You are on page 1of 15

Jurnal Reading

Nonpharmacological methods in managing patients with


dementia in a tertiary care hospital

Oleh : Yonna Lasiora


(H1AP10031)

Dokter Pembimbing : dr. Lucy, SP.KJ


Demensia adalah suatu gangguan intelektual
atau daya ingat yang umumnya progresif dan
ireversibel.

Pendekatan multidisiplin disebut sebagai cara


terbaik untuk mengobati dan mengelola pasien
dengan penyakit demensia (PWD) dan metode
nonfarmakologi (NPM) dianjurkan untuk digunakan
sebagai pengobatan lini pertama untuk mengelola
pasien lansia dengan demensia (PWD).
Review terbaru melaporkan bahwa pengobatan
farmakologi sebagian besar tidak efektif dalam
mengelola gejala perilaku demensia dan
memberikan efek samping yang signifikan.
Tujuan

Laporan kasus ini bertujuan untuk berbagi strategi


nonfarmakologi (NPM) untuk mengelola penyakit
demensia (PWD)
Proforma non farmakologis

Sebuah proforma terstruktur telah dikembangkan di departemen geriatri


dan kesehatan mental. Setelah mendapatkan semua informasi dasar dari
pasien, penilaian dilakukan oleh anggota tim yang bersangkutan untuk
mengidentifikasi dan menilai tingkat keparahan masalah dan strategi
non farmakologi NPM tertentu yang disediakan.
Laporan Kasus 1

Perempuan usia 80-tahun, sudah menikah, pekerjaan


ibu rumah tangga, dibawa ke departemen rawat
jalan Geriatri dan Kesehatan Mental oleh suami dan
putrinya. Keluhan utama menjadi pelupa, cepat
marah, sering curiga, dan bertindak kasar.

kognisi pasien sangat terganggu sehingga penilaian yang


komprehensif tidak dapat dilakukan. Pasien sepenuhnya
tergantung pada pengasuh.
metode nonfarmakologi

 Sesi psychoeducation diberikan kepada pengasuh untuk


mengembangkan pemahaman tentang penyakit (psikoedukasi
adalah intervensi terapeutik yang memberikan informasi dan
dukungan untuk lebih memahami dan mengatasi penyakit)
 Penjadwalan kegiatan dan aktivitas untuk meningkatkan ADL
(Activity of Daily Living) pasien.
 Dianjurkan pijatan-pijatan ringan untuk memberikan rileksasi
pasien sehingga dapat mengurangi amarah dan emosi pasien.
 Perintah sensorik seperti menepuk.
 Selama di rumah sakit 30-45 menit, pasien juga terlibat dalam
kegiatan-kegiatan seperti permainan puzzle, untuk
mempertahankan dan memperkuat sisa kognisi yang masih ada.
 Melakukan latihan koordinasi neuromuskular untuk aktivasi fisik
(senam kecil ditempat untuk pergerakan otot).
Laporan Kasus 2

Laki-laki 71 tahun, sudah menikah, pensiun dari profesi


guru Ambedkar Nagar, Uttar Pradesh, dibawa ke
departemen rawat jalan Geriatri dan Kesehatan Mental
oleh anaknya dengan keluhan utama menjadi pelupa yang
progresif, peningkatan perilaku berulang dan
ketidakmampuan untuk menulis serta tidak mampu
mengidentifikasi anggota keluarga dan dengan siapa dia
tinggal.

.
Metode nonfarmakologi

Psychoeducation untuk pengasuh, dilakukan rehabilitasi kognitif


pasien untuk mempertahankan kemampuan sisa kognisi nya.
Rehabilitas kognitif merupakan pendekatan rehabilitas yang
dirancang untuk meningkatkan kemampuan neurokognitif pasien
seperti membaca, menulis, menggambar, menyusun puzzle.
berkebun, memasak, membahas masa lalu.

Dalam 15 hari, pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan


Hasil

Pasien mampu mempertahankan konsentrasi membaca dan


menulis, pasien mulai dapat membaca dan menulis dalam
satu halaman secara teratur. Hal ini tidak hanya mengurangi
perilaku berulang tetapi juga meningkatkan kemampuan
membaca dan menulis secara signifikan dalam 10 hari.

Rencana homecare diberikan kepada pengasuh pasien,


dilakukan pelayanan kesehatan kepada individu tempat
tinggal pasien yang bertujuan untuk meningkatkan,
mempertahankan kesehatan dan memaksimalkan tingkat
kemandirian pasien.
Diskusi

Kedua kasus yang dijelaskan di atas menunjukkan hasil positif


dari metode nonfarmakologi (NPM), jika diberikan dengan
tepat. Dalam laporan kasus 1, diamati bahwa perintah
menepuk dan petunjuk-petunjuk kecil secara signifikan
mengurangi iritabilitas pasien. Pasien mulai mencoba untuk
mengambil makanan sendiri, mulai mandi secara sendiri,
stimulasi sensorik seperti pijat juga dapat meningkatkan pola
tidur pasien.
Diskusi

Studi melaporkan bahwa pijat dan terapi sentuh telah diusulkan


sebagai intervensi nonfarmakologi untuk demensia, untuk
menyeimbangkan penurunan kognitif dan gangguan perilaku,
termasuk masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan, serta
meningkatkan kualitas hidup.

Pijat dan sentuhan dapat membantu dalam mengurangi depresi,


kecemasan, agresi, manifestasi psikologis dan perilaku lainnya yang
terkait. Dilaporkan bahwa sentuhan ekspresif seperti menepuk atau
memegang tangan klien melibatkan niat emosional dan membantu
dalam menenangkan diri pasien.
Diskusi

Hasil dari latihan dan stimulasi kognitif yang melibatkan sejumlah


tugas yang menyenangkan seperti membaca, menulis, berkebun,
memasak, memecahkan teka-teki, membahas masa lalu
membrikan dampak yang sangat positif. Hal ini tidak hanya
merangsang kognitif pasien tetapi juga membantu dalam
restrukturisasi keterampilan menulis dan, setelah 1 minggu
pasien mulai dapat menulis lebih dari satu halaman tanpa
bantuan. Hal ini dilaporkan bahwa sesi stimulasi kognitif yang
meliputi permainan otak dan latihan secara signifikan
meningkatkan dalam langkah-langkah perhatian, memori,
orientasi, bahasa, dan kognisi umum.
Kesimpulan

Terapi non farmakologi (NPM) memiliki tujuan untuk


mengembangkan pemahaman antara pengasuh tentang penyakit,
yang tampaknya sangat sederhana namun adalah sebuah
tantangan. Karena setiap pasien dengan demensia (PWD)
memerlukan intervensi dan penilaian yang komprehensif untuk
mengevaluasi kekuatan dan keterbatasan pasien demensia dan
strategi khusus seperti stimulus kognitif yang telah dilakukan
memberikan dampak yang positif bagi perkembangan kognitif
pasien demensia (PWD) dan mengurangi beban pengasuh.
TERIMA KASIH