You are on page 1of 51

ADIKSI SEBAGAI

PENYAKIT OTAK

Outline
• Pendahuluan

• Tinjauan Pustaka

– Pengertian adiksi

– Anatomi fisiologi otak

– Sistem sinyal

– Pengaruh genetik

• Kesimpulan

Neurotoxicity
AIDS, Cancer
Mental illness
NEUROTOXICITY
AIDS
CANCER
MENTAL ILLNESS

Health care
Homelessness Productivity
Crime Accidents
Violence

Pendahuluan

Sejarah
• Sudah lama digunakan oleh manusia: ritual, sosialisasi, rekreasi

.

Pendahuluan • Mengapa seseorang mulai menggunakan NAPZA? • Mengapa tetap memakai? • Faktor apa yang memperkuat perilaku yang merusak tersebut? • Bagaimana perilaku adiksi bisa dimodifikasi atau dikendalikan untuk kepentingan pasien? .

Gender .Learning .Circadian rhythms . Drug Addiction: A Complex Behavioral and Neurobiological Disorder Historical .Expectation .Genetics .Disease states Environmental .Conditioned stimuli Brain Mechanisms Behavior Environment .Prior experience Drugs Physiological .Stress .Social interactions .

Pengertian adiksi • Toleransi • Gejala putus zat ketika • Penggunaan yang meningkat • Tidak berhasil mengontrol penggunaan NAPZA • Waktu digunakan untuk aktivitas yang berhubungan dengan NAPZA • Aktivitas sosial. okupasional. atau rekreasional yang penting dikorbankan • Tetap menggunakan NAPZA walaupun mengetahui adanya dampak buruk fisik dan psikologikologis .

Area dari Otak Besar http://mindblog.net/2006/06/brain-during-normal-awareness-absence.dericbownds.html .

Proses perkembangan otak • Proliferasi • Prunning • myelinisasi .

.

Efek alkohol dalam perkembangan otak • perkembangan hipokampus dan korteks prefrontal menurun • perubahan fungsi visual-spatial. dalam informasi verbal dan nonverbal .

. . Neuropharmacology. 2004. Addiction Changes Brain Circuits Non-Addicted Brain Addicted Brain Control Control Saliency Drive NOT Saliency Drive GO GO Memory Memory Source: Adapted from Volkow et al.

AOD AOD = Alcohol Or Drugs AOD AOD AOD AOD AOD AOD Food AOD AOD AOD AOD AOD TV AOD AOD Girlfriend Food Job AO Scho Famil D AOD ol y TV Parties Hobbies AOD Girlfriend Food Job AO Fase Bencana Schoo Family D Sports l TV Exercis Parties Hobbies e Girlfriend Job Family AOD Fase Kecewa Exercis Parties e Fase Maintenance Fase Kenalan .

Komunikasi antar saraf .

com/2012/03/materi-pokok-vi.Tahapan Yang Dialami Neurotransmiter (diambil dari http://rinaherowati.files.pdf) .wordpress.

.Neurotransmiter di sistem saraf • Asetilkolin • Aspartat • Dopamin • Histamin • Norepinefrin • Epinefrin • Glutamat • Serotonin • Gamma acetil buteric acid (GABA).

.

Mengapa orang menggunakan narkoba untuk pertama kali? To feel To feel good better To have novel: To lessen: feelings anxiety sensations worries experiences fears AND depression to share them hopelessness .

• Pengaruh kinerja neurotransmiter dapat menyebabkan: – perubahan perilaku (menjadi lebih aktif atau lamban) – perasaan (euforia) – proses pikir (lebih cepat atau lebih lamban) – isi pikir (waham) – persepsi (halusinasi) – kesadaran (menurun atau lebih siaga) – Bila zat psikoaktif yang dikonsumsi berlebih dapat terjadi intoksikasi akut sampai overdose .

