You are on page 1of 52

PENGERINGAN

1. Peta kelembaban
2. Penentuan kurva pengeringan
3. Pengeringan batch
4. Pengeringan kontinyu
KELEMBABAN

= humidity ?
Umum : kandungan uap dalam gas

Khusus: kandungan uap air dalam udara


KELEMBABAN

1. Kelembaban mutlak
2. Kelembaban mutlak jenuh
3. Persen kelembaban
4. Kelembaban relatif
Kelembaban Mutlak ( H )
massa uap air yang terkandung dalam udara
per satuan massa udara kering
𝐩𝐀 𝐌𝐑,𝐚𝐢𝐫
𝐇= × 𝐤𝐠 𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫
𝐩𝐓 − 𝐩𝐀 𝐌𝐑,𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚 𝐤𝐠 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚 𝐤𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠

𝐩𝐀 𝟏𝟖, 𝟎𝟐 𝐤𝐠 𝐚𝐢𝐫
= ×
𝐩𝐓 − 𝐩𝐀 𝟐𝟖, 𝟗𝟕 𝐤𝐠 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚

pA : tekanan parsial uap air dalam udara


pT : tekanan total udara
M : massa molekul relatif
Kelembaban Mutlak Jenuh ( HS)
massa uap air yang terkandung dalam udara
per satuan massa udara kering
pada saat udara jenuh oleh uap air

𝐩𝐀𝐒 𝟏𝟖, 𝟎𝟐 𝐤𝐠 𝐚𝐢𝐫


𝐇= × 𝐤𝐠 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚
𝐩𝐓 − 𝐩𝐀𝐒 𝟐𝟖, 𝟗𝟕

pAS : tekanan parsial uap air dalam campuran


pada saat udara jenuh oleh uap air
Persen Kelembaban (HP)
perbandingan kelembaban mutlak
dengan kelembaban mutlak jenuh

𝐇
𝐇𝐏 = × 𝟏𝟎𝟎%
𝐇𝐒
Contoh 3.1
Udara ruangan pada 30 oC dan tekanan total
101,325 kPa memiliki tekanan parsial uap air
2,76 kPa.
Hitung:
• kelembaban mutlak
• kelembaban mutlak jenuh
• persen kelembaban
Penyelesaian:
Kelembaban mutlak
𝐩𝐀 𝟏𝟖, 𝟎𝟐
𝐇= ×
𝐩𝐓 − 𝐩𝐀 𝟐𝟖, 𝟗𝟕
𝟐, 𝟕𝟔 𝟏𝟖, 𝟎𝟐
𝐇= ×
𝟏𝟎𝟏, 𝟑𝟓𝟐 − 𝟐, 𝟕𝟔 𝟐𝟖, 𝟗𝟕
𝐤𝐠 𝐚𝐢𝐫
= 0,0174 𝐤𝐠 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚
Penyelesaian:

Kelembaban mutlak jenuh


𝐩𝐀𝑺 𝟏𝟖, 𝟎𝟐
𝐇𝐒 = ×
𝐩𝐓 − 𝐩𝐀𝐒 𝟐𝟖, 𝟗𝟕
𝟒, 𝟐𝟒𝟔 𝟏𝟖, 𝟎𝟐
𝐇𝐒 = ×
𝟏𝟎𝟏, 𝟑𝟓𝟐 − 𝟒, 𝟐𝟒𝟔 𝟐𝟖, 𝟗𝟕
𝐤𝐠 𝐚𝐢𝐫
= 0,0437 𝐤𝐠 𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚
Penyelesaian:
Persen kelembaban
𝐇
𝐇𝐏 = × 𝟏𝟎𝟎%
𝐇𝐒
𝟎, 𝟎𝟏𝟕𝟒
𝐇𝐏 = × 𝟏𝟎𝟎%
𝟎, 𝟎𝟒𝟑𝟕

= 39,8%
Contoh 3.1b
a. Hitung kelembaban mutlak jenuh udara pada
temperatur: 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80,90
oC

b. Plot dalam grafik kelembaban mutlak jenuh


terhadap temperatur
dari tabel kukus jenuh:
T (oC) pAs (bar) Hs ( kg air/kg
udara )
10 1,23
20 2,37
30 4,30
40 7,46
50 12,50
60 20,18
70 31.58
80 47,99
90 71,04
Nilai Hs untuk berbagai temperatur
T (oC) pAs (bar) Hs
20 0,0234 0,0147

