You are on page 1of 9

MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

Kesehatan Reproduksi

Tulungagung, 26 Mei 2017 WIWIK AKHTAWATI S.ST

2015 . semakin membaik dulu saat ini (1991) 50% peserta KB aktif 62% (2012) (2005) 89% pelayanan antenatal 96% (2015) (2005) 72% persalinan ditolong nakes 89% (2015) ( 1990) 390 angka kematian ibu 305 (2015) (per 100. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2005 vs. 2012.000 kelahiran hidup) SDKI Tahun 1991 vs. akses masyarakat terhadap MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pelayanan kesehatan. termasuk kesehatan reproduksi dan maternal.

promotif dan preventif MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Kespro siklus hidup. catin. wanita usia subur 2 KB. fokus di hulu: remaja. deteksi. dan intervensi dini kanker payudara dan serviks . perencanaan dan perawatan kehamilan 3 Pemanfaatan Buku KIA untuk KIE dan pencatatan pelayanan 4 Skrining.

advokasi MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA dalam pemenuhanhak kesehatan reproduksi pasangan ODHA penyandang disabilitas pengungsi pada krisis kesehatan korban/penyintas tindak kekerasan warga binaan pemasyarakatan .

.

Kanker Serviks 5. Kesehatan Maternal dan Perinatal 3. Fertilitas : Infertilitas dan Keluarga Berencana 2. Infeksi Menular Seksual 4. Kesehatan remaja 6. Menopause . PROGRAM PRIORITAS KESEHATAN MATERNAL. PERINATAL DAN KESEHATAN MENTERI KESEHATAN REPRODUKSI REPUBLIK INDONESIA 1.

Alat Dan Obat Kontrasepsi Adapun jenis alat dan obat kontrasepsi yang disediakan oleh pemerintah adalah:  Kondom  Pil KB I Kombinasi (Levonorgestrel dan Ethinyl Estradiol)  Suntik KB I Tiga bulanan (Medroksiprogesteron asetat)  Implan/Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) / Susuk KB II Plus Inserter (Levonogestrel 75 mg)  IUD/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yaitu copper T  Alat dan obat kontrasepsi baru sesuai kebijakan pemerintah .

KONSELING PERENCANAAN KELUARGA .

SAL A M SEHA T TERIMA KASIH .