You are on page 1of 80

PEDOMAN PRAKTIS

PERAWATAN KESEHATAN DAN


PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG
BAYI-BALITA

Sumber : Buku KIA dan Pedoman Seri Kesehatan Anak,


Kemkes RI, dan beberapa sumber lain

Dirangkum oleh :
dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, DR, dr, Hartono Gunardi, SpA(K),
DR.dr. Rini Sekartini, SpA(K), dr. Bernie Endyarni, SpA(K), MPH

Divisi Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial ,


Departemen Ilmu Kesehatan Anak – FKUI / RSCM, Jakarta
PERAWATAN
KESEHATAN
BAYI BARU LAHIR

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tindakan
Tindakan Pada
Pada BayiBayi
BaruBaru
LahirLahir
• Jaga kebersihan selama persalinan
• Cegah infeksi kuman pada bayi
– Begitu bayi lahir, mintalah salep antibiotik untuk
matanya
• Perawatan tali pusat
• Pastikan bayi sudah buang air besar dalam 24 jam
pertama
– Saat lahir warna kotoran berwarna hijau tua, bukan
berwarna kuning
• Pastikan bayi sudah buang air kecil dalam 48 jam
pertama
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tanda Bayi Sehat
• Tubuh bayi kemerahan
• Bayi bergerak aktif
• Bayi menyusu dari payudara ibu dengan kuat
• Berat lahir 2500 sampai 4000 gram

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Cara
CaraMenyusui
Menyusui Bayi
Bayi

• Segera letakkan bayi di dada ibu


• Segera lakukan inisiasi menyusui dini
• ASI yang keluar pertama berwarna kekuningan (kolostrum)
mengandung zat kekebalan tubuh
– Jangan dibuang, berikan langsung kepada bayi
• Berikan ASI sampai 6 bulan
• ASI banyak manfaatnya, sehat, praktis, tidak butuh biaya
• ASI menjalin kasih sayang ibu dan bayi

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Posisi dan Perlekatan Menyusui
yang Benar

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM, Jakarta, 2013
Manfaat ASI
• Sehat, praktis, tidak butuh biaya
• ASI menjalin kasih sayang ibu dan bayi
• ASI mencegah perdarahan pada ibu nifas

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Apa itu IMD

• Memberi kesempatan pada bayi


menyusu sendiri segera lahir dengan
meletakkan bayi menempel di dada atau
perut ibu, dibiarkan merayap mencari
puting dan menyusu sampai puas.
• Proses ini berlangsung minimal 1 jam
pertama setelah bayi lahir.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Keuntungan IMD
Menghangatkan bayi

• Pada waktu IMD tubuh bayi menempel di dada ibu,


suhu dada ibu yang baru bersalin dapat menyesuaikan
dengan suhu tubuh bayi.

Menstabilkan irama napas, detak jantung

• Pada waktu IMD, jalinan kasih sayang terbentuk,


sehingga bayi merasa aman dan tenang, dan denyut
jantung serta irama napas menjadi stabil.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Keuntungan IMD
IMD memberikan perlindungan alamiah bagi bayi

• Pada waktu IMD bayi mendapat kolostrum


yang penting untuk kelangsungan hidupnya.
Kolostrum kaya akan zat kekebalan tubuh
terhadap infeksi. Kolostrum juga membantu
mematangkan lapisan dan melindungi dinding
usus bayi yang masih lemah.

Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali, yang berwarna kekuningan
dan kental. Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A dan faktor-
faktor untuk pertumbuhan, mencegah bayi kuning dan mencegah alergi.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Keuntungan IMD
IMD membentuk kekebalan bayi

• Pada waktu bayi merayap di dada ibu, bayi menjilat-jilat kulit


ibu dan menelan bakteri baik (non patogen) dari kulit ibu.
Bakteri baik ( non patogen) ini akan berkembang biak di kulit
dan usus bayi sehingga lebih kebal terhadap bakteri
penyebab penyakit (patogen) yang akan dihadapi di dunia
barunya.

