You are on page 1of 30

Siwak atau Gosok Gigi

Risyandi Anwar
Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Muhammadiyah Semarang

• Gigi adalah salah satu aset untuk menunjang
penampilan seseorang. Dengan gigi yang putih dan
bersih, maka kita akan tampak lebih percaya diri
dihadapan orang lain

Pengertian
 Siwak menurut lughat (bahasa) adalah menggosok-
gosok. Adapun siwak menurut Syara’ adalah:
“Menggunakan kayu atau yang lainnya di dalam gigi dan
sebelahnya. (I’anatu Ath-Thaalibiin, cetakan
Daarulkutub, juz 1 halaman 77).

 siwak ketika diucapkan mempunyai dua pengertian,
yaitu: siwak menurut syara’ (telah disebutkan di atas)
dan siwak yang mempunyai ma’na alat yang digunakan
untuk bersiwak.

BERSIWAK  Bersiwak mencegah caries  Caries dapat berefek ke beberapa organ penting diantaranya jantung  Bersiwak meningkatkan fungsi pencernaan yg akan berdampak pada kesehatan organ pencernaan .

. niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap sebelum shalat. Hadits No 17 Jika saja tidak memberatkan umatku.

bahwa Nabi Saw bersabda. ‫وعن عائشة رضي هللا عنها عن النبي صلى هللا عليه وسلم قال‬ ‫) ( ركعتان بالسواك أفضل من سبعين ركعة بال سواك‬ Dari Aisyah ra. “Dua rakaat shalat (yang didahului) dengan bersiwak lebih afdhal daripada 70 rakaat tanpa siwak (terlebih dahulu) .

dll) .” (Shohih. Ahmad. ‫ب‬ ْ ‫اك َم‬ َ ‫ط َه َرة ٌ ِّل ْلفَ ِّم َم ْر‬ ِّ ‫ضاة ٌ ِّللر‬ ُ ‫الس َو‬ ِّ “Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah. HR. An Nasa’i.

Hadits No 18 Jika Rasulullah bangun dari tidurnya. ia membersihkan mulutnya dengan bersiwak .

Waktu Utama Bersiwak .

ُ ‫اك ِّع ْن َد ُك ِّل ُو‬ ٍ‫ضو‬ ِّ ِّ‫علَى أُمتِّي ََل َ َم ْرت ُ ُه ْم ب‬ ِّ ‫الس َو‬ ُ َ ‫لَ ْو ََل أ َ ْن أ‬ َ ‫شق‬ “Seandainya tidak memberatkan umatku.” (HR. Bukhari) .Pertama: Ketika berwudhu Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu. beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.

َ ‫اك َم َع ُك ِّل‬ ‫ص َالة‬ ِّ ‫اس ََل َ َم ْرت ُ ُه ْم ِّب‬ ِّ ‫الس َو‬ َ ‫علَى أُمتِّي أَ ْو‬ ِّ ‫علَى الن‬ ُ َ ‫لَ ْو ََل أ َ ْن أ‬ َ ‫شق‬ “Seandainya tidak memberatkan umatku. sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak menunaikan shalat.” (HR. Bukhari) .Kedua: Ketika hendak shalat Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

shohih lighoirihi) . Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. dan semakin mendekat padanya. ‫إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فال يزال يستمع ويدنو‬ ‫حتى يضع فاه على فيه فال يقرأ آية إَل كانت في جوف الملك‬ ”Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya. Baihaqi. mendengarkan bacaan Al- Qu’rannya.Ketiga: Ketika membaca Al Qur’an Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata: Kami diperintahkan (oleh Rasulullah) untuk bersiwak dan beliau bersabda.

Muslim) . dia berkata. ْ َ‫ ِّإ َذا َد َخ َل بَ ْيتَهُ قَال‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬. “Bersiwak. “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika mulai memasuki rumah beliau?” Aisyah menjawab.‫ش ْىٍ َكانَ يَ ْب َدأ ُ النبِّى‬ ‫ت‬ ِّ َ ‫شةَ قُ ْلتُ بِّأ‬ َ ‫ى‬ َ ُ‫سأ َ ْلت‬ َ ِّ‫عائ‬ َ .Keempat: Ketika memasuki rumah Dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya.‫اك‬ ِّ ‫الس َو‬ ِّ ِّ‫ب‬ Aku bertanya pada Aisyah.” (HR.

beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.‫ّللا‬ ُ َ‫ام ِّمنَ الل ْي ِّل ي‬ ُ ‫أَن َر‬ ِّ ‫سو َل‬ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa apabila hendak shalat malam (tahajjud). ‫اك‬ ِّ ‫وص فَاهُ ِّب‬ ِّ ‫الس َو‬ ُ ‫ش‬ َ َ‫ َكانَ ِّإ َذا ق‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬. Bukhari dan Muslim) . HR.” (Muttafaqun ‘alaihi.Kelima: Ketika bangun untuk shalat malam Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata.

 Ketika akan melakukan shalat. Lebih tepatnya sebelum  membaca ta’awwudz.  ketika akan membaca Al-Qur’an. Kesunnahan bersiwak menjadi lebih kuat lagi ketika berada dalam situasi atau keadaan tertentu  ketika mulut berubah dikarenakan azm (diam terlalu lama)  ketika bangun dari tidur.  Ketika gigi menguning  ketika akan berwudlu  ketika akan membaca hadits  ketika akan mengaji  ketika akan dzikir  ketika akan hendak tidur  ketika akan masuk ka’bah . entah itu shalat fardhu atau sunnah.

namun terkadang bersiwak diwajibkan  ketika nadzar akan bersiwak  tidak bisa menghilangkan najis kecuali dengan cara bersiwak  orang yang bau mulut dalam sebuah jama’ah dan diketahui bahwa bau mulutnya menyakiti para jamaah. hukum asal dari bersiwak memang sunnah. . Pada dasarnya.