Mudah marah & tersinggung 3. Gejala psikologik : 1. Mata jereng 5.ALKOHOL (Minuman Keras/Miras) : meningkatkan aktivitas GABA Meningkatkan sistem opioid endogen a. Gangguan koordinasi 3. Banyak bicara 4. Gejala fisiologik : 1. Gangguan perhatian/konsentrasi . Bicara cadel 2. Muka merah b. Perubahan alam perasaan 2. Cara jalan yg tdk mantap 4.

Keringat berlebihan 7. Jantung berdebar-debar 5. Gejala Putus Alkohol (bila konsumsi dihentikan) : 1.ALKOHOL (Minuman Keras/Miras) : c. Kecemasan 8. Mual & muntah 3. Gemetaran (tremor) 2. Depresi 9. Tekanan darah meninggi 6. Kelemahan 4. Halusinasi .

gangguan fungsi kognitif .memperparah gangguan jiwa yang sebelumnya sudah ada Hashish/Minyak Ganja . GANJA (Tetrahidrocanabinol/THC) : Daun Ganja Kanabioida mengaktifkan reseptor kanabioid  meningkatkan aktifitas dopamin di jalur mesolimbik Penggunaan jangka panjang : Biji Ganja .

Perilaku maladaptif b. GANJA (Tetrahidrocanabinol/THC) : a. Mata merah 3. Euforia 2. Nafsu makan bertambah 4. Mulut kering c. Gejala Psikologik : Biji Ganja 1. Gejala Fisik : Daun Ganja 1. Apatis Hashish/Minyak Ganja . Delusi 4. Halusinasi 3. Perasaan waktu berlalu dgn lambat 5. Jantung berdebar-debar 2.

Benzodiazepin • berikatan dengan reseptor benzodiazepin yang berhubungan dengan reseptor GABA(A) • pembukaan saluran klorida yang menyebabkan penurunan aktivitas saraf dan otot .

Benzodiazepin • Menurunkan kegiatan pada sistem saraf pusat • membuat pemakai lebih rileks dan kurang peka terhadap keadaan sekitar .

.

dopamine transporters .

.

Tekanan darah naik 6. Agitasi psikomotor 2. Pupil mata melebar 5.KOKAIN : a. Keringat berlebihan/ kedinginan 7. Mual dan muntah . Jantung berdebar-debar 4. Banyak bicara 3. Gejala fisik : 1. Perilaku maladaptif b.

lesu. Gangguan mimpi bertambah . Gejala psikologik : 1.KOKAIN : c. Gejala putus Kokain bila konsumsi dihentikan) : 1. Keinginan bunuh diri 3. Kewaspadaan meningkat d. Gangguan tidur 6. Rasa harga diri meningkat 3. Depresi 2. Rasa gembira 2. Rasa lelah. tidak berdaya 4. Kehilangan semangat 5.

menghambat re-uptake dopamin dan neurotransmiter lainnya .4- methylenedioxymethamphet amine/ MDMA) meningkatkan pelepasan serotonin dan menghambat re-uptake serotonin. .ATS (EKSTASI & SHABU) : .Ekstasi (3.meningkatkan pelepasan dopamin .

Perilaku maladaptif b. Gejala psikologik : 1. Agitasi psikomotor 2. Rasa harga diri meningkat . Gejala fisik : 1. Keringat berlebihan/ rasa kedinginan 5. Mual dan muntah c. Rasa gembira 3. Jantung berdebar-debar 2. Pupil mata melebar 3. Tekanan darah naik 4.ATS (EKSTASI & SHABU) : a.

Halusinasi penglihatan 7. Agitasi psikomotor. Banyak bicara 5. Kecurigaan terhadap lingkungan 3. Kewaspadaan meningkat 6. Tidak tidur/tidak merasa lelah d. Kecemasan dan kegelisahan 5. Waham kejaran 2. Agresivitas dan sikap bermusuhan 4.ATS (EKSTASI & SHABU) : c. Gejala psikologik (Lanjutan…) 4. Gangguan waham (delusi) amfetamin : 1. .

tdk berdaya 4. Gangguan tidur 6.ATS (EKSTASI & SHABU) e. lesu. Keinginan bunuh diri 3. Rasa lelah. Gangguan mimpi bertambah . Depresi 2. Gejala Putus Amfetamin (bila konsumsi dihentikan) : 1. Kehilangan semangat 5.

