You are on page 1of 31

Case Report COPD

Oleh dr. Nuraga W. Putra


Identitas
• Nama : Tn. M • Jam Datang : 9.10 AM
• Usia : 71 Th • No. RM : 096437
• Agama : Islam • Tinggi Badan : 170 Cm
• Suku : Sunda • Berat Badan : 85 Kg
• Tgl Lahir : 7/8/1947 • Kesan gizi : Berlebih
• Tgl Datang : 22/5/2018 • Pekerjaan : Purnawirawan
Tanda Vital

• Keadaan Umum : Sakit Sedang • Respirasi : 36x/min


• Kesadaran : Composmentis • Saturasi Oksigen: 90%
• GCS : 4/5/6 • Refleks Cahaya : +/+
• Tekanan Darah : 130/100 • Pupil : 3mm/3mm
• Nadi : 94x/min • Akral : Hangat
• Suhu : 36°C
Keluhan dan Subyektif
• Sesak sejak 3 hari smrs

• Sesak muncul setelah batuk 1 minggu


• Bila beraktivitas tambah sesak
• Sebelumnya pernah mengalami ini
• Ada riwayat penyakit jantung
• Tidak demam, batuk pilek, mual muntah.
Riwayat Penyakit Terdahulu
• Riwayat penyakit jantung dr. Wisnoe
• Diabetes tipe 2
• Darah tinggi disangkal
• Konsumsi obat 6 bulan disangkal
• Riwayat merokok disangkal
• Riwayat Asma dan alergi disangkal
Obat – obatan yang Diminum
• Ascardia 80mg (Acetosal) 1-0-0
• CPG 35mg (Clopidogrel) 0-1-0
• Valsartan 80mg 0-0-1
• Furosemide 40mg 1-0-0
• Simvastatin 20mg 0-0-1
• Fasorbid 3x5mg
• Metformin 3x500mg
Pemeriksaan Fisik
• Kepala : Normocephal
• Mata : Anemis -/-
• Telinga : Sekret -/- Serumen +/+
• Hidung : Sekret -/- Septum deviasi -/- Polip -/-
• Mulut : Kering + Sianosis –
• Leher : Pembengkakan kelenjar getah bening – Distensi Vena Jugular –
Pemeriksaan Fisik
• Dada (Paru – paru) • Dada (Jantung)
• Inspeksi : Simetris • Inspeksi : Ictus Cordis terlihat
• Palpasi : Nyeri tekan -/- Krepitasi -/- • Palpasi : Ictus Cordis teraba
• Vremitus : Taktil simetris, Vokal simetris
• Perkusi : Batas jantung normal
• Perkusi : Sonor
• Auskultasi : Bunyi jantung murni reguler
• Auskultasi : Vesikuler simetris. Rhonkhi
+/+ Wheezing +/+
Pemeriksaan Fisik
• Abdomen
• Inspeksi : Agak cembung
• Auskultasi : Bising usus +
• Perkusi : Timpani
• Palpasi : Perbesaran Hepar -, Limpa Dalam batas normal, Nyeri tekan –
• Ekstrimitas : Akral Hangat, Edema -/-, sianosis -/-
Pemeriksaan Penunjang
• EKG : Sinus Rhythm
• Laboratorium
• Hb : 18,4 mg/dl
• Ht : 54 mg/dl
• Leukosit : 8900 mg/dl
• Ureum : 34
• Creatinin : 0,9
• GDS : 196 mg/dl
Pemeriksaan
Penunjang (Ro)
• Cor : CTR = 50%, AP
• Aorta dan mediastinum
baik
• Paru tidak tampak
infiltrate
• Corakan bronchovaskular
baik
• Diafragma licin
• Sinus Costofrenicus kanan
kiri tidak tercakup
• Kesan Cor: Tidak
membesar
• Kesan Paru: Normal
Diagnosis
• Chronic Obstructive Pulmonary Disease eksaserbasi akut
• Penyakit Jantung Koroner
• Diabetes Melitus Tipe 2

Diagnosis Banding
• Bronkhopneumonia
Tatalaksana
• O2 2 liter per menit
• Nebu Combivent : Pulmicort 1:1
• IVFD RL 14 Tetes per menit
• Aminophiline 2,5 ampul drip 14 tetes per menit
• Cefotaxime 3x1gr Intravena
• Metilprednisolone 2x 125mg
• Nebu combivent 3x1
• Flumucyl Capsul 3x1
Tatalaksana Lanjutan
• Konsul dr Spesialis jantung (dr. wisnoe)
• Konsul dr Spesialis penyakit dalam
• Cek : Darah rutin, GD2PP
Tinjauan Pustaka

