You are on page 1of 63

SEKILAS TENTANG

LONG SEGMENT
Bandar Lampung, 31 Januari 2017

Pengertian Long Segment
• Long Segment merupakan penanganan preservasi
jalan dalam batasan satu panjang segmen yang
menerus (bisa lebih dari satu ruas) yang
dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan
kondisi jalan yang seragam yaitu jalan mantap dan
standar (standar adalah sesuai dengan PERMEN
PU No.19/PRT/M/2011)
• Long Segment meliputi beberapa lingkup kegiatan
(output) yaitu pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi
dan pemeliharaan jalan.
• Long Segment menerapkan indikator kinerja
terhadap 4 komponen jalan.
2

LINGKUP PEKERJAAN

PELEBARAN REKONSTRUKSI

LINGKUP
PEKERJAAN

PEMELIHARAAN
(EWP, KONDISI, REHABILITASI
PREVENTIF/HOLDING)
3

TABEL KONDISI JALAN DAN ASUMSI PENANGANANNYA (ORIGINAL) Kondisi BAIK SEDANG RUSAK RINGAN RUSAK BERAT IRI 1-4 4-8 8 .Pemeliharaan Rutin (EWP + Non) Rekonstruksi Pekerjaan .12 > 12 SDI s/d 100 100 .200 > 200 Rehab Minor Rehab Major Preventif Lingkup .Pemeliharaan Rutin Kondisi WP Tidak Ada Warranty Periode 1 Tahun MAK Belanja Barang Belanja Modal 4 .150 150 .

12 > 12 1.8 SDI s/d 100 100 .8 8 .150 150 .3 3. TABEL KONDISI JALAN DAN ASUMSI PENANGANANNYA (REVISI SESUAI RENSTRA) RENSTRA ROUTINE MAINTENANCE PENINGKATAN Kondisi BAIK SEDANG RUSAK RINGAN RUSAK BERAT IRI 1.6 6.200 > 200 Pemeliharaan Runtin Kondisi (Prk) Pemeliharaan Rutin (EWP + Non) LINGKUP PEKERJAAN Rehabilitasi Minor Rehabilitasi Major Rekonstruksi Preventif MASA TIDAK ADA PEMELIHARAAN 1 TAHUN MAK Belanja Barang Belanja Modal 5 .4 4.4 4.

6 .

SPESIFIKASI UMUM .

54-2010  LAMPIRAN :  SELURUH LAMPIRAN DIHAPUS & DIGANTI PERKA LKPP .70-2012  BATANG TUBUH :  YG TIDAK DIUBAH MASIH MERUJUK KE PERPRES No.ASPEK LEGAL (1)  PERPRES No.54-2010  PENJELASAN :  YG TIDAK DIUBAH MASIH MERUJUK KE PERPRES No.54-2010  BATANG TUBUH  PENJELASAN  LAMPIRAN  PERPRES No.

KONSTRUKSI (8)  LAMPIRAN 2 : Buku Standar JASA KONSULTANSI (11) & Pedoman Penyusunan dan Evaluasi Penawaran (1)  SE MENTERI PUPR No. 89. 91. 106. 17.14/PRT/M/2013 (perubahan ke-1)  PERMEN PU No. 55. 25.07/PRT/M/2014 (perubahan ke-2)  PERMEN PUPR No. 25.172-2013  SISIPAN Pasal 38 : Penunjukan Langsung  PERPRES No. 73. 19.04-2015  Pasal 1. 93.ASPEK LEGAL (2)  PERPRES No.31/PRT/M/2015 (perubahan ke-3)  LAMPIRAN 1 : Buku Standar PEK.57/SE/M/2015  FULL-PROCUREMENT . 86. 70.11/PRT/M/2011  PERMEN PU No. 109 dsb  PERMEN PU No. 45.

10.10.ASPEK LEGAL (3)  SE DIRJEN No.a) & PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN DIVISI 10 (Skh-1. .10/SE/Db/2014 tgl 12 Nov 2014  DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI Pasca Kualifikasi Kontrak Harga Satuan untuk Tahun TUNGGAL  DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI Pasca Kualifikasi Kontrak Harga Satuan untuk Tahun JAMAK  SPESIFIKASI 2010 Rev.b).3  SE DIRJEN 06/SE/Db/2016 tgl 27 Oktober 2016  SPESIFIKASI KHUSUS PEMELIHARAAN KINERJA JALAN DIVISI 10 (Skh-1.

