You are on page 1of 30

Wanita umur 16 tahun, datang ke puskesmas diantar oleh teman lelakinya

dengan perdarahan segar dan banyak lewat jalan lahir sejak 1 hari yang lalu.
Menurut temannya, wanita tersebut merupakan kekasihnya yang sedang
mengandung, mereka telah berhubungan dekat sejak kelas 2 SMP. Dalam
pandangan islam, hubungan suami istri diluar pernikahan dan menggugurkan
kandungan tidak dibenarkan.
Sebelumnya pasien pergi ke dukun untuk menggugurkan kandungan, diajak
oleh tetangganya yang pernah menggugurkan kandungan karena anaknya yang
sudah terlalu banyak dan masih kecil-kecil, pasien juga ada riwayat minum obat
peluruh haid atau obat penggugur kandungan, namun sayang keadaan pasien
sudah tidak dapat ditolong lagi saat tiba di puskesmas.
Dokter puskesmas mengatakan pasien memiliki risiko tinggi kehamilan (4
(empat) terlalu ) dan terlambat dibawa ke puskesmas (3 (tiga) terlambat). Kondisi
seperti ini ikut berkontribusi terhadap tingginya AKI (Angka Kematian Ibu)/IMR
(Infant Mortatlity Rate) akibat kehamilan dan persalinan di Indonesia. Berdasarkan
data SDKI 2012, AKI Indonesia 359/100.000 kelahiran hidup. Dengan kejadian
tersebut, kemudian puskesmas melakukan pencatatan untu audit kematian
maternal perinatal terhadap pasien tersebut.
Kata Sulit
1. Risiko Kehamilan Tinggi : Suatu kondisi kehamilan yang bisa
mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin
2. AKI : Kematian perempuan saat hamil atau kematian selama
kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan
3. Audit kematian maternal perinatal : Kegiatan untuk menulusuri
sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan maksud
mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang
Pertanyaan
1. Apa saja risiko tinggi kehamilan ?
2. Apa penyebab risiko tinggi kehamilann ?
3. Kenapa data tersebut harus dicatat di audit kematian maternal perinatal ?
4. Apa saja tugas pokok dokter puskesmas ?
5. Apa yang harus dilakukan pada pasien dengan risiko tinggi kehamilan ?
6. Apa hukum islam mengenai hubungan suami istri diluar pernikahan ?
7. Apa saja yang menyebabkan pasien tidak tertolong lagi ?
8. Apa hubungan minum obat peluruh haid dan pergi ke dukun dengan risiko
kehamilan pasien ?
9. Bagaimana peran dokter untuk mengurangi atau menanggulangi AKI dan IMR ?
10. Apa hukum menggugurkan kandungan ?
11. Apa indikasi abortus ?
Jawaban
• 1. 3 terlambat : terlambat mengambil keputusan, terlambat datanv ke
fasilitas kesehatan, terlambat mendapat pertolongan. 4 terlalu : terlalu
muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, terlalu rapat jarak melahirkan.
• 2. Penyakit ibu yang mendasari, gaya hidup, genetik, usia dibawah 18
tahun dan diatas 35 tahun, ekonomi, latar belakang pendidikan dan
status gizi
• 3. Agar dapat dilakukan perbaikan dan evaluasi
• 4. Pelayanan kesehatan primer
• 5. Antental care, konsumsi makanan yang bergizi, pola hidup sehat,
menghindari stres dan akitfitas berat, modifikasi gaya hidup.
6. Haram, karena masuk dalam 10 dosa besar (zina)
7. Perdarahan hebat, terlambat datang, terlambat pertolongan, dan terlalu
muda.
8. Umur yang masih terlalu muda menyebabkan perdarahan akibat dari
hormon yang belum stabil dan dukun yang menggunakan pemijatan pada
rahim yang dapat merusak rahim.
9. Edukasi, penyuluhan, medical check up, pemerikasaan antenatal
10. Jika umur kurang dari 120 hari, beberapa mazhab membolehkan namun jika
sudah melebihi 120 hari seperti membunuh nyawa.
11. Jika membahayakan nyawa
Hipotesis
Penyakit ibu yang mendasari, gaya hidup, genetik, usia, status
gizi, 3 terlambat dan 4 terlalu memiliki risiko tinggi kehamilan
yang dapat menyebabkan meningkatkan angka kematian ibu
(AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Hal ini dapat dicegah
dengan peran dokter sebagai pemberi pelayanan primer serta
melakukan pemeriksaan antenatal, konsumsi makanan yang
bergizi, menghindari stres dan aktifitas berat.
Sasbel
1. Memahami dan Menjelaskan Perilaku Berisiko dan Kesehatan
