You are on page 1of 15

PROPOSAL PRAKTIK

KEPEMIMPINAN DAN
MANAJEMEN
KEPERAWATAN

OLEH : KELOMPOK 2
LATAR BELAKANG

Ruang sekatung merupakan salah
satu ruang rawat inap penyakit dalam di
RSAL Dr. Midiyato S Tanjungpinang.
Ruangan ini merupakan pusat pelayanan
pasien dewasa dengan masalah
kesehatan khususnya yang berhubungan
dengan penyakit dalam. Ruang
sekatung menggunakan sistem MAKP
dengan metode tim.
Sambungan....

Namun dalam pelaksanaannya, ruang
sekatung tidak menerapkan metode
tersebut tetapi menggunakan metode
fungsional. Untuk mencapai hasil yang
optimal dalam pelayanan asuhan
keperawatan diruang tersebut, perlu
dilakukan analisa terhadap sistem
manajemen dalam pelayanan
keperawatan dan gaya kepemimpinan
yang diterapkan oleh kepala ruangan
diruang Sekatung Rumkital dr. Midiyato
Suratani.
DATA PENGKAJIAN
 Data Umum
1. M1 (Man) / Tenaga dan Pasien
• Perawat diruang sekatung berjumlah
20 orang
• 12 perawat (60%) tidak pernah
mengikuti pelatihan
• 85% perawat masih memiliki status
PHL dirumah sakit,
• perawat dengan latar belakang
pendidikan profesi Ners masih minim
• 80% perawat ruangan sekatung masih
memiliki latar belakang pendidikan D3
Keperawatan .
2. M2 (Material) / Sarana dan Prasarana
• Diruang Sekatung sarana dan
prasarana sudah tersedia sesuai
dengan kebutuhan pasien tetapi ada
beberapa alat medis yang kondisinya
kurang baik karena sering digunakan
dalam jangka waktu yang lama seperti
alat suction
• Alat-alat medis dan non medis diruang
sekatung tampak tidak tertata dengan
rapi
• Alat yang habis dipakai diletakkan tidak
pada tempatnya
• Terdapat kesenjangan antara jumlah
pasien dengan jumlah peralatan yang
tersedia diruangan.
3. M3 (Methode) / Metode Pemberian
Asuhan Keperawatan)
Metoda pemberian asuhan keperawatan di
Ruang Sekatung menggunakan metode
Tim. Namun dalam aplikasinya dilapangan,
model yang digunakan oleh ruangan
Sekatung masih menggunakan metode
fungsional dimana metode ini berorientasi
pada penyelesaian tugas dan prosedur
keperawatan.

