You are on page 1of 56

ESTI SUNTARI, SH, M.

Pd
PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
 Interaksi sosial adalah proses saling mempengaruhi
dalam hubungan timbal balik antara individu dengan
individu,individu dengan suatu kelompok, suatu kelompok
dengan kelompok lain.

 Interaksi berasal dari kata Action yang berarti


tindakan, Inter artinya berbalas-balasan.

 Sumber-sumber proses sosial adalah beberapa faktor


yang menyebabkan terjadinya proses sosial dalam
kehidupan bermsyarakat itu sendiri.

 Interaksi sosial dapat disebut juga proses orang-orang


yang berkomunikasi, saling mempengaruhi dalam pikiran
dan tindakan. Interaksi dapat terjadi karena danya kontak
sosial dan komunikasi.
Jadi, Interaksi sosial adalah proses di mana
orang-orang yang menjalin kontak dan
berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi
dalam pikiran dan tindakan. Interaksi sosial terjadi
antara individu dengan individu, antara individu
dengan kelompok, dan antara kelompok dengan
kelompok. Yang terpenting dalam interaksi sosial
adalah pengaruh timbal balik.
Interaksi sosial tidak mungkin terjadi apabila
tidak memenuhi syarat yaitu kontak dan
komunikasi.
Dalam sosiologi berkembang cabang kekhususan diri
pada kehidupan sehari-hari (the sociology of everyday
life situations)
1. Down to earth (praktis, 2. Sociology of the familiar
realistis)→Henslin (1981) (Birenbaum dan Sagarin , 1973)
 Dokter dan juru rawat  Perilaku para pejalan

 Supir taksi dan


kaki tatkala
berpapasan
penumpang taksi
 Interaksi antara
 Penodong dan
korbannya penumpang kereta api
 Interaksi antara
 Petugas penjara dan
para tahanan pelayan restoran, juru
masak, dan para
pelanggan restoran
7/1/2018 Template copyright 2005 www.brainybetty.com 4
The sociology of everyday life (Henslin
dalam Douglas, 1973)

 Interaksi antara dokter ahli kandungan, pasien, dan


juru rawat di kamar praktik dokter
 Interaksi antara penata rambut di salon kecantikan
dengan sesama penata rambut dan dengan para
pelanggan salon
 Interaksi antara laki-laki homoseks dengan sesama
laki-laki homoseks dan dengan orang lain

7/1/2018 Template copyright 2005 www.brainybetty.com 5


Interaksionisme Simbolik
• pada penggunaan simbol-simbol dalam interaksi. Sasaran
pendekatan ini ialah interaksi sosial , kata simbolik mengacu
pada penggunaan simbol-simbol dalam interaksi.

• Simbol (Leslie White ):


• “a thing the value or meaning of which is bestowed upon by
thosewho use it” (sesuatu nilai yang maknanya diberikan
kepadanya oleh mereka yang mempergunakannya.
• Warna Merah Warna Putih
- Berani • Suci
- Komunis (kaum • Berkabung (orang
Tionghoa)
merah)
• Menyerah
- Tempat pelacuran
(daerah lampu merah)
DEFINISI SITUASI

 Definisi situasi yang dibuat secara spontan oleh


individu
 Definisi situasi yang dibuat oleh masyarakat
(keluarga, teman, komunitas)

“when men define situations as real, they are real in


their consequences” (W. I. Thomas, 1968)
ETHNOMETHODOLOGY

 Ethnomethodology is the study of the way people


make sense of their everyday surroundings.
 Ethnomethodology explores the process of making
sense of social encounters.
ATURAN YANG MENGATUR INTERAKSI

 Ruang

 Waktu

 Gerak dan sikap tubuh


Proxemics (Hall, 1982)

Dalam situasi sosial orang cenderung menggunakan empat macam


jarak:

1. Jarak intim (intimate distance)

Berkisar antara 0-18 inci (0-45 cm)

2. Jarak pribadi (personal distance)

Berkisar antara 18 inci-4 kaki (45 cm-1,22 m)

3. Jarak sosial (social distance)

Berkisar antara 4-12 kaki (1,22 m-3,66 m)

4. Jarak publik (public distance)

Diatas 12 kaki (3,66 m)


Jarak?
KOMUNIKASI NONVERBAL

 Komunikasi nonverbal (nonverbal communication) adalah


bahasa tubuh (body language), (Hall dan Hall, 1971)

• Memicingkan mata • Mengacungkan tinju


• Menjulurkan lidah • Mengacungkan ibu jari
• Mengangkat bahu • Mengerutkan dahi
• Membungkukkan badan • Menganggukkan kepala

