You are on page 1of 26

VITAMIN A

NAMA KELOMPOK 2

• Kurnia indah sari
• Ahmad rido’I yuda prayogi
• Yuda mustakim
• Acknes leonita
• Tiara sandi ayu d.m
• Ajeng grandis puspita

KABUPATEN BOGOR . DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN LEUWILIANG. JUDUL JURNAL ASUPAN VITAMIN A. STATUS VITAMIN A.

. menganalisis hubungan tingkat kecukupan vitamin A dengan status vitamin A. serta menganalisis hubungan status gizi dengan status vitamin A. status gizi dan status vitamin A. TUJUAN • untuk mempelajari asupan vitamin A. • menganalisis hubungan tingkat kecukupan energi dan protein dengan status gizi. status vitamin A dan status gizi masyarakat di Kecamatan Leuwiliang. mengidentifikasi konsumsi pangan masyarakat. • untuk mengidentifikasi karakteristik anak dan keluarga. Kabupaten Bogor.

yaitu mengambil subjek dengan metode purpose sampling. • Sedangkan untuk jenis dan cara pengumpulan datanya yaitu dengan cara mengambil data primer dan data sekunder. . • Metode penelitian yang digunakan untuk jumlah dan cara pengambilan subjek. • Metode yang terakhir yaitu dalam pengolahan dan analisis data. METODE • Metode penelitian yang digunakan dalam kategori tempat dan waktu penelitian yaitu cross sectional study.

dan status vitamin A dengan status gizi (p>0. tingkat kecukupan vitamin A dengan status vitamin A. .05). HASIL • Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi dan protein dengan status gizi.

. KVA lebih banyak diderita oleh kalangan anak-anak. mengurangi daya tahan tubuh sehingga mudah terserang infeksi yang dapat menimbulkan kematian. Hal ini disebabkan karena mereka memiliki kebutuhan vitamin A yang tinggi akibat dari peningkatan pertumbuhan fisik dan asupan makanan yang rendah. ILMU BARU Masalah kekurangan vitamin A masih merupakan salah satu permasalahan gizi masyarakat di Indonesia. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan.

3. . KRITIK • Kelemahan: 1. Dapat menjamin bahwa sampel yang diambil benar-benar representative 3. Pengganti saat tidak dapat menggunakan teknik probability sampling. Digunakan untuk mengukur sampel dengan jumlah dibawah 20 2. • Kekuatan: 1. Memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi 2. Kurang menggambarkan konsumsi pangan subjek karena hanya mengandalkan daya seseorang. Peneliti harus memberikan judgement yang masuk akal dan relevan dengan penelitian.

hal itu sebaiknya tidak perlu dan cukup member satu kali spasi saja. agar tidak terlalu monoton berisi kata-kata penjelasan saja. Kemudian. yaitu pemberian garis setelah abstrak terlalu banyak spasi. dari segi estetika. hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki tulisan tersebut adalah memberikan konten menarik seperti diagram atau objek visual lainnya.• HAL YANG DILAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKI TULISAN TERSEBUT Menurut kelompok kami. menimbang gaya membaca sebagian besar orang adalah cepat bosan dan lelah sehingga apa yang dibaca sebelumnya akan mudah terlupakan karena tertimbun dengan proses analisis tulisan selanjutnya. .

VITAMIN D .

JUDUL JURNAL KADAR SERUM VITAMIN D (25[OH]D) PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK .

TUJUAN • untuk mengevaluasi kadar serum vitamin D pada pasien Dermatitis Atopik (DA) dimana terjadinya keradangan kulit kronis. . dan disertai rasa gatal yang disebabkan oleh gangguan fungsi sawar epidermal kulit dan sistem imun sehingga terjadi infeksi. berulang.

METODE • Metode penelitian yang digunakan dalam katagori tempat dan waktu penelitian yaitu cross sectional study. yaitu mengambil subjek dengan metode purpose sampling. Metode penelitian yang digunakan untuk jumlah dan cara pengambilan subjek. Sedangkan untuk jenis dan cara pengumpulan datanya yaitu dengan cara mengambil data primer dan data sekunder .

dan sereal masing-masing 8.5%). Berdasarkan anamnesis sebagian pasien DA memiliki riwayat alergi terhadap makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan. dan susu. telur (20. susu (23.9%). Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D pada pasien DA yang terbanyak berupa daging sapi (29. yaitu laki-laki sebanyak 16 orang (47. HASIL • Penelitian terdiri dari pasien DA sebanyak 34 subjek. . margarin.6%). telur.5%). sehingga banyak pasien DA yang menghindari makanan tersebut.8%.1%) dan perempuan 18 orang (52.