Reproduksi pada Remaja
2. Memahami dan Menjelaskan Risiko Tinggi Kehamilan
3. Memahami dan Menjelaskan Angka Kematian Ibu dan Angka
Kematian Bayi
4. Memahami dan Menjelaskan Audit Maternal Perinatal
5. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam mengenai Aborsi
6. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam mengenai Risiko
Kehamilan Dini dalam Pernikahan dan Diluar Pernikahan
Memahami dan Menjelaskan Perilaku Berisiko dan
Kesehatan Reproduksi pada Remaja
Definisi Remaja
• adolescence/remaja berasal dari kata latin adolescere (kata
bendanya, adolescentia yang berarti remaja) berarti “tumbuh” atau
“tumbuh menjadi dewasa”.
• Menurut Stanley Hall. Masa dimana dianggap sebagai masa topan
badai dan stress (Storm and Stress). Karena mereka telah memiliki
keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri, kalau terarah
dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang
memiliki rasa tanggung jawab, tetapi kalau tidak terbimbing maka
bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik.
Menurut Stanley Hall usia remaja antara 12 sampai usia 23 tahun.
• Erikson masa remaja adalah masa yang akan melalui krisis dimana remaja
berusaha untuk mencari identitas diri (Search for self - Identity).
• WHO : masa remaja merupakan periode perkembangan antara pubertas,
perlihan biologis masa anak-anak dan masa dewasa, yaitu antara umur 10-
20 tahun.
• Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak – kanak dan
masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual yaitu
antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa
dewasa muda (Soetjiningsih).
• Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat
penting, yaitu diawali dengan matangnya organ – organ fisik (seksual)
sehingga mampu bereproduksi (Syamsu Yusuf).
• Masa remaja adalah masa peralihan dari anak – anak menuju dewasa yang
mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik (Hurlock,
Elizabeth B).
Tahapan Perkembangan Remaja
• Masa remaja awal/dini (early adolescence) : umur 11 – 13 tahun ingin
bebas, lebih dekat dengan teman sebaya, mulai berfikir abstra dan
lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya.
• Masa remaja pertengahan (middle adolescence) : umur 14 – 16
tahun. mencari identitas diri, timbul keinginan untuk berkencan,
berkhayal tentang seksual, mempunyai rasa cinta yang mendalam.
• Masa remaja lanjut (late adolescence) : umur 17 – 20 tahun. mampu
berfikir abstrak, lebih selektif dalam mencari teman sebaya,
mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta,
pengungkapan kebebasan diri.
Perkembangan Biologis Remaja
• Perubahan hormonal ditandai dengan cepatnya pertumbuhan fisik
- laki-laki: perkembangan dada yang semakin bidang dan tubuh
yang semakin berotot
- Perempuan: pinggulnya membesar dan munculnya lemak
• Perempuan dua tahun lebih cepat dibandingkan dengan anak laki laki
(Berk, 1998)
Perkembangan Psikologis Remaja
• Perkembangan identitas diri. bagaimana remaja mendeskripsi diri
secara terorganisir, merupakan ekspansi dari rasa harga diri
• Mulai meninggalkan masa kecil yang tenang menuju masa dewasa
yang penuh persoalan
• Belajar untuk membuat keputusan sendiri dan sering bertentangan
dengan orang tua
• Biasanya gampang tersinggung dan sulit dimengerti
• Mulai ada privasi dan menjalin hubungan dengan lawan jenis, dsb
Perkembangan Sosial Remaja:
• Pengaruh teman sebaya sangat kuat
• Terbentuknya pengelompokan sosial (nge-gank, dsb)
Pengertian Perilaku Berisiko
Perilaku yang dapat membahayakan aspek-aspek psikososial
sehingga remaja sulit berhasil dalam melalui masa
perkembangannya. Perilaku berisiko dilakukan remaja dengan
tujuan tertentu yaitu untuk dapat memenuhi perkembangan
psikologisnya. Contoh : Merokok, penggunaan narkoba agar
diterima teman sebayanya, bukti kemandirian dari orang tua.
Akibat Perilaku Berisiko
Berisiko terhadap kesehatan:
• Merokok, minum alkohol, narkoba, tawuran