“Dalam interaksi kita tidak hanya memperhatikan apa yang


dikatakan orang lain tetapi juga apa yang dilakukannya”
INTERAKSI DAN INFORMASI

 Warna kulit

 Usia

 Jenis kelamin

 Penampilan fisik

 Bentuk tubuh

 Pakaian

 Wacana
DRAMATURGI
 Erving Goffman - Dibandingkan
 Erving Goffman - Compares human
interaksi manusia dengan peran
interaction to the role of actors in a
aktor di teater. (Shakespeare)
theater. (Shakespeare)
 Manajemen kesan - ... mengacu
 Impression Management - ...refers to
pada upaya untuk menampilkan
the attempt to present ourselves to
diri kepada orang lain sehingga
others so they will see us as we wish
mereka akan melihat kita seperti
to be seen.
yang kita inginkan untuk dilihat.
 Goal of Impression Management –
 Tujuan dari Manajemen
 Backstage/Frontstage Behavior - Impression -

 Nonverbal Communication - ...is  Backstage / Front Tahap Perilaku -


communication transmitted in symbols
 Komunikasi nonverbal - ...
other than language.
komunikasi ditransmisikan dalam
simbol-simbol selain bahasa
7/1/2018 Template copyright 2005 www.brainybetty.com 15
• Dramaturgical Analysis - the study of social
interaction in terms of theatrical performance.
• Dramaturgical analysis offers a fresh look at the
concepts of status and role. A status is like a part in a
play, and a role serves as a script, supplying dialogue
and action for the characters.
• Dramaturgi Analisis - studi tentang interaksi sosial
dalam hal kinerja teater.
• Analisis dramaturgi menawarkan segar melihat
konsep status dan peran. Status adalah seperti
bagian dalam bermain, dan peran berfungsi sebagai
naskah, menyediakan dialog dan aksi untuk karakter.
• Presentasi diri - sebuah individu upaya untuk
menciptakan kesan tertentu dalam pikiran orang lain.
• Seperti kita menampilkan diri dalam situasi sehari-
hari, kita menyampaikan informasi-sadar dan tidak
sadar-orang lain. Kinerja seseorang termasuk dress
(kostum), benda-benda terbawa (alat peraga), dan
nada suara dan gerak tubuh tertentu (cara). Selain
orang kerajinan kinerja mereka sesuai dengan
pengaturan (stage). Orang pengaturan desain seperti
rumah atau kantor untuk membawa reaksi yang
diinginkan.
• Komunikasi nonverbal - komunikasi menggunakan
gerakan tubuh, gerak tubuh, dan ekspresi wajah
daripada berbicara.
• Ruang pribadi - mengacu pada daerah sekitarnya di
mana seseorang membuat beberapa klaim untuk
privasi.
• Wanita lebih dari laki-laki mempertahankan kontak
mata.
• Menatap - ketika pria menatap wanita mereka
mengklaim dominasi seksual.
• Menyentuh menyampaikan keintiman dan peduli.
Terlepas dari hubungan dekat, menyentuh sesuatu
pria lakukan untuk wanita.
• Embarrassment is an ever-present danger because, first, all
performances typically contain some deception. And secondly,
most performances involve many elements that, in a
thoughtless moment, can share the intended impression.

• We have all helped someone “save face.” Such as using a mild


laughter or overlooking some slip up.

• Embarrassment provokes discomfort not only for the actor but


for everyone.

• Malu adalah bahaya yang selalu ada karena, pertama, semua


pertunjukan biasanya mengandung beberapa penipuan. Dan
kedua, sebagian besar pertunjukan melibatkan banyak unsur
yang, di saat-saat berpikir, bisa berbagi kesan dimaksudkan.
Kita semua membantu seseorang "menjaga harga diri." Seperti
menggunakan tawa ringan atau menghadap beberapa
tergelincir. Malu memprovokasi ketidaknyamanan tidak hanya
untuk aktor tetapi untuk semua orang.
INTERACTIONS IN EVERYDAY LIFE: TWO APPLICATIONS

• Language - is the thread that joins members of a society in


the symbolic web of culture.

• Language defines men and women in at least three ways;


power, value, and attention.

• Bahasa - adalah benang yang menghubungkan anggota


masyarakat dalam web simbolis budaya.

• Bahasa mendefinisikan pria dan wanita dalam setidaknya tiga


cara; kekuasaan, nilai, dan perhatian.
• Humor - is an important part of everyday life.

• Humor functions everywhere because it works as a safety valve


that vents potentially disruptive sentiments with little harm.

• Humor can be used as an escape from a conventional world


that is not totally to our liking.