Dopamine D2 Receptors are Lower in Addiction DADA Cocaine DA DA DA DA DA DA D2 Receptor Availability DA DA DADA DA Meth Reward Circuits Non-Drug Abuser DADA Alcohol DA DA DA DA Heroin Reward Circuits Control Addicted Drug Abuser .

J. Psychiatry..6 slowing of motor Dopamine Transporter 1.0 16 14 12 10 8 6 4 Delayed Recall (words remembered) Volkow et al.4 1.2 1.0 Bmax/Kd 7 8 9 10 11 12 13 Time Gait (seconds) Normal Control 2.0 Loss of dopamine 1. Am.6 in memory impairment.8 transporters in the meth abusers may result in 1.2 1. 1.8 Loss of dopamine transporters in the meth abusers may result 1.0 Memory task 1. Dopamine Transporters in Methamphetamine Abusers Motor Task 2.4 reactions. 2001. . Methamphetamine Abuser . 1.

Peranan receptor opioid mu dalam terjadinya adiksi .

Polymorphism Receptor Mu Opioid .

SNPs pada reseptor opioid mu manusia S4R A6V H2N N40D 50 SNPvs with changed AA Synonymous mutation extracellular fluid Putative Glycosylation site V234L S147C 300 N152D 150 200 250 cell membrane R260H 100 R265P 350 S268P Kreek. Yuferov cell interior 400 and LaForge. HOOC 2000 .

Tranduksi sinyal intra sel pada reseptor opioid mu Kreek. 2007 .

dan perubahan fungsi dapat disebabkan oleh variabilitas genetik. Kesimpulan • NAPZA mempengaruhi fungsi otak di berbagai tingkatan : – fungsi bagian-bagian otak – Reseptor dan neurotransmiter. pengaruh lingkungan dan pemakaian narkoba dapat mempengaruhi ekspresi gen • Pemahaman adiksi sebagai penyakit otak sangat penting dalam pencegahan dan pendekatan terapi adiksi NAPZA. efek. . • Kerentanan. • Di sisi lain.

.

1:710. 2002 . Nature Reviews Drug Discovery. Kreek et al. without regard to specific medications negative consequences to self or others (adapted from WHO). Natural History of Drug and Alcohol Abuse and Addictions > 80% without Primary Possible Utility of Vaccines Medications Useful pharmacotherapy Prevention and Selected Medications and Needed relapse to addiction Initial Use of Sporadic Regular Addiction Early Protracted Drug of Abuse Intermittent Use Withdrawal Abstinence Use (abstinence) Progression < 20% sustain ADDICTION: Compulsive drug seeking behavior abstinence with no and drug self-administration..

159) † * This finding is similar to that obtained by Berrettini et al.916) (0.22 [p=0.1 [p=0. 1998 .70 (p = 0. the A118G variant allele was present in a significantly higher proportion of non-opioid dependent subjects compared to opioid dependent subjects.013) (0.05] † However.846) (0.912) (0. (1997) c 22 = 4.154) Yate's corrected c 2 (1) = 3.084) (0. (Yates corrected Chi-square c 22(1) (1) = 8.987) (0. Allelic Frequency Associations Opioid Dependence – C17T and A118G C T A G Total 207 19 206 20 226 Dependent (0..054)* 1.98 (p = 0.0041]) Bond et al. within the Hispanic study subjects groups (total n=67).088) 77 1 66 12 78 Non-dependent (0.

