You are on page 1of 8

GLIKOSIDA SAPONIN

Disusun Oleh :

1. Zulfah (13330112)
2. Fitri Sulistyaningsih (14330001)
3. Moh. Benny Perdana (15330051)
4. Emmy Ulan Sari (15330077)
5. Rosanti Marlinda (15330114)

Pengertian Saponin Glikosida saponin adalah glikosida yang aglikonnya berupa sapogenin. keberadan saponin sangat mudah ditandai dengan pembentukan larutan koloidal dengan air yang apabila dikocok. Sifat-sifat Saponin adalah: • Mempunyai rasa pahit • Dalam larutan air membentuk busa stabil • Menghemolisa eritrosit • Merupakan racun kuat untuk ikan dan amfibi • Membentuk persenyawaan dengan kolesterol dan hidroksiteroid lainya • Sulit untuk dimurnikan dan diidentifikasi • Berat molekul relative tinggi dan analisi hanya menghasilkan formula empiris yang mendekati . Saponin tersebar luas di antara tanaman tinggi.

adapula yang baru terbentuk pada saat tanaman mengalami serangan atau gangguan dari luar. D-glukosa. . Pendahuluan ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA SAPONIN EKSTRAK METANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten. • Salah satu tanaman yang berkhasiat adalah binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) • Tanaman ini berasal dari dataran Cina dengan nama asalnya Dheng shan chi. dan mono polisakarida yang termasuk dalam golonhan L-arabinose. D-galaktose. karena memiliki senyawa aktif yang terkandung didalamnya. • Tanaman binahong mengandung : saponin.) Steenis) • Khasiat tanaman obat pada umumnya disebabkan oleh aktifitas senyawa minor yang terdapat pada tanaman tersebut. • Metabolit tersebut ada yang sudah terdapat pada tanaman. Senyawa ini disebut metabolit sekunder. polifenol. alkaloid. L-rhamnose. • Binahong mempunya kemampuan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. • Metabolit sekunder diproduksi tanaman untuk mempertahankan keberadaanya atau sebagai alat pertahanan diri. flavonoid.

Karakteristik Saponin • Buih. • Bersifat racun yang biasa disebut sapotoksin. • Ketika direaksikan dengan air dan dikocok akan berbentuk buih. • Rasa pahit menusuk. • Dapat menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir. • Bersifat racun bagi hewan berdarah dingin. . • Tidak larut dalam eter. • Mudah larut dalam air. • Racun yang dapat menghancurkan butir darah (hemolysis darah).

neraca analitik. cawan petri. metanol p. alat-alat gelas meliputi rotary evaporator. kloroform. labu takar. pereaksi Bouchardat. asam klorida. besi klorida. eter. ayakan mesh 20. air suling. amonia. pipet volume. oven . pereaksi Mayer. aquadest. Metodelogi penelitian  Alat Alat yang digunakan meliputi timbangan digital. Spektrofotometer UV-Vis. gelas ukur. KLT. natrium sulfat anhidrida. metanol. tabung reaksi. erlenmeyer. plat KLT silica G60 F254. asam klorida 2N. etanol 96%. penangas air. asam asetat. pereaksi Liberman. . spektrofotometer FTIR. botol coklat.  Bahan Bahan yang digunakan adalah daun binahong. grinder.

Analisis Fitokimia Reaksi positif jika terbentuk buih yang mantap selama tidak Pemeriksaan kurang dari 10 menit. Analisis fitokimia Jika terbentuk cincin coklat atau violet maka menunjukkan adanya saponin triterpen. . setinggi 1 cm sampai 10 cm. Uji warna sedangkan warna hijau atau biru menunjukkan adanya saponin steroid. Pada saponin penambahan 1 tetes asam klorida 2 N buih tidak hilang.

.  Saponin dinyatakan terkandung dalam daun Binahong dengan uji busa dan uji warna Liebermann Bourchard (LB) yang menghasilkan cincin warna coklat menunjukan adanya saponin triterpen. CH. preparatif selanjutnya diisolasi dan dilihat serapannya pada spektrofotometri UV-Vis serta dianalisis gugus fungsinya dengan spektrofotometri IR. C-O.  Isolasi menggunakan eluen kloroform : metanol : air (13:7:2) diperoleh bercak noda berwarna hijau pada lempeng silika gel dengan nilai Rf 0. Hasil dan pengamatan  Daun binahong diekstraksi dengan metanol lalu dipisahkan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pada panjang gelombang maksimal 211 nm.  Hasil spektrofotometri FTIR teridentifikasi adanya gugus O-H.715.625-0.

Terimakasih.. ..