30 0,0424 0,0271

40 0,0736 0,0487

50 0,1234 0,0862

60 0,1992 0,1522

70 0,3117 0,2763

80 0,4736 0,5458
0.6

0.5
H (kg uap air/kg udara kering)

0.4

0.3

0.2

0.1

0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Temperatur (oC)
Persen kelembaban:
T (oC) pAs (bar) Hs 80% HS 60% HS 40% HS 20% HS
20 0,023 0.015 0.012 0.009 0.006 0.003
30 0,042 0.027 0.022 0.016 0.011 0.005
40 0,073 0.049 0.039 0.029 0.020 0.010
50 0,123 0.086 0.069 0.052 0.034 0.017
60 0,199 0.152 0.122 0.091 0.061 0.030
70 0,312 0.276 0.221 0.166 0.110 0.055
80 0,474 0.546 0.437 0.328 0.218 0.109
H (kg uap air/kg udara kering) 0.3

0.2

0.1

0
10 20 30 40 50 60 70 80 90
Temperatur (oC)
0.20

0.18

0.16

0.14

0.12
H (kg air/kg udara)

0.10

0.08

0.06

0.04

0.02

0.00
10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100
Suhu ( oC )
0.10

0.09

0.08

0.07

0.06
H (kg air/kg udara)

0.05

0.04

0.03

0.02

0.01

0.00
15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100
Suhu ( oC )
0.10

0.09

0.08

0.07
H (kg air/kg udara)

0.06

0.05

0.04

0.03

0.02

0.01

0.00
15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100
Suhu ( oC )
Peta Kelembaban
0.05

0.04
H (kg air/kg udara)

0.03

0.02

0.01

0.00
15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100
o
Temperatur ( C )
Sifat-Sifat Fisik
Campuran Udara – Uap Air

1. Kapasitas kalor udara lembab, CH


2. Entalpi udara lembab, HY
3. Volume udara lembab, VH
Kapasitas kalor udara lembab
Kapasitas kalor campuran udara dengan uap air
𝐂𝐩,𝐮𝐝 × 𝐦𝐮𝐝 + 𝐂𝐩,𝐚𝐢𝐫 × 𝐦𝐚𝐢𝐫
𝐂𝐇 =
𝐦𝐮𝐝 + 𝐦𝐚𝐢𝐫
dibagi dengan mud :
𝒎𝒖𝒅 𝒎
𝐂𝐩,𝐮𝐝 × + 𝐂𝐩,𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 × 𝒂𝒊𝒓
𝒎𝒖𝒅 𝒎𝒖𝒅
𝐂𝐇 = 𝒎𝒖𝒅 𝒎𝒂𝒊𝒓
+
𝒎𝒖𝒅 𝒎𝒖𝒅
𝐂𝐩,𝐮𝐝 + 𝐂𝐩,𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 × 𝐇
H << 1 𝐂𝐇 =
𝟏+𝐇
𝐂𝐇 = 𝐂𝐩,𝐮𝐝 + 𝐂𝐩,𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 𝐇

𝐂𝐇 = 𝟏, 𝟎𝟎𝟓 + 𝟏, 𝟖𝟖𝟒 𝐇 kJ/oC.kg ud


Entalpi udara lembab
Entalpi campuran udara dengan uap air
1. Kalor sensibel udara = mud Cp ud (T – TR)
2. kalor sensibel uap air = mair Cp,air (T – TR)
3. Kalor laten uap air = mair air, TR

Jika diambil TR = 0 oC :
1. Kalor sensibel udara = mud Cp ud T
2. kalor sensibel uap air = mair Cp,air T
3. Kalor laten uap air = mair air, 0 oC
Entalpi udara lembab

1. Kalor sensibel udara = mud Cp ud T


2. kalor sensibel uap air = mair Cp,air T
3. Kalor laten uap air = mair air, 0 oC
𝐂𝐩,𝐮𝐝 × 𝐦𝐮𝐝 𝐓 + 𝐂𝐩,𝐚𝐢𝐫 × 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 𝐓 + 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 𝟎 𝐨𝐂
𝐇𝐘 =
𝐦𝐮𝐝 + 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫

Dibagi massa udara  HY persatuan massa udara:


(𝐂𝐩,𝐮𝐝 × 𝐦𝐮𝐝 + 𝐂𝐩,𝐚𝐢𝐫 × 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 ) 𝐓 + 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 𝟎 𝐨𝐂
𝐇𝐘 =
𝐦𝐮𝐝 + 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫
Entalpi udara lembab