IMD mengurangi perdarahan sesudah melahirkan

• Pada waktu bayi merayap, kaki bayi menendang-nendang


perut ibu secara halus akan merangsang kontraksi rahim,
sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi
perdarahan sesudah melahirkan. Isapan bayi pada puting
ibu merangsang produksi ASI, kontraksi rahim dan
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
mengurangi perdarahan sesudah
Sosial, Dep. melahirkan.
I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tindakan Pada Bayi Baru Lahir

• Memandikan bayi baru lahir


• Mintalah suntikan vitamin K1
– Vitamin K1 berfungsi untuk mencegah perdarahan pada
bayi.
• Minta imunisasi hepatitis B sebelum bayi berusia 24
jam.
• Selalu menjaga kebersihan bayi
• Menidurkan bayi
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Perawatan Tali Pusat

• Jangan membubuhkan apapun pada pangkal tali


pusat
• Jaga tali pusat selalu bersih, kering dan biarkan
terbuka (Jangan dibungkus).
• Jika tali pusat kotor atau basah, cuci dengan air
bersih dan sabun mandi dan keringkan dengan kain
bersih
• Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
sebelum dan sesudah memegang bayi
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Memandikan Bayi Baru Lahir
• Saat lahir bayi tidak boleh segera dimandikan
• Bayi baru boleh dimandikan paling cepat 6 jam setelah lahir
• Mandikan dengan cepat (5-10 menit)
– Bersihkan muka, kepala, leher, ketiak, tali pusat dan seluruh tubuh
dengan air dan sabun
– Keringkan seluruh tubuh dengan cepat menggunakan handuk atau
kain kering.
– Pakaikan baju, topi bayi dan dibungkus dengan selimut/kain
kering.
• Bayi tidak boleh dibedong terlalu ketat dan tidak perlu
diberikan gurita
• Jangan memandikan bayi jika bayi demam atau pilek
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Menidurkan Bayi
• Pasang kelambu pada saat tidur siang dan malam
• Tidurkan bayi secara terlentang atau miring
• Bayi perlu banyak tidur dan hanya bangun kalau
lapar
• Jika bayi telah tidur selama 2-3 jam bangunkan
untuk disusui

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Cara Menjaga Bayi Tetap Hangat
Suhu normal bayi baru lahir 36,50 – 37,50C
Ukur suhu tubuh bayi dengan meletakkan termometer di ketiak
bayi

Bayi perlu dijaga kehangatannya karena:

•Bayi lebih mudah mengalami perubahan suhu tubuh


•Pusat pengaturan panas tubuh bayi belum berfungsi
sempurna
•Tubuh bayi terlalu kecil untuk menghasilkan dan
menyimpan panas
•Bayi belum mampuDivisimengatur posisi tubuh dan
Tumbuh-Kembang & Pedatri
pakaiannya agar tidak kedinginan
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
BAYI BERAT
LAHIR RENDAH

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Bayi Berat Lahir Rendah
Apa itu BBLR?
BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. BBLR
bisa terjadi pada bayi kurang bulan atau cukup bulan.
Apa penyebab BBLR?
Ibu hamil kurang gizi, kurang darah (anemia)
Ibu hamil dengan muntah-muntah berlebihan selama kehamilan
Ibu hamil berumur < 20 tahun atau > 35 tahun.
Jarak kelahiran kurang dari 2 tahun
Ibu hamil merokok dan minum alkohol
Ibu memiliki tekanan darah tinggi
Ibu yang menderita penyakit kronis
Pernah melahirkan bayi kurang bulan sebelumnya
Ibu yang mengalami perdarahan selama kehamilan
Ibu yang mengalami infeksi pada saat kehamilan
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Ibu yang mengalami hamil kembar
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Bayi berat lahir rendah...
Bagaimana merawat BBLR?
Menjaga bayi tetap hangat dengan cara:
•Metode kanguru.
•Segera keringkan badan dan ganti popok bayi bila basah.
•Bayi tidak boleh dibedong, cukup dipakaikan baju, topi, kaus kaki dan diselimuti
sehinga terjaga kehangatannya.
•Jangan tidurkan bayi di tempat dingin atau banyak angin.
•Awasi tanda bahaya, jangan sampai kaki bayi teraba dingin
•Bayi baru dapat dimandikan setelah kondisi bayi stabil yang dinyatakan oleh petugas
kesehatan.
•Berikan ASI saja setelah bayi lahir sesering mungkin sedikitnya setiap 2-3 jam. Bila
bayi tertidur dibangunkan untuk menyusu.
•Bila bayi kesulitan menghisap, berikan ASI perah dengan menggunakan sendok.
•Periksakan bayi baru lahir (0-28 hari) ke petugas kesehatan sedikitnya 3 kali untuk
mengetahui sedini mungkin bila bayi tidak sehat atau ada kelainan bawaan, infeksi tali
pusat, kulit kuning, tiba-tiba tidak bisa menetek dll.
•Merawat tali pusat bersih, kering, terbuka agar kuman tetanus tidak dapat hidup.
•Bila tali pusat basah, berbau atau dinding perut sekitarnya kemerahan harus segera
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
dibawa ke sarana kesehatan Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
•Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi.
Jakarta, 2013
Perawatan Metode Kanguru (PMK)
Perawatan pada bayi baru lahir dengan kontak kulit bayi dengan
kulit pendekapnya untuk mempertahankan dan mencegah bayi
kehilangan panas. Menggunakan tutup kepala bayi/topi.

