 2 jam pada TTGO ≥200 mg/dL
(11,1 mmol/L). TTGO yang dilakukan dengan standar
WHO, menggunakan beban glukosa yang setara
dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam
air.
DIABETES MELLITUS PREGESTASIONAL
-PENATALAKSANAAN-
• Pantau glukosa: KGD pramakan: 70-100mg/dL, KGD 1 jam PP
<140 mg/dL, KGD 2 jam PP <120mg/dL
PRA • HbA1c 4-6 minggu sekali.
KONSEPSI • Asam folat (400µg/hari)

• Kontrol KGD pramakan: 70-100mg/dL, KGD 1 jam PP <140


TRIMESTER mg/dL, KGD 2 jam PP <120mg/dL
PERTAMA

• Dosis insulin yang dianjurkan 0.6-0.8 U/kgBB (Trimester


TERAPI pertama), 1.0 U/kg (Trimester kedua), 1.2 U/kg (trimester ketiga)
INSULIN
Spesimen Kadar (mg/dL)
Puasa ≤ 95
Pramakan ≤ 100
1 jam pascamakan ≤ 140
2 jam pascamakan ≤ 120
Hb A1c ≤6
• Normoweight : asupan kalori 30-35 kkal/kgBB/hari
• Underweight : asupan kalori 40 kkal/kgBB/hari
DIET • Overweight : asupan kalori 24 kkal/kgBB/hari

• Olahraga ringan hingga sedang 30 menit sehari, minimal 5 kali seminggu.


OLAHRAGA

• Pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein serum ibu pada 16-20 minggu usia


kehamilan
TRIMESTER • USG rutin
KEDUA • Pemantauan KGD
-TATALAKSANA INTRAPARTUM DAN POSTPARTUM-

 Jika kontrol glikemiknya baik, maka persalinan spontan aterm


dapat diharapkan.

 Karena resiko kematian janin yang tidak dapat dijelaskan,


janin dari ibu dengan DMPG harus dilakukan terminasi pada
usia kehamilan 39-40 minggu.

 Jika tafsiran berat janin diperkirakan lebih dari 4.500gr, maka


edah sesar elektif dianjurkan.

 Ibu tidak boleh makan selama proses persalinan, oleh karena


itu, glukosa IV harus diberikan (D5% 75-100 ml/jam) dan KGD
di cek setiap 1-2 jam sekali.

 Insulin reguler juga diberikan melalui suntikan subkutan atau


melalui IV line untuk mempertahankan KGD ibu 100-120
mg/dL
DIABETES MELLITUS GESTASIONAL (DMG)

DEFENISI INSIDENSI
 Kata gestasional  Pada tahun 2002 di
mengisyaratkan bahwa Amerika terdapat lebih
diabetes dipicu oleh dari 131.000 perempuan
kehamilan . hamil yang menderita
komplikasi diabetes
mellitus.
 Jumlah ini merupakan 3,3
% dari seluruh kelahiran
hidup dan lebih dari 90 %
nya menderita diabetes
mellitus gestasional.
-PATOFISIOLOGI-

PLASENTA

HORMON
DIABETOGENIK

CORTICOTROPIN HUMAN
GROWTH PROGES-
RELEASING PLACENTAL
HORMONE HORMONE LACTOGEN TERONE

RESISTENSI
INSULIN

DIABETES MELLITUS
GESTASIONAL
-MAKROSOMIA-

 American Collage of Obstetricians and Gynecologists


(2000) mendefinisikan bayi makrosomik sebagai
bayi yang berat lahirnya lebih dari 4.500 g.

 Bayi makrosomik dari ibu diabetes dilaporkan


berbeda dari bayi besar masa kehamilan (large for
gestasional age) lainnya secara antropometris.

 Secara spesifik, mereka yang ibunya mengidap


diabetes memperlihatkan penimbunan lemak
berlebihan dibahu dan badan, yang mempermudah
terjadinya distosia bahu dan meningkatkan angka
bedah sesar.
 Hiperglikemia ibu mendorong terjadinya
hiperinsulinemia pada janin terutama selama
paruh kedua gestasi, yang pada gilirannya
merangsang pertumbuhan somatik berlebihan.
Terjadilah makrosomia.
SKRINING
Ibu yang harus diskrining
Riwayat Diabetes Mellitus Gestasional
Riwayat memiliki bayi makrosomik
Keluarga generasi pertama menderita diabetes
Obesitas
Dugaan janin besar untuk usia gestasi pada kehamilan saat ini
Polihidramnion
Riwayat lahir mati yang tidak dapat dijelaskan
Glikosuria
-DIAGNOSIS DAN SKRINING AWAL DMG-

Skrining awal: pemeriksaan beban 50 gr glukosa pada kehamilan


24-28 minggu.

