You are on page 1of 16

DISFUNGSI OTONOMIK SOMATOFORM

SALURAN PENCERNAAN ATAS DAN BAWAH

OLEH :
PALCHA BADIA A. SIMANJUNTAK
12-610-5-165
PEMBIMBING :
DR. GERALD MARIO SEMEN, SP. KJ (K), SH
DR. IMELDA WIJAYA, SP.KJ
DR. HERNY TARULI TAMBUNAN, M. KED (KJ), SP.KJ
PENDAHULUAN

• SOMATOFORM ADALAH INDIVIDU YANG MENGELUHKAN GEJALA – GEJALA GANGGUAN


FISIK, YANG TERKADANG BERLEBIHAN, TETAPI PADA DASARNYA TIDAK TERDAPAT GANGGUAN
FISIOLOGIS. (ARDANI, 2011:91)
• GANGGUAN SOMATISASI DITANDAI OLEH BANYAK GEJALA SOMATIK YANG TIDAK DAPAT
DIJELASKAN SECARA ADEKUAT BERDASARKAN PEMERIKSAAN FISIK DAN LABORATORIUM.
GANGGUAN INI BIASANYA DIMULAI SEBELUM USIA 30 TAHUN, DAPAT BERLANJUT HINGGA
TAHUNAN, DAN DIKENALI MENURUT DSM-IV-TR SEBAGAI “KOMBINASI GEJALA NYERI,
GASTROINTESTINAL, SEKSUAL, SERTA PSEUDONEUROLOGIS”.
DEFINISI

• SOMATOFORM BERASAL DARI BAHASA YUNANI SAMA ARTINYA TUBUH; DAN GANGGUAN
SOMATOFORM ADALAH KELOMPOK PENYAKIT YANG LUAS DAN MEMILIKI TANDA SERTA
GEJALA YANG BERKAITAN DENGAN TUBUH SEBAGAI KOMPONEN UTAMA.
• GANGGUAN INI MENCAKUP INTERAKSI PIKIRAN SERTA TUBUH, DENGAN CARA YANG MASIH
BELUM DIKETAHUI, OTAK MENGIRIMKAN BERBAGAI SINYAL YANG MEMENGARUHI KESADARAN
PASIEN DAN MENNUNJUKKAN ADANYA MASALAH SERIUS DI DALAM TUBUH.
• GANGGUAN SOMATISASI CIRI UTAMANYA ADALAH GEJALA-GEJALA FISIK YANG BERMACAM-
MACAM, BERULANG DAN SERING BERUBAH-UBAH, YANG BIASANYA SUDAH BERLANGSUNG
BEBERAPA TAHUN SEBELUM PASIEN DATANG KE PSIKIATRI.
• KELUHANNYA DAPAT MENGENAI SETIAP SISTEM ATAU BAGIAN TUBUH MANAPUN, TETAPI YANG
LAZIM ADALAH YANG MENGENAI GANGGUAN GASTROINTESTINAL (PERASAAN SAKIT,
KEMBUNG, MUNTAH, MUAL, DSB). (DEPARTEMEN KESEHATAN. DIREKTORAT JENDERAL
PELAYANAN MEDIC, 1993:210)
Menurut teks edisi kelima the Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders ( DSM-V-TR) memasukkan empat gangguan somatoform spesifik :

a. Adanya gejala – gejala bangkitan otonomik seperti palpitasi,


berkeringat, tremor, muka panas, yang sifatnya menetap dan mengganggu,
b. Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu
c. Preokupasi dengan dan penderitaan (distress) mengenai kemungkinan
adanya gangguan yang serius dari sistem atau organ tertentu, yang tidak
terpengaruh oleh hasil pemeriksaan – pemeriksaan berulang, maupun
penjelasan – penjelasan dari pada dokter,
d. Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada
struktur/fungsi dari sistem/fungsi dari organ yang dimaksud.
ETIOLOGI

• FAKTOR PSIKOSOSIAL
FORMULASI PSIKOSOSIAL MELIBATKAN INTERPRETASI GEJALA SEBAGAI KOMUNIKASI SOSIAL,
AKIBATNYA ADALAH MENGHINDARI KEWAJIBAN ,MENGEKSPRESIKAN EMOSI, ATAU
MENYIMBOLKAN SUATU PERASAAN ATAU KEYAKINAN.

PENYEBAB GANGGUAN SOMATISASI TIDAK DIKETAHUI. SECARA PSIKOSOSIAL, GEJALA-GEJALA


GANGGUAN INI MERUPAKAN BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL YANG BERTUJUAN UNTUK
MENGHINDARI KEWAJIBAN, MENGEKSPRESIKAN EMOSI, ATAU MENYIMBOLKAN PERASAAN.
ETIOLOGI

• FAKTOR BIOLOGIS
DATA GENETIK MENUNJUKKAN BAHWA GANGGUAN SOMATISASI DAPAT MEMILIKI KOMPONEN
GENETIK. GANGGUAN SOMATISASI CENDERUNG MENURUN DI DALAM KELUARGA DAN TERJADI
PADA 10 HINGGA 20 PERSEN KERABAT PEREMPUAN DERAJAT PERTAMA PASIEN DENGAN
GANGGUAN SOMATISASI.
EPIDEMIOLOGI

• PREVELANSI SEUMUR HIDUP GANGGUAN SOMATOFORM DALAM POPULASI UMUM


DIPERKIRAKAN 0,1 SAMPAI 0,2 PERSEN.
• PEREMPUAN > LAKI-LAKI ,HINGGA 5-20X , ATAU DENGAN RASIO 5 : 1.
• GANGGUAN SOMATOFORM DIDEFINISIKAN DIMULAI SEBELUM USIA 30 TAHUN DAN PALING
SERING DIMULAI SELAMA MASA REMAJA SESEORANG .
DIAGNOSIS