• People throughout the world find different situation funny,


humor is an element of culture.
DARI BERJUMPA SAMPAI BERPISAH

Tahap yang mendekatkan (Mark L. Knapp, 1978):

• Memulai (initiating)

• Menjajaki (experimenting)

• Meningkatkan (intensifying)

• Menyatupadukan (intergrating)

• Mempertalikan (bonding)
Tahap perenggangan hubungan (Mark L. Knapp, 1978):

• Membeda-bedakan (differentiating)

• Membatasi (circumscribing)

• Memacetkan (stagnating)

• Menghindari (avoiding)

• Memutuskan (terminating)
BENTUK – BENTUK
INTERAKSI SOSIAL
1. Kimbal Young (1948) ==
a. Oposisi
b. Kerja Sama
c. Difrensiasi

2. Gillin (1951) == Proses Asosiatif dan


Disosiatif

3. Tamotsu S.(1986) == Akomodasi,


Ekspresi, Interaksi Strategis,
Pengembangan Perilaku Manusia
BENTUK – BENTUK
INTERAKSI SOSIAL
Gillin (1951)

ASOSIATIF DISOSIATIF
1. akomodasi, 1. persaingan,
2. asimilasi, 2. Pertentangan
3. akulturasi 3. pertikaian
PROSES SOSIAL
&

INTERAKSI SOSIAL

 Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang


dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-
kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem
serta bentuk-bentuk hubungan diantara mereka.
 Proses sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal-
balik antara berbagai segi kehidupan bersama
 Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan
sosial, karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin
ada kehidupan bersama.
Interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas
sosial.

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis


yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara
kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan
kelompok manusia.

Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam


masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan
antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.
MACAM INTERAKSI SOSIAL
a. Imitasi (peniruan)
Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-
nilai yang berlaku di masyarakat
b. Sugesti
sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan/sikap yang
berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain
c. Identifikasi
kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan
pihak lain.
d. Proses simpati
suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Faktor
utamanya perasaan utk memahami orang/pihak lain.
SYARAT INTERAKSI
SOSIAL
a. Adanya kontak sosial (social contact). Ada tiga bentuk:
- antar individu,
- individu dengan kelompok,
- antarkelompok.

b. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada


perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin
disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan
kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin
disampaikan oleh orang tersebut.
BENTUK-BENTUK INTERAKSI
SOSIAL

• kerja sama (cooperation),


• persaingan (competition), dan
• pertentangan atau pertikaian
(conflict).
SIFAT KERJASAMA
– Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation): Kerjasama
yang sertamerta
– Kerjasama Langsung (Directed Cooperation): Kerjasama
yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa
– Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation): Kerjasama
atas dasar tertentu
– Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation): Kerjasama
sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.
BENTUK KERJASAMA
• Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong
• Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran
barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih
• Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur
baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu
organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya
kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
• Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih
yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.
• Joint venture, yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek
tertentu
AKOMODASI
• Akomodasi dipergunakan dalam dua arti menunjuk pada
suatu keadaan dan menunjuk pada suatu proses.
• Akomodasi menunjuk pada keadaan: adanya suatu
keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan
atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan
norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku
dalam masyarakat.
• Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha-
usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu
usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.
TUJUAN AKOMODASI
• Mengurangi pertentangan antara orang atau
kelompok manusia sebagai akibat perbedaan
paham.
• Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk
sementara waktu atau secara temporer.
• Memungkinkan terjadinya kerjasama antara
kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat
faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan,
dan
• Mengusahakan peleburan antara kelompok
sosial yang terpisah.
BENTUK-BENTUK
AKOMODASI
• Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya
paksaan.
• Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling
mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang
ada.
• Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang
berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
• Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-
pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
• Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
• Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena
mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam
melakukan pertentangannya.
• Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
HASIL-HASIL AKOMODASI
• Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat
• Menekankan Oposisi
• Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda
• Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan
keadaan baru atau keadaan yang berubah
• Perubahan-perubahan dalam kedudukan
• Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi
ASIMILASI
• Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut.
• Tanda proses asimilasi adalah adanya usaha-usaha
mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-
perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga
meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak,
sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan
kepentingan dan tujuan bersama.
• Jadi, proses asimilasi adalah para pihak lebih saling mengenal
dan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah
untuk saling mendekati.
PROSES ASIMILASI TIMBUL, bila ada :

• Kelompok-kelompok manusia yang berbeda


kebudayaannya.
• orang-perorangan sebagai warga kelompok
tadi saling bergaul secara langsung dan
intensif untuk waktu yang lama, dan
• kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-
kelompok manusia tersebut masing-masing
berubah dan saling menyesuaikan diri.
SYARAT ASIMILATIF
– Interaksi sosial tersebut bersifat suatu
pendekatan terhadap pihak lain, dimana
pihak yang lain tadi juga berlaku sama.
– interaksi sosial tersebut tidak mengalami
halangan-halangan atau pembatasan-
pembatasan.
– Interaksi sosial tersebut bersifat langsung
dan primer.
– Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada
keseimbangan antara pola-pola tersebut.
FAKTOR-FAKTOR
MEMPERMUDAH ASIMILASI
– Toleransi.
– Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang
ekonomi.
– Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
– Sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam
masyarakat.
– Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
– Perkawinan campuran (amaigamation).
– Adanya musuh bersama dari luar.
FAKTOR UMUM PENGHALANG
ASIMILASI
• Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
• Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
• Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
• Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan/ kelompok tertentu lebih tinggi
daripada kebudayaan golongan/ kelompok lainnya.
• Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri
badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi.
• In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi.
• Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas
• Faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-
pertentangan pribadi
OPOSISI
• Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang
melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk
mencapai tujuan tertentu.
• Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai
perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence).
BENTUK PROSES DISOSIATIF