KGD >130 mg/dL atau >140


KGD <130 mg/dL
mg/dL

Normal Lanjutkan pemeriksaan TTGO


Tes Toleransi Glukosa Oral
(100 gr glukosa)

Selama 3 hari pasien diet yang


tidak ketat, dan 8-14 jam
sebelum pemeriksaan pasien
harus puasa.

Periksa KGDn, KGD 1,2,3 jam


Post TTGO.

Darah National Diabetes Data Group Carpenter and Coustan


Puasa 105 mg/dl (5,8 mmol per l) 95 mg/dl (5,3 mmol per l)
1 jam 190 mg/dl (10,5 mmol per l) 180 mg/dl (10,0 mmol per l)
2 jam 165 mg/dl (9,2 mmol per l) 155 mg/dl (8,6 mmol per l)
3 jam 145 mg/dl (8,0 mmol per l) 140 mg/dl (7,8 mmol per l)

Diagnosis diabetes mellitus gestasional ditegakkan apabila ada dua atau lebih nilai
abnormal (kadar glukosa serum atau plasma).
DIABETES MELLITUS GESTASIONAL

-PENATALAKSANAAN-

• Normoweight : asupan kalori 30-35 kkal/kgBB/hari


• Overweight : asupan kalori 24 kkal/kgBB/hari
DIET

• Olahraga ringan hingga sedang 30 menit sehari, minimal 5 kali seminggu.


OLAHRAGA

• Ibu diharapkan mengontrol sendiri KGD dengan menggunakan alat


PEMANTAUAN glukometer agar dapat mencegah fluktuasi glukosa.
GLUKOSA
• Terapi insulin mulai diberikan pada ibu yang memiliki KGDn
>105mg/dL walaupun telah diterapi dengan diet.
INSULIN
• Dosis insulin total awal yang digunakan adalah 20-30U/hari.

• ACOG belum merekomendasikan OHO untuk ibu hamil.


• Namun para pakar telah melakukan penelitian bahwa gliburid dapat
OHO
digunakan untuk kontrol glikemik ibu.
-PENATALAKSANAAN OBSTETRIS-

 Pada perempuan hamil diabetes gestasional dengan bayi


makrosomia, komplikasi utama yang mungkin terjadi pada
persalinan adalah trauma perdarahan seperti distosia bahu,
fraktur tulang, dan injuri pleksus brakhialis.

 Pengambilan keputusan untuk melakukan persalinan lebih awal


(pada kehamilan 38 minggu) dengan cara induksi persalinan
atau seksio sesarea dilakukan atas pertimbangan resiko
terjadinya mortalitas perinatal atau morbiditas perinatal.

 Bila berat badan janin diduga lebih dari 4500 gr, persalinan
dianjurkan dengan cara seksio sesarea.
-EVALUASI PASCAPARTUM-

 Fifth International Workshop Conference on Gestational


Diabetes menganjurkan agar wanita yang didiagnosis
diabetes gestasional menjalani evaluasi dengan tes
toleransi glukosa oral 75 gram pada 6 sampai 12 minggu
pasca partum dan interval-interval lain sesudahnya.
LAPORAN KASUS OBSTETRI
KEMATIAN JANIN DALAM KANDUNGAN

OLEH:
FEBY IFFIYANTI YASSEFF
11001097

PEMBIMBING:
Dr. AHMAD KHUWAILID , Sp. OG

SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
2016
IDENTITAS PASIEN IDENTITAS SUAMI

 Nama : Ny. D  Nama suami: Tn. R


 Umur : 40 Tahun  Umur : 41 Tahun
 Agama : Islam  Agama : Islam
 Suku : Mandailing  Suku : Mandailing
 Pekerjaan : IRT  Pekerjaan : Wiraswasta
 Pendidikan : SMP  Pendidikan: SMA
 Alamat : Jl.  Alamat : Jl.
Pendidikan, Bandar Setia Pendidikan, Bandar Setia
 Tanggal masuk: 07-04-
2016
 Pukul : 19.30 WIB
II. ANAMNESA

Ny.D, 40 tahun, G3P2A0, Mandailing, Islam, IRT, SMP, i/d Tn.R, 41


tahun, Mandailing, Islam, SMA, Wirawasta. Pasien datang ke VK
dengan:
Keluhan Utama : Tidak merasakan gerakan janin.
Telaah : Pasien datang ke RSHM dibawa oleh
suaminya pada tanggal 07-04-2016 pada pukul 19.30 WIB dengan
keluhan tidak merasakan gerakan janin yang dirasakan pasien
sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Riwayat mules-mules
mau melahirkan (-). Riwayat demam (-). Riwayat merokok (-).
Riwayat keluar lendir darah dari kemaluan (-). Riwayat keluar air-
air dari kemaluan (-). Riwayat keluar jaringan dari kemaluan (-).
Riwayat trauma/jatuh (-). Riwayat dikusuk (-).

