You are on page 1of 11

Kelarutan

Obat dalam Air

Kelompok B5
Adni Adzkiah Mia Huljanah
Ghea Dwi Rizky Maulita
Apriliana Putri
Pendahuluan

• Latar Belakang
• Rumusan Masalah
• Batasan Masalah
• Tujuan
Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali


kita menemukan obat berbentuk tablet, pil,
serbuk, kaplet, sirup, cairan, krim, suppositoria,
injeksi (suntik), dan sebagainya. Kita tahu bahwa
obat-obatan dengan bentuk cair lebih mudah
diserap oleh tubuh daripada obat-obatan
berbentuk tablet. Hal tersebut menunjukkan
bahwa tingkat kelarutan obat dalam air dapat
mempengaruhi kecepatan reaksi yang dihasilkan
obat terhadap tubuh.
Berdasarkan hal tersebut, kami ingin
mengetahui bagaimana tingkat kelarutan obat
dalam air serta faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat kelarutan obat dalam air.
Rumusan masalah

1. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kelarutan obat


dalam air?
2. Bagaimana menentukan tingkat kelarutan obat di dalam air ?
Batasan masalah

Variasi biologi dari pengguna obat tidak mempengaruhi tingkat kelarutan obat
dalam air, dengan variasi biologi antara lain :
1. Jenis Kelamin
2. Usia
3. Berat Badan
Tujuan

1. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelarutan


obat di dalam air
2. Dapat menentukan tingkat kelarutan obat di dalam air
Landasan
Teori

• Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan


• Faktor yang Mempercepat Penyerapan
Obat
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Kelarutan
- Sifat Pelarut
- Konsentrasi larutan
- Pengaruh Penambahan Ion Senama
- Pengaruh Hidrolisis
- Efek Kompleksitas Senyawa
- pH
- Suhu
Faktor yang Mempercepat
Penyerapan Obat
1. Modifikasi Bentuk Fisik
a. Reduksi Ukuran Partikel
b. Dispersi Kepadatan
c. Suhu
2. Modifikasi Bentuk Kimia
a. Pengubahan PH
b. Penggunaan Larutan Penyangga
c. Transformasi Bentuk Kimia
d. Kompleksitas senyawa , atom, atau mlekul lain.
Metode yang Akan Digunakan

– Berdasarkan parameter yang kami gunakan, maka kami akan melakukan


pendekatan statistik dengan melihat korelasi antar parameter dan hubungan
linier antara kelarutan obat dengan parameternya. Oleh karena itu, kami akan
menggunakan metode Multiple Linier Regression (MLR) dan/atau distribusi
multivariat.
Referensi

– Machatha, S. G., dan Yalkowsky, S.H.. 2005. Bilinear Model for the Prediction of
Drug Solubility in Ethanol/Water Mixtures. Arizona. Wiley InterScience. Diambil
dari www.sciencedirect.com
– Jouyban, Abolghasem, Majidi, Mir-Reza, Jalilzadeh, Hassan, dan Asadpor-
Zeynali, Karim. 2004. Modeling Drug Solubility in Water-Cosolvent Mixtures
Using an Artificial Neural Network. Tabriz. Diambil dari www.sciencedirect.com
– Navarro, Dave. 2017. http://www.thepanicchannel.com/health/mengenal-jenis-
jenis-dan-bentuk-bentuk-obat/ diakses pada 20 maret 2018 pukul 15.30 WIB