.

KETENTUAN PENGGUNA JASA  LINGKUP PEKERJAAN  JENIS PEKERJAAN  PANJANG  JENIS MATERIAL  PERKIRAAN KUANTITAS PEKERJAAN UTAMA  SPESIFIKASI “TEKNIS”  SPESIFIKASI UMUM  SPESIFIKASI KHUSUS  GAMBAR  GAMBAR RENCANA (DRAWINGS)  GAMBAR KERJA (SHOP DRAWINGS)  GAMBAR TERLAKSANA (AS BUILT DRAWINGS) .

LEBAR. TINGGI ATAU TEBAL  KETINGGIAN (ELEVASI)  GARIS & KEMIRINGAN  MUTU BAHAN  NOTASI UMUM  DETAILNYA DISEBUTKAN DIDALAM SPESIFIKASI .GAMBAR  STAKING OUT  HARAFIAHNYA ADALAH MEMINDAHKAN GAMBAR KE LAPANGAN  BILAMANA TERJADI KETIDAK-SESUAIAN KARENA PERUBAHAN KONDISI LAPANGAN MAKA DILAKUKAN REVISI DESAIN  DIMENSI PRODUK  PANJANG.

SPESIFIKASI  MEMUAT SEGALA PERATURAN & KETENTUAN TENTANG BAGAIMANA PEKERJAAN HARUS DIKERJAKAN & BERHASIL “AKHIR”  SALAH SATU BAGIAN PENTING DARI DOKUMEN LELANG / KONTRAK  DIKENAL DENGAN NAMA SPESIFIKASI TEKNIK / UMUM  JIKA PERLU DILENGKAPI SPESIFIKASI KHUSUS ATAU ADDENDUM  BENTUK : BERJENJANG ATAU “END RESULT” .

ISI SPESIFIKASI “BERJENJANG”  LINGKUP PEKERJAAN  CUACA YANG DIIJINKAN UTK BEKERJA  BAHAN  METODE PELAKSANAAN  PERALATAN  PENGENDALIAN MUTU  CARA PENGUKURAN HASIL KERJA  CARA PEMBAYARAN .

TALUD & PENGHIJAUAN  PERLENGKAPAN JALAN & PENGATUR LALIN  JEMBATAN  PEMELIHARAAN RUTIN  PERKERASAN  BAHU JALAN  DRAINASE  PERLENGKAPAN JALAN  JEMBATAN .RINGKASAN PEKERJAAN  PEKERJAAN UTAMA  PENGEMBALIAN KONDISI & PEKERJAAN MINOR  PERKERASAN  BAHU JALAN  DRAINASE.

5  BERTAHAP 3 :  BAHAN BAKU. OLAHAN .2 . KUALITAS  BERSTRUKTUR 5 :  JENIS PEMERIKSAAN  METODE PEMERIKSAAN  FREKWENSI  PERSYARATAN MIN.  TOLERANSI . JADI  BERLINGKUP 2 :  PENGENDALIAN KUANTITAS.POLA SPESIFIKASI 3 . & MAKS.

Pekerjaan Tanah  Div 4. Pekerjaan Harian  Div 10.SPESIFIKASI UMUM Versi Revisi Spesifikasi 2010 REV. Perkerasan Aspal  Div 7. Perkerasan Berbutir  Div 6. Pelebaran & Bahu Jalan  Div 5.3 (12 Nov 2014)  Div 1. Umum  Div 2. Pekerjaan Pemeliharaan Rutin . Struktur  Div 8. Pengembalian Kondisi & Pekerjaan Minor  Div 9. Drainase  Div 3.

TIMBUNAN. GALIAN & PENGHIJAUAN 8.4 PERLENGKAPAN JALAN & PENGATUR LALU LINTAS (pekerjaan minor yang sebenarnya) 8. SALURAN AIR.2 PENGEMBALIAN KONDISI BAHU JALAN 8. PEKERJAAN UTAMA 2.5 PENGEMBALIAN KONDISI BANGUNAN PELENGKAP JALAN . PENGEMBALIAN KONDISI & PEKERJAAN MINOR 8.RINGKASAN PEKERJAAN (1) 1.1 PENGEMBALIAN KONDISI PERKERASAN 8.3 PENGEMBALIAN KONDISI SELOKAN.