.Bahkan. bersiwak terkadang juga menjadi haram  bersiwak dengan menggunakan siwak milik orang lain tanpa izin dan tidak diketahui ridho atau tidaknya pemilik dari siwak tersebut.

• Mempermudah keluarnya ruh ketika sakaratul maut . Manfaat bersiwak • Membersihkan mulut • memutihkan gigi • membuat punggung menjadi tegap (lurus) • menguatkan gusi • memperlambat uban • memperlipat gandakan pahala • memudahkan sakaratul maut • memudahkan rizki • mulut wangi • menghilangkan segala penyakit di dalam kepala dan menghilangkan balghom (jawa: riyak).

Cara bersiwak yang disunnahkan  Mengawali bersiwak dengan bagian sebelah kanan mulut sampai rata dengan cara memasukkan siwak kedalam gigi bagian atas luar dan dalam.  Menjalankan siwak dengan lembut pada langit-langit rongga mulut  jari kelingking diletakkan di bawah siwak. jari tengah. kemudian jempol di bawah kepala siwak  bersiwak menggunakan tangan kanan . lalu jari manis. jari telunjuk di atas siwak. begitu juga bagian bawah sampai pertengahan gigi.

Doa bersiwak • Sebagian Ulama mensunnahkan untuk membaca (berdoa) dalam awal bersiwak: “Allahumma Bayyidl Bihi Asnaaniy Wa Syaddi Bihi Latsaatiy Wa Tsabbit Bihi Lahaatiy Wa Baarik Liy Fiihi Yaa Arhama Ar- Raahimiin.” .

Salvadorine. Fluoride. abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat  Antibacterial acids. Pada penggunaan siwak pertama kali. Pottasium. Trimethyl amine. karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut. – . mungkin terasa pedas dan sedikit membakar. Sodium Bicarbonate. seperti astringents. Sulfur. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.  Kandungan kimia seperti Klorida. memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi. mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Vitamin C. Silika.

. yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih. menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.  Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar. dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.  Anti decay agent (Zat anti pembusukan).

Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University. Jeddah. . hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap ‘Periodontal Treatment’. menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain.

Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak. karena butiran- butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan – perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan. .

Kalium. . Sodium Bikarbonat dan Kalsium Oksida juga berfungsi membersihkan gigi. ditiru dengan menambahkan zat-zat seperti yang terdapat pada siwak. Selain itu di dalam siwak juga terdapat enzim yang mecegah penyakit gusi. Komposisi alamiah yang terdapat pada siwak. Bau harum dan rasanya yang enak.Sudah ada penelitian tentang siwak pada gigi. pada pasta gigi buatan. timbul dari minyak alamiah berjumlah 1% dari seluruh komposisi. Mineral yang terdapat di dalam siwak seperti Natrium Klorida.

trimetil amine. klorida.Penelitian lain menyebutkan bahwa siwak berasal dari pohon Salvadore Persica yang tumbuh di sekitar kota Mekah dan Timur Tengah. jarang mempunyai diameter lebih dari satu kaki. Karena khasiatnya yang baik. bahan ini juga dibuat dalam bentuk serbuk dan digunakan dengan sikat gigi biasa . Siwak memiliki kandungan antara lain. fluorida dan silika.

memutihkan gigi. melindungi gigi dari kerapuhan. Penelitian ilmiah modern mengukuhkan. dan melindungi mulut serta gigi dari berbagai penyakit. “Setelah saya membaca tentang siwak yang biasa digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi. direktur Institut Perkumanan Universitas Rostock. Dalam tulisannya itu ia berkata.Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan yang bernama Rudat. bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat. Sebagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki manfaat mencegah kanker.” . zat pembersih yang membantu membunuh kuman. bahwa siwak mengandung zat yang melawan pembusukan. sejak saat itu pula saya mulai melakukan pengkajian.

vitamin C. sulfur. alkaloid yang diduga sebagai salvadorin. Komponen kimiawi ekstrak kayu siwak sangat ampuh dalam menghilangkan plak dan mereduksi virulensi bakteri Periodontopathogenic. sejumlah besar flourida dan silika. klorida. flavenoid dan sterol. Kandungan anionik alami dalam siwak dipercaya sebagai antimikrobial efektif didalam menghambat dan membunuh mikrobial. saponin.El-Mostehy (1995) menyatakan bahwa penelitian tentang analisa kandungan batang kayu siwak kering (Salvadora persica) dengan ekstraksi menggunakan etanol 80 % menunjukkan bahwa siwak mengandung zat-zat kimia seperti : trimetilamin. serta sejumlah kecil tannin. .

33 mm dan diameter hambatan terendah terdapat pada konsentrasi 10% yang menunjukkan nilai 11. maka zona terang yang dihasilkan juga semakin besar. mutans diameter zona terang terbesar terdapat pada konsentrasi 100% dengan nilai 16.Menurut hasil penelitian Pratama (2005) bahwa konsentrasi ekstrak serbuk kayu siwak dari 0% hingga 100% menunjukkan adanya pengaruh penghambatan dimana dengan semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan.33 mm. . Pada diameter zona S.

Penelitian yang dilakukan Pratama (2005) menguji pengaruh ekstrak siwak terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi lempeng agar dengan konsentrasi ekstrak siwak yang berbeda pada tiap perlakuan .