4. M4 (Money) / Pembiayaan
Biaya operasional Rumkital Dr. Midiyato
S Tanjungpinang berasal dari pusat TNI
AL sehingga proses pengambilan
keputusan membutuhkan waktu untuk
pelaporan.
5. M5 (Marketing) / Pemasaran
• Rumkital Dr. Midiyato S telah
menjadi rumah sakit tipe B dan
merupakan salah satu rumah sakit
swasta terbaik di kota
Tanjungpinang
• Adanya kerjasama yang baik
dengan instansi pendidikan dan
beberapa perusahaan.
 Data Khusus
1. Fungsi Planning / Perencanaan
• Dalam melakukan tindakan keperawatan,
perawat ruangan jarang melakukan
tindakan keperawatan sesuai dengan SOP
yang sudah ada dan penggunaan SAK
masih belum optimal.
• Hanya 11 responden (55%) dalam
melaksanakan prosedur keperawatan
berpedoman pada SOP yang ada diruang
sekatung
• Hanya 11 responden (55%) dalam
melaksanakan asuhan keperawatan
berpedoman pada SAK yang ada diruang
sekatung.
2. Fungsi Organizing / Pengorganisasian
• Tidak tampak adanya struktur organisasi
sehingga tidak diketahui dengan jelas
metode pemberian asuhan keperawatan
yang digunakan
• Hanya 10 perawat (50%) yang
memahami struktur organisasi yang ada
diruangan sekatung
• Papan daftar nama pasien masih belum
lengkap yang mana seharusnya papan
daftar nama pasien berisi nama pasien
tiap tim, nama katim (ketua tim), nama
perawat pelaksana setiap shift, nama
dokter yang merawat pasien dan tanggal
pasien masuk.
3. Fungsi Actuating / Pelaksanaan
• Setiap pergantian shift perawat (operan)
jarang diawali dengan berdoa dan setiap
pergantian shift tidak sesuai dengan jam
shift dikarenakan kehadiran perawat yang
tidak tepat waktu
• Hasil observasi tampak kurangnya
komunikasi antara kepala ruangan dengan
perawat ruangan yang memungkinkan
adanya ketidakefektifan dalam hal
penyimpanan dokumen
• 12 perawat (60%) menjawab jarang
dilakukan kegiatan ronde keperawatan
diruang untuk menyelesaikan kasus
kompleks diruangan
• Kegiatan supervisi dan ronde keperawatan
tidak rutin dilakukan diruangan sekatung
dikarenakan keterbatasan waktu yang
dimiliki oleh kepala ruangan
4. Fungsi Controlling / Pengendalian
• Pendokumentasian askep yang dilakukan
oleh perawat ruangan masih belum lengkap
• Diagnosa keperawatan yang dicantumkan
hanya terfokus pada satu masalah
keperawatan saja
• 86% lembar dokumentasi pemberian obat
didalam buku status pasien tidak diisi oleh
perawat ruangan
• 14% lembar dokumentasi pemberian obat
tidak ada didalam buku status pasien
• 100% buku status pasien tidak memiliki
lembar diagnosa keperawatan dan lembar
intervensi keperawatan
• 100% lembar input dan output cairan
didalam buku status pasien tidak diisi oleh
perawat ruangan
• 14% lembar catatan perkembangan (SOAP)
dibuku status pasien tidak diisi oleh perawat
ruangan
• 86% buku status pasien tidak memiliki lembar
catatan perkembangan (SOAP)
• Dibuku laporan pasien hanya 20% yang
mencantumkan diagnosa medis pasien
• Pada saat melakukan tindakan keperawatan
seperti pemasangan infus tidak dilakukan
dokumentasi yang tepat yaitu tidak
dicantumkan tanggal dan jam pemasangan,
jumlah tetesan infus, kolf infus yang keberapa
dan nama perawat yang memasang infus
• 3 pasien (15%) merasa tidak puas dengan
pelayanan yang diberikan terutama dalam hal
kebersihan dan kerapian ruangan pasien serta
kebersihan dan kelengkapan fasilitas kamar
mandi dan toilet pasien
• Berdasarkan hasil pengamatan kelompok
selama 5 hari diruang sekatung atas dengan
jumlah pasien 13 orang dan 9 orang
disekatung bawah yang terpasang infus
ditemukan adanya 5 pasien yang mengalami
plebitis
• Survey kepuasan pasien tidak rutin
dilakukan oleh perawat ruangan
• Diruang belum ditemukan adanya format
penilaian survey kepuasan pasien yang
ditetapkan oleh ruangan
• Pada saat pasien pulang tidak tampak
perawat ruangan memberikan format
survey kepuasan kepada pasien.
Prioritas masalah keperawatan :
 Pelaksanaan metode tim belum sepenuhnya
dilakukan dalam setiap shift dinas
 Belum optimalnya pendokumentasian asuhan
keperawatan
 Minimnya penggunaan SOP dan SAK oleh
perawat ruangan
 Belum optimalnya ketersediaan / pemeliharaan
alat-alat sesuai standar dan penataan alat-alat
yang tidak pada tempatnya
 Belum tersedianya format survey kepuasan
pasien diruangan
 Belum terjadwalnya kegiatan supervisi dan
ronde keperawatan yang rutin diruangan
 Belum optimalnya pengembangan ilmu
pengetahuan dan skill perawat ruangan.