You are on page 1of 9

KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG AIR

LIMBAH
PENGERTIAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari
usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate),
rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan,
apartemen dan asrama. (KepmenLH no 112/2003).

Air Limbah domestik adalah air yang telah dipergunakan
yang berasal dari rumah tangga atau pemukiman
termasuk didalamnya air buangan yang berasal dari WC,
kamar mandi, tempat cuci, dan tempat memasak
(Sugiharto, 1987).
Air limbah kakus (black water)

Air limbah domestik adalah air limbah yang
berasal dari usaha dan/atau kegiatan
pemukiman, rumah makan, perkantoran,
perniagaan, apartemen, dan asrama

Air limbah non kakus (grey water)
SUMBER AIR LIMBAH DOMESTIK AIR LIMBAH

Sumber Air Limbah Domestik Air limbah
domestik dapat bersumber dari pemukiman
(rumah tangga), daerah komersial,
perkantoran, fasilitas rekreasi, apartemen,
asrama dan rumah makan
DASAR-DASAR TEKNIK DAN
PENGELOLAAN AIR LIMBAH
LANDASAN HUKUM PENGELOLAAN AIR LIMBAH
a. Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
b. Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air
c. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 37 tahun 2003 tentang Metoda Analisis Kualitas Air
Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan
d. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 110 tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya
Tampung Beban Pencemar Air Pada Sumber Air
e. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 111 tahun 2003 tentang Pedoman Mengenai Syarat dan
Tata Cara Perizinan serta Pedoman Kajian Pembuagan Air Limbah ke Air atau Sumber Air.
f. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 112 tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
g. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 52 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi
Kegiatan Hotel
h. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 58 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi
Kegiatan Rumah Sakit
i. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan
j. Peraturan MEnteri Lingkungan Hidup nomor 11 tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau
Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
k. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
l. Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
m. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan Strategis Air Limbah
TINJAUAN TERHADAP PERATURAN DI BIDANG
PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup telah disebutkan pada pasal 13 bahwa pengendalian
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang
meliputi aspek pencegahan, penanggulangan dan
pemulihan dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah
daerah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab
masing-masing. Pada penjelasan terkait ayat ini yang
dimaksud pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan
lingkungan hidup yang ada dalam ketentuan ini, antara lain
pengendalian: a. pencemaran air, udara, dan laut; dan b.
kerusakan ekosistem dan kerusakan akibat perubahan
iklim.
IMPLEMENTASI KONSEP PENGELOLAAN AIR LIMBAH
Dalam implementasi konsep pengelolaan, diterapkan strategi
dengan pendekatan bertahap secara bijak (stepwise approach)
dalam rangka mencapai akses universal bidang air limbah yaitu
sebagai berikut : Pengembangan
Teknologi
Pengembangan Agresif
Sistem Terpusat
Pengembangan Selektif Penerapan teknologi
Sistem Terpusat
tinggi dalam
Pengembangan
Optimalisasi Sistem pembangunan
SPALD Terpusat
Setempat SPALD Terpusat Skala
Pembangunan baru Skala Perkotaan
Perkotaan dan Skala
SPALD Terpusat Skala (interceptor -
Permukiman
 Peningkatan jumlah Perkotaan, Skala modular-IPALD)
tangki septik individual Permukiman & Skala Peningkatan Skala
Kawasan Tertentu. penanganan SPALD
 Mendorong
pembangunan tangki Peningkatan Terpusat Skala
septik melalui DAK kapasitas dan Permukiman
dan hibah sanitasi rehabilitasi SPALD
Terpusat Skala
 Optimalisasi &
Perkotaan, Skala
pembangunan IPLT
Permukiman, dan
baru
Skala Kawasan
tertentu.
KRITERIA TEKNIK PENGELOLAAN AIR LIMBAH