You are on page 1of 15

Control Self-assessment

Oleh : Tiara Dewi Saputri


21501082025
Control Self-assessment Mengapa Diperlukan?
• Pada era setelah skandal Watergate di Amerika Serikat pada tahun 1970-an,
banyak perusahaan multinasional besar diperiksa untuk menentukan apakah
mereka telah menyalurkan dana secara ilegal. Kemudian segera diketahui bahwa
banyak perusahaan multinasional memiliki rekening bank rahasia yang
digunakan untuk menyalurkan dana tidak hanya ke partai-partai politik Amerika
Serikat tetapi juga ke pegawai pemerintah dalam dan luar negeri untuk
mendukung perolehan kontrak berbau korupsi. Skandal politik telah terbongkar
dan mnyingkap sisi gelap dunia bisnis besar. Oleh karena itu, COSO
merekomendasikan auditor untuk menelaah dan mempertimbangkan faktor-
faktor yang berhubungan dengan manusia sebelum memberikan opini.
• “Kebijakan resmi mengkhususkan apa yang manajemen inginkan untuk terjadi.
Budaya perusahaan menentukan apa yang sebenarnya terjadi, dan aturan-
aturan apa yang dilanggar, dibengkokkan, atau diabaikan.”
Apa yang Dimaksud Control Self-assessment

• Berdasarkan pengertian dari COSO, yang dimaksud dengan CSA adalah


sebuah proses dimana tim karyawan dan manajemen, di tingkat lokal dan
eksekutif, terus menerus menjaga kesadaran semua faktor material yang
cenderung mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi, sehingga
memungkinkan mereka membuat penyesuaian-penyesuaian yang tepat.
Untuk meningkatkan independensi, objektivitas, dan kualitas dalam proses
tersebut, serta tata kelola yang efektif, maka diharapkan auditor internal
terlibat dalam proses tersebut dan bahwa mereka secara independen
melaporkan hasil-hasilnya ke manajemen senior dan dewan komisaris.
Lanjutan ..

• Control Self Assessment merupakan suatu pendekatan yang diterapkan oleh


internal auditor di dalam perusahaan dengan melibatkan seluruh elemen
perusahaan. Di Tinjau dari maknanya :
a) Control berkerangka kerja terintegrasi secara luas yang mempertimbangkan
semua faktor internal utama yang mempengaruhi pencapaian tujuan-tujuan
organisasi. Lingkupnya cenderung holistik atau sistemik.
b) Self dalam self assessment merupakan kriteria fundamental dalam CSA, kata ini
menunjukkan ciri khas CSA dibanding proses audit lainnya.
c) Assessment adalah evaluasi atas kontrol. Banyak faktor yang dapat
mempengaruhi hasil kerja organisasi, disini CSA berperan untuk menghindari
risiko yang terkait dengan subjektifitas dengan mengumpulkan opini subjektif
dari banyak pengamat yang berbeda, guna mengidentifikasi pola- pola umum
sebelum sampai pada pertimbangan.
Lanjutan ..

• Kata ‘self’ dalam self-assessment juga merupakan kriteria fundamental


untuk CSA. Kata ini membedakan CSA dari proses audit lainnya. Seorang
auditor dianggap memiliki pengetahuan dan keahlian yang memadai untuk
secara independen membentuk penentuan risiko yang akurat atas kontrol.
• Kata ‘assessment’ adalah istilah yang lebih akurat dibandingkan
pengukuran untuk mengartikan evaluasi kontrol. Begitu banyak faktor yang
akan mempengaruhi hasil kerja organisasi yang ketepatan matematis tidak
bisa dihindari akan menghasilkan intuisi dan pertimbangan. Bahkan
perangkat penentuan risiko yang paling baik sekalipun tergantung pada
pelaksanaan pertimbangan yang subjektif
Alat dan Teknik
yang Digunakan

• Ada lima komponen kunci untuk rapat kerja


yang sukses. Empat diantaranya terutama
merupakan tanggung jawab tim fasilitator.
Pertama