COPD
DEFINISI
• Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau Chronic
Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan penyakit
paru kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara di
dalam saluran nafas yang tidak sepenuhnya reversible, bersifat
progresif, biasanya disebabkan oleh proses inflamasi paru
yang disebabkan oleh pajanan gas berbahaya yang dapat
memberikan gambaran gangguan sistemik.(GOLD, 2014)
EPIDEMIOLOGI
• Sebagai penyebab kematian, COPD menduduki peringkat ke empat didunia
setelah penyakit jantung, kanker dan penyakit serebro vascular.
• Di Amerika, kasus kunjungan pasien COPD di instalasi gawat darurat
mencapai angka 2,5 juta, 1.826.000 memerlukan perawatan di rumah sakit
dan 219.000 meninggal selama tahun 2004
FAKTOR RESIKO

• Smoking • Sosioeconomic Status


• Genes • Asthma/ Bronchial Hiperactivity
• Age • Chronic Bronchitis
• Lung Growth and • Infection
Development
• Exposure to Particles
PATOFISIOLOGI
KLASIFIKASI
• COPD Ringan • COPD Sedang
Gejala klinis: Gejala klinis:
• Dengan atau tanpa batuk • Dengan atau tanpa batuk
• Dengan atau tanpa produksi sputum • Dengan atau tanpa produksi sputum
• Sesak napas derajat sesak 0 sampai • Sesak napas derajat sesak 2 (sesak timbul
derajat sesak 1 pada saat aktivitas).
Spirometri: Spirometri:
• FEV1 > 80% prediksi • 50% < FEV1 < 80% prediksi
KLASIFIKASI
• COPD Berat
Gejala klinis:
• Sesak napas derajat sesak 3 dan 4 dengan gagal napas kronik
• Eksaserbasi lebih sering terjadi
• Disertai komplikasi kor pulmonale atau gagal jantung kanan.
Spirometri:
• 30% < FEV1 < 50% prediksi

• COPD Sangat Berat


• Spirometri: FEV1 < 30% prediksi
MANIFESTASI KLINIS
• Tanda dan gejala (GOLD, 2014) • Tanda dan gejala (GOLD, 2014)
• Sesak nafas progresif (memburuk • Berat badan turun
hari ke hari), persisten, bertambah • Kurang nafsu makan
berat saat aktifitas.
• Merokok
• Batuk kronik
• Pekerjaan yang beresiko paparan
• Produksi sputum kronik polutan
• Fatigue • Riwayat keluarga yang terjangkit
• Depresi dan cemas COPD
MANIFESTASI KLINIS
• Pemeriksaan Fisik
• inspeksi : bentuk dada barrel chest, pelebaran sela iga
• palapasi : fremitus melemah, sela iga melebar
• perkusi : hipersonor, batas paru-hati lebih rendah
• auskultasi : suara vesikuler melemah atau normal,
ekspirasi memanjang, rhonki, dan wheezing.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN
• Foto Thorak • Foto Thorak
• hiperinflasi • Pada bronkitis kronis, foto thoraks
memperlihatkan tubular shadow berupa
• corakan bronkovesikuler↑
bayangan garis-garis yang paralel keluar dari
• hiperlusen hilus menuju apeks paru dan corakan paru
• diafragma mendatar yang bertambah.

• jantung pendulum • Pada emfisema, foto thoraks menunjukkan


adanya hiperinflasi dengan gambaran
diafragma yang rendah dan datar, penciutan
pembuluh darah pulmonal, dan
penambahan cortakan ke distal.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN

• Spirometri :
• 30%<VEP1<80% prediksi
• VEP1/KVP <75%
DIAGNOSIS BANDING

• Asma
• Gagal jantung kongestif
• Bronkiektasis
• Tuberkulosis
PENATALAKSANAAN
• Pencegahan: mencegah kebiasaan merokok, infeksi, dan polusi
udara.
• Terapi eksaserbasi akut dengan:
• antibiotik
• terapi oksigen
• chest fisioterapi
• bronkodilator
PENATALAKSANAAN
• Terapi jangka panjang dengan:
• antibiotik
• bronkodilator
• latihan fisik untuk meningkatkan toleransi fisik
• mukolitik dan ekspektoran
• terapi oksigen jangka panjang bagi pasien yang mengalami gagal napas tipe II
dengan PaO2 < 7,3 kPa (55 mmHg) (Alsaggaf dkk, 2004)
PENATALAKSANAAN
• Rehabilitasi: • Rehabilitasi:
• Chest fisioterapi • Psikoterapi
• Pernapasan Diafragma • Memberikan motivasi untuk mengatasi
• Pursed Lip Breathing (pernapasan beban pikiran karena keterbatasan
bibir yang disokong) melakukan aktivitas sehari-hari.
• Drainase Postural • Rehabilitasi pekerjaan (Okupasi Terapi)
• Perkusi Manual
• Batuk Terkendali
• Batuk yang dibantu
Terima Kasih