(𝐂𝐩,𝐮𝐝 × 𝐦𝐮𝐝 + 𝐂𝐩,𝐚𝐢𝐫 × 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 ) 𝐓 + 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫 𝟎 𝐨 𝐂


𝐇𝐘 =
𝐦𝐮𝐝 + 𝐦𝐮𝐚𝐩 𝐚𝐢𝐫

(𝐂𝐩,𝐮𝐝 +𝐂𝐩,𝐚𝐢𝐫 𝑯 ) 𝐓 + 𝑯 𝟎 𝐨 𝐂
𝐇𝐘 =
𝟏+𝑯
𝒌𝑱
𝐇𝐘 = 𝟏, 𝟎𝟎𝟓 + 𝟏, 𝟖𝟖𝟒 𝑯 𝐓 + 𝟐𝟓𝟎𝟏, 𝟒 𝑯 𝒌𝒈 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂
Volume udara lembab

Volume campuran udara dengan uap air

Dari persamaan gas ideal


𝟐𝟐, 𝟒 𝟏 𝐇
𝐕𝐇 = + 𝐓 m3/kg udara
𝟐𝟕𝟑 𝟐𝟖, 𝟗𝟕 𝟏𝟖, 𝟎𝟐
Titik embun

Suhu pada saat uap air dalam campuran


udara-uap air mulai mengembun
jika campuran udara uap air didinginkan

Udara pada keadaan jenuh

Suhu pada saat campuran udara uap air


pada keadaan jenuh
Titik embun
0.05 100%
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

80 60 40 30 20 10
90 70 50

0.04

0.03

0.02

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur((oC)C)
berapa kelembaban mutlak udara yang memiliki
temperatur 40 oC dan titik embun 20 oC.
Titik embun
0.05 100%
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

80 60 40 30 20 10
90 70 50

0.04

0.03

0.02

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur((oC)C)
Penjenuhan Adiabatik
Menjenuhkan udara pada keadaan adiabatik
adiabatik: tidak ada pertukaran kalor melalui dinding

Air masuk
TS Udara keluar
HS, TS, HY

Udara tak jenuh


H, T
Penjenuhan Adiabatik

Air pengganti
TS Udara keluar
HY, HS, TS

Udara tak jenuh CS : kapasitas panas udara lembab


H, T

Pada keadaan tunak:


suhu udara keluar sama dengan suhu air pengganti, TS
Neraca energi:
CH (T – TR) + H R + CS (TS – TR) = CH (TS – TR) + HS R
Penjenuhan Adiabatik
CH (T – TR) + H R + CS (TS – TR) = CH (TS – TR) + HS R

Dipilih temperatur referensi, TR = TS


CH (T – TS) + H S + CS (TS – TS) = CH (TS – TS) + HS S
CH (T – TS) + H S = HS S
𝟏, 𝟎𝟎𝟓 + 𝟏, 𝟖𝟖𝟒 𝐇
𝐇 = 𝐇𝐒 − (𝐓 − 𝐓𝐒 )
𝐒
𝟏, 𝟎𝟎𝟓
𝐇 = 𝐇𝐒 − (𝐓 − 𝐓𝐒 )
𝐒
Garis penjenuhan adiabatik
0.025
H (kg uap air/kg udara kering)

0.020

0.015

0.010

0.005

0.000
10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur ( C)
Soal latihan 01

Udara pengering memiliki temperatur 55 oC dan


kelembaban mutlak 0,016 kg uap air/kg udara.
Tentukan persen kelembaban dan titik embunnya.
Udara tersebut digunakan untuk mengeringkan
sehingga mengalami penjenuhan adiabatik dan
suhu udara keluar pengering 35 oC. Tentukan
persen kelembaban udara keluar pengering.
0.05
100% 80 60 40 30 20 10

90 70 50
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

0.04

0.03
66%

0.02 13,9%
0,016

0.01

0
0 10 20 30 40 50 55 60 70 80
Temperatur((oC)C)
Udara yang akan digunakan untuk mengeringkan
memiliki temperatur 26 oC dan kelembaban 70%.
Sampai suhu berapa udara tersebut harus
dipanaskan agar kelembabannya menjadi 10%.
Udara tersebut digunakan untuk mengeringkan
sehingga mengalami penjenuhan adiabatik dan
kelembaban udara keluar pengering 90%. Tentukan
suhu udara keluar pengering.
0.05
100% 80 60 40 30 20 10