Keuntungannya untuk bayi Keuntungan untuk ibu

• Bayi menjadi hangat • Hubungan kasih sayang


• Bayi lebih sering lebih erat
menetek • Ibu bisa bekerja sambil
• Bayi tidak rewel menggendong bayinya
• Kenaikan berat badan • Perawatan pada bayi baru
lebih cepat lahir dengan kontak kulit
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Bagaimana Melakukan Perawatan
Metode Kanguru?
• Metode kanguru dapat dilakukan oleh ibu, bapak atau anggota keluarga dewasa
lainnya yang sehat dan tidak merokok.

• Metode Kanguru bisa dilakukan dalam posisi ibu berbaring dan istirahat

• Apabila posisi tidur, tidur dengan bagian atas tubuh meninggi untuk menjaga
posisi kepala bayi di atas, dengan menggunakan bantal yang ditumpuk.

• Ibu dan anggota keluarga lainnya yang melakukan metode kanguru dapat
melakukan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.

• Selama PMK bayi harus diwaspadai apakah ada gangguan pernapasan, kejang
atau tanda-tanda bahaya lainnya.

• Untuk bayi berat lahir rendah (BBLR) metode kanguru dilakukan sampai berat
minimal 2500 gram atau bayi sudah tidak nyaman.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Bagaimana Melakukan Perawatan
PelayananMetode
kesehatanKanguru?
bagi bayi baru lahir
Bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan dari
bidan/dokter/perawat minimal 3 kali yaitu pada hari pertama,
hari ketiga dan minggu kedua.
Mengapa perlu pemeriksaan kesehatan
bayi baru lahir?

• Untuk mengetahui sedini mungkin adanya


kelainan pada bayi atau bayi sakit.

Risiko kematian bayi terbesar terjadi pada 24 jam pertama


kelahirannya
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
PELAYANAN
KESEHATAN BAGI
BAYI BARU LAHIR
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Mengetahui Tanda Bahaya Bayi
Baru Lahir
Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir gampang sakit. Kalau sakit, cepat menjdi berat dan serius
bahkan bisa meninggal
Gejala sakit pada bayi baru lahir sulit dikenali
Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapat
pertolongan sehingga dapat mencegah kematian
Bayi baru lahir banyak yang meninggal karena:
Terlambat mengetahui tanda bahaya
Terlambat memutuskan untuk membawa bayi berobat ke petugas
kesehatan
Terlambat sampai ke tempat pengobatan
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tanda bahaya pada bayi baru lahir
Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tandanya bayi terkena
infeksi berat
Bayi kejang
Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang ini tandanya bayi sakit berat.
Sesak napas (≥ 60 kali/menit), Tarikan dinding dada bagian bawah (retraksi)
Bayi merintih. Ini tandanya bayi sakit berat
Tali pusat kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat.
Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,50C) atau tubuh teraba dingin (suhu tubuh bayi kurang
dari 36,50C
Mata bayi bernanah banyak. Ini dapat menyebabkan bayi menjadi buta.
Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya
bayi kekurangan cairan berat, bisa menyebabkan kematian.
Tampak biru pada ujung jari tangan dan kaki atau bibir.
Kulit bayi terlihat kuning. Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Buang air besar/tinja bayi berwarna pucat.Jakarta, 2013
PERAWATAN BAYI
DAN
BALITA SEHAT
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tanda Anak Sehat
Berat badan naik sesuai garis pertumbuhan,
mengikuti pita hijau di Kartu Menuju Sehat (KMS)
atau naik ke pita warna di atasnya
Anak bertambah tinggi
Kemampuannya bertambah sesuai umur.
Jarang sakit
Ceria, aktif dan lincah