Riwayat Persalinan:
1. Anak laki-laki, aterm, BBL 3.200gr, PSP, ditolong oleh Bidan,
hidup, umur sekarang 11 tahun.
2. Anak perempuan aterm, BBL 3.000gr, PSP, ditolong oleh Bidan,
hidup, umur sekarang 9 tahun.
3. Hamil ini.
Perdarahan Antepartum :
 Kapan mulai : (-) Perdarahan ke : (-)
 Banyaknya : (-) Darah Beku : (-)
 Rasa Nyeri : (-) Trauma : (-)

Tanda- tanda keracunan hamil :


 Edema : (-) Vertigo : (-)
 Pening : (-) Gangguan visus : (-)
 Mual : (+) Kejang – kejang : (-)
 Muntah : (+) Coma : (-)
 Nyeri uluhati : (-) Icterus : (-)

Anamnesa Ginakologik/ keluarga :


 Menarche : 17 tahun HPHT : 17-11-2015
 Haid : 6-7 hari (2-3x ganti duk/hari)TTP : 24-08-2016
 Dysmenorrhea: (-) Perkiraan Usia Kehamilan: 20 Minggu
 Flour albus : (-) Lain-lain : (-)
Perdarahan Postpartum :
 Anak ke : (-) Retensio plasenta: (-)
 Kala : (-) Placenta rest : (-)
 Banyaknya : (-) Infus/transfusi : (-)
 Atonia uteri : (-)

Riwayat Kehamilan Dan Persalinan :


 Kawin : 1 kali Umur Kawin : 30 tahun
 Berobat Mandul : (-)
 Family Planing : (-)

Penyakit yang Pernah diderita :


 Anemia : (-) Tuberculosis : (-)
 Hipertensi : (-) Penyakit jantung: (-)
 Penyakit Ginjal : (-) Penyakit lain : (-)
 Reuma : (-) Veneral diseases: (-)
 Diabetes : (-) Operasi : (-)
II. PEMERIKSAAN FISIK
Status present

 Sens: CM Anemis : (-/-)


 TD : 120/80 mmHg Ikterik : (-/-)
 HR : 76 x/i Dyspnoe : (-)
 RR : 20 x/i Sianosis : (-)
 T : 37,00 C Oedem : (-)
 TB : 155 cm Cor : DBN
 BB : 67 kg Pulmo : DBN
T.H.T : DBN
B. Status Lokalis X – Ray Pelvimetri

 Abdomen : Simetris  Conj. Vera : Tidak


 Fundus uteri : 2 jari dibawah Dilakukan Pemeriksaan
umbilikal  Conj. Transversa : Tidak
 Punggung : tidak dapat dinilai Dilakukan Pemeriksaan
 Bagian terbawah: tidak dapat  Conj . Oblique : Tidak
dinilai Dilakukan Pemeriksaan
 Turunnya : tidak dapat dinilai
 S.B.R : DBN Ro Foto / Sinar tembus
 Ring V. Bandl : (-)
 Meteorismus : (-)  Thorax : Tidak
 D.D.A : (-) Dilakukan Pemeriksaan
 Formula Johnson : (-)  Abdomen : Tidak
Dilakukan Pemeriksaan
 Osborn : (-)
 HIS : (-)
 DJJ : (-)
x/menit
C. PEMERIKSAAN DALAM

