You are on page 1of 26

METODE PENELITIAN

KUALITATIF

KELOMPOK 2
JALUM 2B
Pengertian Penelitian Kualitatif

 Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian


yang digunakan untuk mengungkapkan
permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi
pemerintah, swasta, kemasyarakatan, kepemudaan,
perempuan, olah raga, seni dan budaya, dan lain-lain
sehingga dapat dijadikan suatu kebijakan untuk
dilaksanakan demi kesejahteraan bersama.
 Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian
dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi
yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah
manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat
suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata,
laporan terinci dari pandangan responden, dan
melakukan studi pada situasi yang alami (Cresswell,
1998: 15).
Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi
 Observasi adalah metode dasar dalam memperoleh
data pada penelitian kualitatif. Observasi dalam hal
ini lebih umum, dibandingkan dengan observasi
terstruktur dan tersistematis sebagaimana yang
digunakan pada penelitian kuantitatif. Tujuan dari
penelitian kualitatif adalah memahami perilaku
subyek secara apa adanya.
Secara umum, observasi dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Pengamatan Terlibat (Observasi
Partisipatif)
 Pada jenis pengamatan ini pengamat (observer)
benar-benar mengambil bagian dalam kegiatan-
kegiatan yang dilakukan oleh sasaran pengamatan
(observee). Dengan kata lain, pengamat ikut
aktif berpartisipasi pada aktivitas dalam kontak
sosial yang tengah diselidiki.
b. Pengamatan Sistematis (Observasi
Sistematis)
 Ciri utama jenis pengamatan ini yaitu mempunyai
kerangka atau struktur yang jelas, di mana di
dalamnya berisikan faktor yang diperlukan, dan
sudah dikelompokkan ke dalam kategori-kategori.
Dengan demikian maka metode observasi
mempunyai scope yang lebih sempit dan terbatas
sehingga pengamatan lebih terarah.
c. Observasi Eksperimental
 Dalam observasi ini observee dicoba atau
dimasukkan ke dalam suatu kondisi atau situasi
tertentu. Kondisi dan situasi itu diciptakan
sedemikian rupa sehingga gejala atau perilaku yang
akan dicari atau diamati akan timbul. Pengamatan
dilakukan dengan amat teliti, karena pada umumnya
gejala-gejala sosial itu sulit untuk ditimbulkan lagi
meskipun dalam situasi dan kondisi yang sama.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEKNIK
PENGAMATAN/OBSERVASI

Kelebihan:
 Merupakan cara pengumpulan data yang murah, mudah,
dan langsung dapat mengamati terhadap macam-macam
gejala.
 Tidak mengganggu, sebrang-kurangnya tidak terlalu
mengganggu pada sasaran pengamatan (observee).
 Banyak gejala-gejala psychispenting yang tidak atau
sukar diperoleh dengan teknik angket ataupun interview,
tetapi dengan metode mi mudah diperoleh.
 Dimungkinkan mengadakan pencatatan secara serempak
kepada sasaran pengamatan yang lebih banyak.
Kekurangan:
 Banyak peristiwa psychis tertentu yang tidak dapat
diamati, misalnya harapan, keinginan, dan masalah-
masalah yang sifatnya sangat pribadi, dan lain-lain.
 Sering memerlukan waktu yang lama sehingga
membosankan, karena tingkah laku atau gejala yang
dikehendaki tidak muncul-muncul.
 Apabila sasaran pengamatan mengetahui bahwa mereka
sedang diamati, mereka akan dengan sengaja
menimbulkan kesan-kesan yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan, atau berperilaku yang dibuat-buat.
 Sering subjektivitas dari observer tidak dapat dihindari.
BEBERAPA ALAT OBSERVASI

 Seperti telah disinggung di depan bahwa


pelaksanaan observasi agar dengan cermat
memperoleh data, diperlukan beberapa alat bantu
pendukung pengamatan ini. Alat-alat tersebut antara
lain:
1. Check List
 Adalah suatu daftar untuk men ”check”, yang berisi
data subjek dan beberapa gejala dan identitas
lainnya dari sasaran pengamatan. Pengamat tinggal
memberikan tanda check (v) pada daftar tersebut
yang menunjukkan adanya gejala atau ciri dari
sasaran pengamatan. Check list ini dapat bersifat
individual dan juga dapat bersifat kelompok.
Kelemahan check list ini adalah hanya dapat
menyajikan data yang kasar saja, hanya mencatat
ada atau tidaknya suatu gejala.
Contoh Check List

No. Faktor-faktor/Gejala
Nama Disiplin Kecerdasan Ketekunan Keterampilan

Ali v v v -

Bambang v v v v

Asep v v - -

Jono v v v -

Dst.
2. Skala Penilaian (Rating Scale)
 Sekala ini berupa daftar yang berisikan ciri-ciri
tingkah laku, yang dicatat secara bertingkat. Rating
scale ini dapat merupakan satu alat pengumpulan
data untuk mengelompokkan, menggolongkan, dan
menilai suatu orang atau gejala. Skala penilaian ini
ada bermacam-macam bentuk antara lain:
1) Bentuk kualitatis yang menggunakan score atau ranking.
 Contoh: penilaian terhadap gejala tertentu sebagai berikut:

