You are on page 1of 51

Prakarya Kelas X-MIPA

Satu-satunya tempat yang tidak dijumpai bahan kimia


hanyalah di ruang hampa (vakum)
Sebagian besar bahan kimia terjadi secara alamiah(bahan
nabati maupun hewani ), tetapi ada juga yang diproduksi
oleh usaha manusia.

Batu-batuan, pasir, besi, katun, gula dan garam adalah


beberapa contoh bahan kimia yang telah digunakan oleh
manusia untuk berbagai keperluan, misalnya untuk
membuat rumah, bahan pakaian, makanan, dan
pembersih .

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan ilmu


pengetahuan kini telah banyak ditemukan produk yang
diproses menjadi bahan-bahan, diantaranya untuk
pembentukan komponen sebagai zat pembersih
Produk pembersih tersebut biasanya dikemas menurut
kelompok bahan kimia campurannya sehingga tidak
membahayakan pemakai atau konsumen.
Biasanya komponen bahan kimia yang dicampur pada
produk pembersih berbeda-beda antara produk pembersih
yang satu dengan produk pembersih yang lain. Hal ini
bertujuan untuk memberikan keunggulan masing-masing
produk yang dihasilkan.
Disinfectant
 Berbentuk cair bahan pembersih yang sekaligus juga berfungsi
membunuh kumandan bakteri,misalnya pada ruang dapur, toilet
atau pesawat telephone yang dipakaioleh umum.

 Amoniak
Bebentuk cair dan Kristal , zat pembersih ini mempunyai bau yang
khas dan keras danktidak berwarna. pemakaian bahan ini harus
dicampur dengan air, jenis kotoran yang dapat dibersihkan adalah
seperti kotoran lemak pada kaca.

 Solven
Berbentuk cair, dipakai sebagai bahan pembersih dengan
menggunakan mesin cuci’’ dry cleaning ’’bahan pembersih ini dibuat
dari bahan acetone, methyl spirit dan white spirit.
,
 Multi purpose cleaner Berbentuk cair, ada beberapa multi purpose
cleaner dipasaran. Bahan ini dapatdigunakan untuk mencuci
tembok,mengosok lantai,membersihkan bak mandi danshower serta
membersihkan jendela dan kaca. Multi purpose cleaner
kebanyakankental dan dapat dicampur.
 Deodorizer atau penyegar ruangan dirancang untuk meng urangi bau
tidak enak. penyegar seperti biasa dapat meninggalkan bekas pada
permukaan.

,
 Polisher/pengkilap Berbentuk cairan, cream/pasta bahan pembeersih
yang berfungsi juga sebagai bahan pengkilap pada objek pembersihan
yang terbuat dari bahan dasar kayu, metal, kaca, kulit, dan marmer.
bahan ini jaga berfungsi untuk merawat agartidak cepat rusak/kusam.
masing-masing bahan pembersih/pengkilap akan digunakan pada
masing-masing objek yang berbeda sesuai dengan fungsinya,
misalnya; politer untuk kayu, semir untuk kulit, glass cleaner untuk
kaca dan pasta blanka untuk marmer.
KELOMPOK BAHAN/ALAT PEMBERSIH
 Interior cloth/cleaning cloth
Sejenis kain yang dapat digunakan untuk mengelap, mengeringkan,
furniture, keramik dan porselin dan benda-benda lain yang perlu di
dusting

 Jumbo- pad/scruber pad


Sejenis sponge yang permukaannya kasar yang digunakan untuk
membersihkan dinding kamar mandi yang dapat dijangkau dengan
tangan.

 Pad-boy-red
Alat sejenis sponge yang agak kasar yang disambung dengan stick
dan digunakanuntuk membersihkan dinding kamar mandi yang
tinggi/tidak dapat dijangkaudengan tangan.
KELOMPOK BAHAN/ALAT PEMBERSIH
SUMBER ZAT PEMBERSIH

BAHAN KIMIA NON BAHAN KIMIA PANGAN M INERAL ALAMI


PANGAN  baking soda /
 Lerak (Sapindus Natron yang
rarak), adalah pohon mengandung
 Sabun yang buahnya sejumlah besar
 Deterjen dimanfaatkan untuk natrium
 Sampo pencucian batik, bikarbonat
 Pasta Gigi bahan sampo dan
 Titanium
sabun
 Bahan pemutih minyak bumi(deterjen)
dioksida terjadi
natrium hipoklorit di alam
 Sabun mandi, dan
( Bayclin )atau sebagai
shampo yang
natrium perborat. mineral rutile,
berbahan baku minyak
anatase dan
nabati
brookite
 Jeruk nipis
Zat Phthalates( parfum /hand sanitizer )
sabun pencuci piring, tisue wangi, pengharum ruangan
menganggu kinerja kelenjar endokrin, memicu mgrain dan juga penyakit asma
dalam tubuh. mengurangi jumlah sperma