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Pemantauan Tumbuh Kembang
Caranya :
Timbang berat badannya tiap bulan di Posyandu, fasilitas pelayanan
kesehatan lain, atau Pos Pelayanan Anak Usia Dini (PAUD).

Rangsang perkembangan anak sesuai umurnya.


Ajak anak bermain dan bercakap-cakap.
Bawa anak ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
Umur 0-1 tahun : 4 kali dalam setahun
Umur 1-6 tahun : 2 kali tiap tahun (setiap 6 bulan)
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Mintalah kader mencatatnya di KMS
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
TUMBUH KEMBANG BAYI - BALITA
 Masa lima tahun pertama kehidupan anak (balita),
merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan
dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat
diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai “masa
keemasan” (golden period), “jendela kesempatan” (window
of opportunity) dan “masa kritis” (critical period).

 Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif


dan berkualitas yang dilakukan melalui kegiatan stimulasi,
deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh
kembang balita dilakukan pada “masa kritis” tersebut di
atas.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
PERTUMBUHAN

Apa itu pertumbuhan?


• Bertambahnya ukuran jumlah sel serta jaringan
interselular
• Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sebagian/keseluruhan
• Dapat diukur dengan satuan panjang dan berat

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Lingkar Kepala
Lingkar kepala

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
• Stimulasi/rangsangan adalah kegiatan merangsang
kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak
tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak
perlu mendapat stimulasi/rangsangan rutin sedini
mungkin dan terus menerus pada setiap
kesempatan.
• Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya
mendeteksi secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang balita.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Apakah Perkembangan Itu?

Bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih


kompleks dalam kemampuan:

• Gerak kasar
• Gerak halus
• Bicara dan bahasa
• Sosialisasi dan kemandirian
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Aspek-Aspek
Perkembangan yang Dipantau
1. Gerak kasar atau motor kasar adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot
besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya.
2. Gerak halus atau motor halus adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan
yang melibatkan dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi
memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati
sesuatu, menjimpit, menulis dan sebagainya.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
3. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan untuk
memberikan respons terhadap suara, berbicara,
berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya.
4. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan mandiri anak
(makan sendiri, membereskan mainan selesai
bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak,
bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya,
dan sebagainya.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Ciri-Ciri Tumbuh Kembang
Bayi dan Balita
1. Perkembangan menimbulkan perubahan
Perkembangan terjadi bersamaaan dengan pertumbuhan.
Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi.
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal
menentukan perkembangan selanjutnya
Setiap anak tidak akan bisa melewati 1 tahap
perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya.
Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan
sebelum ia bisa berdiri.
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan
yang berbeda
4. Perkembangan sesuai dengan pertumbuhan.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap
a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala,
kemudian menuju ke arah anggota tubuh
b. Perkembangan terjadi lebih dahulu gerak kasar
(misalnya tangan), kemudain berkembang ke bagian jari-
jari yang mempunyai kemampuan gerak halus.
6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang
teratur dan berurutan
• Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi
badannya serta bertambah kepandaiannya.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Masa tumbuh kembang anak dimulai sejak dalam


kandungan dan berlanjut sesudah lahir yang dibagi:
 Masa bayi umur 0 sampai 11 bulan
 Masa anak di bawah lima tahun (anak balita,
umur 12-59 bulan)
 Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan)

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
SDIDTK (Stimulasi, Deteksi,
Intervensi Dini Tumbuh Kembang)