90 70 50
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

0.04

0.03

0.02

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur((oC)C)
Suhu Bola Basah
Suhu yang dapat dicapai jika udara dialirkan melalui
termometer yang bola (mercury)-nya pada keadaan basah
termometer,
Air pengganti terbaca TS
TS Udara Tw
keluar Air tambahan, TS
HY, HS, TS Tisu, TS

Udara tak
jenuh, H, T Udara, T, H Udara, T, H

𝐡/𝐌𝐁 𝐤 𝐲
𝐇= 𝐇𝐒 − 𝟏,𝟎𝟎𝟓(𝐓−𝐓𝐒) 𝐇 = 𝐇𝐒 − (𝐓−𝐓𝐒 )
 𝐒 𝐒
Penggunaan Suhu Bola Basah

Udara yang akan digunakan untuk mengeringkan


memiliki suhu bola kering 32 oC dan suhu bola basah
23 oC. Berapa kelembaban mutlak udara tersebut.
Udara tersebut kemudian dipanaskan sampai suhu 70
oC. Tentukan persen kelembabannya. Udara tersebut

digunakan untuk mengeringkan dan keluar pada suhu


40 oC. Tentukan persen kelembabannya.
Penggunaan Suhu Bola Basah
0.05
100% 80 60 40 30 20 10

90 70 50
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

0.04

54
0.03

0.02 5%

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur(o(C)C)
Campuran udara-uap air memiliki temperatur bola kering
62,0 oC dan temperatur bola basah 32,0 oC. Berapa
kelembaban mutlak dan persen kelembabannya.

Udara pengering memiliki temperatur 67 oC dan titik


embun 20 oC. Tentukan kelembaban mutlak dan persen
kelembabannya menggunakan peta kelembaban.

Campuran udara-uap air untuk pengering memiliki temperatur


bola kering 58 oC dan kelembaban mutlak 0,03 kg air/kg udara.
Tentukan persen kelembaban dan titik embunnya
menggunakan peta kelembaban

Udara pada 80 oC dan kelembaban mutlak 0,032 kg air/kg


udara dikontakkan dengan air dalam penjenuh adiabatik.
Kelembaban udara keluar penjenuh 80 %. Tentukan
temperatur dan kelembaban mutlak udara keluar
Udara yang memiliki temperatur bola kering 38 oC dan
temperatur bola basah 27 oC pertama-tama didinginkan
sampai 16 oC untuk mengembunkan sebagian uap air,
kemudian dipanaskan sampai 24 oC. Tentukan:
kelembaban mutlak dan prosen kelembaban awalnya
kelembaban mutlak dan prosen kelembaban akhirnya
0.025
H (kg uap air/kg udara kering)

0.020

0.015

0.010

0.005

0.000
10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur ( C)
0.05
100% 80 60 40 30 20 10

90 70 50
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

0.04

0.03

0.02

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur(o(C)C)
0.05
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

0.04

0.03

0.02

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur ( C)
0.05
100% 80 60 40 30 20 10

90 70 50
Kelembaban mutlak (kg uap air/kg udara kering)

0.04

0.03

0.02

0.01

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Temperatur(o(C)C)
𝒑𝑽 𝐩𝐕
𝐩𝐕 = 𝐧 𝐑 𝐓 𝐧= 𝐧 × 𝐌𝐑 = × 𝑴𝑹
𝑹𝑻 𝐑𝐓
𝒑𝑨𝒊𝒓 𝑽𝑨𝒊𝒓
𝒏𝑨𝒊𝒓 × 𝐌𝐑,𝐀𝐢𝐫 = × 𝑴𝑹,𝑨𝒊𝒓
𝐑𝐓
𝒑𝑼𝒅 𝑽𝑼𝒅
𝒏𝑼𝒅 × 𝐌𝐑,𝐔𝐝 = × 𝑴𝑹,𝑼𝒅
𝐑𝐓
𝒏𝑨𝒊𝒓 × 𝐌𝐑,𝐀𝐢𝐫 𝒑𝑨𝒊𝒓 𝑽𝑨𝒊𝒓 𝑴𝑹,𝑨𝒊𝒓
= ×
𝒏𝑼𝒅 × 𝐌𝐑,𝐔𝐝 𝒑𝑼𝒅 𝑽𝑼𝒅 𝑴𝑹,𝑼𝒅
Air dan udara menyebar pada ruang yang sama
VAir = VUdara
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝑨𝒊𝒓 𝒑𝑨𝒊𝒓 𝑴𝑹,𝑨𝒊𝒓
= ×
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂 𝒑𝑼𝒅 𝑴𝑹,𝑼𝒅