Zat Botoxyethanol
dalam cairan pembersih multifungsi, perangkat dapur dan jendela
sakit tenggorokan saat terhirup
narcosis (penurunan fungsi sistem saraf pusat), serta kerusakan pada liver dan
ginjal dalam dosos tinggi
Bersihkan kaca jendela dan cermin dengan koran bekas yang dibasahi cuka.
Untuk membersihkan dapur, gunakan bahan pembersih buatan sendiri.
Campurkan baking soda, cuka dan minyak esensial.
Zat Triclosan
di produk sabun cair, sabun batangan, deterjen
Zat ini bisa memicu pertumbuhan bakteri yang kebal terhadap obat.
konsentrasi tinggi triclosan sangat berbahaya bagi habitat alga yang hidup di
sungai dan aliran air. Triclosan juga bisa mengganggu keseimbangan dan
fungsi hormon pada tubuh manusia.
l SLS (Sodium Lauryl Sulfate)
kemampuan menghasilkan busa yang banyak
terkandung pada beberapa produk pasta gigi dan sabun.
dalam jangka pendek mengakibatkan alergi, gatal-gatal, kulit kering serta kemerahan
terutama pada orang yang memilki jenis kulit sensitive.
dapat mengangkat dan mengikis lemak yang ada pada kulit sehingga kulit
kehilangan kelembaban alaminya dan mengakibatkan iritasi pada kulit jika digunakan
dalam jangka waktu panjang dan sering,
l Quartenary Ammonium Compounds (QUATS)
l pelembut kain dan sebagian besar pembersih perabot rumah tangga yang
dilabeli 'anti-bakteri'. membuat kulit iritasi, asthma, gangguan pernapasan
Kurangi bahkan jika perlu hentikan pemakaian pelembut kain. Untuk melembutkan
kain, Anda bisa gunakan bahan alami dengan campuran cuka dan tea-tree oil,
tambahkan beberapa tetes minyak lavender

ZAT YANG BERPERAN SEBAGAI PEMBERSIH


Baking soda
Baking soda atau sodium bikarbonat, adalah bahan yang bisa digunakan untuk
membersihkan alat rumah tangga. Juga bermanfaat untuk kesehatan, sebagai contoh, untuk
meredakan gejala asam lambung, membersihkan dan memutihkan gigi, merendam kaki yang
kelelahan, mandi spa detoks , obat gigitan serangga. Dikenal juga dengan nama natrium
bikarbonat. Baking soda terbentuk dari kristal putih halus sehingga terlihat seperti bubuk
putih.
 Bentonit : adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit
dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Digunakan
di dalam fulling atau pembersih bahan wool darilemak, pengisi (filler) sesuai
sifatnyamampu membentuk suspensi kental setelah bercampur dengan air.
 Dalam industri farmasi yodium dimanfaatkan sebagai bahan baku utama
untuk tingtur (larutan obat dalam alkohol), kesehatan (sanitary), industri
desinfektan, dan herbisida
 Flourit
 HaliteGaram, terdiri atas klorid sodium ( Nacl), untuk produksi soda kaustik
dan khlor
 Rutile Dioksid-Titan. yang digunakan dalam campuran logam, karena
electroda dalam busur cahaya, untuk memberi suatu warna kuning ke
porselin dan gigi sumbang atau palsu. Titanium yang metal mempunyai
sejumlah sifat fisis bermanfaatyang sangat bersifat menentang ke karatan,
 SodiumKomoditas disebut " abu soda" adalah karbonat sodium tak berair (
itu adalah, karbonatsodium tanpa air, Na2Co3). deterjen dan sabun. Dalam
industri sebagai alkali
 BayamKubis SeledriDaun bawang Kacang polongSelada Daun ketumbar
Mentimun Bit dan daun bi
Dalam Encyclopedia of Chemical Tehnology, Kirk-Othmer menyebutkan bahwa
minyak kelapa mengandung: caprylic (7%), capric (6%), lauric (50%), myristic (18%),
palmitic (8,5%), stearic (3%), oleic (6%), linoleic (1%), linolenic (0,5%).
basa alkali yang digunakan yaitu basa-basa yang menghasilkan garam basa
lemah seperti NaOH, KOH,NH4OH,K2CO3 dan lainnya
Berikut ini adalah sejumlah bahan kimia berbahaya yang biasanya terdapat pada
sabun pembersih wajah, antara lain: Mercuri dan Hydroquinon
Sabun pembersih wajah yang baik adalah sabun yang bebas dari kandungan merkuri
dan hydroquinon. Kedua jenis bahan kimia tersebut biasa ditemukan pada sabun
pembersih wajah dan sabun pemutih kulit lainnya. Kedua kandungan tersebut jika
diterkena kulit akan menghambat produksi melanin (menghambat pigmentasi) pada sel
melanosit kulit, sehingga kulit nampak kusam dan lebih rentan terhadap terjadinya kanker kulit.
Triethanolamine (TEA)Triethanolamine juga kadang ditemukan pada sabun
pembersih wajah. Biasanya Triethanolamine ini dikaitkan dengan fungsi untuk
menyeimbangkan pH kulit. Dampak buruk pengguanan sabun yang mengandung
TEA dapat menyebabkan alergi pada kulit, iritasi pada mata dan menyebabkan kulit dan
rambut mengalami kekeringan.
Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Ammonium Lauryl Sulfate (ALS)Sabun pembersih
wajah yang mengandung kedua zat di atas dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan
mata rentan terhadap penyakit katarak. Selain sebagai campuran sabun pembersih
wajah, kedua zat diatas juga kerap di temukan pada beberapa produk seperti pasta
gigi, pembersih rambut dan sabun mandi.
Propylene Glycol : Sabun pembersih wajah yang berbahan propylene glycol sangat
berbahaya pada kesehatan kulit yang dapar menyebabkan kemerahan pada kulit
 Pewarna, antibakteri triclosan & triclocarban, EDTA,
 TEA( Triethanolamine untuk menyeimbangkan pH kulit. dapat
menyebabkan alergi pada kulit, iritasi pada mata dan menyebabkan kulit
dan rambut mengalami kekeringan.
 DEA, Cocoamide DEA berbentuk cairan padat berwarna bening dan
berbau khas dengan pH 9,0-10,5. Bahan ini menyebabkan
peningkatan viskositas, digunakan sebagai pengental dalam sediaan
surfaktan.
 Sodium laureth dan Sodium lauryl sulfates (SLS) .→ sebagai pembentuk
dalam komposisi pembuatan sabun, Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan
Ammonium Lauryl Sulfate (ALS) dapat menyebabkan iritasi pada kulit
dan mata rentan terhadap penyakit katarak. Selain sebagai campuran
sabun pembersih wajah, kedua zat diatas juga kerap di temukan pada
beberapa produk seperti pasta gigi, pembersih rambut dan sabun mandi.
 Propylene Glycol
Sabun pembersih wajah yang berbahan propylene glycol sangat
berbahaya pada kesehatan kulit yang dapar menyebabkan kemerahan
pada kulit serta penyakit dermatitis.
Pembersih sangat menguntungkan untuk dikembangkan. Dalam
pengolahan aneka jenis bahan menjadi produk pembersih,
tentunya perlu dipersiapkan rencana ( planning ) yang tepat agar
produk yang dihasilkan sesuai yang diinginkan dan mempunyai
nilai jual yang tinggi. Langkah pertama dalam pengolahan aneka
jenis bahan pangan nabati menjadi produk pembersih yang perlu
dilakukan adalah membuat desain produk.