• Persaingan (Competition)
Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu
proses sosial dimana individu atau kelompok manusia
yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang
kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat
perhatian umum dengan cara menarik perhatian
publik/dengan mempertajam prasangka yang telah ada
tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan
PERSAINGAN MEMPUNYA DUA
TIPE UMUM
• Bersifat Pribadi; Individu, perorangan,
bersaing dalam memperoleh kedudukan
(rivalry)

• Bersifat Tidak Pribadi;


BENTUK-BENTUK
PERSAINGAN
• Persaingan ekonomi yaitu timbul karena terbatasnya persediaan
dibandingkan dengan jumlah konsumen
• Persaingan kebudayaan yaitu dapat menyangkut persaingan bidang
keagamaan, pendidikan, dan sebagainya.
• Persaingan kedudukan dan peranan yaitu di dalam diri seseorang
maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai
orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan
terpandang.
• Persaingan ras yaitu merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal
ini disebabkan karena ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur
kebudayaan lainnya.
FUNGSI PERSAINGAN
• Menyalurkan keinginan individu/ kelompok yang
bersifat kompetitif
• Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-
nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian,
tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.
• Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks
dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan
individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai
dengan kemampuannya.
• Sebagai alat menyaring para warga golongan karya
(fungsional).
FAKTOR PERSAINGAN
TERGANTUNG PADA:
• Kepribadian seseorang.
• Kemajuan yaitu Persaingan akan mendorong seseorang
untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk
pembangunan masyarakat.
• Solidaritas kelompok yaitu Persaingan yang jujur akan
menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan
diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai
keserasian.
• Disorganisasi yaitu Perubahan yang terjadi terlalu cepat
dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi
pada struktur sosial.
KONTRAVERSI
merupakan suatu bentuk proses sosial
yang berada antara persaingan dan
pertentangan atau pertikaian.
TIPE UMUM KONTRAVENSI
• Kontraversi generasi masyarakat yaitu lazim terjadi
terutama pada zaman yang sudah mengalami
perubahan yang sangat cepat.
• Kontraversi seks yaitu menyangkut hubungan suami
dengan istri dalam keluarga.
• Kontraversi Parlementer yaitu hubungan antara
golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam
masyarakat
SIFAT KONTRAVENSI
• Umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keengganan,
perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-
gangguan, kekerasan, pengacauan rencana.
• Sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka
umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca,
memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain,
dan sebagainya.
• Intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang
mengecewakan pihak lain
• Rahasia, mengumumkan kerahasian orang, berkhianat.
• Taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan
pihak lain
TIPE KONTRAVENSI
• Kontravensi antar masyarakat setempat, mempunyai
dua bentuk:
– Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan
(intracommunity struggle).
– Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu
masyarakat setempat (intercommunity struggle).
• Antagonisme keagamaan.
• Kontravensi Intelektual yaitu sikap meninggikan diri
dari mereka yang mempunyai latar belakang
pendidikan yang tinggi atau sebaliknya.
PERTENTANGAN/PERTIKAIAN
(conflict )

Persaingan/pertentangan merupakan
bentuk-bentuk proses sosial disosiatif
yang terdapat pada setiap masyarakat
SEBAB TERJADINYA
PERTENTANGAN:
• Perbedaan antara individu.
• Perbedaan kebudayaan.
• perbedaan kepentingan.
• perubahan sosial.
BENTUK KHUSUS PERTENTANGAN
• Pertentangan pribadi.
• Pertentangan Rasial yaitu dalam hal ini para pihak akan
menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang
menimbulkan pertentangan.
• Pertentangan antara kelas-kelas sosial yaitu disebabkan karena
adanya perbedaan kepentingan.
• Pertentangan politik yaitu menyangkut baik antara golongan-
golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-
negara yang berdaulat.
• Pertentangan yang bersifat internasional yaitu disebabkan
perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes
ke kedaulatan negara.
DAMPAK KONFLIK

• Tambahnya solidaritas in-group.


• Apabila pertentangan antara golongan-golongan
terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya
adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya
persatuan kelompok tersebut.
• Perubahan kepribadian para individu.
• Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban
manusia.
• Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu
pihak.