Gejala Skors

1 2 3 4 5
Kerjasama x

Kerajinan x

Partisipasi x

Ketekunan x

Dsb.
2) Rating Scale dalam bentuk deskripsi
 Contoh: penilaian terhadap kerja sama:
Kerja sama: 1 2 3 4 5
5 = dapat atau mau bekerja sama dengan orang lain
4 = kadang-kadang mau bekerjasama
3 = mau bekerja sama tetapi dengan orang-orang tertentu saja
2 = tidak mau bekerja sama secara baik dengan orang lain pada
bidang tertentu
1 = tidak mau bekerja sama dengan orang lain sama sekali
Pengamat memberikan tanda check pada nilai (angka) sesuai
dengan pendapatnya sehubungan dengan pertanyaan-
pertanyyan tersebut.
Contoh: bekerja mandiri (independentcy)

( ) ( ) ( ) ( ) ( )
Selalu Biasanya Dalam Hal Sewaktu-waktu Bekerja
Minta Tertentu Perlu Baik Bila
Petunjuk Perlu Pengawas Dibiarkan
Petunjuk Sendiri
Minta

Petunjuk
Wawancara Mendalam

 Secara sederhana dapat dipahami bahwa,


wawancara merupakan pertemuan antara dua orang
untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya
jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam
suatu topik tertentu.
 Wawancara secara umum dapat dibagi menjadi
empat, yaitu:
 Wawancara Tidak Terpimpin (Non Directive
Un guided Interview
 Sebenarnya semua wawancara itu terpimpin, yakni
dipimpin oleh keinginan untuk mengumpulkan
infomasi atau data, tetapi wawancara tidak
terpimpin di sini diartikan tidak ada pokok
persoalan yang menjadi fokus dalam wawancara
tersebut.
 Wawancara Terpimpin (Structured
Interview)
 Interview jenis ini dilakukan berdasarkan
pedoman pedoman berupa kuesioner yang telah
disiapkan masak-masak sebelumnya. Sehingga
interviewer tinggal membacakan pertanyaan
pertanyaan tersebut kepada interviewe.
 Wawancara Bebas Terpimpin
 Wawancara jenis ini merupakan kombinasi dari
wawancara tidak terpimpin dan wawancara
terpimpin Meskipun terdapat unsur kebebasan,
tetapi ada pengarah pembicaraan secara tegas dan
mengarah.
 Free Talk dan Diskusi
 Apabila di dalam suatu wawancara terijadi suatu
hubungan yang sangat terbuka antara inteviewer
dan interviewee, maka di sini sebenarnya kedua
belah pihak masing masing menduduki dwifungsi,
yakni masing masing sebagai ‘information
hunter”dan “information supplier" dan dalam
keadaan demikian ini kedua belah pihak dengan
hati terbuka bertukar pikiran dan perasaan, dan
seobjektif mungkin mereka saling memberikan
keterangan-keterangan.
Dokumen

 Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah


berlalu. Dokumen bisaberbentuk tulisan, gambar,
atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi
dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan
metode observasi dan wawancara dalam penelitian
kualitatif. Pada dasarnya, dokumen digunakan untuk
memperkuat penelitian kualitatif agar dapat lebih
dipercaya.
Triangulasi

 Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi


diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang
bersifat menggabungkan dari berbagai teknik
pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan
triangulasi, maka sebenarnya peneliti
mengumpulkan data yang seklaigus menguji
kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data
dengan berbagai teknik pengumpulan data dari
berbagai sumber data.
Sumber Data dan Instrumen Penelitian
Kualitatif

 Dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat dengan


mudah menetapkan data penelitian yang berupa
variabel yang terukur. Jumlah dan jenis variabel
dapat ditetapkan sebelumnya, serta hubungan antar
variabel dapat dibuat di dalam suatu model atau
paradigma penelitian, namun dalam penelitian
kualitatif, peneliti tidak dapat menentukan data
dengan tepat dalam rancangan yang disusun
sebelum melakukan penelitian.
Kelebihan Metode Kualitatif
1. Deskripsi dan Interpretasi dari informasi dapat diteliti
secara mendalam
2. Mempunyai landasan teori sesuai fakta
3. Penelitian lebih berjalan subjektif
4. Sangat efektif digunakan dalam mencari tanggapan dan
pandangan karena bertemu langsung
5. Adanya pemahaman khusus dalam menganalisa
Kekurangan
1. Peneliti bertanggungjawab besar terhadap
informasi yang disampaikan oleh informan
2. Bersifat sirkuler
3. Perbedaan antara fakta dan kebijakan kurang jelas
4. Ukuran penelitian kecil
5. Tidak efektif jika ingin meneliti secara
keseluruhan atau besar-besaran