 Stimulasi/rangsangan adalah kegiatan merangsang


kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak
tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap
anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin
dan terus menerus pada setiap kesempatan.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Prinsip dasar dalam melakukan stimulasi/rangsangan anak:
1. Stimulasi/rangsangan dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan
kasih sayang.
2. Selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan
meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
3. Stimulasi/rangsangan dilakukan sesuai dengan kelompok umur anak.
4. Melakukan stimulasi/rangsangan dengan cara mengajak anak
bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan
tidak ada hukuman.
5. Melakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur
anak, terhadap keempat faktor kemampuan dasar anak.
6. Menggunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada
di sekitar anak.
7. Memberikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan
perempuan.
8. Memberikan anak pujian, bila perlu diberi hadiah atas
keberhasilannya.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Tahap Perkembangan Bayi dan Anak
Tengkurap sendiri dan berbalik dari telengkup ke
telentang
Mempertahankan posisi kepala tetap tegak
Meraih benda yang ada di dekatnya
Menirukan bunyi Usia 6 Bulan
Menggenggam mainan
Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang
menarik
Jika pada usia 6 bulan bayi belum bisa melakukan
hal di atas, bawa bayi ke bidan/perawat/dokter.
Pada umur 9 bulan, bayi bisa:
•Merambat
•Merangkak
•Duduk
•Memindahkan benda dari 1 tangan ke tangan lainnya
•Mengucapkan ma..ma.., da..da..da..
•Meraih benda sebesar kacang
•Mencari benda/mainan yang dijatuhkan
•Bermain tepuk tangan atau cilukba
•Makan kue/biskuit sendiri

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Pada umur 12 bulan, bayi bisa:
 Berdiri dan berjalan berpegangan
 Memegang benda kecil
 Meniru kata sederhana seperti ma..ma.., pa..pa..
 Mengenal anggota keluarga
 Takut pada orang yang belum dikenal
 Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek
 Mengangkat badan ke posisi berdiri
 Menggenggam erat pensil
 Memasukkan benda ke mulut
 Senang bermain cilukba
Jika pada usia 9 atau 12 bulan bayi belum bisa melakukan
hal di atas, bawa bayi
Divisi ke bidan/perawat/
Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
dokter.
Jakarta, 2013
1-2 TAHUN

Pada umur 12-18 bulan, anak bisa:


Berdiri dan berjalan berpegangan
Membungkuk memungut mainan dan berdiri kembali
Berjalan mundur 5 langkah
Memanggil ayah dengan kata papa, memanggil ibu dengan kata
mama
Memasukkan kubus ke kotak
Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek
Memperlihatkan rasa cemburu

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Pada usia 18-24 bulan, anak bisa:
•Berdiri sendiri tanpa berpegangan
•Berjalan
•Bertepuk tangan, melambai-lambai
•Memungut benda kecil dengan ibu jari
•Menggelindingkan bola
•Membantu menirukan pekerjaan rumah tangga
•Memegang cangkir sendiri
•BICARA (KIA)

•Jika pada usia 2 tahun anak belum bisa melakukan hal di atas,
bawa balita ke bidan/perawat/ dokter.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
2-3 TAHUN
Pada umur 2-3 tahun anak bisa:
•Mengayuh sepeda roda tiga
•Berdiri di atas satu kaki tanpa berpegangan
•Bicara dengan baik menggunakan 2 kata
•Mengenal 2-4 warna
•Menyebut nama, umur dan tempat
•Menggambar garis lurus
•Bermain dengan teman
•Melepas pakaiannya sendiri
•Mengenakan sepatu sendiri
•Berdiri di atas satu kaki tanpa berpegangan

Jika pada usia 3 tahun anak belum bisa melakukan hal di atas, bawa
bayi ke bidan/perawat/ dokter.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Pada umur 3-5 tahun, anak bisa: 3-5 TAHUN

Melompat-lompat 1 kaki, menari dan berjalan lurus


Menggambar orang 3 bagian (kepala, badan, tangan/kaki)
Menggambar tanda silang dan lingkaran
Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
Menyebut angka, menghitung jari
Bicaranya mudah dimengerti
Berpakaian sendiri tanpa dibantu
Mengancing baju atau pakaian boneka
Menggosok gigi tanpa bantuan
Jika pada usia 5 tahun anak belum bisa melakukan hal di
atas, bawa balita ke bidan/perawat/ dokter.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
IMUNISASI

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Mengapa Imunisasi Penting?

• Agar kebal terhadap penyakit.


