You are on page 1of 13

PRAKTIKUM TSBA

SABUN TRANSPARAN
Kelompok 1 :


{
Dian Yustika Rini
Dinar Titik Asmarani
(1041411054)
(1041411056)
• Fildzah Hasyati Adani (1041411066)
• Hanifa Kusumaningrum (1041411071)
• Dewi Lestari (1041411204)

Dasar Teori  Sabun adalah salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alam. Kedua fase ini bereaksi dengan larutan beralkohol dari kaustik soda dibawah pemanasan terkontrol. gliserin dan pengawet. sabun siap untuk diberi warna dan wewangian. (Butler. Setelah reaksi selesai. (Paul. Setelah pewarnaan dan pewangi. 2001) . sehingga obyek yang berada diluar sabun akan terlihat jelas. sabun dituangkan kedalam cetakan terpisah dan dibiarkan mengeras sebelum dikemas. 2007)  Metode sabun transparan Metode pembuatan sabun transparan melibatkan pelelehan fase lemak dan persiapan air untuk melarutkan sukrosa. Sabun dihasilkan dari proses saponifikasi  Sabun transparan Sabun transparan adalah jenis sabun mandi yang dapat menghasilkan busa lebih lembut dikulit dan penampakannya berkilau jika dibandingkan dengan jenis sabun yang lain. Sabun transparan adalah sabun yang memiliki tingkat transparansi paling tinggi dan memancarkan cahaya yang menyebar dalam partikel kecil.

kering. massa hablur atau keping . tidak larut dalam air Fungsi : emulgator • Minyak Kelapa Pemerian : cairan jernih. bau khas aromatik. keras. mudah meleleh basah.Pemerian Bahan • Minyak Kayu putih Pemerian : cairan tidak berwarna. emolient • NaOH (FI edisi III. buffering agent . heksan. rasa pahit. rapuh dan menunjukan susunan hablur putih. dan propilenglikol. segera menyerap karbondioksida. hal 412) Pemerian : bentuk batang. jika disimpan lama kelarutan akan berkurang. Mudah larut dalam etanol 90% Fungsi : antibakteri • Asam stearat (Handbook of exipient 6th edition. kristalin padat atau putih Kelarutan : larut dalam etanol (95%).. tidak tengik Kelarutan : larut dalam 2 bagian etanol (95%) pada suhu 60oC sangat mudah larut dalam kloroform p dan juga mudah larut dalam eter Fungsi : sebagai fase minyak. 2009) Pemerian : kristal putih atau berwarna kuning. bau khas . kuning atau hijau. Kelarutan : sangat mudah larut dalam air dan etanol (95%)p Fungsi : alkalizing agent. sangat alkalis dan korosif. butiran. Kelarutan : larut dalam 2 bagian etanol 80% p. tidak berwarna atau kuning pucat.

berasa manis Kelarutan : sangat mudah larut dalam air. lebih mudah larut dalam air mendidih. netral terhadap lakmus Kelarutan : dapayt bercampur dengan air dan dengan etanol . bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah Kelarutan : bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organik Fungsi :sebagai pelarut membuat sabun lebih transparan  Gula Pasir (FI edisi IV. detergenacy  Gliserin (FI edisi IV. tidak berwarna . hal 63) Pemerian : cairan mudah menguap. massa hablur atau berbentuk kubus atau serbuk hablur putih . higroskopik . berbau kuat Kelarutan : sukar larut dalam air. dapat bercampur dengan etanol. dalam minyak dan minyak menguap Fungsi : humektan  TEA (FI edisi IV. tidak berbau . dalam eter. tidak berwarna. Etanol (FI edisi IV. dengan eter dan dengan air dingin Fungsi : meningkatkan kualitas foaming. tidak larut dalam kloroform. hal 762) Pemerian : hablur putih atau tidak berwarna. sukar larut dalam etanol. hanya boleh berbau khas lemah . hal 413) Pemerian : cairan jernih seperti seperti sirup. hal 1203) Pemerian : cairan tidak berwarna. rasa manis . jernih. pembusa (foaming). menstabilkan busa . tidak larut dalam eter Fungsi : pengemulsi.

hal 584) Pemerian : hablur bentuk kubus. agak susah larut dalam eter. hal 48) Pemerian : hablur bening. tidak berwarna atau serbuk hablur granul samapai halus putih . larut dalam gliserin . mudah larut dalam etanol. NaCl (FI edisi IV. selain itu sifat gelembungnya sedang .Asam sitrat (FI edisi IV. rasa asin Kelarutan : mudah larut dalam air. tidak berwarna atau serbuk hablur putih. sedikit mudah larut dalam air mendidih . sukar larut dalam etanol Fungsi : saponifikasi Foam booster Pemerian : berfasa cair. tidak berbau . berwarna kuning Kelarutan : digunakan untuk menambah busa dan sifatnya juga lembut di tangan. rasa sangat asam Kelarutan : sangat mudah larut dalam air .

