You are on page 1of 20

REFRAT

HIPERTIROID
PEMBIMBING: Dr. H. Lili K. Djoewaeny,
Sp.B
NAMA: ANUGRAH DWI RISKI
NIM: 2013730011
STASE ILMU BEDAH
KEPANITERAAN KLINIK RSUD CIANJUR
2018

Anatomi
 Kelenjar tiroid terletak di leher,
yaitu antara fasia koli media
dan fasia prevertebralis.
 Arteri karotis komunis, vena
jugularis interna dan nervus
vagus terletak bersama dalam
suatu sarung tertutup di latero
dorsal tiroid.
 Nervus rekurens terletak di
dorsal tiroid sebelum masuk
laring. Nervus frenikus dan
trunkus simpatikus tidak
masuk ke dalam ruang antara
fasia media dan prevertebralis

Thyroidea Superior cabang pertama a. Brachiocephalica sinistra  V. Thyroidea Inferior. Thyroidea inferior.  Venae  V. Facialis / V. Oesophagealis. Neurovaskuler dari kelenjar tiroid terdiri dari:  Arteriae  A. Anonyma /arcus aortae dan aa. ebrakhir pada V. Carotis eksterna  A. Trachealis/ r. berakhir pada V. cabang truncus thyrocervivalis  Kadang-kadang di jumpai a thyroidea ima a. Thyroidea media. superior. Thyroidea. Jugularis interna . Thyroidea accesoria cabang r. Thyroidea mediana dan inferior untuk berakhir pada V. Jugulasirs interna  V. berakhir pada V. Thyroidea quartana (kocher) keluar diantara V. Jugularis intern  V.

Laryngeus externus dan N. vasosecresi. Nervi  Lymphe  Postganglioner symphatis  Lymphe dicurahkan ke Inn. berjalan dalam N. . Innervasi bersifat Pretrachealis. sebagian inn. Laryngeus Reccurens. dari ganglion cervicale Coli Profunda ( group medianus dan sebagian anterosuperior dan dari ganglion cervicale posteroinferior ) dan superius dan inferius. Innervasi bersifat secremotorik.   Preganglioner parasymphatis.

Fisiologi Hormon Tiroid .Fisiologi Gambar 1.

dengan mekanisme umpan-balik negatif. adalah regulator fisiologis terpenting bagi sekresi hormon tiroid. Sebaliknya. Hormon tiroid.  Tanpa adanya TSH. . sementara thyrotropin- releasing hormone (TRH) dari hipothalamus secara tropik “menghidupkan” sekresi TSH oleh hipofisisanterior. hormon tropik tiroid dari hipofisis anteroir. Hampir semua langkah dalam pembentukan dan pengeluaran hormon tiroid dirangsang oleh TSH. Thyroid-stimulating hormone (TSH). tiroid mengalami atrofi (ukurannya mengecil) dan sekresi hormonnya berkurang. kelenjar ini mengalami hipertrofi (peningkatan ukuran setiap sel folikel) dan hiperplasia (peningkatan jumlah sel folikel) sebagai respon terhadap stimulasi TSH yang berlebihan. “mematikan” sekresi TSH.

yang mengarah ke kondisi tirotoksikosis . Definisi Hipertiroid  Hipertiroidisme merupakan keadaan yang disebabkan kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid berlebihan  Hipertiroidisme adalah suatu gangguan yang melibatkan sintesis dan sekresi hormon tiroid yang berlebihan oleh kelenjar tiroid.

Patofisiologi Gambar 2. Umpan Balik Axis Hypothalamic-Pituitary- Thyroid .

terutama T4 dan pada tingkat yang lebih rendah T3. peningkatan kadar hormon-hormon ini bekerja di hipotalamus untuk mengurangi sekresi TRH dan dengan demikian Sintesis TSH. Pada gilirannya. . patofisiologi  Kecenderungan seseorang untuk mengalami penyakit Graves’ merupakan gabungan pengaruh genetik dan lingkungan  Pengikatan TSH pada reseptor kelenjar Tiroid menyebabkan pelepasan hormon tiroid.

