You are on page 1of 16

Journal Reading

AMALIA OKVITARIANDARI
 Judul : Case Report of Lipoid Pneumonia: An Unusual Etiology of a
Lung Cavity

 Penulis : Sravanthi Nandavaram dan Dragos Manta, Department of


Medicine, SUNY Upstate Medical University

 Tanggal Publikasi :17 Maret 2018

 Penerbit : International Journal of Respiratory and Pulmonary


Medicine

 N0 : DOI: 10.23937/2378-3516/1410076, ISSN: 2378-3516, Volume 5


Issue 1
Laporan Kasus

Seorang pria 44 tahun dengan riwayat medis yang signifikan


yaitu hiatus hernia, gastroesophagealreflux disease,
keterbelakangan mental dan kontraktur tubuh difus, penghuni
Group Home, dibawa ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas
dan batuk produktif. Pasien tidak mengalami demam, menggigil
atau berkeringat di malam hari. Pasien tidak pernah merokok, tidak
ada riwayat penggunaan alkohol atau penggunaan narkoba. Dia
tinggal di Group Home/rumah kelompok, mengingat status mental
dan kontrakturnya berubah.
 Pada pemeriksaan fisik : Kondisi umum pasien tampak waspada,
tidak berorientasi dan tidak distress. Pasien demam, tekanan
darah 144/86 mmHg, pernapasan 20 x/menit dan saturasi oksigen
95%. Pemeriksaan fisik auskultasi paru didapakan ronchi di sisi
kanan.
 Pada pemeriksaan penunjang didapatkan hasil natrium 140,
kalium 3,7, klorida 103, bikarbonat 24, BUN 23 dan kreatinin
0,9, jumlah sel darah putih 6,7, hemoglobin 12,8, hematokrit 37,9
dan trombosit 144.
 Kultur darah dan kultur sputum negatif
 Pada rontgen dada menunjukkan fokus penyakit udara di dalam
paru-paru kanan. CT Thorax menunjukkan air spacedisease pada
RUL dengan lesi kavitas sentral berukuran hingga 2 cm dengan
bercak padat di bagian inferior dari RUL dan RML
 Pasien menjalani bronkoskopi dan biopsi transbronchial segmen
posterior RUL  Histopatologi menunjukan parenkim alveolated
dengan histiositsarat lipid yang meningkatkan kecurigaan untuk
pneumonia lipoid dan diyakini sekunder akibat aspirasi kronisnya
 Bronchialwashings, brushing dan biopsi transbronkial negatif
untuk AcidFast Bacilli(AFB), kultur bakteri dan virus.

TINDAKAN

 Pasiendilakukan tindakan pencegahan aspirasi yang ketat dan


akhirnya memasang tabung Percutaneous Endoscopic
Gastrostomy (PEG).
 Pasien di followup selama beberapa tahun dengan pencitraan
ulang.
 Pasien diobati dengan antibiotik yang berkepanjangan
 Setelah lima tahun, ia datang ke klinik paru dengan keluhan batuk
terus-menerus dan memburuk secara progresif.
 Pada CT thorax memperihatkan lesi rongga di lobus atas kanan.
CT thorax Ulangi menunjukkan peningkatan ukuran rongga paru-
paru.
 Oleh karena itu, pengulangan bronkoskopi dan biopsi
transbronkial RUL dilakukan dan patologi sekali lagi
menunjukkan kumpulan histiosit besar dan sel raksasa
multinuklear yang terkait dengan peradangan kronis dan beberapa
fibrosis yang konsisten dengan pneumonia lipoid eksogen
 Pasien dirujuk ke bedah toraks untuk reseksi rongga paru-paru.
Namun, pasien dianggap sebagai berisiko tinggi untuk operasi
mengingat keterbelakangan mental dan kontraktur tubuh. Pasien
saat ini sedang dipantau secara klinis bersama dengan
pengawasan radiografi.
Diskusi

Definisi
 Pneumonia lipoid adalah kondisi non-infeksi yang tidak umum
yang diakibatkan dari akumulasi lipid hewan, sayuran atau
mineral, di paru-paru.

Faktor risiko
 Paling sering itu adalah hasil dari aspirasi gangguan mekanisme
menelan atau batuk
 Anak-anak dengan kelainan palatal
 Orang tua mengalami penurunan fungsi palatal atau orang
dewasa dengan gangguan neurologis atau gastrointestinal
Klasifikasi

 Pneumonia lipoid endogen adalah hasil akumulasi lipid endogen


yang berasal dari parenkim. Hal ini menunjukan kondisi yang
melibatkan kerusakan dinding sel alveolar.
 Pneumonia lipoid eksogen adalah hasil aspirasi minyak yang ada
dalam makanan, media kontras radiografi, atau obat-obatan
berbasis minyak seperti laksatif
Gejala Pemeriksaan Rotgen CT-Scan MRI
fisik
Batuk Pekak pada sangat bervariasi, tidak area lemak sinyal
kronis perkusi spesifik dan dapat dengan intensitas
hadir sebagai air nilai antara tinggi pada
spacelokal atau difus, -150 HU gambar T1-
lesi seperti massa, dan -30 HU weighted
opacities, pola dalam dan
retikulonodular, konsolidasi penurunan
opasitas alveolar dan /air sinyal pada
interstitial campuran, spaceproce gambar T2-
pola crazypavingatau ssisa weighted,
lesi nodular atau kista Kavitasi sugestif
berdinding tipis kadang- darah atau
(pneumatoceles). ) dan kadang ada lemak
efusi pleura juga dapat
diliha
Dyspnea Crackles,
wheezes, atau
ronchi
Laboratorium Tes fungsi paru
Biasanya normal atau tidak Tes fungsi paru mungkin normal,
spesifik dengan leukositosis dan atau mungkin memiliki pola
peningkatan laju endap darah, restriktif
terutama ketika pneumonia
lipoid berhubungan dengan
infeksi

*Diagnosis pasti pneumonia lipoid dapat ditegakkan berdasarkan


pada riwayat dan keberadaan makrofag yang mengandung lipid
pada Bronco Alveolar Lavage (BAL) dan biopsi transbronkial
 Pneumonia lipoid beresiko untuk terinfeksi oleh mikobakteri non-
TB, infeksi aspergillus
 Hampir semua kasus yang dilaporkan dalam literatur dengan
radang paru-paru lipoid kavitas dikaitkan dengan infeksi.
Hadjiliadis D, dkk. melaporkan empat belas pasien dengan
infeksi M.fortuitum , enam pasien dengan infeksi M. chelonae
dan jauh lebih umum pada pasien dengan gangguan esofagus.
Hanya ada satu kasus infeksi NTM (Non-Tuberculous
Mycobacteria) dan infeksi Aspergillusfumigatus yang dilaporkan
Kesimpulan

 Pneumonia lipoid harus dianggap sebagai diferensial untuk lesi


rongga paru-paru, terutama pada pasien yang berisiko aspirasi.
Lesi seperti itu dapat bertahan dalam jangka panjang. Namun,
infeksi dan keganasan harus dikesampingkan. Evaluasi operasi
toraks direkomendasikan untuk kemungkinan reseksi lesi
semacam itu untuk menghindari infeksi yang ditimbulkan lebih
lanjut.
 Kasus pada journal adalah kasus yang unik karena
pneumonia lipoid menetap dan berkembang meskipun
pasien NPO (Nothing Per Oral) tetap tanpa bukti adanya
keganasan atau infeksi yang sangat berat.