Tiga kunci kejayaan dalam pembuatan produk pembersih :


1. Ketepatan penimbangan bahan mentah.
2. Formula yang bagus. ( Evaluasi organoleptis sabun
transparan yang meliputi bentuk, bau, warna dan transparan ).
3. Teknik yang betul.
 Kategori Pembersih Pakaian
Sabun dan detergen, detergen( Biodegradable ) dan
detergen( Unbiodegradable )

 Kategori Pembersih Lantai / Peralatan Dapur


Formalin dengan pewangi untuk lantai
Sabun untuk peralatan dapur
Kategori Pembersih Badan
Sabun mandi, pasta gigi, sampho, pembersih muka,
pencuci tangan.

Berdasarkan penggunaannya, dapat diklasifikasi menjadi 3 jenis, yaitu:


1. Laundry Soap; untuk sabun cuci.
2. Toilet soap; yang digunakan untuk mandi dan perawatan kulit, termasuk
juga disini medicine soap.
3. Textile soap; yang digunakan pada proses scouring textile, proses
degumming sutera dll.
1. Bahan Aktif( bahan dasar)/ Surfaktan 17

A. SABUN
1)Sabun yang dibuat dari asam lemak dan logam yang digaramkan.
Logam yang digunakan biasanya dari jenis logam alkali, misalnya
natrium dan kalium. Jenis sabun yang dihasilkan di antaranya adalah sabun
mandi padat dan krim.
2) Sabun yang dibuat dari bahan dasar zat aktif permukaan (ZAP). Jenis
ZAP yang digunakan biasanya dari jenis anionik dan menghasilkan sabun
dalam bentuk cair.

Contoh :
Alkil benzo natrium sulfonat.( ABS ) →Unbiodegradable,
Lauril alkil sulfonat (LAS) →Biodegradable
Texapon →ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat (
SLS). Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran.
Alkali( Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah
NaOH, KOH, Na2CO3(soda cuci), NH4OH, dan ethanolamines ), pengatur pH
larutan sabun dan penambah daya deterjensi. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya
serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai
pengental.
B. DETERGEN adalah campuran berbagai bahan, yang
digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan
turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai
keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak
terpengaruh oleh kesadahan air.
SURFAKTAN( bahan dasar ) kelompok deterjen terbagi menjadi empat jenis
kategori yaitu:

a. Anionik : texapon -Alkyl Benzene Sulfonate (ABS )


-Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
-Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik : Garam Ammonium; c. Non ionik : Nonyl phenol
polyethoxyle; d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines

2. BAHAN PEMBENTUK( BUILDER ) X zeolite dan citrate


A. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP) D. Silikat : Zeolit
B. Asetat : E. Sitrat : Asam Sitrat
- Nitril Tri Acetate (NTA) F. Gum → pasta gigi
- Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA) sebagai pengikat logam sadah
C. Zat pemberi busa,( Camperlan/TEA )untuk meningkatkan pencucian
yang bersih, sebab tanpa busa kemungkinan besar sabun telah mengendap
3. PEMBANTU / FILLER( pengisi )
adalah bahan tambahan sabun yang tidak mempunyai kemampuan
meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas.
Contoh : - Sodium sulfat.: berfungsi sebagai pengental/pengisi. Semakin
banyak jumlah garam yang Semakin banyak jumlah garam yang sabun maka
sabun yang dihasilkan akan semakin kental; – Titanium dioksida→Pasta gigi,
Karboksil Metil Selulosa ( CMC )

4. ADITIF
Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih
menarik : pewangi, pelarut, pemutih, pewarna
1. pengawet → sodium benzoate, sodium salicylate; triclosan dan triclocarban
sebagainya.
2. Pewangi, untuk memberikan aroma tertentu sesuai selera dan
meningkatkan daya tarik serta daya jual sabun. ( Propilin glikol ini bentuknya
cair fungsinya sebagai pengikat parfum ). Jasmine, Blueberry, Lemon, Rose ;
Na, sakarin→ Pasta
3. Zat warna, memberi warna pada sabun agar mempunyai penampilan menarik.
4. Antioksidan : Tokoferol, BHT, BHA( butil hidroksi toluen,anisol), ester asam galat
dan NDGA( nordihydroksiqualaretik acid )
Kategori Pembersih Badan
( Sabun mandi, pasta gigi, sampho, pembersih muka, pencuci tangan )

Komposisi Bahan Baku untuk Pembersih badan( Sabun mandi )


Ada 2 macam sabun :
1) Sabun lunak, yaitu sabun yang basanya berasal dari kalium hidroksida
(KOH).
2) Sabun keras, yaitu sabun yang basanya berasal dari natrium hidroksida
(NaOH).
1. Bahan Aktif( Bahan Dasar ) → LAS( deterjen ), Sabun Keras / lunak
2. Bahan pembentuk badan sabun (builder ) : NaCl yang digunakan
umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan (kristal).
3. Bahan Pengisi / fillers : Zat pemberi busa
4. Tambahan( aditif ):
1. Bahan Wangi 3. Pengawet
2. Antiseptik
Selain lemak dan alkali, pembuatan sabun juga menggunakan bahan tambahan yang
lain. Bahan lain yang digunakan untuk pembuatan sabun tersebut adalah bahan
pembentuk badan sabun, bahan pengisi, garam, bahan pewarna dan bahan pewangi
Penggolongannya berdasarkan bentuk fisik dan fungsi.