• UNTUK DIAGNOSIS GANGGUAN SOMATISASI, DSM-IV-TR MENGHARUSKAN AWITAN GEJALA


SEBELUM USIA 30 TAHUN.
• PASIEN HARUS MEMILIKI KELUHAN SEDIKITNYA EMPAT GEJALA NYERI, DUA GEJALA
GASTROINTESTINAL, SATU GEJALA SEKSUAL, DAN SATU GEJALA PSEUDONEUROLOGIS, YANG
SELURUHNYA TIDAK DAPAT DIJELASKAN DENGAN PEMERIKSAAN FISIK ATAU LABORATORIUM.
GAMBARAN KLINIS
Kriteria diagnosis gangguan somatisasi berdasarkan DSM IV:
A. Riwayat banyak keluhan fisik dengan onset sebelum usia 30 tahun yang
terjadi selama periode beberapa tahun dan menyebabkan gangguan
bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
B. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan, dengan gejala individual yang
terjadi pada sembarang waktu selama perjalanan gangguan.
1. Empat gejala nyeri: Riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya
empat tempat atau fungsi yang berlebihan (misalnya: kepala, perut,
punggung, sendi, anggota gerak, dada, rektum, selama menstruasi, selama
hubungan seksual, atau selama miksi).
2. Dua gejala gastrointestinal: Riwayat sekurangnya dua gejala
gastrointestinal selain dari nyeri (misalnya: mual, kembung, muntah selain dari
kehamilan, diare, atau intoleransi terhadap berbagai jenis makanan).
3. SATU GEJALA SEKSUAL: RIWAYAT SEKURANGNYA SATU GEJALA SEKSUAL ATAU
REPRODUKSI SELAIN DARI NYERI (MISALNYA: INDIFERENSI SEKSUAL, DISFUNGSI EREKTIL,
ATAU EJAKULASI, MENSTRUASI YANG TIDAK TERATUR, PERDARAAHAN MENSTRUASI YANG
BERLEBIH, MUNTAH SEPANJANG KEHAMILAN).
4. SATU GEJALA PSEUDONEUROLOGIS: RIWAYAT SEKURANGNYA SATU GEJALA ATAU
DEFISIT YANG MENGARAHKAN PADA KONDISI NEUROLOGIS YANG TIDAK TERBATAS PADA
NYERI (GEJALA KONVERSI SEPERTI GANGGUAAN KOORDINASI ATAU KESEIMBANGAN,
PARALISIS ATAU KELEMAHAN SETEMPAT, SULIT MENELAN ATAU BENJOLAN
DITENGGOROKAN, RETENSI URIN, HILANGNYA SENSASI SENTUH ATAU NYERI, PANDANGAN
GANDA, KEBUTAAN, KETULIAN, KEJANG, GEJALA DISOSIATIF SEPERTI AMNESIA ATAU
HILANGNYA KESADARAN SELAIN PINGSAN).
C. GEJALA TIDAK DITIMBULKAN SECARA SENGAJA ATAU DIBUAT-BUAT (SEPERTI PADA
GANGGUAN BUATAN ATAU PURA-PURA).
DIFERENSIAL DIAGNOSIS

• PAIN DISORDER
PENDERITA MENGALAMI RASA SAKIT YANG MENGAKIBATKAN KETIDAKMAMPUAN SECARA
SIGNIFIKAN.
RASA NYERI YANG TIMBUL DAPAT BERHUBUNGAN DENGAN KONFLIK ATAU STRESS ATAU DAPAT
PULA TERJADI AGAR INDIVIDU DAPAT TERHINDAR DARI KEGIATAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
DAN UNTUK MENDAPATKAN PERHATIAN DAN SIMPATI YANG SEBELUMNYA TIDAK DIDAPAT.
DIFERENSIAL DIAGNOSIS

• BODY DYSMORPHIC DISORDER


PADA GANGGUAN INI, INDIVIDU DILIPUTI DENGAN BAYANGAN MENGENAI KEKURANGAN
DALAM PENAMPILAN FISIK MEREKA, BIASANYA DI BAGIAN WAJAH. BEBERAPA INDIVIDU YANG
MENGALAMI GANGGUAN INI SECARA KOMPULSIF AKAN MENGHABISKAN BERJAM-JAM SETIAP
HARINYA UNTUK MEMPERHATIKAN KEKURANGANNYA DENGAN BERKACA DI CERMIN.
DIFERENSIAL DIAGNOSI

• GANGGUAN HIPOKONDRIK
HIPOKONDRIASIS ADALAH GANGGUAN SOMATOFORM DI MANA INDIVIDU DILIPUTI DENGAN
KETAKUTAN MEMILIKI PENYAKIT YANG SERIUS DI MANA HAL INI BERLANGSUNG BERULANG-
ULANG MESKIPUN DARI KEPASTIAN MEDIS MENYATAKAN YANG SEBALIKNYA, BAHWA IA BAIK-
BAIK SAJA.
PENATALAKSANAAN

• PENANGANAN SEBAIKNYA DENGAN SATU ORANG DOKTER.


• PSIKOTERAPI BAIK YANG INDIVIDUAL MAUPUN KELOMPOK AKAN MENURUNKAN
PENGELUARAN DANA PERAWATAN KESEHATANNYA TERUTAMA UNTUK RAWAT INAP DI RUMAH
SAKIT.
PROGNOSIS