UNTUK NEW CONSTRUCTION.1 PERKERASAN 10.4 PERLENGKAPAN JALAN 10.a PEMELIHARAAN KINERJA JALAN SKh-1.b PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN SERINGKALI MATA PEMBAYARAN PADA DIVISI 10 INI TIDAK TERSEDIA DALAM DAFTAR KUANTITAS & HARGA. PEMELIHARAAN RUTIN (LONG SEGMENT) SKh-1.5 BANGUNAN PELENGKAP JALAN 4.1.3 DRAINASE 10.10.1.1. DIVISI 10 INI MUNGKIN TIDAK DIPERLUKAN .10.2 BAHU JALAN 10. PEMELIHARAAN RUTIN (MASA KONSTRUKSI) 10.RINGKASAN PEKERJAAN (2) 3.1.1.

PENGEMBALIAN KONDISI (1)  PERKERASAN LAMA  PATCHING > 40cm x 40cm & TOTAL <10m3/km  SEALING 10 – 30% per 100m & TOTAL ≤40m2  SPOT LEVELLING TOTAL < 10m3/km  SEALING RETAK LEBAR YG PERLU PENANGANAN KHUSUS  PERATAAN BERAT RUTTING ATAU LERENG MELINTANG STANDAR (JALAN BARU 3%)  GALIAN. PRIME/TACK COAT & PEMADATAN KEMBALI SUB-GRADE TIDAK DIBAYAR TERPISAH  KERUSAKAN YG MELUAS AKIBAT KETERLAMBATAN KONTRAKTOR MENJADI BEBAN KONTRAKTOR .

LERENG & PENGHIJAUAN  DIBAYAR MENURUT MASING-MASING PAY ITEM. SALURAN AIR.PENGEMBALIAN KONDISI (2)  BAHU JALAN LAMA PADA PERKERASAN BERPENUTUP ASPAL  RE-KONSTRUKSI BAHU JALAN ≤ 50m/km  TEBANG POHON Ø < 15cm DIUKUR 1m DIATAS TANAH BESERTA AKAR-AKARNYA  SELOKAN. TIMBUNAN DAN PENGHIJAUAN  MENCAKUP DRAINASE. KECUALI : STABILISASI LERENG DNG TANAMAN & PENANAMAN POHON/SEMAK BARU  PEKERJAAN MINOR : PERLENGKAPAN JALAN DAN PENGATUR LALU LINTAS . GALIAN.

PENGEMBALIAN KONDISI (3)  BANGUNAN PELENGKAP JALAN  LANTAI JEMBATAN : BETON & KAYU  PELAPISAN PERMUKAAN BAJA STRUKTUR .

BUKAN RE-KONSTRUKSI  PEMOTONGAN RUMPUT (TINGGI MAKS.  PENGECATAN HURUF YANG TIDAK TERBACA . 5cm) PADA RUANG MILIK JALAN  PEMELIHARAAN RUTIN DRAINASE  PEMBERSIHAN SALURAN & GORONG-GORONG  PEMELIHARAAN RUTIN PERLENGKAPAN JALAN (ROAD FURNITURE)  PEMBERSIHAN PERLENGKAPAN JALAN.PEMELIHARAAN RUTIN (1)  PEMELIHARAAN RUTIN PERKERASAN  PATCHING < 40cm x 40cm  SEALING < 10% per 100m  PEMELIHARAAN RUTIN BAHU JALAN  PENGISIAN LUBANG.

PEMELIHARAAN RUTIN (2)  PEMELIHARAAN RUTIN BANGUNAN PELENGKAP JALAN  PEMERIKSAAN KOMPONEN UTAMA JEMBATAN  PEMBERSIHAN KOMPENEN JEMBATAN  PEMERIKSAAN KONDISI SEMUA SALURAN AIR YG BERDEKATAN DNG JEMBATAN SELAMA & SETELAH BANJIR  PEMELIHARAAN JALAN SAMPING & BANGUNAN PELENGKAP JALAN  JALAN DAN BANGUNAN PELENGKAP JALAN DI LUAR RUAS PROYEK YG DIGUNAKAN OLEH KONTRAKTOR .