• Fasilitator akan melakukan wawancara dengan manajemen


dan partisipan lainnya sebelum pertemuan dimulai. Mereka
akan mendapatkan pemahaman mengenai tujuan uatama tim,
tujuan saat ini, dan signifikansi dalam hubungannya dengan
keseluruhan strategi organisasi. Mereka akan melakukan
penelitian atas dokumentasi yang tersedia untuk mencoba
memahami fungsi, proses, dan dinamika tim.
Kedua

• Tim yang menghadiri rapat kerja tersebut membutuhkan


waktu untuk berpikir dan menggali ide-ide yang muncul.
Mereka butuh waktu untuk mendiskusikan ide-ide ini dan
melihat bahwa pemikiran mereka diterima oleh fasilitator.
Biasanya setiap kelompok orang ingin berbicara mengenai ide
mereka sendiri sebelum mendengarkan agenda dari pihak luar.
Ketiga

• Komponen ketiga bisa muncul bila peserta puas karena


masalah mereka telah diidentifikasi dan dibahas. Dengan
menggunakan kerangka kerja kontrol sebagai pedoman,
peserta bisa menjawab serangkaian pertanyaan yang
menjamin bahwa semua spektrum masalah kontrol ditelaah
dengan cermat dalam rapat kerja tersebut.
Keempat
• Komponen keempat adalah mengembalikan dengan segera
ringkasan pembahasan dan pengumpulan suara, jika ada, ke
peserta. Hal ini sangat berbeda dari proses penyiapan dan
pendistribusian laporan audit. Pertama-tama ringkasan dan
penentuan risiko yang tercakup didalamnya merupakan milik
tim yang berpartisipasi, ringkasan tersebut merupakan catatan
diskusi mereka dan harus dikembalikan kepada mereka
sesegera mungkin, lebih baik di hari berikutnya.
Kelima

• Komponen kelima dan terakhir yang menentukan kesuksesan


adalah tindakan. Tim peserta dan manajer harus memutuskan
tindakan apa yang harus diambil pertama kali karena mereka
jarang memiliki waktu untuk segera melakukan semua yang
telah dibahas. Umumnya, hal-hal yang memiliki keuntungan
terbesar dan berada dalam kewenangan tim dan tersedia
kapasitas sumber daya akan dilakukan terlebih dahulu.
Independensi, Objektivitas, dan Etika Fasilitator

• Meskipun CSA umumnya menyebabkan hubungan


auditor/fasilitator dengan klien menjadi lebih dekat, tetapi sangat
penting untuk tetap menjaga independensi dan objektivitas.
Fasilitator juga harus menjaga etika mereka sendiri dalam 2 hal
penting. Pertama penting mengakui bahwa CSA bergantung pada
keterbukaan partisipan dan kejujuran mereka sendiri mengenai
individu-individu. Aspek yang kedua adalah bahwa mereka juga
manusia dan bisa berbuat salah sehingga perlu mengelola potensi
konflik kepentingan yang ada.
Hubungan antar-CSA dan Kegiatan Audit Internal yang Lain

• Berbeda dengan kegiatan audit konvensional, CSA memiliki lingkup


yang luas, mengumpulkan informasi yang material secara tepat dan
interaktif, dan menghabiskan sedikit waktu untuk verifikasi dan
pelaporan. Dari sudut pandang manajer audit, CSA merupakan
metode penentuan risiko yang cepat dan biasanya andal di tingkat
makro tetapi tidak seperti beberapa alat audit, CSA tidak dirancang
untuk penyelidikan lebih dalam. Bila CSA dilakukan secara
berkesinambungan di organisasi maka CSA merupakan alat ideal
untuk mengidentifikasi risiko dan bidang-bidang bernilai tinggi yang
akan bermanfaat untuk dilakukan audit. Partisipan rapat kerja
biasanya pandai dalam mengidentifikasi bidang-bidang masalah
utama.
Kesulitan-kesulitan

• Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh CSA antara lain: terlalu


banyak rapat kerja dan kurangnya memadainya analisis, tidak
menepati janji atau membuat terlalu banyak janji, tidak sensitif
terhadap kebutuhan dan kekhawatiran partisipan, terlalu
dalam masuk ke dalam masalah tanpa tahu caranya mengatasi
masalah itu.
TERIMA KASIH