 Sabun batang : sabun batang dipercaya irit dan memiliki wangi yang lebih tahan
lama, Terbuat dari lemak netral yang padat dan dikeraskan melalui proses hidrogenasi.
Jenis alkali yang digunakan adalah natrium hidroksida dan sukar larut dalam air.
 Sabun cair : Sabun jenis ini dibuat dari minyak kelapa jernih dan penggunaan alkali
yang berbeda yaitu kalium hidroksida. Bentuknya cair dan tidak mengental pada suhu
kamar
 Shower gel : menghasilkan busa yang cenderung lebih banyak, Sabun dengan
kandungan emulsi berupa cocamide DEA, lauramide DEA, linoleamide DEA, dan
oleamide DEA ini berfungsi sebagai substansi pengental untuk mendapatkan tekstur
gel. ( hindari )
 Sabun antiseptik : Mengandung bahan aktif antibacterial, seperti triclosan,
triclocarban / trichlorocarbamide, yang berguna untuk membantu membunuh bakteri
dan mikroba, namun tidak efektif untuk menonaktifkan virus, Sebaiknya, gunakan sabun
antiseptik hanya pada kondisi tertentu saat dibutuhkan oleh tubuh tubuh untuk
menghindari kulit menjadi kering jika digunakan dalam jangka waktu lama. Hal ini
dikarenakan kandungannya yang lebih keras hingga tak menutup kemungkinan lapisan
lipid dan protein pada permukaan kulit ikut terangkat pada saat mandi
1. deodorant, Untuk sabun jenis deodorant mengandung zat kimiawi yang
membunuh bakteri penyebab bau badan. Sabun biasa pun sebenarnya
sudah dapat menghilangkan kuman penyebab bau badan tanpa perlu
menambahkan bahan yang lebih keras lagi.

2. Sabun antibakteri mengandung zat antiseptik (triclosan) yang dapat


membunuh kuman. Sabun ini biasa digunakan oleh praktisi kesehatan
sebelum atau setelah melakukan tindakan. Penggunaan yang terlalu
sering dan berlebihan dapat membunuh flora normal kulit yang sebenarnya
merupakan salah satu perlindungan kulit, misalnya terhadap infeksi jamur.

3. medicated ada penambahan bahan aktif (sulfur) untuk mengatasi


masalah atau penyakit kulit tertentu. Sabun medicated aman digunakan
bila digunakan sesuai batas yang dianjurkan. “Tidak aman jika berganti-
ganti dalam penggunaan sabun karena bisa menyebabkan dermatitis atau
iritasi,” imbuhnya.

4. sabun superfat yaitu sabun mandi yang sangat lembut biasanya


digunakan untuk kulit bayi atau kulit orang dewasa yang sangat kering.
Sabun Pembersih Wajah Berbahan Herbal Alami

 Asam Cuka Putih  Minyak Esensial dan Minyak Zaitun


Asam cuka sangat baik digunakan Sabun yang mengandung minyak
untuk membersihkan kulit karena esensial dari Rosemary dan minyak
hanya mengandung sekitar 5 persen zaitun dapat.digunakan untuk
asam asetat dan fungsinya seperti membasmi kuman, menyegarkan kulit
membunuh bakteri penggangu dan sekaligus memberikan aroma harum
beberapa jamur penyebab penyakit pada kulit wajah.
kulit.  Sari Beras dan Susu
 Lemon dan Pepaya Sabun yang mengandung beras dan
Sabun pembersih yang mengandung susu. Sari tepung beras dan susu
lemon dan sabun pepaya wajah merupakan formulasi yang sangat
anda karena sifatnya dapat baik untuk memutihkan kulit wajah
menghilangkan sel kulit yang mati dan badan. Selain sangat aman,
pada permukaan kulit juga berfungsi sabun beras susu juga memberikan
sebagai antimikroba. aroma harum yang sangat alami dan
menyegarkan.
Cara Pembuatan Sabun Mandi Cair :

1. Asam meristat + Asam laurat + Asam Bahan surfaktan yang


stearat dalam wadah A dipanaskan umum digunakan adalah
sampai meleleh. surfaktan anionik, seperti
2. Larutkan KOH dengan air di wadah B : natrium lauril eter sulfat
aduk rata (juga sering disebut
3. (1) + (2) aduk rata natrium lauret sulfat),
4. (3) + Texapon aduk rata natrium lauril sulfat, dan
5. (4) + air sedikit demi sedikit aduk rata senyawa amonium.
6. (5) + Propylen glikol + Gliserin aduk rata
7. (6) + KCl + EDTA aduk rata Detergen komersil→
8. (7) + Pewarna secukupnya petrokimia beracun,
9. (8) + Peal concentrate + Parfum pemutih, fosfat, silikat,
aduk rata klorin, amonia,
10. Simpan dalam wadah tertutup formaldehida,
SLS/ABS(Texapon ) ,
Sabun Pembersih Muka :
Sabun transparan untuk sabun muka dibuat dengan melarutkan sabun
dasar (sabun mandi yang belum ditambah pewarna dan pewangi) dengan
alkohol dan selanjutnya diuapkan alkoholnya. Untuk melarutkan dan
memperbaiki tekstur sabun yang cukup keras ini maka ditambahkan
gliserin dan sirup gula, hasil yang diperoleh akan lebih transparan dan
translusen. Dalam kondisi tertentu sabun transparan ini dapat dilelehkan
dan didinginkan dengan cepat untuk menahan transparansinya.