Pada umur 9 bulan, bayi
• Bila tidak diimunisasi  mempermudah terserang
penyakit yang bisa:
dicegah dengan imunisasi.
• Dimana?
– Posyandu, Polindes/Poskesdes, Puskesmas pembantu,
Puskesmas, Rumah Sakit, & sarana kesehatan lain

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Jadwal
Pada umur Imunisasi
9 bulan, bayi bisa:
Umur Jenis imunisasi Manfaat
0-7 hari HB 0 Mencegah hepatitis B yang menyebabkan
kerusakan hati
1 bulan BCG, Polio 1  BCG untuk mencegah tuberkulosis;
 Polio untuk mencegah lumpuh layu pada
tungkai kaki dan lengan)

2 bulan DPT/HB 1, Polio 2 DPT untuk mencegah difteri (penyumbatan


jalan napas), pertusis/ batuk rejan/ batuk
100 hari, serta tetanus

3 bulan DPT/HB 2, Polio 3 Pemberian ulangan untuk menjaga kadar


antibodi dalam tubuh cukup untuk
perlindungan
4 bulan DPT/HB 3, Polio 4 Pemberian ulangan untuk menjaga kadar
antibodi
Divisi Tumbuh-Kembang dalam tubuh cukup untuk
& Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
perlindungan
Jakarta, 2013
Peran Petugas Kesehatan
dalam Imunisasi
• Mendata kelompok sasaran yang perlu diimunisasi
• Memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi
• Mengajak masyarakat agar memanfaatkan fasilitas pelayanan
imunisasi di posyandu atau sarana kesehatan lainnya
• Memberitahu Kepala Puskesmas apabila ditemui kasus atau kelainan
yang dihadapi kelompok sasaran.
• Setelah selesai pelayanan, mencatat (tanggal dan lokasi penyuntikan,
nama vaksin, nomor batch) dan melaporkan hasil imunisasi serta
melakukan kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak datang.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
VITAMIN A

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Vitamin A Dosis Tinggi
• Kapsul yang mengandung vitamin A:
– 100.000 SI yang berwarna biru
– 200.000 SI yang berwarna merah

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
• Sasaran vitamin A:
– Bayi 6-11 bulan (kapsul vitamin A warna biru).
– Anak balita usia 12-59 bulan (kapsul vitamin A
warna merah)
– Ibu nifas (2 kapsul vitamin A warna merah yang
diminum, 1 kapsul setelah melahirkan dan 1
kapsul lagi setelah 24 jam).

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Manfaat Vitamin A
• Menjaga kesehatan mata dan
mencegah kebutaan.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Mempercepat penyembuhan diare,
campak, atau infeksi lain.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
PERAWATAN
SEHARI-HARI
BALITA
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Menjaga Kebersihan Badan,
Pakaian dan Lingkungan Bermain
• Mandikan anak dengan sabun 2 kali sehari menggunakan air bersih
• Cuci rambut dengan sampo 3 kali seminggu
• Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar,
buang air kecil, dan setelah bermain.
• Jaga kebersihan telinga anak. Bersihkan telinga dengan membasuh
menggunakan air bersih saat anak mandi.
• Gunting kuku tangan dan kaki anak jika sudah panjang. Sumber
infeksi dan sebabkan luka.
• Ajari buang air besar dan kecil di WC.
• Jaga kebersihan pakaian, mainan, dan tempat tidur.
• Jaga kebersihan perlengkapan makan dan minum.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Kebersihan Lingkungan
• Jauhkan anak dari asap rokok, asap dapur, asap
sampah, dan polusi kendaraan bermotor 
gangguan saluran napas.
• Buang air besar dan kecil di WC.
• Bersihkan rumah dan lingkungan anak bermain dari
debu dan sampah.
• Semua balita sebaiknya tidur di dalam kelambu
supaya tidak terpapar serangga.
• Untuk daerah endemis malaria, balita harus tidur di
dalam kelambu antinyamuk (mengandung
insektisida). Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
PENCEGAHAN
KECELAKAAN
PADA BAYI -
BALITA
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Jauhkan Anak dari Bahaya
• Benda yang bisa disangka • Benda berbahaya:
makanan/minuman: – Pisau
– Obat-obatan
– Colokan listrik
– Racun tikus
– Racun serangga
– Kabel
– Minyak tanah
– Sabun/ deterjen Benda-benda tersebut
bila terpapar atau termakan bahkan dapat dimainkan anak
hingga menyebabkan kematian dan menyebabkan luka
bahkan fatal