5g Lar NaOH 30% 12.R/ Minyak kayu putih 5% Minyak kelapa 5% Foam booster 2% Asam stearat 12.5ml Etanol 96% 25ml Gula Pasir 15g Gliserin 10g TEA 20ml Asam Sitrat 100mg NaCl 100mg .

asam stearat (2).CARA KERJA Ditimbang semua bahan untuk sabun transparan Dibuat larutan NaOH 30% Disiapkan 3 beaker glass dengan isi: (1). gula pasir dengan asam sitrat dan NaCl kedalam campuran nomer (4) aduk homogen (5) . gula pasir (3).gliserin.minyak kelapa Masing-masing dipanaskan pada suhu 60-70C sampai meleleh Dicampurkan minyak kelapa dalam asam stearat aduk homogen (4) Ditambahkan gliserin.

Ditambahkan lar NaOH kedalam larutan nomer (5) aduk homogen Ditambahkan etanol aduk. tambahkan foam booster aduk kembali Ditambahkan coloring agent aduk hingga homogen Ditambahkan minyak kayu putih aduk homogen Cetak sabun dalam cetakan Uji Sediaan .

2 𝑔 = 12.5 ml Gula Pasir 15g 120 𝑔 18.126 g NaCl 100mg 0.75 ml Etanol 96% 25ml 31. Penimbangan Bahan Sabun Transparan R/ Minyak kayu putih 5% 6 ml Minyak kelapa 5% 6 ml = x 120 x 120 Foam booster 2% g 2.4 ml Asam stearat 12.5g 15.a.126 g .6 g TEA 20ml 25.21 ml Asam Sitrat 100mg 0.9 g Gliserin 10g x 95.5ml 15.75 ml Lar NaOH 30% 12.

Hasil evaluasi sediaan sabun . Uji Homogenitas Hasil : Homogen d. Uji Busa Hasil : berbusa b. Uji pH Hasil : pH 10 b. Uji Organoleptis Warna : kuning transparan Bau : khas minyak kayu putih Bentuk : padat c.a.

homogen serta pH. asam sitrat. Sabun yang dihasilkan merupakan garam karboksilat yang termasuk dalam kategori surfaktak anionik. VCO sebagai asam lemak beerfungsi sebagai emolient sehingga diharapkan mencegah dehidrasi pada kulit saat digunakan. Penggunaan foam booster sebagai surfaktan amfoterik yang berdampingan dengan surfaktan anionik dapat menurunkan potensi sifat iritatif dari surfaktan anionik. Kemudian etanol digunakan untuk pelarut sabun yang terbentuk. asam stearat. Asam sitrat dalam formula berperan sebagai pH adjuster dan agen pengelat. gliserin.PEMBAHASAN Pada praktikum ini digunakan bahan-bahan yang meliputi VCO. Asam stearat berfungsi untuk membentuk massa sabun yang padat dan keras. VCO merupakan fase asam lemak yang digunakan untuk pembentukan sabun oleh Naoh sebagai basa. organoleptis. Agen pengelat nerfungsi untuk mengikat ion-ion logam pemicu oksidasi. Minyak kayu putih sendiri dapat berfungsi sebagai antibakteri serta pemberi aroma pada sabun. sehingga mampu mencegah oksidasi pada minyak yang digunakan. . NaOH. air dan minyak kayu putih sebagai zat aktif. gula. Kemudian dilakukan uji evaluasi yang meliputi uji busa. etanol. Gliserin dan gula memiliki sifat humektan sehingga sediaan lembut jika diaplikasikan dikulit.

Pada uji homogenitas sediaan sabun homogen . Sabun transparan minyak kayu putih memberikan kemampuan membentuk busa yang baik pada uji pembentukan busa 2.Kesimpulan 1. Pada uji organoleptis sediaan berbau khas minyak kayu putih 4. Pada uji pH didapatkan hasil pH 10 3.

D anf Thaman. America: The Pharmaceutical Press . Taylor and Franous. New York Depkes RI. Z. Personal cleansing products. AOCS press. Paul J sheskey and Marian E Quinn.1979. L.. 2001. Soap structure and phase behaviour in spitz L. USA Raymond C Rowe. DAFTAR PUSTAKA Butler.2009 Handbook of pharmaceutical exipients.A (Eds). K.Jakarta:Badan pengawasan obat dan makanan Paull.SODEODEC. M and Meoddel T. 79-95. Cosmetics Formulation of skin care products 35-59. 2007..Farmakope Indonesi Edisi III . Droporties and use in Droelos.