5 0. 1998 . Inwardly Rectifying K+(GIRK) Channels by Endogenous Opioid Peptides to the Prototype and A118G Variant Mu Opioid Receptor 100 100 80 Percent Bound 80 60 60 40 40 20 20 0 0 -11 -10 -9 -8 -7 -11 -10 -9 -8 -7 Fraction Maximum Current Response Log [Endomorphin -1(M)] Log [ Endorphin (M)] A118G 1.5 0 0 -10 -9 -8 -7 -6 -9 -8 -7 -6 Log [Endomorphin -1(M)] Log [ Endorphin (M)] Bond et al.0 1.0 Prototype 0.. Binding and Coupling to G Protein-Activated.

2002 . Wand et al. “Physiogenetics”— Cortisol Levels After Incremental Naloxone Administration: Mu Opioid Receptor A118G Heterozygote Individuals 24 Serum Cortisol (ug/dl) 22 A/A (n=29) N N A/G (n=7) 20 18 N 16 14 PI 12 N 10 8 50 0 50 100 150 200 Time(min) Kreek. 1999.

et al.7 Placebo/ 0.6 Asp40 Allele (A/G.4 0.3 0.5 Placebo/ Asn40 Allele (A/A) (n=41) 0. 2003 . Volpicelli. Those Homozygous for the Asp40 Allele by Medication Group 1.9 Asp40 Allele (A/G.0 0 14 28 42 56 70 84 Days Oslin..0 Cumulative Survival (Time to Relapse) Naltrexone/ 0.8 Naltrexone/ Asn40 Allele (A/A) (n=48) 0. “Pharmacogenetics”—Naltrexone Treatment Response: Survival Analyses for Time to Relapse in Subjects With One or Two Copies of the Asp40 Allele vs. Berrettini.1 0.2 0. G/G) (n=18) 0. O’Brien. G/G) (n=23) 0. Kranzler.

Hoehe et al.. Kranzler et al. 1999. 2003 – No Evidence For: Kranzler et al.. 1998..2000. Hoeho et al... 1998.. 2003. 1997. Shi et al. Barr. Tan et al. 2000. 2003 – No Evidence for: Kranzler et al. 2002. 1998.. 1999 adapted from K. 1997. Luo et al. Schinka et al.. 2003 . Li et al.Mu Opioid Receptor Gene: Evidence of Association or Linkage With Addictions Alcohol Dependence – For: Town.. et al. Bart et al. Franke et al.. 2001.. 1998....2007 – No Evidence For: Bergen.S. Gelernter et al. Gscheidel et al.. 2002. Szeto et al... 1998. Gelernter et al. 1999. 1997. 2001.. Sander et al. 2000. Mixed Drug Dependence – For: Berrettini et al. LaForge. et al. Opioid Dependence – For: Bond et al...

351 (208) Thai 0.141 (543) Finnish Caucasian 0. A study of Han Chinese found the LaForge.080 (43) Ashkenazi 0.142 (67) 0.016 (31) 0.442 (137) Southwest Native 0.115 (52) 0.362 (297) Chinese 0. and no occurrence of the 17T allele in 540 subjects (Li et al. Yuferov 118G allele at a frequency of 0.028 (144) Other (populations in Israel) Ethiopian 0.. Allelic Frequencies of the Variant Allele of the A118G Single Nucleotide Polymorphism of the Human -Opioid Receptor Gene in Diverse Populations Ethnicity or Bergen et al.117 (47) African American 0.210 (93) Allele frequency for the variant allele is shown for various study populations.105 (100) 0.122 (324) Swedish Caucasian 0.485 (34) Han Chinese 0.438 (56) Malay 0.446 (156) Indian 0. 2000).107 (187) Hispanic 0.163 (367) American Caucasian European American 0. and Kreek.321. Szeto et al Tan et al Bart et al population (1997) (1998) (1999) (2001) (2003) (2003) Asian Japanese 0.170 (49) Bedouin 0. Gelernter et al. Bond et al. 2003 . Numbers in parentheses are the number of subjects whose genotype was ascertained in each study.