You are on page 1of 18

DESAIN PENELITIAN

Nurdian Indah Pertiwi
Aprilia Trisnawatik
Koirul Imroah
Anang Isniaji
Bima Samudra W

epidemiologi dll . Desain Non Eksperimen • Desain Penelitian Deskriptif (Mendeskripsikan peristiwa yang terjadi pada masa kini Macamnya: a. Studi Kasus Rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif b. Penelitian survey Penelitian prevalensi.

Desain Korelasi Variabel 1 Deskripsi Variabel Uji Hubungan Intepretasi Makna Variabel 2 Deskripsi Variabel Cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran /observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat tidak ada folow up .

Desain Studi Komparatif (Kohort) Peneliti Mengobservasi pada PROSPEKTIF Menilai efek waktu ini Faktor resiko Efek +/- TANPA RESIKO ASTHMA Faktor non resiko Efek +/- .

Desain Studi Komparatif (Case- Control)) .

yaitu odds ratio (OR) . • Kelompok kontrol tidak dapat menghitung insiden atau prevalens • Kelompok kontrol hanya dapat menilai beberapa seringnya terdapat pajanan pada kasus dibandingkan pada kontol.kemudian secara retrospektif diteliti faktor resiko yang mungkin dapat meneragkan.• Study dimulai dengan mengidentifikasi kelompok kasus(d+) dan kelompok efek (d- ).

CONTOH KASUS • Hubungan antara pendididkan ibu dengan kejadian bayi BBLR .

Pra exsperimen .

Contohnya adalah penelitian: pengaruh kelas ber-AC terhadap daya tahan belajar meditasi. Terdapat kelompok murid yang menggunakan ruang kelas ber- AC untuk belajar meditasi duduk. Kemudian diukur daya tahan meditasi duduknya. kemudian setelah menggunakan ruang kelas ber-AC siswa dapat duduk selama 45 menit. . Jadi pengaruh ruang kelas ber-AC terhadap daya tahan belajar meditasi adalah 45 .15 = 30 menit. siswa hanya tahan duduk meditasi selama 15 menit. Misalnya sebelum menggunakan kelas ber-AC. Pengaruh ruang kelas ber-AC diukur dengan membandingkan daya tahan belajar meditasi sebelum menggunakan ruang kelas ber-AC.

.

O1 • . Setelah selesai perlakuan. peneliti memberikan post-test.• Peneliti sebelumnya memberikan pre-test kepada kelompok yang akan diberikan perlakukan. Besarnya pengaruh perlakuan dapat diketahui secara lebih akurat dengan cara membandingkan antara hasil pre-test dengan post-test. Untuk memudahkan memahami paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini: • O1 X O2 • Keterangan: • O1 = nilai pretest (sebelum perlakuan misalnya bimbingan belajar) • O2 = nilai postest (setelah perlakuan misalnya bimbingan belajar) • Pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar diperoleh dengan cara O2 . Kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment.

Static grup comparation X O1 02 KETERAGAN: X : Perlakuan 01: hasil perlakuan pertama 02: hasil perlakuan kedua .

Ada dua kelas yang mendapat pelajaran pendidikan agama Buddha. kelas yang lain diberikan pembelajaran dengan ceramah. Bila kemampuan siswa yang diajar dengan menggunakan metode demonstrasi lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan siswa yang diajar dengan metode ceramah. Setelah tiga bulan kemampuan siswa diukur. maka kesimpulannya adalah metode demonstrasi berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa memimpin puja bhakti. Satu kelas diberikan pembelajaran dengan demontrasi.Contohnya adalah pengaruh metode demontrasi terhadap kemampuan siswa memimpin puja bhakti dalam pelajaran pendidikan agama Buddha. .