You are on page 1of 9

A.

Moralitas dan Kelembagaan


Pendidikan
A. Moralitas dan Kelembagaan
Pendidikan
Dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989
tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan
jelas dikatakan bahwa undang-undang
tersebut dikeluarkan dalam rangka
memantapkan ketahanan nasional serta
mewujudkan masyarakat maju yang berakar
pada kebudayaan bangsa dan persatuan
nasional yang berwawasan bhinneka tunggal
ika berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Namun dilihat pada seluruh pasal undang-
undang tersebut serta PP yang dikeluarkan
untuk melengkapi pelaksanaan undang-
undang tersebut, tidak ada satu pasal pun
yang mengatur bagaimana pendidikan
nasional tersebut berakar pada kebudayaan
nasional.

Disini jelas bahwa betapa pendidikan nasional


kita telah tercabut dari akar kebudayaannya.
Untuk itu perlu ada program pendidikan untuk
pengenalan dan pengembangan kebudayaan.

Koentjaningrat mengemukakan mengenai


wujud-wujud kebudayaan sebagai:
1. Kompleks gagasan, konsep, pikiran manusia
di dalam kehidupan bersama
2. Kompleks aktivitas atau kegiatan manusia di
dalam masyarakat
3. Benda-benda karya di dalam suatu
kebudayaan
• Wujud-wujud kebudayaan tersebut pertama-
tama harus dipelihara
• Proses pengenalan , pemeliharaan, dan
pengembangan wujud-wujud kebudayaan
melalui proses pendidikan. Proses pendidikan
tersebut mempunyai bentuk-bentuk atau
modalitas sebagai berikut:
1. Bentuk formal
2. Bentuk non formal
3. Bentuk informal
Pendidikan Formal
Pendidikan Nonformal
Pendidikan Informal
Bentuk Lembaga Pendidikan Jangka
Pendidikan Waktu
1. Pendidikan -sekolah (TK, PD, PM, Universitas) Berstruktur
Formal -Madrasah dan
-Pendidikan Jarak jauh (cyber berprogram
learning)
2. Pendidikan Kursus-Kursus singkat (non-ijazah Umumnya
Nonformal formal) singkat
Pelatihan-pelatihan waktunya

3. Pendidikan -Masyarakat dan kebudayaan Tidak


Informal -Media massa mengenal
-Perpustakaan jangka
waktu dan
tidak
terstruktur