Gangguan mekanisme homeostatik normal dapat terjadi pada tingkat kelenjar pituitari. atau di perifer . kelnjar tiroid. Setiap proses yang menyebabkan peningkatan sirkulasi perifer dari hormon dari hormon tiroid yang tidak terikat dapat menyebabkan Tirotoksikosis.

Etiologi Tipe Penyakit Penyakit Graves Biasa Nodul Tiroid Toksis : multinodular dan mononodular toksis Tiroiditis : de Quervain’s dan Silent Hipertiroidisme neonatal Hipertiroidisme faktisius Tidak Biasa Sekresi TSH yang tidak tepat oleh hipofisis : tumor. non tumor (sindrom resistensi hormone tiroid) Yodium Eksogen Jarang Metastase kanker tiroid Koriokarsinoma dan mola Hidatidosa Struma Ovarii Karsinoma Testicular Embrional Pilyostotic Fibrous Dysplasia (Sindrom Mc-Cune –Albright) .

Polidipsia Reproduksi gangguan siklus menstruasi. kelemahan otot proksimal. Iritabel Mata Mata berair. Manifestasi Klinis Sistem Organ Gejala Umum Mudah lelah. pandangan ganda. perubahan volume menstruasi. sering buang air besar Renal Poliuria. edema nyeri dada Respiratorik sesak napas Gastrointestinal Peningkatan motilitas usus. sesak saat aktivitas. riwayat fraktur. lemah Neuropsikiatrik Gelisah. fotofobia. impotensi. sensasi benda asing. mata menonjol. penurunan berat bada. Insomnia. gangguan penglihatan Kardiovaskular Berdebar-debar. kontrol gula pada pasien diabetes Metabolik memburuk . kadang tejadi paralisis periodik Skeletal Nyeri punggung. ginekomastia Neuromuskular Tremor. nafsu makan tetap atau meningkat. nyeri. mudah lelah. mudah lelah Hematologi mudah memar Tidak Tahan panas.

ekg dan radiologi . Pemeriksaan penunjang : laboratorium. Pemeriksaan fisik :  Retraksi kelopak mata  Eksoftalmus  Takikardi  Fibrilasi atrial  Ginekomastia  Tremor  Kulit yang hangat dan lembab  Kelemahan otot dan myopati psoksimal Pemeriksaan Neurologi dan pemeriksan kelenjar tiroid 3. Anamnesis : ditanyakan gejala-gejala tirotoksikosis 2. Diagnosis 1.

.

.

yodium chGH secreting tumor viral) Tirotoksikosis faktisia (keadaan adenoma toksik TSH-secreting tumor hormon tiroid berlebih) struma ovarii (ektopik) Gondok multinodular toksik Penyakit Graves .G5a Resistensi hormon tiroid Destruksi kelenjar: I-131. Diagnosis Banding Tirotoksikosis Tanpa Hipertiroidisme Primer Hipertiroidisme Sekunder Hipertiroidisme Silent Thyroiditis Mutasi TSH-r1. obat: litium. adenoma. infark. karsinoma tiroid yang berfungsi (trimester pertama) radiasi Tiroiditis Subakut (De Quervain. Tirotoksikosis gestasional amiodaron.

Tiamazol. dan Karbimazol ) metimazol dan tiamazol diberikan dosis awal 20-40 mg/ hari  Terapi radioterapi . Tatalaksana  Operative  Non operatif  Medikametosa : Tionamid (propiltiourasil/ PTU) dosis 300-600 mg/ hari Imidazol (metimazol.

. Komplikasi  Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik (thyroid storm). termasuk fibrilasi atrium dan kelainan ventrikel akan sulit terkontrol.  Hipertiroid yang menyebabkan komplikasi terhadap jantung.

krisis tiroid. Prognosis  apabila tidak di tatalaksana dengan optimal maka menyebabkan berbagai komplikasi : penyakit jantung tiroid. dan eksoftalmus maligna. aritmia. .

Terimakasih .