You are on page 1of 16

ABSES PARU

Disusun Oleh:
MOHAMAD EGATAMA
1102013175
ABSES PARU

 Abses paru adalah suatu kavitas dalam jaringan paru yang


berisi material purulen berisikan sel radang akibat proses
nekrotik parenkim paru oleh proses infeksi. Bila diameter
kavitas < 2 cm dan jumlahnya banyak (multiple small
abses) dinamakan “necrotising pneumonia”.
ABSES PARU

 Kebanyakan abses paru muncul sebagai


komplikasi dari pneumonia aspirasi
akibat bakteri anaerob di mulut.
Penderita abses paru biasanya memiliki
masalah periodontal (jaringan di sekitar
gigi). Sejumlah bakteri yang berasal dari
celah gusi sampai ke saluran pernafasan
bawah dan menimbulkan infeksi.
 Jika bakteri tersebut tidak dapat
dimusnahkan oleh mekanisme
pertahanan tubuh, maka akan terjadi
pneumonia aspirasi dan dalam waktu 7-
14 hari kemudian berkembang menjadi
nekrosis (kematian jaringan), yang
berakhir dengan pembentukan abses.
ETIOLOGI

 Pendapat dari Prof. dr. Hood Alsagaff (2006)


tentang penyebab abses paru sesuai dengan
urutan frekuensi adalah:
1. Infeksi yang timbul dari saluran nafas (aspirasi)
2. Sebagai penyulit dari beberapa tipe pneumonia
tertentu
3. Perluasan abses subdiafragmatika
4. Berasal dari luka traumatik paru
5. Infark paru yang terinfeksi
Bakteri penyebab abses paru

 Pada 89% kasus, penyebabnya adalah


bakteri anaerob. Yang paling sering
adalah Peptostreptococcus, Bacteroides,
Fusobacterium dan Microaerophilic
streptococcus.
Non-bakteri penyebab abses paru

 Penyebab non-bakteri juga bisa


menyebabkan abses paru, diantaranya:
 Parasit (Paragonimus, Entamoeba)
 Jamur (Aspergillus, Cryptococcus,
Histoplasma, Blastomyces,
Coccidioides)
 Mycobacteria
Patofisiologi

 Merupakan proses lanjut pneumonia inhalasi


bakteria pada penderita dengan faktor predisposisi.
Bakteri mengadakan multiplikasi dan merusak
parenkim paru dengan proses nekrosis. Bila
berhubungan dengan bronkus, maka
terbentuklah air fluid level bakteria masuk
kedalam parenkim paru selain inhalasi bisa juga
dengan penyebaran hematogen (septik emboli)
atau dengan perluasan langsung dari proses abses
ditempat lain misal abses hepar.
Patofisiologi

 Obstruksi bronkus dapat menyebabkan


pneumonia berlajut sampai proses abses
paru. Hal ini sering terjadi pada obstruksi
karena kanker bronkogenik. Gejala yang
sama juga terlihat pada aspirasi benda asing
yang belum keluar. Kadang-kadang
dijumpai juga pada obstruksi karena
pembesaran kelenjar limphe peribronkial.
diagnosis abses paru

 Pada foto thorak terdapat kavitas dengan dinding


tebal dengan tanda-tanda konsolidasi
disekelilingnya. Kavitas ini bisa multipel atau
tunggal dengan ukuran 2 – 20 cm.
 Gambaran ini lebih sering dijumpai pada paru
kanan dari pada paru kiri. Bila terdapat
hubungan dengan bronkus maka tampak
sebagai rongga dengan bentuk yang tidak
beraturan dan di dalamnya tampak perbatasan
udara dan cairan (Air fluid level). Tetapi bila
tidak ada hubungan maka hanya dijumpai
tanda-tanda konsolidasi.
 Abses paru akibat aspirasi paling sering menyerang
segmen posterior paru lobus atas atau segmen
superior paru lobus bawah. Ketebalan dinding
abses paru bervariasi, bisa tipis ataupun tebal,
batasnya bisa jelas maupun samar-samar.
Dindingnya mungkin licin atau kasar. Gambaran
yang lebih jelas bisa terlihat pada CT scan.
Foto Thorax Posisi Lateral, tampak adanya cavitas
dengan air-fluid level yang merupakan
karakteristik dari abses paru. (1)
(A) Abses paru yang besar dengan air-fluid
level di bagian distal pada suatu karsinoma hilus. Lobus kanan
atas kolaps disertai dengan emfisema sebagai kompensasi.
(B) Tampak penebalan pada fissura obliq yang bersebelahan
dengan abses (panah). (2)
Abses setelah pneumonia.Penderita ini dengan pneumonia
akut pada segmen posterior lobus kanan atas, terbentuk area
translusen di bagian sentral (terlihat jelas pada foto lateral).
Tampak gambaran abses dengan dinding tebal yang
irreguler dan air-fluid level. (3)
TERIMA KASIH