Keretakan akibat Gaya Lintang pada Balok Tebal Lapisan Aspal diatas lantai jembatan sekitar 20 cm memberikan kontribusi Dead Load yang sangat significant .

Sendi yang keropos karena berkarat Rol pada Jembatan yang tidak terawat .

Inspeksi Keberadaan Lateral Stop di Pilar Jembatan Pembuatan Stopper Beton Baru untuk menahan perherakan horizontal Lateral Stop yang akan dilengkapi STOPPER BETON BARU .

Tidak ada Lateral Stop & BALOK MELINTANG UJUNG Lubang untuk Lateral Stop pada Balok Melintang Ujung Jembatan Rangka Lateral Stop menggantung di bawah Balok Melintang Ujung Jembatan Rangka. LATERAL STOP Pergerakan horizontal kedua bantalan karet ditahan oleh Stopper Beton BANTALAN KARET STOPPER BETON .

SPESIFIKASI KHUSUS .

PENYEDIA HARUS DIANGGAP TELAH MELAKUKAN PEMERIKSAAN DI LAPANGAN DENGAN TELITI & MENGETAHUI KONDISI AKTUAL DENGAN MEMPERHITUNGKAN VOLUME LALIN. KONSISI CUACA. KEKUATAN SISA PERKERASAN YANG ADA. KERUSAKAN BANGUNAN PELENGKAP LAINNYA. KONDISI PERAMBUAN.  DIVISI 10a INI UNTUK EFEKTIF ATAU NON EFEKTIF? . PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN  PADA SAAT PENAWARAN. BAHU JALAN.DIVISI 10a & 10b 10a. TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN. PEMELIHARAAN KINERJA JALAN 10b. SISTEM DRAINASE. MARKA JALAN DAN PERLENGKAPAN JALAN LAINNYA UNTUK KESELAMATAN PENGGUNA JALAN.

URAIAN:  MENJAMIN AGAR PERKERASAN. DAN  SELALU DIPELIHARA SETIAP SAAT & DALAM KONDISI PELAYANAN MANTAP SERTA MEMENUHI INDIKATOR KERJA YG DISYARATKAN  SEJAK SPMK SELAMA MASA PELAKSANAAN GUNA MENCEGAH SETIAP KERUSAKAN LEBIH LANJUT PADA JALAN DAN/ATAU BANGUNAN PELENGKAP JALAN  JENIS PEKERJAAN DITENTUKAN DIREKSI PEKERJAAN SEBAGAI PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA JALAN ATAU SEKSI DARI SPESIFIKASI KHUSUS INI AKAN DIBAYAR DENGAN HARGA SATUAN PER SATUAN PEMBAYARAN DALAM KONTRAK . BAHU. SISTEM DRAINASE. BANGUNAN PELENGKAP JALAN & PERLENGKAPAN JALAN DAPAT BERFUNGSI DENGAN BAIK.PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (1) 1.

KLASIFIKASI: PERBAIKAN & PEMELIHARAAN  PERKERASAN  PERKERASAL BERPENUTUP ASPAL  PERKERASAN TANPA PENUTUP ASPAL  PERKERASAN KAKU  BAHU JALAN  DRAINASE  BANGUNAN PELENGKAP JALAN  PERLENGKAPAN JALAN .PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (2) 2.

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (3) 3. INDIKATOR KINERJA JALAN YG DISYARATKAN:  PERKERASAN  LUBANG  RETAKAN  AMBLAS  PATAHAN PADA PERKERASAN KAKU  JOINT SEALANT PADA PERKERASAN KAKU  KETIDAKRATAAN UNTUK OVERLAY  BAHU JALAN  LUBANG  ELEVASI/KETINGGIAN  AMBLAS .

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (4)  DRAINASE  SEMUA SALURAN  LERENG GALIAN & TIMBUNAN  PERLENGKAPAN JALAN  RAMBU PERINGATAN & RAMBU PETUNJUK  PEMISAH HORIZONTAL PADA MEDIAN/TROTOAR  REL PENGAMAN  BANGUNAN PERLENGKAP JALAN  OPRIT PENDEKAT (OPRIT)  DINDING PENAHAN TANAH  EXPANSION JOINT  PAGAR JEMBATAN (BENTANG < 6m)  PENGENDALIAN TANAMAN .