Komposisi Sabun Muka :


1 . Alkohol, Alkohol dengan konsentrasi tinggi akan semakin baik sebagai
pelarut dan sabun yang dihasilkan akan lebih jernih dan transparan.

2. Gula, Bersifat humectan, dikenal membantu pembusaan sabun


3. Stearic Acid, Membantu untuk mengeraskan sabun, khususnya minyak dari
tumbuhan
4. Pewarna, pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan, namun sering
tidak stabil pada suasana basa sehingga kurang tajam.
5. Pewangi, dapat berasal dari alam yaitu minyak esensial atau pewangi buatan
6. Anti oksidan, senyawa antioksidan yang biasanya digunakan dalam sabun
adalah tokoferol, BHT (butil hidroksi toluen), BHA (butil hidroksi anisol), ester
asam galat dan NDGA (Nordihydroksiquaiaretic acid). Bahan-bahan tersebut
dapat digunakan bersama atau sendiri-sendiri.

7. Whitening Agen (Pemutih), adalah agen farmasi yang digunakan sebagai


pengontrol produksi melanin, yang akan mencegah hiperpikmentasi yaitu
penggelapan warna. Bahan-bahan ini adalah Arbutin, kojic acid, vit C dan
derivatnya.
8. Skin Care Agen, adalah agen pemberi efek penjagaan kelembutan kulit agar
kulit halus dan mulus. Bahan-bahan ini diantaranya adalah anti inflamation
kusus.
9. Gliserin( Pelembut dalam sabun.)

10. Anti Acne, yaitu anti jerawat yaitu yang menghambat pengeluaran sebum,
bahan yang biasa digunakan adalah : AHA, estradiol, estron, ethinil ertradiol,
anti bakteri, benzolkonium klorit, benzethorium klorida, halocarbon dan tea
tree oil.
Proses Pembuatan Sabun Muka( Tranparan )
1. Sabun transparan proses panas

Metode panas dengan alkohol chipsoap Metode panas non alkohol chipsoap
Bahan bahan : Bahan bahan :
minyak kelapa 100 gr minyak kelapa 200 gr
minyak zaitun 100 gr minyak sawit 100 gr
minyak kastor 100 gr stearic acid 100 gr
steric acid 100 gr aquades 133 gr
aquadez 133 gr caustic soda 65 gr
caustic soda 63 gr bht 0.5 gr
bht 0.5 gr sirup 350 gr
sirup 300 gr propilyn glikol 50 gr
gliserin 30 gr gliserin 30 gr
garam 2 gr garam 2 gr
borax 2 gr borax 2 gr
EDTA 0,5 gr TEA 50
T.E.A 50 gr EDTA 0,5 gr
alkohol (96%) 100 gr
2. Sabun transparan proses dingin

•All Coconut soap :


minyak kelapa 200 gr
kaustik soda 34 gr
aquades 66 gr
garam
•All sawit soap :
minyak sawit 200 gr
kaustik soda 30 gr
aquades 60 gr
•Mixed SAWIT – COCONUT SOAP
Minyak kelapa 100 gr
minyak sawit 100 gr
soda kaustik 32 gr
aquadez 66 gr

Anda dapat membuat sabun transparan dengan menggunakan dua proses


pembuatan sabun diatas. Anda dapat menambahkan senyawa lain untuk
memperkaya atau mempercantik sabun anda dengan dengan penambahan
pewarna, agen aktif ( pelembab, kondisioner, emolien, pemutih, anti septik,
chelating agent), dan parfum.
Peluang Usaha Dalam Proses Pembuatan Sabun