• Benda panas: • Jangan biarkan anak bermain di dekat:


– Kompor – Sumur
– Setrika – Kolam
– Sungai
– Termos air panas
– Jalan raya

Benda-benda tersebut dapat Kasus kecelakaan anak sering sekali ditemui


menyebabkan luka pada anak, jika anak bermain tanpa didampingi
Divisi
bahkan luka bakar yang berat Tumbuh-Kembang & Pedatri
orangtua
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
POLA PEMBERIAN MAKAN
CARA MEMBERI MAKAN ANAK

1. Umur 0-6 bulan


2. Umur 6-8 bulan
3. Umur 9-11 bulan
4. Umur 1-2 tahun
5. Umur 2-3 tahun
Umur 0-6 bulan
Hanya berikan ASI

 Berikan ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan


(kolostrum)
 Berikan hanya ASI (ASI eksklusif)
 Jangan beri makanan/minuman selain ASI
 Susui bayi sesering mungkin
 Susui setiap bayi menginginkan, paling sedikit 8 kali sehari
 Jika bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan,
 Susui dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian
sampai payudara terasa kosong, lalu pindah ke payudara
sisi lainnya
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
ASI
 Apa itu ASI?
Air Susu Ibu mengandung semua zat gizi yang diperlukan
oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan

 Apa itu ASI eksklusif?


Pemberian ASI saja pada bayi tanpa tambahan
makanan/minuman lain (susu formula/kaleng, pisang,
madu, teh, dll) kecuali obat, sampai usia 6 bulan

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Manfaat ASI Bagi Bayi

 Satu-satunya makanan terbaik untuk tumbuh kembang


bayi.
 Mudah dicerna dan diserap.
 Kebal terhadap penyakit infeksi.
 Terhindar dari diare karena bersih dan tidak pernah basi.
 Gigi, langit-langit dan rahang tumbuh secara sempurna.
 Meningkatkan perkembangan kecerdasan mental
emosional anak.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Manfaat Menyusui Bagi Ibu

 Terjalin kasih sayang.


 Membantu menunda kehamilan.
 Mempercepat pemulihan kesehatan.
 Praktis dan menghemat biaya rumah tangga.
 Meningkatkan kesehatan ibu (mengurangi risiko kanker
payudara dan indung telur).

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Umur 0-6 bulan hanya berikan ASI
 Petunjuk pemberian ASI eksklusif:
 Diberikan pada bayi usia 0-6 bulan,
tanpa memberikan makanan dan
minuman apapun kepada bayi.
 Menyusui sesuai kebutuhan bayi.
 Jika bayi telah tidur selama 2-3 jam, bangunkan bayi untuk
disusui.
 Jika ibu bekerja atau tidak berada di rumah, ibu memerah
ASI dan minta orang lain untuk memberikan ASI perah
dengan cangkir kecil atau sendok.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Anjuran makan untuk anak usia 0 – 6 bulan:
Diberikan hanya air susu saja sesuai keinginan anak, paling
sedikit 8 kali sehari pagi, siang maupun malam.
Umur 6-8 bulan
 Terus berikan ASI
 Mulai berikan makanan pendamping ASI (MP-ASI).
Contohnya bubur susu dan bubur tim yang dilumat
 Berikan MP-ASI secara bertahap sesuai umur
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Umur 0-6 bulan hanya berikan ASI
 Perkenalkan makanan secara bertahap,
 Berikan makanan lumat yang mengandung bahan seperti
telur, ayam, ikan, tempe, tahu, daging sapi, wortel bayam,
santan, kacang hijau, minyak dan buah-buahan seperti
jeruk, pisang, dan pepaya
 Jika menggunakan MP-ASI buatan pabrik, baca cara
pakainya. Perhatikan tanggal kadaluarsa.
 Beri makanan selingan 2 kali sehari. Contohnya bubur
kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari, dan kue lain.
 Ajari anak makan sendiri dengan sendok.
 Ajari juga minum sendiri dengan gelas.
 Perhatikan kebersihan makanan.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Mengapa MP-ASI Penting?
 Usia dibawah 24 bulan merupakan periode yang sangat
penting dalam kehidupan seseorang anak karena pada saat
itu terjadi pertumbuhan dan perkembangan otak secara
cepat, yang selanjutnya menjadi dasar untuk
perkembangan pegetahuan, fisik, mental, rohani dan sosial
B. Umur
yang berdampak6-8 bulan
kepada penyiapan sumber daya manusia
(SDM) yang berkualitas.