INDIKATOR KINERJA JALAN (1) No. . lebih besar 5% setiap 100meter jalur jalan. bagian jalan. Indikator Kinerja Jalan Waktu Tanggap Perbaikan 1 Perkerasan Jalan a Lubang: Tidak boleh ada lubang dengan Harus selesai diperbaiki diameter lebih dari 10cm dan dalam waktu maksimum 7 kedalaman lebih dari 4cm pada (tujuh) hari. c Amblas: Tidak boleh ada bagian yang Harus selesai diperbaiki amblas lebih dari 3cm dengan dalam waktu maksimum 7 luasan permukaan yang amblas (tujuh) hari. panjang lajur (lane) jalan. b Retakan: Tidak boleh ada retakan lebih Harus selesai ditutup dalam lebar 3mm dan/atau luas retakan waktu maksimum 14 lebih besar 5% setiap 100m (empat belas) hari.

tidak boleh Harus selesai diperbaiki rusak atau hilang disemua slab dalam waktu maksimum 14 joint. dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari. INDIKATOR KINERJA JALAN (2) d Patahan (untuk Rigid): Tidak boleh ada bagian jalan yang Harus selesai diperbaiki mengalami patahan (faulting). (empat belas) hari. . mantap. f Ketidakrataan (untuk perkerasan yang dilaksanakan pelapisan ulang/overlay): Harus selesai diperbaiki Nilai IRI rata-rata setiap segmen dalam waktu maksimum 90 lajur (lane) jalan dalam kondisi (sembilan puluh) hari. e Joint Sealant (untuk Rigid): Dalam kondisi baik. maksimum 4mm/m.

b Elevasi / Ketinggian: Tidak boleh ada beda tinggi bahu Harus selesai diperbaiki jalan dengan tepi perkerasan jalan dalam waktu maksimum 14 lebih dari 5cm (empat belas) hari. (tujuh) hari. lebih dari 3% setiap 100meter bahu jalan. c Amblas: Tidak boleh ada bagian yang Harus selesai diperbaiki amblas lebih dari 10cm dengan dalam waktu maksimum 7 luasan permukaan yang amblas (tujuh) hari. INDIKATOR KINERJA JALAN (3) 2 Bahu Jalan a Lubang: Tidak boleh ada lubang dengan Harus selesai diperbaiki diameter lebih dari 20cm dan dalam waktu maksimum 7 kedalaman lebih dari 10cm. .

b Lereng Timbunan dan Galian: i) Pada Lereng Timbunan tidak Deformasi dan longsoran ada deformasi dan erosi serta harus selesai diperbaiki dapat berfungsi dengan baik. INDIKATOR KINERJA JALAN (4) 3 Drainase a Semua jenis saluran: i) Harus bersih dan tidak Kerusakan harus selesai mengalami kerusakan struktur. (empat belas) hari. kuat untuk menahan erosi dan berfungsi dengan baik. . untuk penyumbatan. diperbaiki dalam waktu maksimum 21 (dua puluh ii) Tidak boleh ada penyumbatan satu) hari untuk kerusakan lebih besar 10% dari kapasitas struktur dan 7 (tujuh) hari saluran. dalam waktu maksimum 14 ii) Pada Lereng Galian harus stabil.

(dua puluh empat) jam. kerusakan ketentuan. . INDIKATOR KINERJA JALAN (5) 4 Perlengkapan Jalan a Rambu Peringatan dan Rambu Petunjuk: i) Terpasang dengan benar sesuai Kekurangan. lambatnya 21 (dua puluh satu) hari. lalu lintas yang disebabkan Pemasangan rambu kerusakan jalan yang belum sementara paling lambat 24 dapat diperbaiki. kerusakan dan berfungsi dengan baik. dan kecacatan harus selesai ii) Permukaannya dapat dilihat diperbaiki selambat- dengan jelas pada malam hari. selesai diperbaiki selambat- ii) Pemasangan rambu sementara lambatnya 21 (dua puluh untuk pencegahan kecelakaan satu) hari. b Pemisah Horizontal pada Median atau Trotoar: i) Pemisah yang ada harus kokoh Kekurangan. secara struktur dan kecacatan harus kokoh dan tiang tidak bengkok.