 a. Boiler Batch Process


 b. Continuous Saponification Systems
 Proses ini menghasilkan sabun dalam jumlah besar,
menggunakan tangki baja terbuka yang dikenal dengan ketel
yang dapat menyimpan hingga 130.000 kg bahan.
 Sebuah inovasi yang relatif baru dalam produksi sabun, sistem
ini telah menghasilkan efisiensi pengolahan yang lebih baik dan
waktu pengolahan yang jauh lebih pendek. Ada beberapa
sistem komersial yang tersedia, bahkan walaupun sistem ini
berbeda dalam aspek desain atau operasi-operasi tertentu,
semua proses saponifikasi lemak dan minyak untuk sabun sama
dengan proses umum.
Cara Pembuatan Sabun : Batangan
Hal pertama yang dilakukan adalah menimbang seluruh bahan
yang akan digunakan, mulai dari minyak, air, NaOH, pewarna &
pewangi. Air dan NaOH dilarutkan terlebih dahulu, sementara
minyak dipanaskan sampai mencapai suhu 45 – 50 derajat C.
Setelah keduanya mencapai suhu yang hampir sama, maka lye
dituangkan ke dalam minyak, diaduk sampai mencapai trace (
yang dimaksud dengan “trace” adalah kondisi di mana larutan
sabun mengental akibat pangadukan, bentuknya menyerupai
mayones, atau fla). Setelah diberi pewarna dan pewangi, maka
sabun siap untuk dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan
selama 24 – 48 jam untuk menetralkan alkali. Setelah itu sabun
dikeluarkan dari cetakan, dipotong – potong sesuai selera dan
didiamkan selama 4 – 6 minggu (curing process), setelah itu sabun
siap untuk digunakan. Proses pembuatan sabun ini dinamakan
Cold Process Method (CP). Sabun yang dibuat dengan sistem CP
ini akan menghasilkan sabun yang lembut dan sangat bagus
untuk kulit.
Cara Pembuatan Pencuci tangan :
1.Bahan SanitizerMerk :
“Nuvo FamilyHand Sanitizer ”
Bahan Aktif :
60% Alkohol dan 0,15% Triclosan
Dosis :
Beberapa tetes atau secukupnya
Kegunaan :
Untuk membersihkan tangan dari kuman dan kotoran tanpa air.
Tujuan :
Kandungan alkohol pada Hand sanitizer ini berfungsi sebagai
anti bacterial gel yang dapat membunuh kuman dengan praktis tanpa air tetapi
lembut dan halus di tangan dan kandungan triclosan sebagai antikuman atau
anti bakteri yang efektif membunuh kuman. Mekanisme kerja keduanya dengan
menghambat biosintesis lipid sehingga membran mikroba kehilangan kekuatan
dan fungsinya.
Cara Pembuatan Sampo :
Sampo itu terbuat dari : 1. Basa natrium hidroksida (NaOH), natrium laurel
sulfat ( NLS )sebagai Bahan pembersih, umumnya berupa sistem
surfaktan. 2. Kondisioner (surfaktan kationik, seperti olealkonium
klorida, distearil dimonium klorida, dan isostearil etildimonium etosulfat),
3. Pengawet, sampo tanpa pengawet akan merupakan tempat ideal
bagi berkembangnya berbagai jenis bakteri. Hal ini akan membuat
produknya cepat rusak dan dapat membahayakan kesehatan. Pengawet
yang umum digunakan adalah natrium benzoat, paraben, tetranatrium,
EDTA. 4. Bahan-bahan aktif medis, misalnya beberapa sampo
mengandung seng piritionin yang dapat mengobati ketombe, atau
pantenol yang penting untuk pertumbuhan rambut dan yang
meningkatkan kelembaban rambut zat yang fungsinya untuk mencegah dan
mengobati ketombe. 5. Vitamin E/kacang, Biotin/telur, Zink/bayam
sebagai beberapa nutrisi yang bagus untuk menjaga kesehatan rambut
dan kulit kepala kita, 6. Bahan aditif estetik, termasuk di dalamnya
pewarna, parfum yang membuat sampo enak dipakai.

Bahan surfaktan yang umum digunakan adalah surfaktan anionik, seperti


natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat), natrium
lauril sulfat (SLS). dan senyawa amonium.
SAMPHO

Bahan pembersih,umumnya berupa sistem surfaktan


Bahan conditioner,
Bahan aditif fungsional
Pengawet,
Bahan aditif estetik,
Bahan-bahan aktif medis
Modifikasi viskositas
Bahan Pengopak dan Penjernih
Nutrisi
DIAGRAM PEMBUATAN SAMPHO

Bahan sampho merek terkenal
pada label kemasan shampoo merek terkenal C***, aqua,
sodium laureth sulfate, dimethicone, coco-betaine, sodium
chloride, dan glycol distearate.
 Sedangkan, pada label kemasan shampoo merek terkenal
D***, komposisi enam bahan baku utamanya iaitu: water,
sodium laureth sulfate, dimethiconol, cocamidopropyl
betaine, sodium chloride, dan perfume
 untuk shampoo bayi. Baby shampoo F****** contohnya,
enam bahan baku utamanya tidak jauh berbeda dengan
shampoo orang dewasa. Kandungan natural moisturizer (i.e.
almond oil) dan natural conditionernya (i.e.madu) pun
sangatlah minim, sehingga pada label kemasan, kedua bahan
berkhasiat tersebut tercantum di urutan paling akhir sebelum
pewarna.
Rambut kering

 Gunakan shampo dengan kandungan minyak


almond, madu, chamomile, atau minyak
zaitun. Soalnya, bahan-bahan tersebut
memiliki nutrisi yang dapat melembapkan
rambut. Untuk mendapat hasil maksimal,
jangan malas untuk menggunakan
kondisioner juga, ya.
Rambut berminyak

 Pilihlah clarifying shampoo atau shampo


yang memiliki kandungan asam, seperti
ekstrak lemon. Formula dan nutrisi di
dalamnya efektif mengurangi minyak dan
lemak pada kulit kepala, sehingga rambut
tidak mudah lepek. Jangan juga lupa untuk
keramas minimal tiga minggu sekali.
Rambut Normal

 Buat kamu yang rambutnya tidak


bermasalah, daily shampo adalah pilihan
yang tepat. Shampo ini mengandung pH
seimbang dan dirancang untuk pemakaian
setiap hari. Dengan penggunaan yang
teratur, rambutmu terasa lebih lembut dan
indah.
Rambut kombinasi

 Tipe rambut ini adalah berminyak pada


bagian kulit kepala, tapi ujung rambutnya
kering dan pecah-pecah. Buat kamu yang
memiki jenis rambut ini, sebaiknya hindari
shampo untuk rambut berminyak. Gunakan
daily shampoo, hanya saja bedakan cara
pemakaiannya. Triknya adalah dengan tidak
menggunakan shampo terlalu banyak, cukup
pada kuit kepala. Nah, untuk bagian ujung
yang kering, kamu bisa pakai kondisioner.
Rambut Berketombe

 Cari shampo yang mengandung ketoconzale


dan ekstrak mentol. Bahan-bahan ini
memiliki kadar ringan sehingga tidak melukai
kulit kepala. Fungsi lainnya adalah untuk
mencegah pertumbuhan jamur dan
menormalkan kadar pH Kulit
Cara Pembuatan Pasta gigi :
Pasta gigi termasuk pembersih. Komponen utama pasta gigi adalah
detergen( natrium laurel sulfat ) dan abrasif/penggosok( silica (SiO2),
kalsium karbonat (CaCO3), dan baking soda ). Abrasif yang baik harus
cukup keras untuk membersihkan gigi tetapi jangan sampai merusak email.
Pasta gigi biasanya ditambahkan senyawa fluorin( natrium flourida/NaF).
untuk menguatkan email gigi dan mencegah karies.