Berisiko terhadap masa depan:


• putus sekolah, kehamilan
• konsep diri yang tidak adekuat.

Berisiko terhadap lingkungan sosialnya:


• bermasalah dengan hukum
• Pengangguran
Perilaku Kesehatan
1. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit : bagaimana
manusia berespons, baik secara pasif maupun aktif (tindakan) yang
dilakukan sehubungan dengan penyakit dan sakit tersebut.
2. Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan : respons seseorang
terhadap system pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan
kesehatan modern maupun tradisional
3. Perilaku terhadap makanan : respons seseorang terhadap makanan
sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan.
4. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan : respons seseorang
terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia
Memahami dan Menjelaskan Risiko Tinggi
Kehamilan
Resiko Tinggi Kehamilan
• Faktor : anemia pada ibu hamil, pernah gagal kehamilan (keguguran),
kehamilan kembar, kehamilan dengan kelainan letak, pendarahan,
dan penyakit pada ibu hamil (malaria, TB Paru, penyakit jantung, DM,
infeksi menular seksual pada kehamilan, eklampsia, pre eklampsia).
 menimbulkan komplikasi dan mengancam nyawa
• Bahaya : Bayi lahir belum cukup bulan, bayi lahir dengan BBLR,
keguguran (abortus), partus macet, perdarahan ante partum dan post
partum, IUFD, keracunan dalam kehamilan.
Faktor penyebab resiko tinggi kehamilan
• 3 faktor terlambat : • 4 faktor terlalu :
• Terlambat dalam mengambil • Terlalu muda saat melahirkan (<
keputusan 20 tahun)
• Terlambat sampai ke tempat • Terlalu tua saat melahirkan (> 35
rujukan tahun)
• Terlambat dalam mendapat • Terlalu banyak anak (> 4 anak)
pelayanan di fasilitas kesehatan • Terlalu dekat jarak melahirkan (<
2 tahun)
Cara Mencegah Resiko Tinggi Kehamilan
• Sering memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur, minimal 4x
• Imunisasi TT
• Makan makanan yang bergizi dan asupan gizi seimbang
• Hindari berdekatan dengan penderita penyakit menular, Asap rokok dan
jangan merokok, Makanan dan minuman beralkohol, Pekerjaan berat,
Penggunaan obat-obatan tanpa petunjuk dokter/bidan, Pemijatan/urut
perut,
• Mengenal tanda-tanda kehamilan dengan risiko tinggi
• Segera periksa bila ditemukan tanda-tanda kehamilan dengan risiko tinggi.
Standar 10T Pelayanan Antenatal Care
1. Timbang berat badan dan ukur 6. Skrining status imunisasi Tetanus
tinggi badan dan berikan imunisasi Tetanus
2. Pemeriksaan tekanan darah Toksoid (TT) bila diperlukan.
3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan 7. Pemberian Tablet zat besi minimal
atas 90 tablet selama kehamilan
4. Pemeriksaan puncak rahim (tinggi 8. Test laboratorium (rutin dan
fundus uteri) khusus)
5. Tentukan presentasi janin dan 9. Tatalaksana kasus
denyut jantung janin (DJJ) 10. Temu wicara (konseling), termasuk
Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K) serta
KB paska persalinan
Memahami dan Menjelaskan Angka
Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi
Angka Kematian Bayi
• Definisi : kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai
bayi belum berusia tepat satu tahun.
• Fungsi : program-program untuk mengurangi angka yang tinggi,
mengembangkan program imunisasi, program-program pencegahan
penyakit menular, program penerangan tentang gizi dan pemberian
makanan sehat
• Cara menghitung :
Angka Kematian Ibu
• Definisi : satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan
• Fungsi : pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi, t
• program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga
kesehatan, penyiapan sistim rujukan dalam penanganan komplikasi
kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga
• Cara menghitung :
• Klasifikasi : kematian langsung (akibat komplikasi kehamilan, persalinan,
atau masa nifas, dan segala intervensi atau penanganan yang tidak
tepat) dan tidak langsung (akibat dari penyakit yang sudah ada atau
penyakit yang timbul sewaktu kehamilan yang berpengaruh terhadap
kehamilan, misalnya malaria, anemia, HIV/AIDS, dan penyakit
kardiovaskular)
• Penyebab : perdarahan, infeksi, hipertensi dalam kehamilan, partus
macet, dan aborsi, Persalinan macet, Persalinan lama
• 3 komponen : kehamilan, komplikasi, atau kematian  dipengaruhi 5
determinan : status kesehatan, status reproduksi, akses terhadap
pelayanan kesehatan, perilaku kesehatan, dan faktor lain yang tidak
diketahui
AKI di Indonesia
• Cenderung menurun namun lambat : dari 450 (tahun 1986) menjadi
307 (tahun 2002-2003).
• Penyebab : perdarahan, eklampsia, komplikasi abortus, partus macet,
sepsis, anemia, penyakit infeksi, Defisiensi energi kronis.
• Hal yang mempengaruhi : Status sosioekonomi keluarga, pendidikan,
budaya, akses terhadap faskes dan transportasi yang digunakan.
• Dampak : anak yang ditinggalkan lebih rentan terhadap penyakit dan
gizi kurang, 'terhilang' secara statistik dalam angkatan generasi
produktif  kerugian finansial bagi lingkungan sekitar
Upaya menurunkan angka AKI di Indonesia
• Penyediaan sistem pelayanan kesehatan untuk daerah terpencil,
tertinggal, perbatasan di 12 provinsi, 33 kabupaten, 101 puskesmas.
• Peningkatan pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat.
• Perencanaan terpadu Lintas Program dan Lintas Sektor
• Pelayanan persalinan oleh Tenaga Kesehatan Terampil