INDIKATOR KINERJA JALAN (6) c Guardrails / Rel Pengaman: Secara struktur kokoh. terpasang Kekurangan. diperbaiki selambat- lambatnya 21 (dua puluh satu) hari. 5 Bangunan Pelengkap (jika ada dalam kontrak) a Jalan Pendekat (Oprit): Tidak terjadi penurunan lebih Kecacatan harus selesai dari 5cm dari elevasi rencana diperbaiki selambat- permukaan pendekat. kerusakan dengan benar dan tidak terjadi dan kecacatan harus selesai kerusakan. lambatnya 14 (empat belas) hari .

i) Tidak terjadi patahan struktur bangunan yang mengakibatkan kerusakan struktur bangunan. lambatnya 28 (dua puluh ii) Tidak karatan dan kokoh serta delapan) hari. delapan) hari. lebar gap sesuai ketentuan. . INDIKATOR KINERJA JALAN (7) b Dinding Penahan Tanah: i) Tidak ada kerusakan struktur Kecacatan harus selesai dan berfungsi baik. diperbaiki selambat- ii) Tidak terjadi keretakan pada lambatnya 28 (dua puluh dinding dan pondasi. c Expansion Joint (Jembatan pada jalan dalam kontrak): i) Tidak ada kerusakan yang Kecacatan harus selesai signifikan dan dapat berfungsi diperbaiki selambat- baik.

INDIKATOR KINERJA JALAN (8) d Pagar Jembatan (Span ≤6. diperbaiki selambat- ii) Pagar jembatan lengkap. bahu jalan.0m): i) Tidak ada kerusakan struktur Kecacatan harus selesai dan berfungsi baik. iii) Dapat dilihat dengan jelas pada saat malam hari. saluran harus selesai dirapikan atau air yang diperkeras. . sekitar dipotong sesuai ketentuan rambu lalu-lintas. tiang lampu. seluruh permukaan yang dilabur (black top). delapan) hari. (tujuh) hari. pulau untuk lalu lintas. selambat-lambatnya 7 patok pengarah. Pengendalian tanaman terusan gorong-gorong. kerb. guardrails. tidak lambatnya 28 (dua puluh karatan dan kokoh. 6 Pengendalian Tanaman a Bebas dari tumbuh-tumbuhan di sekitar ujung gorong-gorong. bangunan bawah jembatan dan tepi deck jembatan.

tebing tepi (tujuh) hari. jalan (di luar ruang manfaat jalan).5cm dan maksimum dipotong sesuai ketentuan 10cm pada lokasi median jalan selambat-lambatnya 7 yang direndahkan. INDIKATOR KINERJA JALAN (9) b Tumbuh-tumbuhan yang Pengendalian tanaman diijinkan mempunyai tinggi harus selesai dirapikan atau minimal 2. . tanaman di tempat istirahat (termasuk taman) di Ruang Milik Jalan) kecuali terhadap taman yang sudah ada namun tidak mengganggu jarak pandang untuk keselamatan pengguna jalan.

METODE INSPEKSI KINERJA:  INSPEKSI HARIAN  KAPANPUN  PER 100M PANJANG JALAN  FORMULIR INSPEKSI  INSPEKSI FORMAL  SESUAI JADWAL  BACKUP SERTIFIKAT BULANAN 5.PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (5) 4. SANKSI KETERLAMBATAN PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JALAN: .

 H = jumlah hari keterlambatan perbaikan pemenuhan tingkat layanan jalan. .PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (6)  DIMANA:  D = pemotongan pembayaran dalam rupiah.  Nlp=nilai lingkup pekerjaan dalam kontrak.  Pjl = panjang jalan dalam kontrak berdasarkan lingkup pekerjaan. berdasarkan hasil inspeksi lapangan  Pjc= panjang jalan yang cacat (tidak memenuhi indikator kinerja) dalam segmen jalan yang ditetapkan (panjang segmen minimal 100m).

.