Pasta gigi merupakan pembersih yang fungsinya untuk membersihkan gigi


dari segala jenis kotoran. Pasta gigi itu dibuat dari kalsium karbonat yang
dihaluskan dan dicampurkan dengan gliserin. Sering kali pasta gigi itu
ditambahkan zat pewarna, rasa manis, pemberi napas segar, fluoride, dan
kalsium.

Sebagai sistem surfaktan dalam pembuatan PG, Detergen( natrium sulfat,


natrium hidroksida, senyawa fosfat,CMC (Carboxy Methyl Cellulose) dan
(ZAP) / kalsium karbonat yang dihaluskan dan dicampurkan dengan gliserin.
Komposisi Pasta Gigi :
1. PEPSODENT
Komposisi :
· Flouride -> menguatkan gigi
· Hidrogen peroksida -> pemutih
· Sodium Hidroksida -> basa
· Alkohol -> mempercepat penyerapan pasta gigi ke gigi
· Triclosan -> mengurangi bakteri penyebab plak
· Sodium monofuophosphate ->mencegah lubang pada gigi
Penyakit gigi
 Plak gigi adalah material lembut yang melekat erat pada permukaan gigi
dan tidak dapat dibuang melalui kumur-kumur saja.
 Plak gigi adalah salah satu penyebab masalah penyakit karies dan
periodontal. Plak merupakan lapisan tipis dan transparan.Plak mengalami
mineralisasi sehingga membentuk massa padat yang disebut
kalkulus.Adapun komposis plak tersebut berupa mikroorganisme, matriks
interseluler, yang terdiri dari komponen organik dan anorganik
Mikroorganisme pada plak menyebabkan fermentasi karbohidrat dari
makanan dan minuman menjadi pembentukan ion-ion asam pada
permukaan gigi.Adanya suasana asam tersebut menyebabakan
terjadinya demineralisasi email yang memicu terjadinya karies. Selain itu,
adanya bakteri pada plak tersebut memicu terjadinya penyakit
periodontal.

Kategori Pembersih Pakaian
Sabun dan detergen( Biodegradable )dan detergen( Unbiodegradable )
Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu
pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding
dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang
lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.
Deterjen terdiri dari :
1. Surfaktan (surface active agent) merupakan bahan utama deterjen. zat aktif permukaan
yang mempunyai ujung berbeda yaitu hydrophile (suka air) dan hydrophobe (suka lemak).
Pada deterjen ini, jenis muatan yang dibawa surfaktan adalah anionik. Kadang ditambahkan
surfaktan kationik sebagai bakterisida (pembunuh bakteri). Fungsi surfaktan anionik adalah
sebagai zat pembasah yang akan menyusup ke dalam ikatan antara kotoran dan serat kain,
untuk mengadsorpsi, mengurangi daya tegang antar permukaan, membasahi, mengemulsikan,
dan mendispersi.
Nilai
Kelarutan di Air HLB Deskripsi
Tak larut 4-5 Pengemulsi W/O

Terdispersi sedikit (seperti susu) 6-9 Agen pembasah

Tembus cahaya sampai jernih 10 - 12 Deterjen


Sangat larut 13 – 18 Pengemulsi O/W

Sodium lauryl sulfonate dengan beberapa nama dagang dengan nama


texapone, Emal, luthensol, dan neopelex.
2. Builder (Permbentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan
dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kesadahan air: misalnya sodium
karbonat, sodium sulfat, sodium nitrat, sodium trifosfat, sodium silikat, dll. Tripoli
Sodium Fosfat (TSP) merupakan salah satu contoh polifosfat yang sering
digunakan sebagai zat pembangun dalam pembuatan deterjen. Polifosfat bersifat
basa, berfungsi melunakkan air sadah, sebagai buffer, mencegah redeposisi, dan
menyebarkan deterjen dalam larutan.

3. Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai


kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas.Contoh : Sodium
sulfate( antioksidan untuk mencegah deterioration sabun terhadap oksidasi )
;Ianolin untuk meningkatkan kadar minyak; pelembut kulit