 MP-ASI dibuat dari makanan pokok yang disiapkan secara


khusus untuk bayi dan diberikan 2-3 kali sehari sebelum
anak berusia 12 bulan, dan ditingkatkan 3-5 kali sehari
sebelum anak berusia 24 bulan.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Jenis MP-ASI
• Makanan lumat adalah makanan
yang dihancurkan atau disaring
tampak kurang merata dan
bentuknya lebih kasar dari makanan
lumat halus, contoh: bubur susu,
bubur sumsum, pisang saring yang
dikerok, pepaya saring, tomat saring,
nasi tim saring dll.
• Makanan lunak adalah makanan
yang dimasak dengan banyak air dan
tampak berair, contoh bubur nasi,
bubur ayam, nasi tim, kentang pure
dll.
• Makanan padat adalah makanan
lunak yang tidak nampak berair dan
biasanya disebut makanan keluarga,
contoh: lontong, nasi tim, kentang
rebus, biskuit dll.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Pola Makan Bayi dan Balita

Umur (bulan) ASI Makanan Makanan Makanan


Lumat Lunak Padat
0–6

6–8

9 – 12

12 – 24

• Usia 0 – 6 bulan : hanya diberikan ASI saja.


• Usia 6 – 8bulan : diberikan ASI dan makanan lumat berseling.
• Usia 9 – 12 bulan : diberikan ASI dan makanan lunak berseling.
• Usia 12 – 24 bulan : diberikan ASI dan makanan padat.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Anjuran makan untuk anak
usia 6 – 8 bulan:
 Teruskan pemberian ASI
 Mulai memberikan MP-ASI, seperti bubur susu, pisang,
pepaya lumat halus, air jeruk, air tomat saring, dll.
 Berikan bubur tim lumat ditambah kuning
telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging
sapi/wortel/bayam/kacang hijau/santan/minyak
 Secara bertahap sesuai pertambahan umur, setiap hari
makan diberikan:
 6 bulan: 2 x 6 sdm peres.
 7 bulan: 2-3 x 7 sdm peres.
 8 bulan: 3 x 8 sdm peres.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Anjuran makan untuk anak
usia 9-12 bulan:
 Teruskan pemberian ASI
 MP-ASI diberikan lebih padat dan kasar seperti bubur nasi,
nasi tim, nasi lembek.
 Tambahkan
telur/ayam/ikan/tempe/tahu/bayam/santan/kacang
hijau/minyak.
 Setiap hari pagi, siang dan malam diberikan:
 9 bulan: 3 x 9 sdm peres.
 10 bulan : 3 x 10 sdm peres.
 11 bulan : 3 x 11 sdm peres.
 Berikan makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu
makan (buah, biskuit,Divisikue).
Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Anjuran makan untuk anak
usia 12-24 bulan:
• Teruskan pemberian ASI
• Berikan makanan keluarga secara bertahap sesuai dengan
kemampuan anak.
• Porsi makan sebanyak 1/3 orang dewasa terdiri dari nasi,
lauk pauk, sayur dan buah.
• Makanan selingan kaya gizi sebanyak 2 kali sehari diantara
waktu makan.
• Makanan harus bervariasi.

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri


Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013
Pedoman Pemberian Makan
pada Anak
1. Berikan makan kepada anak secara terjadwal, teratur dan
terencana
2. Lama makan maksimal 30 menit
3. Jangan paksa anak untuk menghabiskan makanannya
4. Jangan makan sambil bermain, nonton TV dll
5. Waktu makan hanya untuk kegiatan makan
6. Ajari anak makan sendiri dan minum pakai gelas
7. Biasakan cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah
makan
8. Perhatikan kebersihan alat makan
Dampingi anak pada kegiatan makan.
Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri
Sosial, Dep. I.K. Anak, FKUI-RSCM,
Jakarta, 2013