 Tanggal : 07-04-2016  Promontorium: Tidak teraba


 Jam : 19.30 wib  Lin.inominata: Teraba 2/3
 Dokter/Bidan: PPDS anterior
 Indikasi : Evaluasi Bishop  Sacrum : Cekung
score  S.Ischiadica : Tidak Menonjol
 Pembukaan : (-)  Arcus Pubis : Tumpul
 Cervix : Tertutup  Cocccigeus : Mobile
 Efficement : tidak dapat dinilai  Vagina : Dalam Batas
 Selaput Ketuban: tidak dapat Normal
dinilai  Vulva : Dalam Batas
 Bagian Terbawah: tidak dapat Normal
dinilai  Sarung Tangan: Lendir darah (-),
 Turunnya : tidak dapat dinilai air ketuban (-)
 Posisinya : sacral  Meconium : (-)
USG TAS (Tanggal 07-04-2016)
 KK terisi baik
 Fetal Movement : (-)
 Fetal Heart Rate : (-)
 BPD : 1,87 cm
 Kesimpulan : Intra Uterine Fetal Death (12
minggu)
Hasil laboratorium tanggal 07-04-2016 pukul WIB
Hematologi
Darah rutin Nilai Nilai Rujukan satuan
Hemoglobin 12,6 12 – 16 g/dl
Hitung eritrosit 3,8 3,9 - 5,6 10*5/µl
Hitung leukosit 9.600 4,000- 11,000/µl
Hematokrit 34,7 36-47 %
Hitung trombosit 245,000 150,000-450,000/µl
Index eritrosit
MCV 91,5 80 – 96 fL
MCH 33,1 27 – 31 pg
MCHC 36,3 30 – 34 %
Hitung jenis leukosit
Eosinofil 2 1–3 %
Basofil 0 0–1 %
N.Stab 0 2– 6 %
N. Seg 65 53–75 %
Limfosit 28 20–45 %
Monosit 5 4–8 %
Kimia Klinik
KGDs 90 mg/dL < 140 mg/dL
Diagnosa
 Multi Gravida + Kehamilan dalam Rahim (19-20 minggu)
+ Kematian Janin Dalam Kandungan

Lapor Supervisor dr.Muslich, Sp.OG.


Advis:
 IVFD RL 20 gtt/i
 Cytotex 50mg / 6 jam
 Inj. Ceftriaxone 1 gr/ 12 jam

Rencana:
 Periksa darah rutin, KGD ad random
 Pasang ballon kateter (aquabidest 60 cc)
FOLLOW UP
Follow Up Tgl 08-04-2016 pukul 11.00 WIB
S : Mules-mules
O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/-
TD : 120/80 mmHg Ikterik : -/-
HR : 84x/menit Dyspnoe : -
RR : 20x/menit Sianosis : -
T : 36,5ºC Oedem : -
SL : Abd : Soepel, peristaltik (+)
TFU : 2 jari dibawah umbilikus
P/V : (+)
BAK : (+) BAB : (-)
A: Multi Gravida + Kehamilan dalam Rahim (19-20 minggu) + Kematian Janin Dalam
Kandungan
P : IVFD RL 20gtt/menit
Cytotex 50mg/6 jam
Inj. Epidosin 1 amp IM (1 kali saja)
FOLLOW UP
Follow Up Tgl 09-04-2016 pukul 11.00 WIB
S : Mules-mules
O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/-
TD : 120/80 mmHg Ikterik : -/-
HR : 73x/menit Dyspnoe : -
RR : 20x/menit Sianosis : -
T : 36,5ºC Oedem : -
SL : Abd : Soepel, peristaltik (+)
TFU : 2 jari dibawah umbilikus
P/V : (+)
BAK : (+) BAB: (-)

Ballon lepas
VT: Cervix axial, ø 4cm, sel ket(+) menonjol
A: Multi Gravida + Kehamilan dalam Rahim (19-20 minggu) + Kematian Janin
Dalam Kandungan
P : IVFD RL 20gtt/menit
Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam
LAPORAN PERSALINAN SPONTAN PERVAGINAM
Operator : dr. Muslich, Sp.OG
Tanggal :09/04/2016
Jam :12.15 WIB

Langkah-langkah persalinan spontan pervaginam :


 Ibu dibaringkan di meja ginekologi dengan posisi litotomi
 Pada his yang adekuat, ibu dipimpin mengedan.
 Lahir bayi secara in toto, disertai dengan lahirnya plasenta. Kesan:
lengkap.
 Evaluasi perdarahan, kesan perdarahan tidak aktif.
 Keadaan umum ibu post persalinan spontan pervaginam stabil.

Terapi:
 Cefadroxyl 2 x 500 mg
 Asam mefenamat 3 x 500 mg
 B complex 2 x 1 tab
 Metergin 3 x 500 mg
FOLLOW UP
Follow Up Tgl 10-04-2016 pukul 11.00 WIB
S :-
O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/-
TD : 110/80 mmHg Ikterik : -/-
HR : 84x/menit Dyspnoe : -
RR : 20x/menit Sianosis : -
T : 36,7ºC Oedem : -
SL : Abd : Soepel, peristaltik (+)

P/V : (-)
BAK : (+) BAB : (-)
A: Post Partus Spontan Pervaginam atas indikasi Kematian Janin Dalam
Kandungan
P: Aff infus R: PBJ
Terapi Oral :
 Cefadroxyl 2 x 500 mg
 Asam mefenamat 3 x 500 mg
 B complex 2 x 1