ILMU BARU Dapat mengetahui bahwa dermatitis atopik disebabkan oleh terganggunya sawar kulit. penurunan induksi cathelicidin. Vitamin D pada kulit epidermis sangat penting untuk pengembangan fungsi keratinosit normal. diferensiasi. Vitamin D dapat meningkatkan sel-sel T regulator yang berperan penting dalam pencegahan perkembangan DA dan mengontrol respons alergi. . serta meningkatnya kerentanan terhadap kolonisasi mikroba dan infeksi yang masing-masing kemungkinan dipengaruhi oleh vitamin D. pembentukan sawar epidermal yang utuh. serta meregulasi sel imun. terjadinya inflamasi. mengatur proliferasi keratinosit.

namun prevalensi. 2. namun dapat mewakili sampel 3. Karena kurang atau terbatasnya jumlah kasus yang diteliti. 3. Bersifat single-blind yang mana objek yang diteliti tidak mengetahui penelitian tersebut. Kasus yang ada tidak bisa dikatakan dapat mewakili semua populasi. KRITIK • Kelemahan: 1. • Kekuatan: 1. Tidak menghitung insiden. 2. sehingga tidak mencapai target yang telah ditentukan. . peneliti tidak bisa melakukan analisa lebih lanjut. Tidak mewakili populasi. karna kurang atau terbatasnya jumlah kasus yang diteliti. 4. Tidak bisa mengetahui secara pasti mana yang terjadi terlebih dahulu antara DA dan defisiensi vitamin D. Menghemat tenaga dan waktu karena penelitian hanya bersifat observasional saja.

• HAL YANG DILAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKI TULISAN TERSEBUT Menurut kelompok kami. gaya penulisan sudah baik. namun alangkah baik apabila diberi sedikit penjelasan yang to the point setelah tabel agar pembaca lebih memahami isi tabel tersebut. Kemudian. pada bagian penutup sebaiknya diberi sebuah simpulan serta kata “kepustakaan” sebaiknya ditulis dengan “daftar pustaka” .

VITAMIN E .

JUDUL JURNAL PENGARUH SUPLEMENTASI VITAMIN E (A- TOKOFEROL) TERHADAP KADAR GAMMA GLUTAMIL TRANSFERASE (GGT) DAN KADAR NITRIC OXIDE (NO) PADA TIKUS (STUDI PADA TIKUS RATTUS NOVERGICUS STRAIN WISTAR JANTAN TERAPAR INHALASI UAP BENZENE) .

. TUJUAN • membuat pembuktian antara pengaruh suplementasi vitamin E terhadap kadar gamma glutamil transferase (ggt) dan kadar nitric oxide (no) pada tikus jantan yang telah terpapar oleh uap benzena.

lalu di lanjutkan dengan post hoc LSD agar dapat mengetahui perbedaan yang signifikan antar setiap kelompok yang ada. Data yang tidak berdistribusi normal dilakukan uji non parametrik Kruskal-Wallis dan dilanjutkan uji Mann-Whitney. METODE Pengolahan dan Analisis data yang di lakukan dengan cara uji one way anova untuk melihat perbedaan antar kelompok. .

Benzena yang digunakan pada penelitian ini adalah benzena produksi dari smart lab Indonesia sebanyak 4 liter dengan Vit E yang digunakan adalah Natur E 100 IU kapsul yang di larutkan pada 0.25 gram MCT dengan volume 2 ml/200 gram BB tikus. . HASIL • Hasil dari penelitian ini tidak ada tikus yang mati pada saat penelitian berlangsung.

(29) Selain itu vitamin E diduga memiliki efek protektif terhadap glutathion. ILMU BARU • Suplementasi vitamin E dalam penelitian ini kemungkinan berperan dalam menghambat dan mengurangi pembentukan radikal bebas dengan menyumbangkan hidrogen dari gugus hidroksil (OH-) ke radikal bebas sehingga membuat mereka menjadi tidak aktif. . Vitamin E juga mengurangi besi labil sebagai penyebab kerusakan oksidatif.

Disebabkan oleh kondisi penelitian eksperimental yang sangat terkontrol (buatan). Jadi ketika penelitian telah selesai bisa saja keadaannya akan berubah lagi. • Kekuatan : Kemampuan untuk membuktikan ada tidaknya hubungan sebab-akibat yang dihasilkan pada penelitian pengaruh suplementasi vitamin E pada kadar GGT dan NO lebih kuat atau bahkan paling kuat dibandingkan penelitian non-eksperimental . KRITIK • Kelemahan : Penelitian ini sulit untuk digeneralisasikan dalam kehidupan sehari-hari. sehingga situasinya tidak seperti dalam kehidupan sehari-hari (artificiality of experiments).

Memperkecil jumlah paragraf yang ada. . 2.• HAL YANG DILAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKI TULISAN TERSEBUT 1. 4. Pada akhir penulisan seharusnya ada penghubung kalimat pada bagian Simpulan dan Saran. Mengubah bahasa yang terlalu ilmiah menjadi bahasa yang cukup bisa dipahami oleh masyarakat umum. agar tulisan antar satu sama lain masih terlihat saling berkaitan. Memperjelaskan kembali kata-kata yang sekiranya tidak mudah untuk di mengerti karena ketika terdapat kata yang sulit di mengerti kita harus mencari ulang apa yang dimaksud dari tulisan tersebut. 3.

TERIMAKASIH .