4. Additives adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih


menarik( parfum, pewarna, senyawa kimia pharmaceutical (deodorant), enzim
(protease) )
 Memang Bayclin itu khusus buat kain yang putih. Kalau noda di baju yang berwarna, pakai
Vanish saja. Zat-zat kimia penghilang noda
begitu, biasanya juga sedikit banyak melunturkan warna, kalau dipakai kelamaan. Jadi pakai
Vanish juga tidak boleh lama-lama, nanti warna jadi cepet pudar. Pembersih baju (penghilang
noda) itu ada dua jenis, yang jenisnya chlorine dan yang hidrogen peroksida. Yang chlorine itu
seperti Bayclin / Sunclin, dan yang hidrogen peroksida (H2O2) itu Vanish.
Kategori Pembersih Pakaian
Sabun dan detergen( Biodegradable )dan detergen( Unbriodegradable )
No Nama Bahan Zat yang terkandung Fungsi
1. Rinso 1.Surfaktan(surface active agent) : Sebagai pember
a. Anionik : sih karena air
murni tidak dapat
-Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)→iDetergen jenis keras (tidak
menghapus atau
terdegredasi ) menghilangkan
-Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) → Detergen jenis lunak( kotoran
terdegredasi )
pakaian/barang
-Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik : Garam Ammonium
yang berminyak,
c. Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle atau terkena
d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines pengotor
organic lainnya.
2. Builder (pembentuk) :
a. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Asetat : Detergen matic
- Nitril Tri Acetate (NTA),,-Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA) surfaktan yang
c. Silikat : Zeolit menggunakan
d. Sitrat : Asam Sitrat bahan aktif dapat
3. Filler (pengisi) : a. Sodium sulfat terdegredasi
4. Aditif :
Enzim, Boraks, Sodiuklorida, Carboxy Methyl Cellulose
(CMC) , natirum Lauril Sulfat (CH3-(CH2)11-SO4Na),
Natrium Alkilbenzena Sulfonat
6. Natrium fosfat
Kategori Pembersih lantai
pembersih lantai tak hanya sekedar sebagai pembersih saja, tapi juga ada
kandungan pembasmi kuman, jamur, bakteri atau mikroorganisme yang
merugikan. Pembersih lantai yang dimaksud terdapat kandungan
desinfektan.

Bahan aktif yang digunakan pada pembersih lantai antara lain :


Benzalkonium klorida. Zat ini bersifat detergen sekaligus sebagai desinfektan,
bersifat kaustik, dan korosif.
Formalin sebagai bahan aktif. Formalin berfungsi sebagai pembunuh kuman,
akan tetapi beracun jika termakan. Untuk itu berhati- hatilah menggunakan
pembersih lantai. Untuk lebih memberikan kenyamanan pada si pemakai, biasanya
pembersih lantai diberi pewangi. Hal ini karena bau formalin yang tidak enak.
Disinfektan (pembasmi kuman). Disin fektan yang pertama digunakan dalam
pembersih lantai yaitu fenol atau asam karbolat (carbolic acid). Fenol tergolong zat
yang beracun dan merusak kulit. Sekarang ini, terdapat berbagai disinfektanlain
yang lebih baik, misalnya heksil resorsinol dan kresol.
Rumah atau kamar mandi yang berporselen biasanya menggunakan
pembersih porselen. Pembersih porselen memiliki komposisi yang berbeda
dengan pembersih lantai. Biasanya pembersih porselen dibuat dari asam-
asam kuat seperti klorida (HCL). Asam tersebut berguna untuk melarutkan
kotoran yang ada di porselen.
Analisa Bahan
Desinfektan yang kami masukkan ke pembersih lantai adalah BKC (
Benzalkonium Chloride )

 Komposisi Pembersih  Prosedur Pembuatannya


Lantai Plus
 1. CMC + Air di wadah A
2. Texapon + Air di wadah B
 1. CMC 30 gr 3. (1) + (2) di wadah A
4. Polysorbate + BKC aduk
2. Texapon secukupnya rata di wadah lain aduk rata
3. BKC 5. (4) + sisa air aduk rata
4. Polysorbate 6. (3) + (5) aduk rata
7. (6) + Pewarna
5. Parfum 8. (7) + Pewangi dan diamkan
6. Pewarna beberapa saat
7. Air 3 liter 9. Siap dikemas

Peralatan yang digunakan : wadah, pengaduk & pengukur


SABUN SERE POMPIA
Sabun Sere Pompia Mengandung Sere Murni dan beberapa bahan alami
lainnya seperti minyak kelapa, Minyak Sawit, EDTA, NaOH, Sodium
Silicate, Coconut Fatty Acid, Diethanol Amide

 VASCO CC-106*
PEMBERSIH COOLER COIL DAN FINS AIR CONDITIONING SYSTEM
VASCO CC-106 terdiri dari surface active compounds, organik inhibitor penangkal korosi,
serta passivating film agents sehingga produk ini mampu membersihkan logam karena
udara lembab dan polusi
 Produk ini dapat digunakan membersihkan berbagai jenis logam, termasuk alumunium,
tembaga dan kuningan (Cu=Alloys) serta dapat juga dipakai untuk membersihkan
peralatan masak atau dapur.
SPESIFIKASI
 Bentuk .......……….……………………………………………. Cair
 Rupa ……….......…………………………………………….. berwarna merah
 Densitas pada 25oC ….....…………………………..……... 1,170 g/ml
 pH (1% larutan) pada 25oC ………………………………. 1,6 – 2,20
 Titik Bakar …………………….......…………………………... Tidak mudah terbakar

.
 PETUNJUK PENGGUNAAN
 Konsentrasi VASCO CC-106 tergantung kondisi benda yang akan dibersihkan. Agar
diperoleh hasil yang emuaskan sebaiknya encerkan VASCO CC-106 dalam air bersih
dengan perbandingan 1 bagian VASCO CC-106 dalam 6 bagian air.
Selanjutnya dengan menggunakan kuas, kain lap bersih atau botol peyemprot
basahilah benda yang akan dibersihkan, diamkan beberapa saat, kemudian
keringkan benda dengan kain lap yang kering dan bersih.
KESELAMATAN KERJA
 VASCO CC-106 bersifat iritasi terhadap kulit.
Dalam menanganinya, pakailah sarung tangan dan pelindung muka. Jika terkena
mata segera basuhlah mata dengan air bersih beberapa kali. Jika tidak digunakan,
simpanlah ditempat yang teduh dan wadahnya dalam keadaan tertutup.
KEMASAN
 Takaran : 25 liter dalam drum plastic.
Keterangan :
(* merupakan produk untuk order khusus)
 Diposkan oleh PT. Chemical Mandiri Jaya di 04.26
Prakarya Kelas X-MIPA