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (7)

6. MATA PEMBAYARAN:
 Galian Tanah untuk saluran air dan lereng (M3)
 Timbunan Pilihan untuk lereng tepi saluran (M3)
 Pasangan Batu dengan Mortar (M3)
 Lapis Pondasi Agregat Kelas A (M3)
 Lapis Pondasi Agregat Kelas B (M3)
 Lapis Pondase Agrehat kelas S (M3)
 Agregat untuk Perkerasan Tanpa Penutup Aspal (M3)
 Lapis Pondasi Agregat Semen Klas A (CTB) (M3)
 Lapis Pondasi Agregat Semen Klas B (CTSB) (M3)
 Campuran Aspal Panas (M3)
 Campuran Aspal Dingin (M3)

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (8)
 Penetrasi Macadam (M3)
 Residu Bitumen (liter)
 Perkerasan Beton Semen (M3)
 Lapis Pondasi Beton Kurus (M3)
 Pasangan Batu (M3)
 Bahan Penutup (Sealant) (kg)
 Pengendalian Tanaman (LS)

PEMBERSIHAN & PERBAIKAN BERIKUT DIBAYAR?
 Pembersihan semua saluran

 Perlengkapan Jalan

 Expansion Joint (lihat item SKh-1.10.b.(8))

 Pagar Jembatan (lihat item SKh-1.10.b.(10))

PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (1) 1. PEMBERSIHAN SAMBUNGAN EKSPANSI. URAIAN:  MENCEGAH DEGRADASI MUTU YG TERLALU CEPAT ATAU MENCEGAH KERUSAKAN JEMBATAN DENGAN PEMBERSIHAN SALURAN & LUBANG DRAINASE. PENGECAT- AN SEDERHANA. PEMBERSIAN AKUMULASI SAMPAH DAN/ATAU TANAH ENDAPAN AKIBAT BANJIR UNTUK MEMPERTAHANKAN KONDISI LAYAN JEMBATAN AGAR BERFUNGSI SEPERTI SEDIAKALA  SEJAK SPMK SELAMA MASA PELAKSANAAN GUNA MENCEGAH SETIAP KERUSAKAN LEBIH LANJUT.  JENIS PEKERJAAN DITENTUKAN DIREKSI PEKERJAAN SEBAGAI PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA JALAN ATAU SEKSI DARI SPESIFIKASI KHUSUS INI AKAN DIBAYAR DENGAN HARGA SATUAN PER SATUAN DALAM KONTRAK .

KLASIFIKASI:  PEMBERSIHAN JEMBATAN  BANGUNAN ATAS  BANGUNAN BAWAH  OPRIT (100m KE HULU & 100m KE HILIR)  PERBAIKAN RETAK/KERUSAKAN BETON NON STRUKTURAL  VOLUME ≤ 5% ELEMEN YG DITINJAU  PENGECATAN SEDERHANA  BAJA NON STRUKTURAL YG MUDAH DIJANGKAU  PENGGANTIAN BAUT  MAKS. 2 BUAH PER TITIK BUHUL  PERBAIKAN PASANGAN BATU  VOLUME > 5% ELEMEN YG DITINJAU .PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (2) 2.

PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (3)  PEMBUATAN JALAN INSPEKSI  TERMASUK TANGGA INSPEKSI  PENGECATAN TIANG PANCANG  KONDISI CAT DI SPLASH ZONE ≥ 50% TEBAL SEMULA  PERBAIKAN PIPA CUCURAN  INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN  ASPHALTIC PLUG ≤ 5% PANJANG SAMBUNGAN  PERBERSIHAN UNTUK JENIS YANG LAIN  PERBAIKAN FENDER  PENGECATAN BAJA ≤ 5% LUAS YG DITINJAU  PERBAIKAN BETON ≤ 5% VOLUME YG DITINJAU  PERBAIKAN SANDARAN  MENCAKUP SELURUH SANDARAN YANG RUSAK .

PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (4) 3. INDIKATOR KINERJA JALAN YG DISYARATKAN:  PENGENDALIAN MUTU  PERSETUJUAN BAHAN  PENERIMAAN HASIL PEKERJAAN  PERLENGKAPAN KOMUNIKASI  INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN  BANGUNAN BAWAH  BANGUNAN ATAS  BANGUNAN PELENGKAP JEMBATAN  DAS .

iii) Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam Tidak boleh ada kerusakan visual waktu maksimum 14 (empat pada pasangan batu belas) hari. iv) Tidak terjadi karat pada Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam pondasi tiang pancang visual waktu maksimum 28 (dua puluh delapan) hari. . ii) Tidak boleh ada retakan Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam atau pecah pada beton visual waktu maksimum 28 (dua puluh delapan) hari.INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN (1) Indikator Kinerja No Pengukuran Waktu Tanggap Perbaikan Elemen Jembatan 1 Bangunan Bawah i) Bangunan bawah harus Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam bersih dari kotoran visual waktu maksimum 14 (empat belas) hari.

ii) Tidak boleh ada retakan Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam atau pecah pada beton visual waktu maksimum 28 (dua puluh delapan) hari. iii) Tidak boleh ada korosi Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam pada seluruh struktur visual waktu maksimum 28 (dua baja. iv) Tidak boleh ada Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam terkelupasnya lapisan visual waktu maksimum 28 (dua galvanis pada seluruh puluh delapan) hari. struktur baja.INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN (2) 2 Bangunan Atas i) Bangunan atas harus Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam bersih dari kotoran visual waktu maksimum 7 (tujuh) hari. . puluh delapan) hari.

ii) Pipa cucuran dan drainase Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam tidak boleh tersumbat visual waktu maksimum 7 (tujuh) hari. paku keling tidak Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam longgar dan pen tidak aus dengan waktu maksimum 28 (dua serta terpelihara dengan torsimeter puluh delapan) hari. baik. . 3 Bangunan Pelengkap Jembatan i) Bangunan pelengkap Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam harus bersih dari kotoran visual waktu maksimum 14 (empat belas) hari. vi) Sambungan siar muai Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam tidak boleh tersumbat visual waktu maksimum 7 (tujuh) hari.INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN (3) v) Baut.

3 Bangunan Pelengkap Jembatan i) Bangunan pelengkap Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam harus bersih dari kotoran visual waktu maksimum 14 (empat belas) hari. ii) Pipa cucuran dan drainase Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam tidak boleh tersumbat visual waktu maksimum 7 (tujuh) hari. . baik.INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN (4) v) Baut. vi) Sambungan siar muai Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam tidak boleh tersumbat visual waktu maksimum 7 (tujuh) hari. paku keling tidak Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam longgar dan pen tidak aus dengan waktu maksimum 28 (dua serta terpelihara dengan torsimeter puluh delapan) hari.

.INDIKATOR KINERJA ELEMEN JEMBATAN (5) 4 Daerah Aliran Sungai i) DAS harus bersih dari Inspeksi Harus selesai diperbaiki dalam kotoran/debris visual waktu maksimum 28 (dua puluh delapan) hari.

PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (5) 4. SANKSI KETERLAMBATAN PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JEMBATAN: . METODE INSPEKSI KINERJA:  INSPEKSI HARIAN  KAPANPUN  INSPEKSI FORMAL  BULANAN  BACKUP SERTIFIKAT BULANAN 5.

 Pjl = panjang total jembatan dalam kontrak berdasarkan lingkup pekerjaan.  Nlp=nilai lingkup pekerjaan dalam kontrak.  H = jumlah hari keterlambatan perbaikan pemenuhan kinerja jembatan. berdasarkan hasil inspeksi lapangan  Pjc= panjang jembatan yg cacat (tidak memenuhi indikator kinerja) jalan yang ditetapkan (dalam unit bentang/span jembatan).PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (6)  DIMANA:  D = pemotongan pembayaran dalam rupiah. .

9 . MATA PEMBAYARAN:  Perbersihan Jembatan (M2)  Perbaikan retak/kerusakan Beton Non Struktural (M2)  Pengecatan Sederhana (M2)  Penggantian Baut (buah)  Perbaikan Pasangan Batu (M3)  Pengecatan Tiang Pancang (M2)  Perbaikan Pipa Cucuran & Drainase (Buah)  Perbaikan Siar Muai (M’)  Perbaikan Fender (M’)  Perbaikan Sandaran (M’)  Pembuatan Jalan/Tangga Inspeksi dibayar item 7.PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN (7) 6.

PENUTUP  SEMOGA BERMANFAAT ! .